Samuel Aset Manajemen

Category: artikel

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Jumat 6 Maret 2020

    Kilas Pasar 

    Saham di US menurun lagi pada hari Kamis, menghapus sebagian besar keuntungan hari Rabu. Dow Jones Industrial Average kehilangan 969,58 poin, atau 3,58%, ditutup pada 26.121,28. S&P 500 turun 106,18 poin, atau 3,39%, berakhir pada 3023,94, dan Nasdaq Composite turun 279,49 poin, atau 3,10%, menjadi ditutup pada 8738,59. 

    Indeks acuan lain juga membukukan penurunan, di antaranya Euro Stoxx 50 menurun -1,67% dan FTSE 100 menurun -1,62%. IHSG kemarin ditutup menurun ?0,21%. 

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menurun kemarin sebesar ?0,4% menjadi Rp14.175. Komoditas utama dunia tercatat menurun, seperti minyak Brent turun ?2,23%, dan tembaga  turun tipis sebesar -0,18%. 

    Prediksi Hari Ini 

    Pasar diperkirakan bergerak menurun pada hari ini, seiring dengan penurunan indeks acuan AS semalam. Beberapa indeks futures juga masih menunjukkan pelemahan. Pagi ini, Nikkei 225 terlihat menurun -1,8% dan Kospi menurun ?2,0%. 

    Isu Ekonomi dan Pasar 

    Penurunan di bursa US Kamis terjadi seiring kasus korona virus yang dikonfirmasi di US kini telah bertambah menjadi 206 sementara jumlah kematian mencapai 11. California telah menyatakan keadaan darurat, sebuah kapal pesiar ditahan di lepas pantai San Francisco setelah seorang mantan penumpang meninggal akibat  virus itu. Lebih banyak kasus juga dilaporkan di negara bagian Washington, New York, New Jersey, dan Tennessee. 

    Untuk mengurangi gangguan ekonomi yang dipicu oleh korona virus, pemerintah US meloloskan paket fiskal USD 8,3 miliar pada hari Rabu dan Federal Reserve diperkirakan akan menurunkan suku bunganya lagi setelah kejutan hari Selasa memotong setengah persen poin. 

    Dengan sentimen yang menjadi risk-off, traders masih membeli obligasi US sambil menghindari aset berisiko seperti saham. Imbal hasil treasury 10-tahun US tergelincir 5,3 basis poin (bps) ke rekor terendah baru yaitu 0,87%. 

    SAM Investment

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8800 | f. +62-21-8317474 | www.sam.co.id

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Kamis 5 Maret 2020

    Kilas Pasar 

    Indeks saham AS ditutup menguat semalam, seiring dengan kemenangan mutlak Joe Biden, bakal calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, dalam Super Tuesday, pemilihan pendahuluan serentak di beberapa negara bagian besar. Dow Jones ditutup menguat 4,53%, S&P 500 ditutup menguat 4,22%, dan Nasdaq juga menguat 3,85%. Indeks acuan lain juga membukukan penguatan, di antaranya Euro Stoxx 50 menguat 1,44% dan FTSE 100 menguat 1,45%. IHSG kemarin ditutup menguat 2,38%. 

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat kemarin sebesar 1,2% menjadi Rp14.113. Komoditas utama dunia tercatat mixed, seperti minyak Brent turun 1,41%, namun pada saat bersamaan tembaga naik tipis sebesar 0,31%. 

    Prediksi Hari Ini 

    Pasar diperkirakan bergerak cukup positif pada hari ini, seiring dengan penguatan indeks acuan AS semalam. Beberapa indeks futures juga masih mencatatkan penguatan tipis. Pagi ini, Nikkei 225 dibuka menguat 1,34% dan Kospi menguat 0,6%. 

    Isu Ekonomi dan Pasar 

    Pemerintah Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan mengeluarkan beberapa poin stimulus dalam rangka menangani dampao COVID-19 kepada perekonomian. Setelah 8 kebijakan baru yang dikeluarkan pada awal pekan ini, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto kembali menyampaikan rencana pemerintah untuk menetapkan stimulus paket II. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan, paket II ini terkait dengan stimulus fiskal. Dikutip kemarin, Menteri Keuangan mengatakan, salah satu opsi yang akan dikaji adalah penundaan pembayaran PPh 21 yang dibayarkan perusahaan untuk karyawan, untuk memberikan arus kas tambahan bagi perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha. Otoritas Jasa Keuangan juga memberikan beberapa kebijakan pelonggaran, seperti pelonggaran restrukturisasi kredit pada sektor yang terdampak serta penilaian kualitas aset  / kredit yang diperlonggar untuk plafon kredit maksimal Rp10 miliar. 

    Pekan ini, menteri energi dari negara-negara anggota OPEC berkumpul di Vienna, Austria, untuk membahas kebijakan pasokan minyak di tengah sentimen negatif COVID-19. Ada peluang bahwa OPEC akan terus melanjutkan pemotongan suplai minyak guna menjaga harga tetap pada level yang nyaman bagi negara-negara produsen minyak mentah dunia. 

    Joe Biden memenangkan delegasi terbanyak dalam Super Tuesday,, pemilihan pendahuluan serentak di beberapa negara bagian Amerika Serikat. Pagi ini, Michael Bloomberg dan Amy Klobuchar menghentikan pencalonan mereka dan mendukung Joe Biden dalam rangkaian pemilihan berikutnya. 

    SAM Investment

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8800 | f. +62-21-8317474 | www.sam.co.id

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Selasa 4 Maret 2020

    Selasa 4 Maret 2020 
    Kilas Pasar   Indeks saham AS ditutup melemah tadi pagi waktu Jakarta. Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 2,94%,  S&P 500 ditutup melemah 2,81%, dan Nasdaq melemah 2,99%, setelah sempat menguat pada perdagangan intraday seiring dengan penurunan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat sebesar 50 bps, dua pekan lebih cepat dari jadwal rapat Federal Open Market Committee. Reaksi negatif ini seiring dengan pernyataan Ketua Bank Sentral Amerika Serikat Jay Powell yang dianggap pasar tidak terlalu menggembirakan.   Indeks acuan lainnya membukukan penguatan, di ataranya FTSE 100 ditutup menguat 0,95%, DAX Frankfurt ditutup menguat 1,08%, dan Nikkei 225 ditutup menguat 0,45%. Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat 2,94% pada sore kemarin. Komoditas cenderung mendatar, dengan minyak Brent ditutup melemah tipis 0,08%, dan emas menguat 0,21%. Rupiah ditutup melemah tipis sebesar 0,13% menjadi Rp14.283 terhadap dolar AS.     Prediksi Hari Ini   Pasar diperkirakan bergerak mixed pada hari ini, seiring dengan pelemahan indeks acuan AS. Pagi ini beberapa indeks futures tercatat naik tipis, seperti S&P 500 Futures menguat 0,7%. Indeks regional Asia tercatat menguat pagi ini, di antaranya Nikkei 225 dibuka menguat 0,48% serta KOSPI naik 1,37%.   Isu Ekonomi dan Pasar   Bank Sentral Amerika Serikat menurunkan suku bunga acuan sebesar 50 bps, 2 pekan lebih cepat dari jadwal seharusnya. Penurunan bunga ini dimaksudkan untuk memberi stimulus ekonomi Amerika dalam menghadapi risiko COVID-19. Penurunan bunga ini sebenarnya sudah diperkirakan pasar sebelumnya, namun menimbulkan reaksi karena diumumkan lebih cepat dari jadwal. Pasar Amerika sempat bergerak naik, namun setelahnya ditutup negatif seiring dengan pernyataan Ketua Bank Sentral AS Jay Powell yang dianggap tidak terlalu menggembirakan. Pada waktu yang sama, gubernur bank sentral dan menteri keuangan dari Kelompok 7 Negara Maju (G-7) menyatakan kesiapannya untuk melakukan kebijakan yang wajar dan sesuai dalam menangani risiko COVID-19.   Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi beberapa negara utama. Dikutip dari pernyataan OECD, perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia direvisi turun dari 2,9% menjadi 2,4% untuk tahun 2020.   Dalam pemilihan pendahuluan calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, Wakil Presiden AS pada masa Presiden Barack Obama, diperkirakan akan memenangkan Super Tuesday, pemilihan pendahuluan serentak kemarin.    Best Regards, Narendro Anindyo, CFA Investment AnalystPT SAMUEL ASET MANAJEMEN Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia t. +62-21-2854 8511| f. +62-21-8317474 | m. +62-87881519605 | www.sam.co.id
  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Selasa 3 Maret 2020

    DAN PASAR HARIAN SELASA 3 MARET 2020
    Kilas Pasar   Indeks saham AS melonjak pada penutupan hari Senin. Dow Jones Industrial Average ditutup dengan kenaikan 1.294 poin, atau 5,1% ,pada level tertinggi hari itu dan dengan kenaikan satu hari terbesarnya. S&P 500 ditutup naik 4,6% dan Nasdaq Composite berakhir 4,5% lebih tinggi. Keduanya masuk ke wilayah negatif sesaat setelah pukul 10 pagi sebelum kembali ke zona hijau.   Meluasnya penyebaran virus corona di seluruh dunia terus membuat investor khawatir. Mereka tetap membeli obligasi Treasury AS, membuat harga lebih tinggi dan menyebabkan imbal hasil turun. Imbal hasil Treasury AS 10-tahun turun menjadi 1,085%, penutupan terendah, dan sempat menyentuh 1,05% di pagi hari.   IHSG pada hari Senin ditutup pada level 5.361,2, turun -1,68% seiring dengan pengumuman terjadinya infeksi COVID-19 pada dua warga negara Indonesia. Indeks IBPA SUN & Surat Utang Korporasi juga tercatat turun masing-masing -0,4% & -0,1%.   Prediksi Hari Ini   Pasar diperkirakan membaik seiring dengan pasar-pasar regional yang dibuka pada zona hijau di pagi ini. Ekspektasi stimulus moneter dan fiskal dari berbagai negara menjadi harapan dan dorongan positif pada pasar. Pagi ini Nikkei 225 tercatat menguat 1,06%, Kospi tercatat naik 2,28%.   Isu Ekonomi dan Pasar   Gubernur BI Perry Warjiyo mengumumkan lima kebijakan tambahan yaitu : peningkatan intervensi pasar, penurunan GWM Valuta Asing dari 8% menjadi 4%, penurunan GWM Rupiah sebesar 50 bps untuk bank yang membiayai kegiatan ekspor impor dalam 9 bulan ke depan, perluasan transaksi dasar untuk DNDF, dan penegasan BI terkait dengan penggunaan bank kustodian baik global maupun lokal untuk investor asing di Indonesia sesuai preferensi masing-masing.   Penurunan GWM valuta asing tersebut diperkirakan dapat menambah likuiditas valas sebesar USD 3,2 miliar.   Pagi ini Arab Saudi mengumumkan terjadinya infeksi pertama di dalam negeri. Per 3 Maret 2020, infeksi COVID 19 telah melanda 76 negara, dialami 90.000 pasien, dengan tingkat kematian 3,5% sejauh ini.      Regards,   Adrian Karim Januar Investment Analyst
  • PERNYATAAN RESMI PT Samuel Aset Manajemen sehubungan dengan pengangkatan Dr. Lana Soelistianingsih sebagai Anggota Dewan Komisioner merangkap Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

    PERNYATAAN RESMI PT Samuel Aset Manajemen sehubungan dengan pengangkatan Dr. Lana Soelistianingsih sebagai Anggota Dewan Komisioner merangkap Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

    PERNYATAAN RESMI PT SAMUEL ASET MANAJEMEN SEHUBUNGAN DENGAN PENGANGKATAN Dr. LANA SOELISTIANINGSIH SEBAGAI ANGGOTA DEWAN KOMISIONER MERANGKAP KEPALA EKSEKUTIF LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN (LPS)

    Mitra Investasi dan Sahabat SAM yang kami hormati,

    Sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 10/M tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, telah mengangkat Dr. Lana Soelistianingsih, Director – Chief Economist & Head of Research PT Samuel Aset Manajemen (SAM), sebagai Anggota Dewan Komisioner merangkap Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

    Atas nama seluruh karyawan SAM dan Samuel Group, kami mengucapkan selamat kepada Ibu Lana atas pengangkatan ini.

    Selama lebih dari 24 tahun bergabung dengan Samuel Group, termasuk di dalamnya 7 tahun bersama SAM, Ibu Lana telah turut mewarnai perjalanan usaha kami.

    Pada saat yang sama, Ibu Lana juga telah menjadi thought leader yang pandangan, analisis, dan masukannya tentang perekonomian Indonesia dinanti oleh beragam kalangan, termasuk media dalam dan luar jaringan, baik nasional maupun internasional.

    Penunjukan ini tentu merupakan sebuah kehilangan bagi SAM dan Samuel Group. Namun demikian, kami percaya dan turut mendoakan, kiranya Ibu Lana diberikan kelancaran, kemudahan, dan keberhasilan, dalam menunaikan tugas sebagai Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan.

    Selanjutnya, sesuai dengan peraturan yang berlaku serta AD / ART Perseroan, SAM akan menjalankan proses yang telah diatur terkait dengan regenerasi dan pengembangan SDM.

    Adapun kegiatan perusahaan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

    Terima kasih.

    Jakarta, 20 Februari 2020

    Hormat kami,

    Agus B. Yanuar
    Direktur Utama

    Intansyah Ichsan
    Direktur

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 19 Februari 2020

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ?merah?, indikasi ada potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini, sementara harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.700  s.d Rp.13.720 per USD  (kurs tengah Bloomberg).               

    Dampak virus Corona mulai terlihat pada perekonomian Indonesia. Neraca perdagangan Januari 2020 mencatat ekspor turun cukup tajam, begitupun impor. Turunnya kegiatan perdagangan berimplikasi pada kredit perbankan.. Salah satu bank BUMN Buku IV menyampaikan pertumbuhan kredit belum mencapai target di awal triwulan ke-1 2020 ini. Kemungkinan pertumbuhan kredit di Q1-2020 ini sebesar 6%. Selain kegiatan perdagangan, kegiatan pariwisata dan UMKM kemungkinan juga akan terkena. 

    Moody?s memangkas pertumbuhan ekonomi China untuk tahun 2020 dari 5,8% menjadi 5,2% efek dari wabah virus Corona. Dampak virus ini tampaknya cukup signifikan walaupun temporer. Sektor yang terganggu akibat virus ini utamanya sektor perdagangan, rantai pasokan, dan pariwisata. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-19-Februari-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 17 Februari 2020

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia dibuka merah, indikasi indeks di bursa Asia akan terkoreksi hari ini namun cenderung bervariasi, dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.670  s.d Rp.13.690 per USD  (kurs tengah Bloomberg).               

    OJK akan membentuk satgas untuk memulihkan kepercayaan nasabah terhadap pasar modal dalam negeri. Pelaku pasar merespon negatif pemblokiran rekening efek nasabah yang membuat kepanikan dan aksi jual di pasar saham, ditamba aksi jual dari beberapa reksa dana yang dibekukan.  OJK perkirakan pemblokiran akan selesai pada akhir Februari 2020. 

    Penjualan ritel AS pada Januari 2020 tumbuh 0,3% mom, membaik dari Desember 2019 yang sebesar 0,2% mom. Naiknya penjualan ini didukung dengan survei sentimen konsumen yang juga naik, walaupun output sektor industri tercatat turun. Masih kuatnya konsumsi rumah tangga AS menjadi indikasi ekonomi AS yang masih solid. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-17-Februari-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 13 Febrauri 2020

    Hampir semua indeks futures di bursa Asia tercatat ?hijau?, indikasi ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini ditambah sentimen naiknya indeks secara kompak di bursa global semalam dan harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar, dan Sin dolar kompak dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.680  s.d Rp.13.700 per USD  (kurs tengah Bloomberg)

    Pemerintah menyerahkan RUU Omnibus Law Cipta Kerja kemarin kepada DPR.  RUU ini merevisi 79 UU, berisi 15 bab dengan 174 pasal. Ada enam poin penting yang mendapat penolakan Serikat Pekerja, diantaranya menghilangkan upah minimum. Penolakan ini bisa menimbulkan protes pekerja yang bisa berdampak pada ketidakstabilan kegiatan usaha. 

    Gubernur the Fed Powell dalam pidatonya di depan Congress AS mengatakan kebijakan moneter menjadi semakin kurang efektif dalam mengatasi resesi, sebaliknya kebijakan fiskal menjadi lebih penting. Powell juga menyampaikan risiko institusi keuangan saat ini adalah kejahatan cyber, dan dampak virus corona pada perekonomian AS akan segera terlihat. Pernyatan Gubernur Fed ini tidak direspon negatif oleh pasar, bahkan indeks di bursa global kompak naik semalam. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 2854882

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-13-Februari-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 12 Februari 2020

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, terlihat dari hampir semua indeks futuresnya tercatat hijau ditambah sentimen naiknya indeks di hampir semua bursa global semalam dan harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar, dan Sin dolar kompak dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.680  s.d Rp.13.700 per USD  (kurs tengah Bloomberg).               

    Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Desember 2019 tercatat 234,1, membaik dibandingkan November 2019, namun ada potensi turun menjadi 211,3 pada Januari 2020. Penurunan terbesar pada komponen Sandang. Kemungkinan penurunan ini karena faktor musiman pasca liburan Natal dan Tahun Baru 2019. Hanya saja ekspektasi penjualan untuk 3 bulan mendatang diperkirakan juga turun. Penurunan ini juga terkonfirmasi dengan turunnya keyakinan konsumen. Ada potensi konsumsi rumah tangga di Q1-2020 akan melambat. 

    The Fed Chairman dalam pernyataannya mengatakan the Fed memonitor wabah Corona di China secara intensif yang bisa membuat gangguan pada ekonomi China dan berimbas secara global. Namun the Fed Chairman mensinyalkan suku bunga the Fed saat ini cukup mendukung ekonomi AS. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-12-Februari-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 10 Februari 2020

    Indeks futures bursa Asia kompak merah, indikasi indeks di bursa Asia akan terkoreksi hari ini, ditambah koreksi indeks di bursa global akhir pekan lalu dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap US dolar, namun kemungkinan rupiah masih akan melemah secara teknikal menuju kisaran antara Rp.13.680  s.d Rp.13.700 per USD  (kurs tengah Bloomberg).               

    Cadev Januari 2020 tercatat US$131,7 miliar, naik dari posisi akhir 2019 sebesar US$129,2 miliar. Kenaikan ini hampir menembus tertinggi sebelumnya di level US$131,9 miliar pada Januari 2018. Kenaikan ini terbantu dengan penerbitan global bond pemerintah dalam valas dolar AS senilai 2 miliar, dan dalam valas euro senilai 1 miliar. Posisi cadev ini membantu penguatan rupiah yang menguat sebesar 1,8% ytd. 

    Investor global kembali kawatirkan wabah virus korona ketika jumlah yang meninggal saat ini telah mencapai 813, melebih korban meninggal pada saat SARS di tahun 2003 sebesar 774. Pemerintah China berencana menyediakan dana senilai US$10 miliar untuk mengatasi vuris ini, yang kemungkinan akan direspon positif oleh investor. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-10-Februari-2020.pdf