Samuel Aset Manajemen

Category: Artikel Investasi

  • Mengenal Reksa Dana Multiple Share Class

    Mengenal Reksa Dana Multiple Share Class

    Di Indonesia reksa dana multi-share class telah mulai diperkenalkan sejak tahun 2019. Reksa dana multiple share class adalah reksa dana terbuka, berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, yang memiliki lebih dari satu kelas Unit Penyertaan (share class).

    Di dalam reksa dana multi-share memiliki kebijakan dan strategi pengelolaan investasi yang sama, seperti komposisi portfolio dan aset dasar yang sama. Namun, yang membedakan suatu kelas dengan kelas lainnya adalah karakteristik fitur administratifnya, seperti biaya, struktur pembagian hasil investasi (dividen),  jenis mata uang, pola distribusi atau karakteristik lainnya sesuai dengan kebutuhan investor.  Tujuan disediakannya reksa dana multi-share class ini adalah untuk membantu menarik beragam investor dengan preferensi yang berbeda.

    Contoh perbedaan kelas yang mungkin ada dalam reksa dana multi share adalah:

    • Biaya yang disesuaikan: Setiap kelas dapat memiliki biaya pengelolaan yang berbeda. Kelas dengan biaya management fee yang lebih rendah mungkin menarik bagi investor yang mencari efisiensi biaya, walaupun dengan persyaratan nominal pembelian awal yang  relatif cukup besar.
    • Pembagian Hasil Investasi: Dividen atau Pembagian Hasil Investasi (PHI) dapat berbeda antara kelas saham, misalnya, kelas saham A dapat mendapatkan pembayaran dividen secara teratur, sedangkan kelas saham B mungkin tidak memberikan  PHI.
    • Minat: Beberapa kelas mungkin mengkhususkan diri dalam jenis aset atau sektor tertentu, seperti saham, obligasi, atau pasar internasional, sementara yang lain mungkin memiliki portofolio yang lebih beragam.
    • Mata Uang yang Berbeda: Multi-share class juga dapat menawarkan pilihan denominasi mata uang yang berbeda, memungkinkan investor asing untuk berinvestasi dalam mata uang yang mereka pilih.

    Reksa dana multi share  biasanya menawarkan berbagai jenis kelas, dengan nama kelas A, kelas B, kelas C, dan lain-lain.  Pilihan kelas mana yang cocok untuk Anda tergantung pada tujuan investasi, toleransi risiko, dan preferensi pribadi Anda. Samuel Aset Manajemen, saat ini memiliki 2 produk reksa dana multi share yang bisa menjadi pilihan dan diversifikasi investasi Anda, yakni produk Reksa Dana Saham SAM Dana Saham Nusantara dan produk Reksa Dana Pendapatan Tetap SAM Obligasi Optima.

    Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai berbagai produk reksa dana multi-share yang dikelola oleh Samuel Aset Manajemen, Anda dapat menghubungi bagian pemasar SAM melalui kontak yang tersedia.

    Seperti halnya semua jenis investasi, reksa dana multishare juga memiliki risiko, dan kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Sebelum berinvestasi dalam reksa dana multi share class, pastikan untuk membaca prospektus dan memahami perbedaan antara setiap kelas saham yang ditawarkan. Penting untuk memahami risiko yang terkait dengan investasi ini. Jika perlu, sebelum membuat keputusan investasi, konsultasikan dengan penasehat investasi profesional untuk mendapatkan saran yang lebih tepat sesuai dengan situasi keuangan dan tujuan investasi Anda.

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 29 Juli 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks akan bergerak ?mixed? hari ini namun cenderung naik dengan sentimen indeks di bursa global yang hampir semunya naik pada akhir pekan lalu walaupun harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen, HK dolar dan Sin dolar kompak dibuka menguat terhadpa US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.13.980  s.d Rp.14.000 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Data OJK  pada Mei 2019 mencatat fasilitas kredit yang belum ditarik debitur perbankan (undisbursed loan) mencapai Rp.1.545 triliun ? naik 5,8% dari Rp.1.460 triliun pada Q2-2018. Penurunan UL ini mengkonfirmasi perlambatan kredit pada Mei yang sebesar 11% yoy, melambat dari 11,1% yoy pada April. Perlambatan terutama terjadi pada kredit konsumsi dan kredit modal kerja. Perlambatan ini menjadi indikasi potensi melambatnya ekonomi pada Q2-2019. 

    Keuntungan perusahaan besar di China turun 2,4% yoy pada 1H-2019. Sementara pada Juni 2019 tercatat turun 3,1% yoy. Diantara 41 sektor industri yang disurvei, 15 sektor tercatat turun. Penurunan ini sebagai dampak dari perang dagang AS-China dan mengkonfirmasi perlambatan ekonomi China. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-29-Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 15 Juli 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed hari ini sementara harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Tetapi kemungkinan IHSG akan menguat memfaktorkan sentimen positif pertemuan Jokowi dan Prabowo Subianto pada Sabtu akhir pekan lalu. Begitupun dengan rupiah yang kemungkinan juga akan menguat menuju kisaran antara  Rp.13.900  s.d Rp.14.000 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Ketegangan antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto pasca Pemilihan Presiden mencair dengan pertemuan informal kedua tokoh di Stasiun MRT Lebak Bulus yang diakhir dengan makan siang. Pertemuan tersebut kemungkinan akan direspon positif pelaku pasar. Rupiah bisa berpotensi menguat dibawah Rp.14.000 per USD, termasuk IHSG yang juga akan naik. 

    Sementara itu pada hari Minggu kemarin, Joko Widodo dan Ma?ruf Amin memberikan pidato terkait 5 visi ekonomi yaitu: 1). Infrastruktur; 2). Pembangunan SDM; 3). Investasi; 4). Reformasi birokrasi; 5). APBN yang focus. Jokowi juga mengajak persatuan dan kesatuan untuk membangun Indonesia yang kuat. Pidato yang lugas ini akan menambah sentiment positif pasar pada perdagangan hari ini. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-15-Juli-2019.pdf

  • Menabung di Reksa Dana? Mengapa Tidak!

    Menabung di Reksa Dana? Mengapa Tidak!

    Apakah investasi reksa dana bisa dijadikan pilihan alternatif untuk menabung?
    Ternyata jawabannya adalah bisa! Mengapa demikian? Karena terdapat jenis reksa dana yang memiliki risiko minim seperti tabungan dan deposito, tetapi tetap dapat memberikan potensi keuntungan yang lebih besar dengan dana yang lebih terjangkau dan fleksibel.

    Reksa dana merupakan salah satu alternatif investasi yang cocok bagi siapa saja, termasuk yang terbatas dalam hal waktu, dana, informasi, dan pengetahuan mengenai investasi. Dengan berbagai pilihan tipe reksa dana, alternatif pilihan ini pun bisa dijadikan alternatif sebagai tempat untuk menabung.

    Setidaknya, ada dua manfaat yang didapat dari menabung di reksa dana. Pertama adalah imbal hasil yang optimal. Pada umumnya, tingkat imbal hasil reksa dana pasar uang biasanya lebih tinggi dibandingkan jasa giro atau tabungan dan deposito. Kedua, menabung di reksa dana terbilang cukup mudah dan murah karena tidak perlu menyisihkan dana yang besar dan jumlahnya bisa disesuaikan dengan kemampuan menabung dan tujuan yang ingin dicapai.

    Buktinya adalah jika dibandingkan dengan deposito. Untuk menabung di deposito, biasanya dibutuhkan dana minimal, misalnya Rp 5 juta-Rp 10 juta. Sedangkan dengan menabung di reksa dana hanya membutuhkan dana sekitar Rp 100 ribu.

    Selain itu, deposito memiliki jangka waktu dan tak bisa diambil kapan saja. Reksa dana bisa melakukan penarikan dana kapan saja dan tidak memiliki jangka jatuh tempo. Memang, waktu yang dibutuhkan untuk penarik tidak secepat menarik dana via ATM. Biasanya dibutuhkan waktu dua-tiga hari kerja.

    Lalu, tipe reksa dana apa yang cocok untuk menabung? Reksa Dana Pasar Uang merupakan pilihan yang tepat. Reksa Dana Pasar Uang merupakan tipe reksa dana yang menanamkan dananya pada instrumen investasi pasar uang, seperti deposito, SBI, dan Efek bersifat Utang yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih atau sisa jatuh temponya tidak lebih dari 1 tahun. Tipe ini memiliki potensi risiko paling rendah dibandingkan tipe reksa dana lainnya.

    Bagaimana dari segi keamanan dan risiko kehilangan dana yang telah diinvestasikan? Investasi ini dikelola oleh perusahaan Manajer Investasi yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seperti investasi lainnya, Reksa Dana Pasar Uang juga memiliki risiko dan tidak dijamin. Oleh karena itu, pastikan memahami semua risiko yang mungkin terjadi sebelum membelinya.

    Samuel Aset Manajemen (SAM), sebuah perusahaan manajer investasi karya anak bangsa, memiliki  SAM Dana Kas yang merupakan produk reksa dana pasar uang dengan memberikan tingkat pengembalian yang menarik serta likuiditas yang tinggi. Hal ini berkat strategi penempatan pada instrumen pasar yang dipilih secara selektif guna
    memenuhi kebutuhan dana tunai dalam waktu singkat.

    Strategi utama SAM Dana Kas adalah menempatkan sebagian besar dana kelolaan dalam instrumen obligasi yang umumnya memiliki imbal hasil lebih tinggi dibandingkan dengan deposito. Dalam pemilihan obligasi, SAM akan memilih obligasi dengan imbal hasil yang tinggi, likuiditas yang tinggi, serta aman secara fundamental perusahaan sehingga tingkat risiko pun dapat diminimalisasi.

    Komposisi SAM Dana Kas saat ini adalah 75% di obligasi yang memiliki sisa jatuh tempo di bawah satu tempo dan 25% di instrumen pasar uang lainnya. SAM Dana Kas diperkirakan dapat memberi return sekitar 6,5% net dalam satu tahun ke depan. Biaya yang ditagihkan ke investor pun terbilang kecil, yaitu hanya biaya manajer investasi maksimal 1,5% per tahun dan imbal jasa bank kustodian maksimal 0,15% per tahun. Sekadar informasi, SAM Dana Kas menggunakan CIMB Niaga sebagai bank kustodian.

    Menarik bukan? Bagi yang ingin mendapatkan informasi atau bertanya-tanya seputar investasi atau SAM Dana Kas, bisa mengunjungi www.sam.co.id atau hubungi (021) 28548800. Menabung di Reksa Dana? Mengapa Tidak!

    ====
    Adv. Artikel ini juga terbit di Harian Kontan, Kamis, 27 April 2016 Liputan Khusus Reksa Dana.