Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Rabu 9 Juni 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat bergerak secara variatif pada perdagangan Selasa (9/6). Dow Jones ditutup melemah 0.09%, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq menguat masing-masing sebesar 0,02% dan 0,31%. Di Eropa, indeks acuan Euro Stoxx600 tercatat naik 0.10% dan FTSE juga naik 0.25%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup turun 1.16% pada perdagangan Selasa kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.252. Dari komoditas, minyak WTI dan Brent menguat masing-masing sebesar 0.10% dan 0.21%. Pagi ini, Nikkei dibuka melemah 0,17% begitupun Kospi dibuka melemah sebesar 0.15%. Untuk indeks futures AS tercatat kompak menguat, dengan Dow Jones naik 0.06%, S&P 500 menguat 0.06%, dan Nasdaq juga menguat 0.11%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Pemerintah memastikan program Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) yang digulirkan pada 2020 dan 2021 berlanjut ke 2022. Program PCPEN diperlukan untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional yang terus menunjukkan tren perbaikan. Hanya saja, pagu anggaran program PC-PEN 2022 belum ditetapkan karena pemerintah masih fokus membahas   dan menyusun Kerangka Ekonomi Makro dan PokokPokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) RAPBN 2022 bersama DPR. (Investor Daily)

     

    Rapat kerja Komisi XI DPR dengan pemerintah, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Badan Pusat Statistik (BPS) menyepakati besaran asumsi dasar ekonomi makro dan target pembangunan dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2022. Sebagian besar asumsi makro yang disepakati tidak mengalami perubahan dari usulan awal maupun hasil pembahasan rapat Panitia Kerja (Panja) Penerimaan serta Panja Pertumbuhan dan Pembangunan Nasional yang berlangsung selama tiga hari. Pembahasan ini juga dilakukan dengan Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, BI, OJK, dan BPS. (Investor Daily)

     

    Dari AS, Senat meloloskan RUU ekspansif dengan margin lebar untuk menginvestasikan hampir US$250 miliar dalam memperkuat industri manufaktur dan teknologi AS untuk memenuhi tantangan ekonomi dan strategis dari China. Pemungutan suara 68-32 merupakan hal langka yang terjadi pada kondisi Senat yang terpolarisasi. Hal ini dikerenakan adanya kekhawatiran di kedua partai politik bahwa AS berisiko tertinggal dari pesaing global terbesarnya. (Bloomberg)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—9-Juni-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Selasa 8 Juni 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat bergerak secara variatif pada perdagangan Senin kemarin. Dow Jones ditutup melemah 0.36%, S&P 500 melemah 0.08%, sedangkan Nasdaq naik 0.49%. Di Eropa, indeks acuan Euro Stoxx600 tercatat naik 0.22% dan FTSE naik 0.12%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup naik tipis 0.08% pada perdagangan Senin kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.264. Dari komoditas, minyak WTI dan Brent melemah masing-masing sebesar 0.13% dan 0.08%. Pagi ini, Nikkei dibuka menguat 0,35% sedangkanKospi dibuka melemah sebesar 0.20%. Untuk indeks futures AS tercatat kompak menguat, dengan Dow Jones naik 0.01%, S&P 500 menguat 0.09%, dan Nasdaq juga menguat 0.23%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) sekaligus Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yakin pertumbuhan ekonomi 2Q21 menembus 7-8% yoy. Optimisme itu ditopang kenaikan penjualan ritel 9,8%, data Purchasing Managers Index mencetak rekor tertinggi 55,3, lonjakan penjualan mobil 228% dengan pemberlakuan diskon pajak, belanja nasional melambung 60,43%, serta program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional berjalan lebih baik. (Investor Daily)

     

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 11 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan Investasi. Salah satu tugas Satgas ini adalah melakukan pengawalan (end to end) dan berperan aktif dalam penyelesaian hambatan pelaksanaan berusaha atau investasi. Satgas Investasi ini dipimpin oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan dua wakil ketua yakni Wakil Jaksa Agung dan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri). Sementara untuk sekretaris Satgas dijabat Dini Purwono yang juga Staf Khusus Presiden Bidang Hukum. (Investor Daily)

     

    Dari AS, Federal Reserve sedang dalam tahap awal kampanye pengurangan pembelian aset bulanan sebesar US$ 120 miliar agar pasar keuangan sudah lebih siap. Komentar oleh pejabat The Fed dalam beberapa minggu terakhir menunjukkan masalah tapering tampaknya akan dibahas segera setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal minggu depan, dan The Fed mungkin berada di jalur untuk memulai pengurangan aset akhir tahun ini atau awal tahun depan. (CNBC)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—8-Juni-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Senin 7 Juni 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat menguat pada perdagangan Jumat kemarin. Dow Jones ditutup naik 0.52%, S&P 500 menguat 0.88%, dan Nasdaq naik 1.47%. Di Eropa, indeks acuan Euro Stoxx600 tercatat naik 0.39% dan FTSE naik tipis 0.07%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah 0.43% pada perdagangan Jumat kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.295. Dari komoditas, minyak WTI dan Brent menguat masing-masing sebesar 0.17% dan 0.47%. Pagi ini, Nikkei dan Kospi dibuka menguat masing-masing sebesar 0.46% dan 0.26%. Sedangkan Indeks futures AS tercatat kompak melemah, dengan Dow Jones turun 0.06%, S&P 500 melemah 0.10%, dan Nasdaq melemah 0.09%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Dari AS, Menteri Keuangan Janet Yellen mengatakan Presiden Joe Biden harus mendorong maju dengan rencana belanja US$ 4 triliun meskipun berpotensi memicu inflasi yang berlanjut hingga tahun depan dan suku bunga yang lebih tinggi. “Jika kita berakhir dengan lingkungan suku bunga yang sedikit lebih tinggi, itu sebenarnya akan menjadi nilai tambah bagi sudut pandang masyarakat dan sudut pandang The Fed,” kata Yellen pada hari Minggu dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg News. Paket kebijakan Biden akan menambahkan hingga sekitar US$400 miliar belanja negara per tahun, kata Yellen, dengan mengatakan bahwa angka tersebut sebenarnya tidak akan menyebabkan inflasi yang berlebihan. (Bloomberg)

     

    Para menteri keuangan dari negara anggota kelompok G-7 telah menyepakati besaran minimun tarif pajak korporasi global 15%. Kesepakatan yang sudah disahkan pada Sabtu (5/6), merupakan bentuk mendukung usulan Pemerintah Amerika Serikat (AS) atas rencana pengenaan pajak bagi raksasa perusahaan-perusahaan teknologi dan multinasional lainnya yang dituding tidak membayar secara layak. (Investor Daily)

     

    Pemerintah  berencana  untuk  mengubah  ketentuan  tarif  pajak  pertambahan nilai  (PPN)  dengan  menaikkan tarif  PPN  menjadi  12%  dari  yang berlaku saat ini sebesar 10%. Kendati  demikian,  seperti  ketentuan sekarang, pemerintah tetap diberi peluang  untuk  menurunkan  tarif tersebut menjadi paling rendah 5% dan paling tinggi 15%. (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—7-Juni-2021.pdf

  • Buletin Bulanan – Juni 2021: Net Asset Value pada Sektor Properti

    Buletin Bulanan – Juni 2021: Net Asset Value pada Sektor Properti

    Ulasan Pasar Global

    Ulasan lengkap unduh file pdf

    • Pasar saham global cenderung mengalami penguatan sejak awal tahun hingga bulan Mei 2021, meskipun ada beberapa indeks saham yang masih mencatatkan hasil negatif sepanjang tahun berjalan 2021. Indeks saham Swedia (OMX Stockholm) mencatatkan kenaikan tertinggi, sementara indeks saham Filipina (PSEi) masih mencatatkan pelemahan terbesar.
    • Hampir seluruh indeks saham negara-negara maju mencatatkan hasil yang positif, dipimpin oleh indeks saham Swedia (OMX Stockholm), diikuti oleh Jerman (DAX), Eropa (STOXX 600), Amerika Serikat (S&P 500), Inggris (FTSE 100), dan Denmark (OMX Copenhagen).
    • Indeks saham di beberapa negara berkembang juga melanjutkan penguatan sejak awal tahun. Indeks saham Taiwan (TWSE), Mexico (S&P/BMV), Afrika Selatan (FTSE/JSE), Rusia (MOEX), dan Korea Selatan (KOSPI) memimpin penguatan. Di sisi lain, indeks saham di sebagian kawasan ASEAN lainnya cenderung masih mengalami pelemahan sejak awal tahun.
    • Sektor Energi, Finansial, Industrial dan Material cenderung menjadi sektor yang berkinerja terbaik secara global sejak awal tahun. Sektor-sektor yang cenderung defensif (Konsumsi, Kesehatan, dan Utilitas) memiliki kinerja yang relatif tertinggal dibandingkan indeks acuannya. Hal ini masih menunjukkan bahwa posisi/keyakinan investor cenderung pada sektor-sektor siklikal seiring membaiknya perekonomian dunia dan menguatnya harga-harga komoditas utama.
    • Penguatan harga minyak pada dalam beberapa minggu menjadi sentimen yang positif bagi indeks saham secara global. Indeks Dolar AS kembali melemah selama dua bulan berturut-turut. Pelemahan ini turut mendukung penguatan harga-harga komoditas utama.

    Tema Investasi Khusus: Net Asset Value pada sektor properti

    • Net Asset Value (NAV) atau Nilai Aktiva Bersih (NAB) merupakan nilai bersih suatu entitas dan dihitung dari nilai total aset entitas dikurangi nilai total kewajibannya. Melihat definisi tersebut, NAV bukanlah hal yang asing bagi pihak-pihak yang telah melakukan investasi Reksa Dana yang selalu mendapatkan laporan NAV Reksa Dana.
    • Selain digunakan untuk menilai Reksa Dana, NAV juga digunakan dalam menilai perusahaan sektor properti. Dalam penggunaannya pada sektor properti, NAV mencerminkan nilai aset berupa lot tanah dan properti investasi dikurangi dengan total kewajiban perusahaan. NAV tersebut mencerminkan potensi pasar yang dimiliki perusahaan.
    • Konsep NAV mirip dengan Nilai Buku atau Book Value (BV), hanya saja BV menggunakan harga ketika perusahaan membeli aset tersebut, sedangkan NAV menggunakan harga pasar yang berlaku saat ini.
    • Pada saham sektor properti, valuasi seringkali menggunakan metode Discount to NAV. Metode ini dilakukan dengan cara membagi harga saham dengan hasil perhitungan NAV. Angka tersebut akan menunjukkan seberapa jauh atau seberapa terdiskon harga saham perusahaan properti dibandingkan dengan potensi pasar yang dimiliki. Sebagai contoh, saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) pada penutupan bulan Mei diperdagangkan pada harga Rp940 per saham. Dengan asumsi perhitungan nilai NAV sebesar Rp2.900 per saham, artinya SMRA diperdagangkan pada diskon sebesar 67,6%.
    • Angka ini tidak serta merta menunjukkan terdapat potensi kenaikan harga saham sebesar 67,6%. Kita harus melihat secara historis untuk mengetahui pada level diskon berapa persen saham tersebut biasa diperdagangkan.
    • Metode ini juga lebih sering digunakan dibandingkan metode lain seperti Price to Earnings Ratio (PER) atau EV/EBITDA karena pengakuan pendapatan dalam sektor properti seringkali tidak dilakukan pada periode yang sama dengan periode penjualan persediaan.

    Baca ulasan lebih lengkap di sini!

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat 04 Juni 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat melemah semalam. Dow Jones ditutup turun 0.07%, S&P 500 melemah 0.36%, dan Nasdaq turun 1.03%.

     

    Di Eropa, indeks acuan Euro Stoxx tercatat turun 0.12% dan FTSE100 melemah 0.61%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat 0.99% pada perdagangan Kamis kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.285. Dari komoditas, minyak WTI dan Brent melemah tipis dengan masing-masing mengalami penurunan sebesar 0.04% dan 0.08% pada level US$ 68.77 dan US$ 71.25 per barel.

     

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan bergerak melemah pada hari ini, mengikuti indeks Nikkei dan Kospi yang pagi ini tercatat masing-masing dibuka melemah 0.42% dan 0.31%. Indeks futures acuan juga tercatat kompak melemah, dengan Dow Jones turun 0.12%, S&P 500 melemah 0.20%, dan Nasdaq melemah 0.32%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Joe Biden menandatangani executive order yang melarang perusahaan Amerika Serikat untuk berinvestasi pada perusahaan China yang memiliki hubungan kepada sektor teknologi pertahanan dan pengawasan. Peraturan tersebut melarang yang ditandatangani oleh Biden diklaim sebagai kelanjutan dan penyempurnaan dari peraturan pada administrasi Trump sebelumnya. Langkah ini merupakan bagian dari serangkaian manuver Biden untuk melawan China, termasuk mempererat hubungan AS dengan negara lainnya dan mengejar investasi domestik yang besar untuk meningkatkan daya saing ekonomi Amerika di tengah hubungan yang semakin memburuk dengan China. (Reuters)

     

    Kementerian Agama memutuskan tak mengirim Jemaah pada ibadah haji 2021. Penundaan ini menjadi yang kedua setelah tahun lalu pemerintah juga tak mengirim Jemaah karena pandemic virus Covid-19. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa dirinya telah bertemu dengan Prediden Joko Widodo untuk membahas nasib para calon Jemaah haji Indonesia di tahun ini. (CNN)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—04-Juni-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Kamis 03 Juni 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat menguat tipis semalam. Dow Jones ditutup menguat 0.07%, S&P 500 naik 0.14%, dan Nasdaq menguat 0.14%.

     

    Di Eropa, indeks acuan Euro Stoxx  tercatat menguat 0.28% dan FTSE 100 0.39%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat 1.41% pada perdagangan Rabu kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.280. Dari komoditas, minyak WTI dan Brent kompak menguat masing-masing 0.60% dan 0.57% pada level US$ 69.23 dan US$ 71.75 per barel.

     

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan bergerak menguat pada hari ini, mengikuti indeks Nikkei dan Kospi yang pagi ini tercatat masing-masing menguat 0.50 % dan 0.60%. Indeks futures acuan tercatat menguat, dengan Dow Jones 0.07%, S&P 500 0.14%, dan Nasdaq 0.14%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Biden berencana untuk merubah aturan yang melarang perusahaan untuk memilki afiliasi dengan militer China. Peraturan yang diubah akan mengganti kriteria entitas yang dapat di-blacklist terutama pada perusahaan yang bergerak di bidang teknologi pertahanan dan pengawasan. (Bloomberg)

     

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada bulan Mei 2021 sebesar 0,32% secara bulanan (mom), lebih tinggi dari inflasi April 2021 yang sebesar 0,13% mom. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, peningkatan inflasi pada bulan Mei 2021 tak lepas dari adanya puasa dan hari raya Idul Fitri. Mayoritas inflasi dipicu oleh kenaikan harga pangan dan tarif angkutan (Kontan).

     

    OJK optimis kredit perbankan pulih sepanjang tahun ini. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan bahwa pada 2021, kredit diproyeksikan meningkat sebesar 7,13% atau Rp 390,84 triliun. Kendati demikian, sepanjang tahun ini hingga April 2021 kredit baru bertambah Rp 600 miliar. Ia optimis pada 2022 kredit perbankan diproyeksikan meningkat sebesar 9.27% atau sebesar Rp 544,37 triliun. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—03-Juni-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Rabu 02 Juni 2021

    Kilas Pasar

     

    Pada perdagangan Selasa (1/6), Nasdaq Composite mengalami penurunan 0,09% menjadi 13.736,48; Dow naik 0,13% menjadi 34.575,31; sedangkan S&P 500 turun 0,05% menjadi 4,202,04. Dari Eropa, FTSE tercatat naik 0,82% menjadi 7.080,46 diikuti Stoxx600 yang naik 0.75% menjadi 450,10 dan DAX yang juga naik 0.95% menjadi 15.567,36.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.280. Minyak WTI naik 0,48%, begitupun minyak Brent yang juga naik 0,57%. Pada perdagangan hari ini, indeks di Asia yaitu Nikkei dibuka melemah –0.35% pada level 28.712,43 dan indeks Kospi dibuka menguat 0,21% pada level 3.228,65. Indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones menguat 0.13%, S&P 500 melemah 0.05% dan Nasdaq melemah 0.09%

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    OPEC dan mitra non-OPEC sepakat untuk meningkatkan produksi minyak secara bertahap seiring dengan pulihnya aktivitas ekonomi dan naiknya harga minyak di pasar. Kesepakatannya dapat diartikan sebagai bertambahnya produksi minyak sebesar 2,1 juta barrel minyak per hari antara bulan Mei dan Juli.  (CNBC)

     

    Agenda pengampunan pajak (tax amnesty) sedang digodok oleh pemerintah untuk diimplementasikan di tahun depan. Pemerintah akan memberikan kesempatan kepada wajib pajak untuk melaporkan kewajiban perpajakan yang dipenuhi secara sukarela melalui dua program yaitu:

     

    Pertama, pembayaran pajak penghasilan (PPh) dengan Tarik lebih tinggi dari tarif tertinggi pengampunan pajak, atas pengungkapan harta yang tidak atau belum sepenuhnya diungkapkan dalam pengampunan pajak.

     

    Kedua, pembayaran PPh dengan tarif normal, atas pengungkapan harta yang belum dilaporkan dalam SPT Tahunan OP Tahun Pajak 2019. Adapun saat ini lapisan PPh OP tertinggi adalah sebesar 30% untuk penghasilan kena pajak lebih dari Rp 500 juta per tahun.  Dalam paparannya tersebut, Kemenkeu memastikan akan menghapus sanksi bunga administrasi bagi wajib pajak yang ingin mengikuti dua skema program pengampunan pajak tersebut. (Kompas)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—02-Juni-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Senin 31 Mei 2021

    Kilas Pasar

     

    Pasar saham global mayoritas bergerak menguat tipis pada Jumat (28/5) saat Nasdaq Composite mengalami kenaikan 0,09% menjadi 13.748,74; Dow naik 64,81 poin atau 0,19% menjadi 34.529,45, begitupun S&P 500 yang naik 0,08% menjadi 4,204,11. Dari Eropa, FTSE tercatat naik 0,04% menjadi 7.022,61 diikuti Stoxx600 yang naik 0.57% menjadi 448.98.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.285,0, menguat. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dibuka naik 0,38% dan juga Brent naik 0,29%.  Pada Asia, indeks Nikkei dibuka melemah –0.11% pada level 29.116,24 dan indeks Kospi dibuka melemah –0.04% pada level 3.187,54

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Ketahanan ekonomi India akan pada saat mengatasi wabah Covid-19 yang kembali muncul. Meskipun begitu, tidak ada yang meragukan potensi perekonomian India untuk mencapai laju pertumbuhan tercepat di dunia di antara negara-negara besar pada tahun ini. Pertumbuhan ekonomi India diprediksi akan tumbuh sebesar 10% berdasarkan median dari 12 estimasi data yang dikumpulkan oleh Blooomberg News. Ekonom mengatakan bahwa kunci dari pemulihan ekonomi adalah dengan adanya relaksasi pengetatan antar provinsi dan juga keinginan konsumen untuk melakukan pengeluaran. (Bloomberg)

     

    Hari ini, RI kedatangan 8 juta bulk vaksin Covid-19 Sinovac. Pemerintah akan kembali menerima kedatangan jutaan dosis vaksin Covid-19. Rencananya, vaksin batch ke-14 ini akan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (31/5/2021) pada pukul 12:05 WIB. Vaksin dalam bentuk bulk ini akan kembali diproduksi oleh Biofarma, sebelum akhirnya didistribusikan kepada masyarakat. Selain Sinovac, pemerintah juga menggunakan vaksin AstraZeneca da juga Sinopharm yang akan digunakan untuk skema vaksin gotong royong. (CNBC)

     

    Pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro hingga 14 Juni 2021 untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Satgas Penanganan Covid-19 menyebut adanya potensi lonjakan kasus di Jabodetabek dikarenakan libur lebaran.  Satgas Covid-19 meminta warga yang baru pulang bepergian untuk melakukan karantina mandiri 5 x 24 jam. Pos komando (posko) dalam hal ini berperan penting memastikan karantina mandiri selesai dilakukan. Masyarakat juga dapat menyiapkan lokasi untuk melakukan isolasi mandiri. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—31-May-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Jumat 28 Mei 2021

    Kilas Pasar

     

    Pada perdagangan Kamis (27/5), Dow naik 141,59 poin atau 0,41% menjadi 34.464,64. Kemudian S&P 500 naik 0,12% menjadi 4.200,88, sedangkan Nasdaq turun tipis 0,01% menjadi 13.736,28. Dari Eropa, FTSE melemah 0,10% atau 7,26 poin menjadi 7.019,67 sementara Stoxx600 naik 0,27% menjadi 446,44.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.287,5. Minyak WTI pagi ini naik 0,40% begitupun minyak Brent  naik 0,20%. Hari ini Nikkei 225 dibuka menguat 1,42% sedangkan Kospi naik 0,27%. Indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq futures menguat masing-masing sebesar 0,49%, 0,38%, dan 0,29%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Indonesia dinilai tetap menjadi negara yang cukup menarik bagi investor luar negeri dikarenakan oleh prospek kinerja ekonomi ke depan yang terus membaik. Menteri Koordinator Bidang Kema   ritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, daya Tarik Indonesia itu dibuktikan oleh keputusan berbagai Lembaga pemeringkat internasional yang masih mempertahankan peringkat utang Indonesia. Di saat yang sama, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyatakan ada 3 alasan yang saat ini untuk berinvestasi di Indonesia. Pertama, Indonesia dalam fase pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19 serta menujukkan tren pertumbuhan ekonmi membaik. Kedua, Indonesia memiliki sinergi yang kuat antara pemerintah, bank sentral, sektor swasta, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menangani dampak pandemi. Ketiga, Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang besar. BI memprediksi sektor e-commerce tumbuh 39% mencapai US$ 25 miliar tahun ini. (Investor Daily)

     

    Senat AS bergerak menuju pengesahan RUU untuk meningkatkan daya saing ekonomi AS dan menghadapi kebangkitan China. RUU  yang mendapat dukungan bipartisan di Senat tetapi menghadapi rintangan signifikan di DPR, akan mengalirkan lebih dari US$ 100 miliar ke dalam penelitian dan pengembangan AS dan menyediakan US$ 52 miliar untuk mendorong manufaktur semikonduktor domestik. (Bloomberg)

     

    Biaya distribusi menggunakan kontainer pengiriman dari Asia ke Eropa melonjak di atas US$ 10.000 untuk pertama kalinya dalam catatan, menekankan kesulitan yang dialami eksportir dan importir yang berjuang menghadapi masalah distribusi ini. Indeks Kontainer Dunia, Drewry menunjukkan, biaya kontainer 40 kaki dari Shanghai ke Rotterdam naik menjadi US$ 10.174, naik 3,1% dari minggu lalu dan naik 485% dari tahun lalu. Indeks komposit delapan rute utama naik 2% menjadi US$ 6.257 dari minggu sebelumnya dan 293% lebih tinggi dari tahun lalu. Tarif peti kemas melonjak karena permintaan melebihi ketersediaan kotak baja setinggi 20 dan 40 kaki yang merupakan bagian terbesar dari perdagangan global. (Bloomberg)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—28-Mei-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Kamis 27 Mei 2021

    Kilas Pasar

     

    Pada perdagangan Rabu (26/5), Dow naik tipis 10,59 poin atau 0,03% menjadi 34.323,05. Kemudian S&P 500 naik 0,19% menjadi 4.195,99, begitupun Nasdaq yang naik 0,59% menjadi 13.738,00. Dari Eropa, FTSE melemah 0,04% atau 2,86 poin menjadi 7.026,93 sementara Stoxx600 naik tipis kurang dari 0,01% atau 0,02 poin menjadi 445,22.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.327. Minyak WTI pagi ini turun 0,11% sementara minyak Brent turun tipis 0,01%. Hari ini Nikkei 225 dibuka melemah 0,46% sedangkan Kospi turun tipis di bawah 0,01%. Indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones dan S&P 500 futures melemah 0,04% dan 0,01%, sedangkan Nasdaq futures naik 0,05%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    AS sedang memasuki periode persaingan ketat dengan China karena negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu dikendalikan dengan lebih ketat oleh Presiden Xi Jinping, kata pejabat tinggi Gedung Putih untuk Asia, Rabu. Kurt Campbell, koordinator AS untuk urusan Indo-Pasifik di Dewan Keamanan Nasional, mengatakan bahwa Periode yang secara luas dipahami sebagai perjanjian dengan China telah berakhir. Pernyataannya datang seiring dengan Presiden Joe Biden memerintahkan komunitas intelijen AS untuk menentukan dari mana virus Covid-19 berasal, setelah penilaian yang bertentangan tentang apakah asal-usulnya alami atau dari kecelakaan laboratorium di China. Langkah tersebut tentu akan menyebabkan ketegangan dengan para pejabat di Beijing. (Bloomberg)

     

    Sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) dalam APBN per akhir April 2021 tercatat Rp 254,19 triliun. Angka ini melonjak hingga 68,7% dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat hanya Rp 150,7 triliun serta naik 42,2% dari posisi sebulan sebelumnya yang masih Rp 178,8 triliun. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, posisi SiLPA per April 2021 yang besar dibutuhkan sebagai jaga-jaga (buffer) untuk memenuhi kebutuhan belanja ke depan, sekaligus untuk mengantisipasi kemungkinan ketidakpastian yang terjadi di pasar keuangan.  (Investor Daily)

     

    Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, kondisi likuiditas perbankan dalam negeri tetap longgar karena BI telah menambah likuiditas (quantitative easing/QE) di perbankan sebanyak Rp 88,91 triliun per 21 Mei 2021. Dia juga menyebutkan bahwa suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) akan tetap ditahan pada level rendah tahun ini. (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—27-Mei-2021.pdf