Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi ada potensi kenaikan di bursa Asia hari ini walaupun harga minyak mentah dibuka bervariasi pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar melemah terhadap USDolar pagi ini, tetapi kemungkinan rupiah akan menguat merespon pernyataan BI kemarin yang akan menjaga rupiah. Kemungkinan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.860 s.d Rp.13.890 dengan tetap ada penjagaan BI.
BI sinyalkan naikkan suku bunga untuk membawa kembali fundamental rupiah. BI menyatakan pelemahan mata uang ini juga terjadi pada mata uang lainnya. Rupiah mencatatkan depresiasi sebesar 2,74% ytd, relatif rendah dibandingkan mata uang Asia lain yang terdepresiasi seperti India rupee (4,4% ytd) dan Filipina peso (4,56% ytd). Kinerja pasar keuangan lainnya juga mengalami tekanan penurunan. IHSG terkoreksi kembali dibawah level 6000, dan imbal hasil SBN10T sempat ke 7,2%.
Pada pertemuan ECB kemarin memutuskan suku bunga acuan tetap 0%, deposit facility tetap minus 0,4% dan lending facility 0,25%. Hari ini BoJ akan melakukan pertemuan dengan kemungkinan mempertahankan kebijakan suku bunga yang tetap. Sementara the Fed pada 1-2 Mei mendatang diperkirakan naikkan suku bunganya 25 bps menjadi 2%.
Salam,
Lana Soelistianingsih
Kepala Riset/Ekonom
Samuel Aset Manajemen
Telp: 62 21 28548828
PT SAMUEL ASET MANAJEMEN
Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia
t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474 |www.sam.co.id
Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-27-April-2018.pdf