Samuel Aset Manajemen

Tag: Buletin Reksadana

  • Buletin Bulanan – Juli 2021 (SAM Quarterly Newsletter):  Digital Banking

    Buletin Bulanan – Juli 2021 (SAM Quarterly Newsletter): Digital Banking

    Ulasan Pasar Global

    Ulasan lengkap unduh file .pdf

    • Pasar saham global mengalami penguatan sejak awal tahun hingga bulan Juni 2021 dan relatif hanya sedikit indeks saham yang mencatatkan hasil negatif sepanjang tahun berjalan 2021. Indeks saham Swedia (OMX Stockholm) mencatatkan kenaikan tertinggi, sementara indeks saham Malaysia (FBMKLCI) mencatatkan penurunan terbesar.
    • Indeks saham negara-negara maju mencatatkan hasil yang positif, dipimpin oleh indeks saham Swedia (OMX Stockholm), diikuti oleh Amerika Serikat (S&P 500), Eropa (STOXX 600), Jerman (DAX), Denmark (OMX Copenhagen), Inggris (FTSE 100), dan Jepang (Nikkei 225).
    • Indeks saham di beberapa negara berkembang juga melanjutkan penguatan sejak awal tahun. Indeks saham Taiwan (TWSE), Rusia (MOEX), Korea Selatan (KOSPI), Mexico (S&P/BMV), dan Afrika Selatan (FTSE/JSE) memimpin penguatan.
    • Sektor Energi, Finansial, Industrial dan Material cenderung menjadi sektor yang berkinerja terbaik secara global sejak awal tahun, meskipun mulai melemah sejak pertengahan bulan Mei. Di sisi lain, sektor-sektor yang berkaitan dengan Teknologi menguat sejak akhir Mei. Sementara sektor-sektor yang cenderung defensif (Konsumsi, Kesehatan, dan Utilitas) memiliki kinerja yang relatif tertinggal dibandingkan indeks acuannya.
    • Penguatan harga minyak dalam beberapa minggu menjadi sentimen yang positif bagi indeks saham secara global. Di sisi lain, indeks Dolar AS juga cenderung mengalami penguatan dalam beberapa minggu terakhir.

    Tema Investasi Khusus: Digital Banking

    • Sepanjang tahun berjalan 2021 ini, tema sektor berbasis teknologi membukukan kinerja tertinggi. Hingga tulisan ini disusun, indeks sektoral IDXTECH tercatat menguat 483%, jauh meninggalkan sektor-sektor lainnya.
    • Salah satu sektor yang berhubungan erat dengan teknologi akhir-akhir ini adalah sektor teknologi finansial dan perbankan digital, yang perkembangannya juga sedang didorong oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui pemberian izin khusus untuk bank digital.
    • Berbeda dengan perbankan konvensional yang telah kita kenal, bank digital mengedepankan minimum physical presence, yakni hampir seluruh layanan perbankan, seperti pembukaan rekening, deposito, dan pengajuan kredit, dilakukan secara virtual melalui aplikasi. Tren ini telah menjadi kelaziman global dengan beberapa pemain utama global seperti Revolut dan Monzo di Inggris.
    • Di Indonesia, kita terus melihat perkembangan perbankan digital, baik berupa pseudo-digital bank (layanan perbankan digital yang hadir berdampingan dengan perbankan konvensional dari bank yang sama), maupun bank digital sepenuhnya yang dimiliki oleh perusahaan teknologi serta bank.
    • Roland Berger, sebuah firma konsultan internasional yang berbasis di Jerman, memperkirakan jumlah kantor cabang perbankan di Indonesia akan berkurang lebih dari 7 ribu dalam 10 tahun mendatang.
    • Tren perbankan digital ini perlu kita terus pantau dan ikuti bersama, bukan saja dalam hal fitur dan kemudahannya, namun juga tentang keamanan data, mutu pelayanan kepada pelanggan, serta integritas sistem.

    Baca ulasan lebih lengkap di sini!

  • Buletin Bulanan – Mei 2021: Special Purpose Acquisition Company

    Buletin Bulanan – Mei 2021: Special Purpose Acquisition Company

    Ulasan Pasar Global

    Ulasan lengkap unduh file pdf

    • Pasar saham global cenderung mengalami penguatan sejak awal tahun hingga bulan April 2021, meskipun ada beberapa indeks saham yang masih mencatatkan hasil negatif sepanjang tahun berjalan 2021. Indeks saham Taiwan (TWSE) mencatatkan kenaikan tertinggi, sementara indeks saham Filipina (PSEi) mencatatkan pelemahan terbesar.
    • Mayoritas indeks saham negara-negara maju mencatatkan hasil yang positif, dipimpin oleh indeks saham Swedia (OMX Stockholm), diikuti oleh Amerika Serikat (S&P 500), Jerman (DAX), Eropa (STOXX 600), Inggris (FTSE 100), dan Denmark (OMX Copenhagen).
    • Indeks saham di beberapa Negara Berkembang kembali memimpin dan melanjutkan penguatan sejak awal tahun. Indeks saham Taiwan (TWSE), Afrika Selatan (FTSE/JSE), Korea (Kospi), Thailand (SET) dan Mexico (S&P/BMV) mencatatkan hasil yang positif. Di sisi lain, indeks saham di sebagian kawasan ASEAN lainnya cenderung mengalami pelemahan sejak awal tahun.
    • Sektor Industrial, Material, Energi, Finansial, dan Komunikasi cenderung menjadi sektor yang berkinerja terbaik secara global sejak awal tahun. Sektor-sektor yang cenderung defensif (Konsumsi, Kesehatan, dan Utilitas) memiliki kinerja yang tertinggal dibandingkan indeks acuannya. Hal ini masih menunjukkan bahwa posisi/keyakinan investor cenderung pada sektor-sektor siklikal seiring membaiknya perekonomian dunia dan harga berbagai komoditas.
    • Pelemahan indeks Dolar AS pada bulan April juga turut menjadi sentimen yang positif bagi indeks saham secara global. Indeks Dolar AS Kembali melemah setelah sempat mengalami penguatan pada bulan lalu. Pelemahan ini turut mendukung penguatan harga-harga komoditas utama.

    Tema Investasi Khusus: Special Purpose Acquisition Company (SPAC)

    • SPAC adalah perusahaan tanpa kegiatan operasi komersial yang sengaja dibentuk untuk menggalang modal melalui penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) dan kemudian menggunakan uang tersebut untuk mengakuisisi perusahaan lain yang sudah ada. Saham SPAC melantai di bursa, sehingga dapat diperjual belikan melalui pasar sekunder sesuai mekanisme pasar. Tujuan dari akuisis tersebut adalah menjadikan SPAC sebagai cara lain bagi perusahaan yang diakuisisi untuk melantai di bursa.
    • SPAC biasanya belum memiliki target pasti terkait perusahaan yang akan diakuisisi, sehingga modal yang diperoleh SPAC melalui IPO akan disimpan pada akun perwalian (trust), yang kemudian diinvestasikan pada instrumen pasar uang sebelum digunakan untuk mengakuisisi perusahaan lain. SPAC biasanya memiliki waktu 18-24 bulan sebelum mengakuisisi sebuah perusahaan.
    • SPAC menjadi alternatif bagi perusahaan untuk melantai di bursa tanpa perlu memenuhi kebutuhan regulasi IPO pada umumnya, serta mendapat kepastian lebih terkait harga IPO. Pada awal Agustus tahun 2020, terdapat lebih dari 50 SPAC yang telah dibentuk di AS dan telah mengumpulkan sekitar AS$21,5 miliar dan bahkan melonjak hingga melewati US$ 80 miliar pada akhir tahun 2020. 
    • Meski demikian, terdapat kecenderungan bahwa harga saham SPAC akan turun pada periode mendekati proses akuisisi. Hal ini karena terdapat risiko dilusi saham seiring dengan pendiri SPAC yang memiliki saham SPAC dengan harga diskon atau bahkan tanpa mengeluarkan modal. Selain itu, terdapat juga risiko dari biaya peluang yang muncul selama uang belum digunakan untuk mengakuisisi perusahaan lain. Hal-hal tersebut menyebabkan investor cenderung menarik dananya kembali dan menyebabkan harga saham SPAC turun, terlebih apabila perusahaan yang akan diakuisisi tidak sesuai dengan ekspektasi investor.
    • Grab Holdings, perusahaan ride-hailing dan layanan pesan-antar di Asia Tenggara, telah menyetujui merger dengan salah satu SPAC yang berbasis di AS bernama Altimeter Growth Corp pada bulan April 2021. Kesepakatan tersebut membuat nilai ekuitas Grab menjadi AS$39,6 miliar atau setara dengan Rp530 triliun.

    Baca ulasan lebih lengkap di sini!