Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM SUKUK SYARIAH SEJAHTERA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama periode 3 bulan terakhir.
PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau Unit Penyertaan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
PHI dengan nilai minimal Rp1.000.000 (satu juta rupiah) dibagikan ke nasabah secara tunai dan PHI yang lebih rendah dari nilai tersebut dibagikan dalam bentuk tambahan Unit Penyertaan.
Manajer Investasi akan menetapkan Cum Date PHI pada tanggal: 30 Juni 2026 dan Ex-date PHI pada tanggal: 1 Juli 2026
Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 2 Juli 2026.
Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
Harga NAV per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.*
Perkiraan PHI yang dibagikan adalah sekitar Rp750.000.000,- (tujuh ratus lima puluh juta rupiah) untuk seluruh Pemegang Unit Penyertaan SAM Sukuk Syariah Sejahtera.*
*) sebagai ilustrasi bila nilai total PHI sebagaimana disebutkan di atas dibagikan dengan menggunakan informasi NAB SAM SUKUK SYARIAH SEJAHTERA tanggal 26 Juni 2026 maka Nilai PHI yang dibagikan mendekati 1,56% NAB SAM SUKUK SYARIAH SEJAHTERA atau sekitar Rp37,8 per unit.
Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].
Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama 3 bulan terakhir kepada Pemegang Unit Penyertaan Kelas S
PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan kepada Pemegang Unit Penyertaan kelas S sebagaimana yang dimuat dalam prospektus Reksadana.
Pemegang Unit Penyertaan Kelas S dengan nilai investasi saat cum date minimal Rp5.000.000.000 (lima miliar rupiah) akan menerima PHI secara tunai, sementara untuk Pemegang Unit Penyertaan Kelas S dengan nilai investasi saat cum date lebih rendah dari jumlah tersebut akan memperoleh PHI secara non-tunai berupa tambahan unit penyertaan.
Manajer Investasi akan menetapkan Cum Date PHI pada tanggal: 30 Juni 2026 dan Ex-date PHI pada tanggal: 1 Juli 2026
Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 2 Juli 2026.
Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
Harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
Perkiraan PHI yang dibagikan kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan Kelas S adalah sekitar Rp377.000.000,- (tiga ratus tujuh puluh tujuh juta Rupiah).*)
*) sebagai ilustrasi bila menggunakan informasi NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas S per 26 Juni 2026 maka Nilai PHI yang dibagikan tersebut mendekati 1,5 % NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas S atau Rp15,1 per unit.
Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].
Menindaklanjuti rencana perubahan KIK dan Prospektus REKSA DANA SAM DANA CERDAS yang telah diumumkan melalui surat kabar ”Harian Ekonomi Neraca” tertanggal 20 Mei 2026, kami, PT Samuel Aset Manajemen selaku Manajer Investasi dari REKSA DANA SAM DANA CERDAS, dengan ini bermaksud menyampaikan pelaksanaan perubahan KIK dan Prospektus REKSA DANA SAM DANA CERDAS sebagaimana termaktub dalam akta addendum KIK REKSA DANA SAM DANA CERDAS.
Rincian rencana perubahan KIK dan Prospektus dapat diperoleh di Manajer Investasi atau dapat dilihat pada website Manajer Investasi yaitu https://www.sam.co.id.
Demikian pengumuman ini disampaikan kepada para Pemegang Unit Penyertaan REKSA DANA SAM DANA CERDAS serta pihak-pihak yang berkepentingan.
Jakarta, 26 Juni 2026
PT Samuel Aset Manajemen Menara Imperium, Lantai Dasar, Jl. HR. Rasuna Said Kav 1 Jakarta 12980 Manajer Investasi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Tema AI masih mendominasi pergerakan indeks saham global
Pasar saham global mengalami penguatan sejak awal tahun. Rerata indeks saham global, yang terdiri dari indeks saham negara maju dan negara berkembang, mencatatkan kenaikan sebesar 11%. Indeks saham Korea Selatan (KOSPI) tercatat sebagai pemimpin indeks saham global, sementara indeks saham Indonesia (IHSG) menjadi yang paling tertinggal.
Indeks saham negara-negara berkembang relatif tertinggal dibandingkan dengan indeks saham global pada tahun ini. Indeks saham Thailand (SET), Brazil (BOVESPA), dan Meksiko (S&P/BMV IPC) tercatat berkinerja lebih baik. Di sisi lain, indeks saham Indonesia (IHSG), India (SENSEX), dan Filipina (PSEi) relatif tertinggal sejak awal tahun.
Indeks saham negara-negara maju mencatatkan hasil positif pada tahun ini. Indeks saham yang relatif unggul adalah Korea Selatan (KOSPI), diikuti oleh Taiwan (TWSE), Jepang (Nikkei 225), dan Teknologi AS (NASDAQ). Sementara indeks saham Denmark (OMX Copenhagen), Hong Kong (Hang Seng), dan Jerman (DAX) tercatat tertinggal.
Dari sisi kinerja sektoral saham pada kawasan-kawasan ekonomi besar di dunia, sektor Teknologi, Energi, dan Perindustrian cenderung memimpin sejak awal tahun. Sementara sektor Barang Konsumen Non-Primer, Kesehatan, dan Keuangan relatif tertinggal.
Sepanjang Mei 2026, pasar ekuitas global melanjutkan reli kuatnya dengan saham global naik terdorong oleh kuatnya laba sektor teknologi dan antusiasme terhadap tema investasi kecerdasan buatan. Sentimen risiko juga membaik karena perkembangan diplomatik AS/Iran yang disertai dengan penurunan harga minyak. Meski demikian, menjelang akhir Mei pasar memperkirakan adanya peluang bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun karena tekanan inflasi.
Ulasan Makro Ekonomi Indonesia
Kombinasi sentimen negatif dari nilai tukar dan harga minyak dunia
Indeks Keyakinan Konsumen masih melanjutkan tren penurunan sejak bulan Januari 2026 dari level 126,97 menjadi 120,90 di bulan Mei 2026. Di periode yang sama, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini juga menurun dari 115,12 menjadi 112,20, sedangkan Indeks Ekspektasi Konsumen turun dari 138,81 menjadi 129,70.
Kementerian ESDM mengumumkan Indonesia Crude Price (ICP) bulan Mei 2026 di harga 106,56 USD/barel, turun dibandingkan bulan April di harga 117,31. Namun jika dibandingkan harga awal tahun masih jauh lebih tinggi yaitu 64,41 USD/barel di Januari 2026. Asumsi ICP di APBN 2026 di harga 70 USD/barel.
Sejak awal tahun hingga akhir bulan Mei 2026 nilai tukar Rupiah melemah 7,09% terhadap USD dari 16.690 menjadi 17.874 per USD. Pelemahan tersebut salah satu yang terdalam dibandingkan mata uang beberapa negara lain. Di sepanjang bulan Mei 2026 nilai tukar Rupiah terhadap USD melemah 3,00%. Adapun selama 1 tahun terakhir nilai tukar Rupiah terhadap USD melemah 9,72%.
Tema Investasi Khusus: Dinamika Kebijakan
Tekanan kebijakan pemerintah terhadap pasar
Kebijakan
Pokok kebijakan
Dampak ke pasar
Tanggal
Ekspor satupintu
PP baru: BUMN Danantara (DSI) jadi eksportir tunggal batu bara, CPO & ferroalloy. Transisi 1 Jun–31 Des 2026, penuh 1 Jan 2027; berpotensi meluas ke komoditas strategis lain.
DSI jadi pihak ketiga di tiap transaksi → siklus kas penambang memanjang dan modal kerja terikat. Tambahan biaya & margin berpotensi menggerus margin eksportir.
20 Mei 2026
Potensi penurunan peringkat S&P
Peringkat BBB/Stabil. S&P: pembayaran bunga “sangat mungkin” lewati ambang 15% pendapatan; bila berlanjut berisiko aksi negatif. Moody’s & Fitch sudah pangkas outlook ke negatif.
Langkah Moody’s picu aksi jual saham, obligasi & rupiah. Risiko downgrade tahan minat asing dan naikkan cost of capital bank.
Feb 2026
Royalti tambangprogresif
PP 18 & 19/2025: royalti jadi progresif mengikuti harga — nikel 10%→14–19%, tembaga 5%→10–17%, batu bara +1ppt (maks 13,5%).
Tarif disebut tertinggi di antara produsen sejenis; menekan eksportir batu bara/logam dan sektor komoditas saat harga global mengalami kenaikan.
27 Mar 2026
Retensi DHE SDA
PP 21/2026: eksportir non-migas wajib parkir 100% devisa di dalam negeri 12 bulan, hanya via bank Himbara, konversi rupiah maks 50%. Tujuannya menjaga pasokan dolar & rupiah.
Berpotensi mempersempit likuiditas dolar di bank swasta dan menambah friksi pendanaan; pasar nilai kelegaan rupiah hanya sementara.
1 Jun 2026
Isu tata Kelola MBG
Kejagung tetapkan eks Kepala BGN & dua deputi tersangka korupsi terkait program MBG, sehari usai diberhentikan Prabowo. Anggaran MBG: Rp85,7tn (2025) → Rp268tn (2026).
Korupsi di program unggulan memperkuat narasi lemahnya tata kelola yang melatari pemangkasan outlook peringkat — menahan arus dana asing.
3 Jun 2026
Pelemahan rupiah
Rupiah tembus 17.900/USD saat aturan valas baru berlaku (1 Jun 2026), tertekan arus modal keluar. Kelegaan dari DHE dinilai hanya sementara.
Kurs lemah & volatil menahan arus masuk ke aset rupiah, menekan BI soal suku bunga, dan naikkan biaya lindung nilai bank.
1 Jun 2026
Ruang fiskal yang menipis
Defisit Q1 2026 Rp240tn (0,93% PDB), ~2,5× setahun lalu; keseimbangan primer (−Rp95,8tn) lampaui pagu setahun (Rp89,7tn). Belanja +31% vs pendapatan +11%; defisit penuh ~2,9% PDB vs target 2,68%.
Penerbitan obligasi domestik yang besar menggeser kredit bank & sedot likuiditas; r>g (~6,6% biaya utang vs 5,1% tumbuh) jaga utang & premi risiko ~250bp di atas UST tetap tinggi.
Apr–Mei 2026
Source: Bloomberg, Kompas, CNBC Indonesia, S&P Global, Moody’s, Fitch, Jakarta Post, Mining.com, SSEK, Castle Asia, Gotrade, Detik, CNN Indonesia, IDNFinancials, Jakarta Globe, Asia Times
Pemerintah mulai mendengar pasar
Langkah
Apa yang terjadi
Sinyal ke pasar
Tanggal
Pemangkasan anggaran MBG
Pagu MBG 2026 dipotong Rp335 tn → Rp268 tn (hemat Rp67 tn) atas instruksi Presiden. Layanan sekolah jadi 5 hari/pekan.
Disiplin fiskal atas program pemerintah. Defisit APBN April 2026 terjaga 0,64% PDB; ruang efisiensi masih terbuka.
19 Mei 2026, eksekusi Mei–Jun
Klarifikasi ekspor satu pintu (DSI)
Danantara: kontrak eksisting normal, rollout penuh mundur ke 1 Jan 2027. DSI tidak melakukan transaksi jual beli— hanya mengawasi kewajaran harga ekspor (anti under-invoicing).
De-eskalasi: dari perantara tunggal menjadi pengawas harga. Kepastian kontrak & arus kas bagi eksportir batu bara, CPO, dan ferroalloy.
8 & 12 Jun 2026
Gross split batal untuk tambang
Menteri ESDM Bahlil: gross split hanya berlaku di migas. Sektor minerba tanpa perubahan aturan bagi pelaku eksisting.
RDG dipercepat dari jadwal 17 Juni. DF 4,50%, LF 6,25%. Koordinasi fiskal-moneter (6 Jun) untuk stabilkan rupiah & daya tarik SRBI/SBN.
Otoritas sigap melakukan stabilisasi rupiah yang sempat tembus Rp18.100/USD. Imbal hasil naik untuk tarik kembali dana asing.
9 Jun 2026
Penataan ulang tata kelola MBG
Titik dapur (SPPG) membengkak 21.000 → 27.877; boros >Rp1 tn/bln (~Rp12 tn/thn). Perbaikan tata kelola ditargetkan rampung sebulan; Kejagung usut jual-beli izin SPPG era BGN lama.
Pemangkasan anggaran disertai pembenahan & penegakan hukum. Memperkuat kredibilitas konsolidasi fiskal di mata investor & lembaga rating.
11 Jun 2026
Revisi target Kopdes Merah Putih
Target dipangkas: bukan 80.000 unit, tapi ~40.000 titik bertahap. Dari ~83.000 unit berbadan hukum, baru 12.533 selesai; uji operasional di 1.061 Kopdes Kab. Bandung.
Program unggulan dikalibrasi ke target realistis & bertahap. Mengurangi risiko eksekusi & tekanan belanja; tak lagi bergantung penuh pada APBN.
11 Jun 2026
Reaksi pasar
IHSG +7,57% ke 5.746 (9 Jun), hijau perdana sejak 3 Jun. Bank besar rebound: BBCA +9,7%, BBNI +5,5%, BMRI +4,2%, BBRI +3,2% (10 Jun). Asing kembali net buy di keempatnya.
Kepercayaan mulai pulih oleh faktor domestik; rupiah menguat dua hari beruntun. Katalis berikutnya: pengumuman MSCI akhir Juni.
9–11 Jun 2026
Source: BI, Kemenkeu, Kementerian ESDM, Kemensesneg, Kemenko Pangan, Kemenkop, Antara, CNBC Indonesia, Bloomberg Technoz, Investor Daily, RTI Business (Mei–Juni 2026)
Menindaklanjuti rencana perubahan KIK dan Prospektus REKSA DANA SAM WAHED SHARIA LIQUID FUND “SAM WAHED SHARIA LIQUID FUND” yang telah diumumkan melalui surat kabar “Harian Ekonomi Neraca” tertanggal 16 Maret 2026, kami, PT Samuel Aset Manajemen selaku Manajer Investasi dari SAM WAHED SHARIA LIQUID FUND, dengan ini mengumumkan telah dilaksanakannya perubahan KIK dan Prospektus SAM WAHED SHARIA LIQUID FUND sehubungan dengan:
Penggantian Bank Kustodian yang semula “PT Bank CIMB Niaga Tbk” menjadi “PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk” yang efektif per tanggal 18 Juni 2026; dan
Penggantian nama yang semula “SAM WAHED SHARIA LIQUID FUND” menjadi “SAM DANA KAS SYARIAH”
Sebagaimana termaktub dalam akta Addendum II Kontrak Investasi Kolektif REKSA DANA SAM WAHED SHARIA LIQUID FUND.
Demikian pengumuman ini disampaikan kepada para Pemegang Unit Penyertaan REKSA DANA SAM WAHED SHARIA LIQUID FUND serta pihak-pihak yang berkepentingan.
Jakarta, 18 Juni 2026 Manajer Investasi
PT Samuel Aset Manajemen Menara Imperium, Lantai Dasar,Jl. HR. Rasuna Said Kav 1 Jakarta 12980
Manajer Investasi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama periode 1 bulan terakhir kepada Pemegang Unit Penyertaan Kelas D
PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan sebagaimana yang dimuat dalam prospektus Reksadana.
Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date minimal Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) akan menerima PHI secara tunai, sementara untuk Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date lebih rendah dari jumlah tersebut akan memperoleh PHI secara non-tunai berupa tambahan unit penyertaan.
Manajer Investasi akan menetapkan cum date PHI pada tanggal 29 Mei 2026 dan Ex-date PHI pada tanggal 2 Juni 2026
Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 3 Juni 2026.
Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
Harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
Perkiraan PHI yang dibagikan kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan Kelas D adalah sekitar Rp258.500.000 (dua ratus lima puluh delapan juta lima ratus ribu Rupiah)*)
*) sebagai ilustrasi bila menggunakan Informasi NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D per 22 Mei 2026 maka Nilai PHI yang dibagikan tersebut mendekati 0,46% NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D atau Rp4,6 per unit.
Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].
PT Samuel Aset Manajemen, selaku Manajer Investasi dari REKSA DANA SAM OBLIGASI OPTIMA (”SAM OBLIGASI OPTIMA”), menginformasikan rencana perubahan yang akan dilakukan terhadap KIK dan Prospektus SAM OBLIGASI OPTIMA sehubungan dengan penyesuaian ketentuan mengenai batas minimum Penjualan Unit Penyertaan SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas S sebagai berikut:
Perihal
Sebelum
Menjadi
Batas Minimum Penjualan Unit Penyertaan
Batas Minimum Penjualan Unit Penyertaan SAM OBLIGASI OPTIMA ditetapkan berdasarkan Kelas Unit Penyertaan SAM OBLIGASI OPTIMA sebagai berikut: SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas A menetapkan batas minimum penjualan awal dan selanjutnya Unit Penyertaan sebesar Rp 100.000,- (seratus Ribu Rupiah);SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D menetapkan batas minimum penjualan awal dan selanjutnya Unit Penyertaan sebesar Rp 100.000,- (seratus Ribu Rupiah);SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas S menetapkan batas minimum penjualan awal Unit Penyertaan sebesar Rp 10.000.000.000,- (sepuluh miliar Rupiah) dan batas minimum penjualan selanjutnya Unit Penyertaan tidak ditentukan.
Batas Minimum Penjualan Unit Penyertaan SAM OBLIGASI OPTIMA ditetapkan berdasarkan Kelas Unit Penyertaan SAM OBLIGASI OPTIMA sebagai berikut: SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas A menetapkan batas minimum penjualan awal dan selanjutnya Unit Penyertaan sebesar Rp 100.000,- (seratus Ribu Rupiah);SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D menetapkan batas minimum penjualan awal dan selanjutnya Unit Penyertaan sebesar Rp 100.000,- (seratus Ribu Rupiah);SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas S menetapkan batas minimum penjualan awal Unit Penyertaan sebesar Rp 1.000.000.000,- (satu miliar Rupiah) dan batas minimum penjualan selanjutnya Unit Penyertaan tidak ditentukan.
Rincian perubahan ketentuan dalam KIK dan Prospektus tersebut di atas dapat dilihat pada website Manajer Investasi yaitu https://www.sam.co.id/.
Demikian pengumuman ini disampaikan kepada para Pemegang Unit Penyertaan SAM OBLIGASI OPTIMA serta pihak-pihak yang berkepentingan.
Jakarta, 22 Mei 2026
Manajer Investasi
PT Samuel Aset Manajemen Menara Imperium, Lantai Dasar, Jl. HR. Rasuna Said Kav 1 Jakarta 12980 Manajer Investasi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
PT Samuel Aset Manajemen, selaku Manajer Investasi dari REKSA DANA SAM DANA CERDAS (”SAM DANA CERDAS”), menginformasikan rencana perubahan yang akan dilakukan terhadap KIK dan Prospektus SAM DANA CERDAS sehubungan dengan penyesuaian ketentuan mengenai batas maksimum Penawaran Umum atas Unit Penyertaan sebagai berikut:
Perihal
Sebelum
Menjadi
Unit Penyertaan
Manajer Investasi akan melakukan Penawaran Umum atas Unit Penyertaan SAM Dana Cerdas secara terus menerus sampai dengan jumlah 2.000.000.000 (dua miliar) Unit Penyertaan setiap Unit Penyertaan SAM DANA CERDAS mempunyai Nilai Aktiva Bersih Awal sebesar Rp 1.000,- (seribu Rupiah) per Unit Penyertaan pada hari pertama penawaran. Selanjutnya harga pembelian setiap Unit Penyertaan ditetapkan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) SAM DANA CERDAS pada akhir Hari Bursa yang bersangkutan.
Manajer Investasi akan melakukan Penawaran Umum atas Unit Penyertaan SAM Dana Cerdas secara terus menerus sampai dengan jumlah 5.000.000.000 (lima miliar) Unit Penyertaan setiap Unit Penyertaan SAM DANA CERDAS mempunyai Nilai Aktiva Bersih Awal sebesar Rp 1.000,- (seribu Rupiah) per Unit Penyertaan pada hari pertama penawaran. Selanjutnya harga pembelian setiap Unit Penyertaan ditetapkan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) SAM DANA CERDAS pada akhir Hari Bursa yang bersangkutan.
Rincian perubahan ketentuan dalam KIK dan Prospektus tersebut di atas dapat dilihat pada website Manajer Investasi yaitu https://www.sam.co.id/.
Demikian pengumuman ini disampaikan kepada para Pemegang Unit Penyertaan SAM DANA CERDAS serta pihak-pihak yang berkepentingan.
Jakarta, 20 Mei 2026
Manajer Investasi
PT Samuel Aset Manajemen Menara Imperium, Lantai Dasar, Jl. HR. Rasuna Said Kav 1 Jakarta 12980 Manajer Investasi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Pengumuman ini juga dipublikasikan di Harian Neraca terbit Rabu, 20 Mei 2026. Halaman 11
Pasar saham global mengalami penguatan sejak awal tahun. Rerata indeks saham global, yang terdiri dari indeks saham negara maju dan negara berkembang, mencatatkan kenaikan sebesar 7%. Indeks saham Korea Selatan (KOSPI) tercatat sebagai pemimpin indeks saham global, sementara indeks saham Indonesia (IHSG) menjadi yang paling tertinggal.
Indeks saham negara-negara berkembang relatif tertinggal dibandingkan dengan indeks saham global pada tahun ini. Indeks saham Thailand (SET), Brazil (BOVESPA), dan Meksiko (S&P/BMV IPC) tercatat berkinerja lebih baik. Di sisi lain, indeks saham Indonesia (IHSG), India (SENSEX), dan Filipina (PSEi) relatif tertinggal sejak awal tahun.
Indeks saham negara-negara maju mencatatkan hasil positif pada tahun ini. Indeks saham yang relatif unggul adalah Korea Selatan (KOSPI), diikuti oleh Taiwan (TWSE), Jepang (Nikkei 225), dan Kanada (S&P/TSX). Sementara indeks saham Denmark (OMX Copenhagen), Jerman (DAX), dan Hong Kong (Hang Seng) tercatat tertinggal.
Dari sisi kinerja sektoral saham pada kawasan-kawasan ekonomi besar di dunia, sektor Energi, Teknologi, dan Perindustrian cenderung memimpin sejak awal tahun. Sementara sektor Barang Konsumen Non-Primer, Kesehatan, dan Keuangan relatif tertinggal.
Sepanjang April 2026, pasar saham global mengalami penguatan signifikan setelah sempat dilanda volatilitas pada awal tahun. Indeks Nasdaq dan saham-saham chip mencatat kenaikan tajam, sementara pasar Eropa dan Asia juga ikut menguat meski dengan laju yang lebih moderat. Korea Selatan dan Taiwan menjadi salah satu pasar terbaik berkat dominasi sektor semikonduktor global.
Ulasan Makro Ekonomi Indonesia
Belanja pemerintah mendorong pertumbuhan PDB di 1Q26
PDB riil Indonesia di 1Q26 tumbuh 5,61% secara tahunan, naik dibandingkan 4Q25 sebesar 5,39% maupun 1Q25 sebesar 4,87%. Kenaikan pertumbuhan PDB didorong oleh kenaikan signifikan sektor konsumsi pemerintah yang tumbuh 21,81% secara tahunan. Konsumsi Rumah Tangga sebagai sektor terbesar dalam PDB tumbuh membaik ke level 5,52%.
Tingginya pertumbuhan Konsumsi Pemerintah berkontribusi mencapai 1,26 percentage point (ppt) atas pertumbuhan PDB. Besaran kontribusi tersebut cenderung tinggi secara historis, lebih tinggi dibandingkan ketika masa pemilu dimana Konsumsi Pemerintah biasanya meningkat tajam.
Konsumsi Pemerintah yang naik signifikan membuat realisasi defisit APBN hingga bulan Maret 2026 tercatat -0,93% terhadap PDB. Realisasi defisit tersebut merupakan yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir bahkan jika dibandingkan tahun 2020 dan 2021 ketika defisit APBN di atas 3% selama masa pandemi.
Tema Investasi Khusus: Korea’s Re-rating
AI meets governance
Pasar saham Korea menjadi salah satu cerita paling menarik di panggung global tahun ini. Indeks KOSPI menutup April 2026 dengan kenaikan sekitar 56% secara tahun berjalan dan mencatat kinerja bulanan terkuat sejak Januari 1998 di bulan tersebut. Reli ini melanjutkan momentum kuat sejak 2025, namun karakternya berbeda dari sekadar euforia siklikal—ada dua kekuatan struktural yang bekerja bersamaan.
Pendorong pertama adalah posisi Korea di jantung rantai pasok kecerdasan buatan global. Samsung Electronics dan SK Hynix merupakan pemasok utama High Bandwidth Memory (HBM), komponen krusial untuk chip akselerator AI generasi terbaru. Permintaan dari para hyperscaler berdampak langsung pada kenaikan harga jual dan siklus upgrade yang lebih panjang. Di sepanjang April saja, SK Hynix dan Samsung Electronics masing-masing menguat 60% dan 35%, menggambarkan bagaimana narasi AI tidak lagi hanya berpusat pada Nvidia atau perusahaan teknologi di AS.
Pendorong kedua bersifat struktural: agenda Corporate Value-Up Programme yang diluncurkan pemerintah Korea pada 2024 untuk mengikis “Korea discount”—diskon valuasi yang melekat selama puluhan tahun akibat tata kelola yang kurang ramah pemegang saham minoritas. Hingga akhir 2025, sebanyak 174 perusahaan telah mengungkapkan Corporate Value-up Plan, dan tarif pajak dividen diturunkan dari 45% menjadi kisaran 14–30%. Pola ini memiliki kemiripan dengan transformasi Jepang lewat reformasi Tokyo Stock Exchange beberapa tahun terakhir.
Kombinasi momentum siklikal (AI) dan re-rating struktural (governance) inilah yang membuat reli KOSPI berbeda dari reli pasar pada umumnya. Aliran dana asing kembali deras dan, menariknya, sebagian besar pergerakan masih terjadi pada level valuasi yang tergolong wajar—forward price-to-earnings ratio indeks berada di kisaran rendah 7,3x, jauh di bawah level 10x yang umumnya mengindikasikan undervaluation. Meski demikian, reli ini mulai bersifat sempit, dengan kontribusi terkonsentrasi pada segelintir nama besar di sektor teknologi, dan volatilitas harian yang tinggi mengingatkan bahwa transisi dari “murah” menuju “wajar” jarang berjalan dalam garis lurus.
Perkembangan di Korea menarik dicermati karena menggambarkan bagaimana reformasi tata kelola yang konsisten dapat membuka nilai pemegang saham yang sebelumnya terpendam—pelajaran yang relevan bagi pasar-pasar Asia lain dengan tantangan diskon valuasi struktural serupa. Ke depan, keberlanjutan momentum akan banyak ditentukan oleh disiplin eksekusi reformasi dan siklus belanja AI global.
PT Samuel Aset Manajemen selaku Manajer Investasi REKSA DANA SAM PROVIDENTIA BALANCED FUND (“Manajer Investasi”) dengan ini mengumumkan rencana pembubaran REKSA DANA SAM PROVIDENTIA BALANCED FUND (selanjutnya disebut “SAM PROVIDENTIA BALANCED FUND”).
Pembubaran SAM PROVIDENTIA BALANCED FUND dilakukan sehubungan dengan terpenuhinya kondisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf d1 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 23/POJK.04/2016 tanggal 13 Juni 2016 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif jis. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 2/POJK.04/2020 tanggal 8 Januari 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 23/POJK.04/2016 tentang Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 4 Tahun 2023 tanggal 30 Maret 2023 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 23/POJK.04/2016 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, yang menyatakan bahwa SAM PROVIDENTIA BALANCED FUND wajib dibubarkan apabila dalam jangka waktu 120 (seratus dua puluh) Hari Bursa berturut-turut, jumlah kepemilikan SAM PROVIDENTIA BALANCED FUND kurang dari 10 (sepuluh) pihak, yang jatuh pada tanggal 5 Februari 2026.
Berkaitan dengan rencana tersebut di atas, dengan ini Manajer Investasi menyampaikan hal-hal sebagai berikut:
Pada tanggal yang sama dengan pengumuman ini, Manajer Investasi telah menyampaikan rencana pembubaran SAM PROVIDENTIA BALANCED FUND kepada Otoritas Jasa Keuangan
Manajer Investasi telah menginstruksikan Bank Kustodian untuk menghentikan perhitungan Nilai Aktiva Bersih SAM PROVIDENTIA BALANCED FUND terhitung sejak tanggal 28 April 2026.
Pembubaran dan dimulainya proses likuidasi akan dilakukan dengan ditandatanganinya akta pembubaran SAM PROVIDENTIA BALANCED FUND yang dibuat di hadapan notaris.
Demikian pengumuman ini dibuat untuk dapat diketahui oleh publik.
Jakarta, 5 Mei 2026 Manajer Investasi selaku likuidator REKSA DANA SAM PROVIDENTIA BALANCED FUND
PT Samuel Aset Manajemen berizin dan diawasioleh Otoritas Jasa Keuangan