Samuel Aset Manajemen

Tag: reksadana SAM

  • Pembagian Hasil Investasi (“PHI”) pada Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D – Juli 2026

    Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

    1. Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama periode 1 bulan terakhir kepada Pemegang Unit Penyertaan Kelas D
    2. PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan sebagaimana yang dimuat dalam prospektus Reksadana.
    3. Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date minimal Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) akan menerima PHI secara tunai, sementara untuk Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date lebih rendah dari jumlah tersebut akan memperoleh PHI secara non-tunai berupa tambahan unit penyertaan.
    4. Manajer Investasi akan menetapkan cum date PHI pada tanggal 31 Juli 2026 dan Ex-date PHI pada tanggal 3 Agustus 2026
    5. Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 4 Agustus 2026
    6. Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
    7. Harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
    8. Perkiraan PHI yang dibagikan kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan Kelas D adalah sekitar Rp275.000.000 (dua ratus tujuh puluh lima juta Rupiah)*)

    *) sebagai ilustrasi bila menggunakan Informasi NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D per 28 Juli 2026 maka Nilai PHI yang dibagikan tersebut mendekati 0,47% NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D atau Rp4,7 per unit.

    Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].


    Download surat pemberitahuan PHI SOO-D Juli 2026

  • Pembagian Hasil Investasi (“PHI”) pada Reksa Dana SAM SUKUK SYARIAH SEJAHTERA – Q4 2025

    Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM SUKUK SYARIAH SEJAHTERA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

    1. Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama periode 3 bulan terakhir.
    2. PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau Unit Penyertaan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
    3. PHI dengan nilai minimal Rp1.000.000 (satu juta rupiah) dibagikan ke nasabah secara tunai dan PHI yang lebih rendah dari nilai tersebut dibagikan dalam bentuk tambahan Unit Penyertaan.
    4. Manajer Investasi akan menetapkan Cum Date PHI pada tanggal: 30 Desember 2025 dan Ex-date PHI pada tanggal: 2 Januari 2026
    5. Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 5 Januari 2026.
    6. Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
    7. Harga NAV per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.*
    8. Perkiraan PHI yang dibagikan adalah sekitar Rp732.000.000,- (tujuh ratus tiga puluh dua juta rupiah) untuk seluruh Pemegang Unit Penyertaan SAM Sukuk Syariah Sejahtera.*

    *) sebagai ilustrasi bila nilai total PHI sebagaimana disebutkan di atas dibagikan dengan menggunakan informasi NAB SAM SUKUK SYARIAH SEJAHTERA tanggal 19 Desember 2025 maka Nilai PHI yang dibagikan mendekati 1,4% NAB SAM SUKUK SYARIAH SEJAHTERA atau sekitar Rp36,3 per unit.

    Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].

    Download surat pemberitahuan PHI SSS – Q4 2025

  • Pembagian Hasil Investasi (PHI”) pada Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D – Oktober 2024

    Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA (“Reksadana“), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

    1. Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama periode 1 bulan terakhir kepada Pemegang Unit Penyertaan Kelas D
    2. PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan sebagaimana yang dimuat dalam prospektus Reksadana.
    3. Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date minimal Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) akan menerima PHI secara tunai, sementara untuk Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date lebih rendah dari jumlah tersebut akan memperoleh PHI secara non-tunai berupa tambahan unit penyertaan.
    4. Manajer Investasi akan menetapkan cum date PHI pada tanggal: 31 Oktober 2024 dan Ex-date PHI pada tanggal: 1 November 2024
    5. Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 4 November 2024.
    6. Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
    7. Harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
    8. Perkiraan PHI yang dibagikan kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan Kelas D adalah sekitar Rp100.000.000,- (seratus juta rupiah).*)

    *) sebagai ilustrasi bila menggunakan Informasi NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D per 28 Oktober 2024 maka Nilai PHI yang dibagikan tersebut mendekati 0,40% atau Rp4,04per unit.

    Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].

    Download surat pemberitahuan

  • Pembagian Hasil Investasi (“PHI”) pada Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas S – Q1 2024

    Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

    1. Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama 3 bulan terakhir kepada Pemegang Unit Penyertaan Kelas S
    2. PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan kepada Pemegang Unit Penyertaan kelas S sebagaimana yang dimuat dalam prospektus Reksadana.
    3. Pemegang Unit Penyertaan Kelas S dengan nilai investasi saat cum date minimal Rp5.000.000.000 (lima miliar rupiah) akan menerima PHI secara tunai, sementara untuk Pemegang Unit Penyertaan Kelas S dengan nilai investasi saat cum date lebih rendah dari jumlah tersebut akan memperoleh PHI secara non-tunai berupa tambahan unit penyertaan.
    4. Manajer Investasi akan menetapkan Cum Date PHI pada tanggal: 28 Maret 2024 dan Ex-date PHI pada tanggal: 1 April 2024.
    5. Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 2 April 2024.
    6. Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
    7. Harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
    8. Perkiraan PHI yang dibagikan kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan Kelas S adalah sekitar Rp330.000.000,- (tiga ratus tiga puluh juta Rupiah).*)

    *) sebagai ilustrasi bila menggunakan NAB per 25 Maret 2024 maka Nilai PHI yang dibagikan tersebut mendekati 1.62% NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas S atau Rp16.50 per unit.

    Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].

    Download Surat Pemberitahuan

  • Keterbukaan Informasi Dalam Rangka Pembagian Hasil Investasi Reksa Dana SAM INDONESIAN EQUITY FUND

    PT Samuel Aset Manajemen selaku Manajer Investasi REKSA DANA SAM INDONESIAN EQUITY FUND (untuk selanjutnya disebut ”SAM INDONESIAN EQUITY FUND”) dengan ini mengumumkan keterbukaan informasi dalam rangka Pembagian Hasil Investasi SAM INDONESIAN EQUITY FUND. Manajer Investasi akan membagikan keuntungan hasil investasi yang berasal dari dividen saham yang menjadi aset dasar portofolio Reksa Dana. Pembagian Hasil Investasi tersebut akan dilakukan dalam bentuk tunai atau Unit Penyertaan kepada Pemegang Unit Penyertaan.

    Adapun jadwal Pembagian Hasil Investasi adalah sebagai berikut:

    Jadwal Pembagian Hasil Investasi

    No Keterangan Tanggal
    1 Cum Date 1 Agustus 2023
    2 Ex-Date 2 Agustus 2023
    3 Payment Date 3 Agustus 2023

    Demikian pengumuman ini disampaikan kepada para Pemegang Unit Penyertaan SAM INDONESIAN EQUITY FUND serta pihak-pihak yang berkepentingan.

    Jakarta, 26 Juli 2023

    Manajer Investasi

    PT Samuel Aset Manajemen

    Gedung Menara Imperium, Lt.Dasar
    Jl. H.R. Rasuna Said Kav.1 Jakarta, 12980
    Telepon: (021) 2854 8800
    Faksimili: (021) 8370 3278

    Manajer Investasi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

    *Pengumuman ini juga dipublikasikan di Harian Neraca, terbit 26 Juli 2023

  • Menabung di Reksa Dana? Mengapa Tidak!

    Menabung di Reksa Dana? Mengapa Tidak!

    Apakah investasi reksa dana bisa dijadikan pilihan alternatif untuk menabung?
    Ternyata jawabannya adalah bisa! Mengapa demikian? Karena terdapat jenis reksa dana yang memiliki risiko minim seperti tabungan dan deposito, tetapi tetap dapat memberikan potensi keuntungan yang lebih besar dengan dana yang lebih terjangkau dan fleksibel.

    Reksa dana merupakan salah satu alternatif investasi yang cocok bagi siapa saja, termasuk yang terbatas dalam hal waktu, dana, informasi, dan pengetahuan mengenai investasi. Dengan berbagai pilihan tipe reksa dana, alternatif pilihan ini pun bisa dijadikan alternatif sebagai tempat untuk menabung.

    Setidaknya, ada dua manfaat yang didapat dari menabung di reksa dana. Pertama adalah imbal hasil yang optimal. Pada umumnya, tingkat imbal hasil reksa dana pasar uang biasanya lebih tinggi dibandingkan jasa giro atau tabungan dan deposito. Kedua, menabung di reksa dana terbilang cukup mudah dan murah karena tidak perlu menyisihkan dana yang besar dan jumlahnya bisa disesuaikan dengan kemampuan menabung dan tujuan yang ingin dicapai.

    Buktinya adalah jika dibandingkan dengan deposito. Untuk menabung di deposito, biasanya dibutuhkan dana minimal, misalnya Rp 5 juta-Rp 10 juta. Sedangkan dengan menabung di reksa dana hanya membutuhkan dana sekitar Rp 100 ribu.

    Selain itu, deposito memiliki jangka waktu dan tak bisa diambil kapan saja. Reksa dana bisa melakukan penarikan dana kapan saja dan tidak memiliki jangka jatuh tempo. Memang, waktu yang dibutuhkan untuk penarik tidak secepat menarik dana via ATM. Biasanya dibutuhkan waktu dua-tiga hari kerja.

    Lalu, tipe reksa dana apa yang cocok untuk menabung? Reksa Dana Pasar Uang merupakan pilihan yang tepat. Reksa Dana Pasar Uang merupakan tipe reksa dana yang menanamkan dananya pada instrumen investasi pasar uang, seperti deposito, SBI, dan Efek bersifat Utang yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih atau sisa jatuh temponya tidak lebih dari 1 tahun. Tipe ini memiliki potensi risiko paling rendah dibandingkan tipe reksa dana lainnya.

    Bagaimana dari segi keamanan dan risiko kehilangan dana yang telah diinvestasikan? Investasi ini dikelola oleh perusahaan Manajer Investasi yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seperti investasi lainnya, Reksa Dana Pasar Uang juga memiliki risiko dan tidak dijamin. Oleh karena itu, pastikan memahami semua risiko yang mungkin terjadi sebelum membelinya.

    Samuel Aset Manajemen (SAM), sebuah perusahaan manajer investasi karya anak bangsa, memiliki  SAM Dana Kas yang merupakan produk reksa dana pasar uang dengan memberikan tingkat pengembalian yang menarik serta likuiditas yang tinggi. Hal ini berkat strategi penempatan pada instrumen pasar yang dipilih secara selektif guna
    memenuhi kebutuhan dana tunai dalam waktu singkat.

    Strategi utama SAM Dana Kas adalah menempatkan sebagian besar dana kelolaan dalam instrumen obligasi yang umumnya memiliki imbal hasil lebih tinggi dibandingkan dengan deposito. Dalam pemilihan obligasi, SAM akan memilih obligasi dengan imbal hasil yang tinggi, likuiditas yang tinggi, serta aman secara fundamental perusahaan sehingga tingkat risiko pun dapat diminimalisasi.

    Komposisi SAM Dana Kas saat ini adalah 75% di obligasi yang memiliki sisa jatuh tempo di bawah satu tempo dan 25% di instrumen pasar uang lainnya. SAM Dana Kas diperkirakan dapat memberi return sekitar 6,5% net dalam satu tahun ke depan. Biaya yang ditagihkan ke investor pun terbilang kecil, yaitu hanya biaya manajer investasi maksimal 1,5% per tahun dan imbal jasa bank kustodian maksimal 0,15% per tahun. Sekadar informasi, SAM Dana Kas menggunakan CIMB Niaga sebagai bank kustodian.

    Menarik bukan? Bagi yang ingin mendapatkan informasi atau bertanya-tanya seputar investasi atau SAM Dana Kas, bisa mengunjungi www.sam.co.id atau hubungi (021) 28548800. Menabung di Reksa Dana? Mengapa Tidak!

    ====
    Adv. Artikel ini juga terbit di Harian Kontan, Kamis, 27 April 2016 Liputan Khusus Reksa Dana.

  • Fokus Pada Fundamental & Orientasi Jangka Panjang

    Fokus Pada Fundamental & Orientasi Jangka Panjang

    Dikelola oleh profesional yang berpengalaman panjang dan terbukti mampu melewati beberapa krisis, membuat kinerja reksa dana kelolaan PT Samuel Aset Manajemen (SAM) jauh melampaui acuannya. Kemampuan mumpuni serta strategi pengelolaan investasi yang fokus pada fundamental menjadi kunci sukses.

    Bagi industri reksa dana, tahun 2016 menjadi tahunnya reksa dana pendapatan tetap. Sepanjang tahun tersebut, reksa dana yang penempatannya sebagian besar pada portofolio obligasi tersebut mencatatkan rata-rata kinerja yang lebih unggul dibandingkan dengan jenis reksa dana lainnya. Namun hal tersebut tidak berlaku pada SAM Indonesia Equity Fund. Kinerja reksa dana kelolaan PT SAM tersebut melambung jauh melampaui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan bahkan indeks rata-rata reksa dana saham.

    IHSG selama setahun lalu hanya membukukan kenaikan sebesar 15,32%. Sementara rerata reksa dana saham selama 2016 hanya sebesar 7,86%. Hebatnya, reksa dana saham SAM Indonesia Equity Fund yang dikelola SAM selama periode yang sama berhasil mencetak return sebesar 39,97%. Angka kinerja setinggi itu, menempatkan posisi SAM Indonesia Equity Fund di posisi teratas reksa dana saham di antara reksa dana sejenis lainnya. Bagaimana reksa dana SAM Indonesia Equity Fund bisa mencetak kinerja sebesar itu?

    Disampaikan Direktur Utama PT SAM, Agus B Yanuar, pemilihan saham pada sektor yang tepat dan prospektif membuat reksa dana ini jauh mengungguli reksa dana lainnya.

    “SAM Indonesia Equity Fund ini memberikan alpha (mencari saham yang memberikan nilai tambah kepada investor-red). Dengan cara menempatkan porsi lebih banyak pada satu sektor serta melakukan rotasi sektor,” jelas Agus.

    Berdasarkan riset SAM sepanjang 2016, sektor komoditas, infrastruktur, dan telekomunikasi, konsumer merupakan sektor-sektor yang akan naik. Menurut Agus, salah satu kriteria ketika memilih sektor dan saham untuk SAM Indonesia Equity Fund, adalah valuasi saham yang paling menarik dan potensi kenaikan harga saham yang paling tinggi.

    “Kriteria lainnya adalah tata kelola perusahaan atau governance yang baik. Ketiga, likuiditas sahamnya di pasar,” jelas Agus.

    Strategi pengelolaan dengan cara yang sama akan terus diterapkan SAM Indonesia Equity ke depannya. Apalagi kondisi ekonomi baik eksternal maupun internal masih akan tetap prospektif. Oleh karena itu, ia memperkirakan imbal hasil SAM Indonesia Equity Fund bisa mencapai lebih dari 20% sepanjang 2017 ini.

    Angka tersebut sangat mungkin tercapai mengingat pada 2017 ini rata-rata emiten mampu membukukan laba per lembar saham sebesar 12%-13,5% per tahun. Kondisi ini juga disokong oleh inflasi yang terjaga di kisaran 4%-5% serta terkendalinya nilai tukar rupiah terhadap dolar.

    “Sektor komoditas juga sudah mulai pulih dan SAM meyakini kenaikan harga minyak akan berlanjut. Sehingga komoditas di sektor energi seperti batu bara, CPO, dan metal berpotensi naik,” jelas Agus.

    Fokus Pada Fundamental & Orientasi Jangka Panjang
    Dikelola oleh profesional yang berpengalaman panjang dan terbukti mampu melewati beberapa krisis, membuat kinerja reksa dana kelolaan SAM jauh melampaui acuannya. Kemampuan mumpuni serta strategi pengelolaan investasi yang fokus pada fundamental menjadi kunci sukses.

    Agus B Yanuar, Dirut PT Samuel Aset Manajemen. Sementara itu, pada Maret 2017 SAM resmi meluncurkan reksa dana pasar uang pertamanya. Reksa dana yang bernama SAM Dana Kas tersebut dibentuk untuk melengkapi keragaman produk reksa dana SAM. SAM Dana Kas memberikan fitur kemudahan pemindahan dari reksa dana SAM yang satu ke yang lainnya atau switching. Investor bisa switching ke SAM Dana Kas tanpa dikenakan biaya.

    Bagi investor yang membutuhkan likuiditas, SAM Dana Kas merupakan pilihan yang tepat. Terutama jika dibandingkan dengan tabungan yang memberikan bunga sebesar 2%-3%, SAM Dana Kas menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi, yaitu sebesar 7%.

    Ke depannya, dengan tenaga profesional yang berpengalaman di pasar modal serta kemampuan perusahaan melewati beberapa krisis keuangan, SAM optimistis bisa masuk dalam 10 manajer investasi dengan dana kelolaan terbesar Indonesia dalam lima tahun mendatang. Per Maret 2017 dana kelolaan SAM sudah mencapai Rp
    8,5 triliun.

    “Filosopi SAM dalam mengelola dana adalah mengunakan riset sebagai alat untuk mengambil keputusan investasi, pendekatan jangka panjang, serta alokasi aset dengan risk management yang baik,” tambah Agus.

    Dengan ketiga prinsip dasar tersebut, SAM optimistis bisa memperoleh imbal hasil yang baik dan mampu menembus 10 besar manajer investasi dengan dana kelolaan terbesar, sekaligus menjadi pilihan utama para investor.

    ===

    Artikel juga terbit di Majalah Investor,  April 2017 hal 3

  • Infografis: Tips Mengelola Uang Usia 20-an

    Infografis: Tips Mengelola Uang Usia 20-an

    Usia 20-an merupakan usia yang menentukan berbagai lini masa depan seseorang. Pada usia tersebut,  banyak sekali kesempatan yang bisa membawa kepada kesuksesan.  Pilihan hidup dan keputusan-keputusan besar sudah bisa diambil dengan rasional karena kedewasaan sudah mulai terbentuk dengan baik, termasuk keputusan soal uang dan pekerjaan.  Sayangnya, masih banyak orang yang melewatkan kesempatan sehingga peluang baik terbuang sia-sia, khususnya kesempatan mengelola uang dan berinvestasi sejak muda.

  • Ekonomi Indonesia Cerah, Investasi Reksa Dana BersinarEkonomi Indonesia Cerah, Investasi Reksa Dana Bersinar

    Ekonomi Indonesia Cerah, Investasi Reksa Dana BersinarEkonomi Indonesia Cerah, Investasi Reksa Dana Bersinar

    Tahun 2016 mendekati akhir dan tahun baru segera menyambut. Bagaimanakah perkiraan kondisi perekonomian Indonesia pada tahun 2017? Apakah iklim investasi akan ramah bagi para investor dan sektor apa saja yang paling prospektif?

    Secara garis besar, ekonomi Indonesia di tahun 2017 akan tetap positif dan berpotensi lebih baik dibanding 2016. Pertumbuhan didorong oleh sektor konsumsi dalam negeri di tengah ekonomi global yang masih relatif stagnan. Daya beli konsumen diharapkan akan tetap tinggi dengan dorongan stimulus dari pemerintah dan membaiknya harga-harga komoditas ekspor kita.

    Stimulus-stimulus tersebut tersirat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 yang lebih ekspansif, melalui disetujuinya defisit APBN 2017 sebesar 2,4%. Pengeluaran belanja negara masih difokuskan pada pembangunan berbagai proyek infrastruktur yang bisa membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Sehingga tercipta efek pengganda atau multiplier terhadap konsumsi rumah tangga dan menambah daya dorong perekonomian untuk bisa tumbuh di atas 5%.

    Dalam APBN 2017, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh sebesar 5,1%. Perkiraan yang konservatif ini terkait dengan potensi tidak tercapainya target penerimaan pajak tahun 2017. Tax Amnesty yang mulai dijalankan tahun 2016 diperkirakan baru akan terasa penuh manfaatnya pada tahun 2018. Ada beberapa reformasi perpajakan yang diharapkan bisa berlaku mulai tahun depan yang berdampak positif terhadap perekonomian.

    Menurut Bank Dunia, ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,3% tahun depan, walaupun ada kemungkinan proyeksi tersebut dapat diturunkan jika pertumbuhan ekonomi global kembali terpangkas. Hasil pemilihan Presiden AS pun akan mewarnai arah perekonomian global yang juga berpengaruh terhadap ekonomi kita.

    Ada beberapa faktor positif bagi perekonomian Indonesia pada tahun 2017. Dari dalam negeri, tingkat inflasi yang masih rendah, suku bunga yang berpotensi turun, dan kredit perbankan yang mulai naik. Sedangkan dari luar negeri, kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed tidak agresif, diperkirakan antara 25-50 bps, bank sentral 4 negara utama masih akan memompa likuiditas, dan harga komoditas yang mulai membaik.

    Sektor yang diperkirakan prospektif dan tumbuh baik di 2017 masih yang berkaitan dengan struktur demografi. Di antaranya adalah sektor perbankan, sektor properti, sektor ritel/perdagangan, sektor farmasi/rumah sakit, dan sektor komoditas. Sedangkan sektor konstruksi, sektor konsumsi, dan sektor telekomunikasi relatif tetap stabil.

    Potensi Investasi Reksa Dana
    Pertumbuhan ekonomi yang positif akan membuat dunia investasi bergairah, termasuk reksa dana. Terlihat dari peningkatan dana kelolaan yang tumbuh dari Rp 270 triliun pada tahun 2015 menjadi sekitar Rp 500 triliun di akhir tahun 2016 ini.

    Menurut Agus B. Yanuar, Direktur Utama Samuel Aset Manajemen (SAM), industri reksa dana semakin membaik dari tahun ke tahun.
    “Ada beberapa katalis positif yang berpotensi mendorong industri reksa dana di tahun 2017. Rupiah yang stabil, kinerja keuangan Emiten yang meningkat, perbaikan pada data makro, penguatan harga komoditas, tingkat bunga rendah, inflasi yang terukur, minat investor global pada emerging market yang tetap tinggi, dan banjirnya likuiditas global akan menempatkan IHSG ke tingkat yang lebih tinggi dengan potensi naik 15%-20% tahun depan.

    Bertambahnya partisipasi investor institusi dan semakin meningkatnya pemahaman investor individu tentang perlunya berinvestasi untuk tujuan keuangan jangka menengah dan jangka panjang, akan membuat produk reksa dana semakin menjadi pilihan,” jelas Agus.
    Imbal hasil produk reksa dana sesuai dengan jenis produk dan aset dasarnya. Reksa dana saham berpotensi memberikan imbal hasil antara 18%-25%, reksa dana campuran 13,5%-15%, reksa dana obligasi 7%-12%, sementara reksa dana pasar uang 4%-5%.

    Sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi pada produk reksa dana, SAM sebagai perusahaan Manajer Investasi handal senantiasa menawarkan produk-produk berkualitas. Dan untuk melengkapi ragam produk yang dapat dinikmati investor, tidak lama lagi SAM akan meluncurkan Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Dollar.

    “Semua produk SAM yang menarik dengan imbal hasil yang baik itu, diharapkan dapat menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat dalam mencapai tujuan keuangannya masing-masing, sesuai dengan misi SAM untuk menjadi Your Lifelong Investment Partner” tutup Agus.

    —

    artikel dipublish di Tabloid Kontan, edisi khusus Proyeksi 2017, terbit 11 Nov 2016

    Iklan Chef - PrintAds SAM - Nov 2016 -231x185 Kontan - FA copy