Samuel Aset Manajemen

Category: artikel

  • Perencanaan Keuangan: Persiapkan Dana Sedari Dini Perencanaan Keuangan:Persiapkan Dana Sedari Dini

    Perencanaan Keuangan: Persiapkan Dana Sedari Dini Perencanaan Keuangan:Persiapkan Dana Sedari Dini

    Setiap manusia memiliki keinginan yang berbeda-beda dengan kebutuhan dana yang berbeda pula. Besarnya dana tersebut, akan mempengaruhi jangka waktu persiapan. Semakin besar dana yang dibutuhkan, maka akan lebih baik jika melakukan persiapan dari sedini mungkin.

    “Sebelum memulai semua persiapan, kita harus memahami terlebih dahulu mengapa kita perlu merencanakannya. Setidaknya ada tiga alasan yang melatarbelakangi hal ini,” ujar Associate Director Chief Business Development Officer PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Ayu Widuri.

    Pertama, karena setiap dari kita memiliki kebutuhan dan keinginan dan semua itu membutuhkan dana yang besarannya berbeda. Kedua, faktor inflasi yang akan menggerus nilai uang yang dimiliki. Ketiga, faktor waktu. Setiap dari kita memiliki waktu yang terbatas dalam mengumpulkan uang. Biasanya batasan tersebut adalah usia produktif.

    “Berdasarkan ketiga alasan tersebut, kita pun membutuhkan perencanaan yang baik, terutama yang membutuhkan dana besar. Contohnya saja biaya pernikahan, pembelian rumah, pendidikan anak, dan dana pensiun.  Semakin banyak waktu yang dimiliki untuk persiapan, beban yang kita emban pun akan semakin ringan,” ujar Ayu.

    Dalam melakukan perencanaan, terdapat tiga langkah yang harus dijalani. Pertama adalah mencatat kebutuhan. Banyak sekali keinginan dan kebutuhan yang dimiliki, tapi apakah pernah kita mencatatnya? Catatlah supaya kita tahu berapa dana yang dibutuhkan. Setelah mencatat, susunlah daftar tersebut berdasarkan skala prioritas karena tentu tak semuanya bisa dipenuhi secara bersamaan.

    Kedua, melakukan financial check up. Dalam proses ini, kita akan mengetahui arus keluar masuk kas keuangan. Termasuk di dalamnya jumlah utang yang dimiliki, baik utang konsumtif seperti kartu kredit maupun utang produktif. Ada baiknya juga kita mengumpulkan bon yang dimiliki sehingga kita bisa menelusuri pengeluaran. Dengan adanya catatan tersebut, kita pun bisa mengetahui secara pasti kondisi keuangan. Berdasarkan hal ini kita bisa memulai proses berikutnya, yaitu mengatur dan menyiapkan anggaran.

    Dalam mengatur dan menyiapkan anggaran, ada rumus sederhana yang bisa diikuti sebagai permulaan, yaitu 70%, 20%, dan 10%. Persentase 70% digunakan untuk berbagai pengeluaran, dari konsumsi, transportasi, hingga biaya listrik dan telepon. Setelah itu, 20% digunakan untuk investasi atau menabung dan 10% untuk utang konsumtif, seperti kartu kredit.

    Seiring berjalannya waktu, kita bisa mengubah komposisi tersebut. Tentunya bukan untuk memperbesar utang konsumtif atau memperkecil persentase investasi dan menabung. Usahakan untuk menekan pengeluaran sehingga angka 70% dapat berkurang dan menambah bagian investasi dan menabung.

    “Hal yang harus kita pastikan kemudian adalah penempatan investasi. Tempatkan secara benar sehingga hasil yang kita dapatkan pun akan sesuai dengan yang dibutuhkan,” jelas Ayu. Menurutnya, bagi yang belum berpengalaman dalam berinvestasi, reksadana merupakan salah satu instrumen yang tepat karena kita akan dibantu Manajer Investasi berpengalaman dalam mengelolanya.

    “Biasanya SAM akan membantu dari awal sekali. Kami akan membantu mengonsultasikan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan. Kami juga akan membantu menghitung berapa dana yang dibutuhkan untuk berinvestasi berdasarkan waktu yang dimiliki, misalnya menyiapkan dana untuk pernikahan” tutur Ayu.

    Persiapan pernikahan tidak hanya sebatas mental saja, tetapi juga soal keuangan. Walaupun sebagian besar dana biasanya disediakan oleh orang tua, tidak menutup kemungkinan ada juga pasangan yang memutuskan untuk membiayai pernikahan mereka sendiri. “Mempersiapkan dana pernikahan yang sebaiknya disiapkan sejak pertama kali memiliki pekerjaan dan gaji tetap meskipun mungkin Anda masih berstatus lajang atau belum punya  calon pasangan” ujar Ayu. Membuat perencanaan keuangan pernikahan sejak dini dinilai lebih penting dibandingkan harus meminjam uang ketika menikah sehingga harus menyicil tagihan setelahnya. Anda dapat memilih produk keuangan yang sesuai jangka waktu kapan Anda akan menikah. Misalnya, jika Anda berencana menikah tiga sampai lima tahun lagi, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengalokasikan investasi ke produk reksadana.

     Wedding - PrintAds SAM - Feb 2016 - Kontan  -PREVIEW ONLY NOT FOR PREPRESS

  • Kemerdekaan Finansial Melalui Edukasi dan InvestasiKemerdekaan Finansial Melalui Edukasi dan Investasi

    Kemerdekaan Finansial Melalui Edukasi dan InvestasiKemerdekaan Finansial Melalui Edukasi dan Investasi

    “Mencerdaskan kehidupan bangsa” merupakan salah satu tujuan didirikannya negara Indonesia dan tertera dalam Pembukaan Undang-
    Undang Dasar Negara 1945 dan Samuel Aset Manajemen (SAM) ingin menjadi bagian dalam mencerdaskan masyarakat Indonesia. Sebagai salah satu perusahaan manajer investasi. SAM telah dan ingin selalu berperan aktif dalam mencerdaskan masyarakat Indonesia. Selama bertahun-tahun SAM menitikberatkan edukasi investasi kepada masyarakat sebagai salah satu fondasi perusahaan.

    Kami jarang melakukan promosi atau melakukan pemasaran produk kepada masyarakat, karena lebih fokus dalam pemberian edukasi yang mencakup diantaranya pengetahuan tentang bentuk investasi, tujuan berinvestasi, risiko investasi, dan keuntungan investasi.
    Begitu dituturkan Ayu, Vice President SAM yang juga mengepalai divisi marketing.

    Lebih lanjut lagi, Ayu, menjelaskan bahwa hal ini sangatlah perlu untuk dilakukan karena pengetahuan masyarakat akan produk investasi, khususnya reksa dana pada saat ini masihlah jauh dari memadai. Oleh karena itu, semenjak tahun 2007 SAM telah bertekad untuk menjadikan edukasi investasi, bukan hanya sebagai fondasi perusahaan tetapi juga bagian dari pelayanan yang ditujukan pada institusi, retail, dan komunitas.

    SAM telah menerima undangan dari berbagai tempat untuk menyampaikan edukasi mengenai investasi. Tak hanya perusahaan, kelompok seniman, ibu-ibu pengajian, hingga para sosialita pun pernah menjadi bagian dari edukasi SAM. “Cara memberikan edukasi pun berbeda dari satu kelompok ke kelompok lainnya, seperti pemilihan kata yang digunakan dan contoh kasus yang diberikan. Sangat menarik memberikan edukasi ke berbagai kelompok karena membuka wawasan yang berbeda pula,” ujar Ayu.

    Selain itu, masyarakat yang ingin belajar mengenai investasi dapat mendatangi langsung kantor SAM yang sengaja didesain sebagai tempat yang nyaman untuk berkonsultasi dan belajar investasi. Menurut Ayu, selama ini tidak sedikit orang yang singgah di kantor SAM sekadar untuk belajar dan bertanya mengenai produk investasi.Mulai tahun ini pun SAM akan membuka kelas pengenalan produk investasi untuk publik yang akan dilaksanakan secara rutin. Setiap kelasnya dapat menampung hingga 20 orang peserta dengan materi pengajaran yang berbeda. Kelas edukasi investasi ini diselenggarakan sebagai upaya mempermudah masyarakat memperoleh akses
    informasi yang tepat, mudah dan lengkap mengenai investasi sehingga pada akhirnya diharapkan semakin banyak orang mencapai
    tahapan finansial freedom melalui proses berinvestasi.

    Untuk melengkapi edukasi yang telah diberikan, SAM memudahkan masyarakat yang ingin menempatkan dananya di reksa dana, melalui kerjasama dengan Bank Negara Indonesia (BNI). Mulai September 2015, masyarakat dapat membeli produk SAM Indonesia Equity Fund, SAM Sharia Equity Fund, dan SAM Dana Berkembang di kantor bank agen penjual. Kami juga bekerjasama dengan bank
    lain dan diharapkan proses kerjasama ini akan rampung sebelum akhir tahun,” jelas Ayu.

    Melalui kerjasamanya dengan perbankan ini, diharapkan produk reksa dana SAM semakin mudah dijangkau masyarakat. Tak perlu lagi repot-repot untuk datang ke kantor perusahaan. Kini barang siapa yang ingin membeli produk SAM tak perlu lagi repot untuk datang ke kantor perusahaan. Cukup dengan hanya mendatangi kantor bank agen penjual yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

    Untuk menjaga kualitas atas produk reksa dana SAM, para agen pemasar selalu mendapatkan training yang menyeluruh dan berkesinambungan sehingga dapat menjelaskan produk yang ditawarkan dengan detail dan terinci. “Agen pemasar merupakan ujung tombak ketika bertemu dengan calon investor sehingga perlu dibekali dengan informasi yang tepat. Dengan demikian mereka dapat menawarkan produk investasi yang sesuai dengan kebutuhan calon investor,” Ayu menambahkan.

    Semenjak didirikan pada tahun 1997, SAM telah berhasil menjadi sebuah perusahaan Manajer Investasi dengan nilai rapor yang memuaskan bagi para investornya. Ketiga produk reksa dana yang dipasarkan melalui bank misalnya, memiliki nilai pertumbuhan rata-rata
    yang memuaskan. Rata-rata pertumbuhan SAM Indonesia Equity Fund dari pertama kali diterbitkan pada 31 Juli 2012 hingga 31 Juli 2015 sebesar 38.6%, sedangkan untuk produk Sharia-nya yang diterbitkan pada 18 Januari 2013 memiliki rata-rata pertumbuhan sebesar
    25.4% hingga 31 Juli 2015. Untuk pertumbuhan SAM Dana Berkembang dari pertama kali diterbitkan pada 31 Juli 2012 hingga 31 Juli 2015 sebesar 11.96%.

    Atas kinerjanya yang memuaskan, beberapa penghargaan reksa dana terbaik pun disematkan kepada SAM Indonesian Equity Fund. Contohnya Reksa Dana Saham Terbaik 2015 yang diberikan pada acara APRDIBloomberg Indonesia Fund Awards 2015 di kategori dana
    kelolaan di atas Rp500 milyar. Penghargaan lain yang diterima berasal dari Penganugerahan Reksa Dana Terbaik 2015 yang diselenggarakan Majalah Investor. Penghargaan ini diterima dalam kategori reksadana saham periode 3 tahun untuk aset di atas Rp 1 Trilyun.

    Memilih Manajer Investasi yang tepat memang menjadi hal yang harus diperhatikan ketika ingin menempatkan dana untuk dikelola. Melihat kinerja dan prestasi yang telah dihasilkan dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih manajer investasi dan dalam hal ini SAM
    dengan prestasi dan kinerjanya dapat dijadikan sebagai pilihan. Jika ingin mendapatkan informasi atau edukasi lebih lanjut mengenai reksa dana dan investasi di SAM beserta risikonya, bisa menghubungi call center di 28548800 atau mendatangi langsung kantor SAM yang terletak di Menara Imperium, Jakarta.

    Adv.
    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, edisi khusus Reksa Dana, Agustus 2015

    Agustus Kemerdekaan - PrintAds SAM - Agt 2015 - Kontan Tab

  • Reksa Dana Saham: Alternatif Investasi bagi InvestorReksa Dana Saham: Alternatif Investasi bagi Investor

    Reksa Dana Saham: Alternatif Investasi bagi InvestorReksa Dana Saham: Alternatif Investasi bagi Investor

    Perkembangan investasi di pasar modal Indonesia dari sisi permintaan terlihat masih rendah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data bahwa jumlah sub rekening nasabah di pasar modal saat ini baru mencapai 459 ribu, dengan investor riil sebanyak 258 ribu. Jumlah ini belum seiring dengan tumbuhnya jumlah penduduk kelas menengah yang diperkirakan lebih dari 50% dari total jumlah penduduk Indonesia. Posisi tersebut meningkat sangat signifikan bila dibandingkan tahun 2004 dimana jumlah kelas menengah di tanah air hanya sebesar 37%.

    Salah satu penyebab lambannya pertumbuhan investor di pasar modal dapat dijelaskan dengan survei literasi keuangan yang dilakukan oleh OJK pada tahun 2013. Survei tersebut menemukan baru sekitar 21,84% masyarakat Indonesia benar-benar paham mengenai Lembaga Jasa Keuangan, dan
    hanya 3,79% yang terliterasi mengenai pasar modal.

    Sesuai dengan karakteristiknya, investasi di pasar modal seperti saham atau reksa dana tidak memberikan jaminan untuk mendapatkan keuntungan, ataupun kenaikan modal investasi. Selain diperlukan waktu yang tidak sedikit untuk dapat mempelajari risiko dan potensi imbal hasil investasi pada saham yang dipilih, dibutuhkan juga kemampuan investor untuk dapat memonitor pilihan investasinya ini. Seringkali karena keterbatasan waktu, investor yang berinvestasi langsung pada pasar modal terpaksa menerima kenyataan turunnya nilai investasi secara signifikan.

    Chief Operating Officer PT Samuel Aset Manajemen, Intan Syah Ichsan berbagi kunci sukses berinvestasi di pasar saham yaitu informasi yang cukup dan dibarengi dengan strategi investasi yang rasional dan konsisten. Apakah ada solusi bagi investor yang tidak memiliki banyak waktu tetapi ingin tetap berinvestasi di pasar saham? Tentu ada. Ichsan menyarankan untuk membeli produk reksadana berbasis saham yang dikelola oleh pengelola investasi yang memang mengkhususkan diri dalam bidang ini. “Meskipun imbal hasilnya bisa jadi lebih kecil dibandingkan berinvestasi langsung pada saham, akan tetapi risiko yang dihadapi menjadi lebih terukur sehingga investasi dapat diselaraskan dengan kebutuhan keuangan dan profil risiko yang ingin diambil, guna perencanaan keuangan jangka panjang,” ujarnya.

    Berbeda dengan investasi langsung pada saham, reksa dana menawarkan produk investasi berbasis saham yang telah dikemas dengan menyesuaikan kebutuhan dan risiko investor. Reksa dana menawarkan investasi yang bisa disesuaikan dengan horizon atau jangka waktu investasi investor untuk memenuhi tujuan finansial keluarga. Mulai dari menyiapkan dana pendidikan anak, dana pembelian rumah hingga persiapan dana pensiun.

    Sebagai salah satu manajer investasi terkemuka di industri reksadana tanah air yaitu Samuel Aset Manajemen (SAM) menawarkan produk reksa dana yang bervariasi baik yang konvensional maupun yang syariah yang tentu sesuai dengan tujuan investasi investor. Produk-produk tersebut antara lain mulai dari reksa dana pendapatan tetap (SAM Sukuk Syariah Sejahtera), reksa dana campuran (SAM Dana Berkembang dan SAM Syariah Berimbang) dan reksa dana saham (SAM Indonesian Equity Fund dan SAM Sharia Equity Fund). SAM menyadari hubungan antara pengelola investasi dengan investor adalah kemitraan berlandaskan kepercayaan dan keterbukaan dalam mengelola tujuan bersama, sehingga SAM menempatkan investor sebagai mitra investasi sepanjang masa (Your Lifelong Investment Partner). Hal ini dibuktikan dengan keinginan keras SAM untuk mencapai tujuan bersama
    melalui imbal hasil yang memuaskan dan penghargaan yang didapatkan dari banyak lembaga pemeringkat baik lokal maupun
    internasional yang menetapkan reksadana SAM sebagai yang terbaik dikelasnya masing-masing.

    Reksadana SAM Syariah Berimbang dan SAM Sukuk Syariah Sejahtera ditabalkan sebagai The Best Golbal Islamic Funds oleh Lipper Fund dari Thomson Reuters. Sementara dari dalam negeri, selama empat tahun berturut-turut, reksa dana SAM selalu jadi langganan penerima awards. Terakhir, reksa dana SAM Indonesian Equity Fund dinyatakan sebagai Reksadana Saham Terbaik 2015 oleh Bloomberg bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) untuk dana kelolaan di atas Rp500 Milyar.

    Kinerja memuaskan bukanlah satu satunya tujuan SAM sebagai mitra pengelola investasi. Kualitas layanan yang prima adalah pilar lain yang selalu menjadi perhatian karena dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam bermitra dengan investor. Serta juga dimotori oleh tenaga profesional inti yang memiliki pengalaman kerja di dunia investasi lebih dari 17 tahun, SAM memiliki keunggulan
    kompetitif dalam membaca dan mengantisipasi pergerakan pasar modal.

    Tenaga riset inhouse yang dimiliki SAM menjamin tersedianya informasi yang telah diolah dengan pendekatan analisa fundamental untuk
    dapat digunakan oleh manajer investasi. Untuk membantu membaca pergerakan pasar, para manajer investasi SAM juga mendapatkan tambahan informasi yang diberikan oleh tim riset khusus yang bertanggung jawab menyajikan analisa pasar berbasis teknikal.

    Melihat potensi dan manfaat reksadana yang demikian besar, Ichsan menyarankan agar reksadana harus menjadi salah satu pilihan investasi. “Reksadana menjadi solusi berinvestasi dengan dana awal yang tidak menyesakkan kantong serta kesempatan untuk tetap meluangkan waktu bersama keluarga. Apalagi dengan memilih manajer investasi yang berpengalaman menjadi kelebihan produk reksadana saham yang tidak dapat dinikmati oleh investor yang menanamkan modalnya langsung pada instrumen saham,” tandas Ichsan. Selamat berinvestasi di produk reksadana! ***

    Advertorial Kontan, Mei 2015.

    Pedagang

     

     Perkembangan investasi di pasar modal Indonesia dari sisi permintaan terlihat masih rendah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data bahwa jumlah sub rekening nasabah di pasar modal saat ini baru mencapai 459 ribu, dengan investor riil sebanyak 258 ribu. Jumlah ini belum seiring dengan tumbuhnya jumlah penduduk kelas menengah yang diperkirakan lebih dari 50% dari total jumlah penduduk Indonesia. Posisi tersebut meningkat sangat signifikan bila dibandingkan tahun 2004 dimana jumlah kelas menengah di tanah air hanya sebesar 37%.

    Salah satu penyebab lambannya pertumbuhan investor di pasar modal dapat dijelaskan dengan survei literasi keuangan yang dilakukan oleh OJK pada tahun 2013. Survei tersebut menemukan baru sekitar 21,84% masyarakat Indonesia benar-benar paham mengenai Lembaga Jasa Keuangan, dan
    hanya 3,79% yang terliterasi mengenai pasar modal.

    Sesuai dengan karakteristiknya, investasi di pasar modal seperti saham atau reksa dana tidak memberikan jaminan untuk mendapatkan keuntungan, ataupun kenaikan modal investasi. Selain diperlukan waktu yang tidak sedikit untuk dapat mempelajari risiko dan potensi imbal hasil investasi pada saham yang dipilih, dibutuhkan juga kemampuan investor untuk dapat memonitor pilihan investasinya ini. Seringkali karena keterbatasan waktu, investor yang berinvestasi langsung pada pasar modal terpaksa menerima kenyataan turunnya nilai investasi secara signifikan.

    Chief Operating Officer PT Samuel Aset Manajemen, Intan Syah Ichsan berbagi kunci sukses berinvestasi di pasar saham yaitu informasi yang cukup dan dibarengi dengan strategi investasi yang rasional dan konsisten. Apakah ada solusi bagi investor yang tidak memiliki banyak waktu tetapi ingin tetap berinvestasi di pasar saham? Tentu ada. Ichsan menyarankan untuk membeli produk reksadana berbasis saham yang dikelola oleh pengelola investasi yang memang mengkhususkan diri dalam bidang ini. “Meskipun imbal hasilnya bisa jadi lebih kecil dibandingkan berinvestasi langsung pada saham, akan tetapi risiko yang dihadapi menjadi lebih terukur sehingga investasi dapat diselaraskan dengan kebutuhan keuangan dan profil risiko yang ingin diambil, guna perencanaan keuangan jangka panjang,” ujarnya.

    Berbeda dengan investasi langsung pada saham, reksa dana menawarkan produk investasi berbasis saham yang telah dikemas dengan menyesuaikan kebutuhan dan risiko investor. Reksa dana menawarkan investasi yang bisa disesuaikan dengan horizon atau jangka waktu investasi investor untuk memenuhi tujuan finansial keluarga. Mulai dari menyiapkan dana pendidikan anak, dana pembelian rumah hingga persiapan dana pensiun.

    Sebagai salah satu manajer investasi terkemuka di industri reksadana tanah air yaitu Samuel Aset Manajemen (SAM) menawarkan produk reksa dana yang bervariasi baik yang konvensional maupun yang syariah yang tentu sesuai dengan tujuan investasi investor. Produk-produk tersebut antara lain mulai dari reksa dana pendapatan tetap (SAM Sukuk Syariah Sejahtera), reksa dana campuran (SAM Dana Berkembang dan SAM Syariah Berimbang) dan reksa dana saham (SAM Indonesian Equity Fund dan SAM Sharia Equity Fund). SAM menyadari hubungan antara pengelola investasi dengan investor adalah kemitraan berlandaskan kepercayaan dan keterbukaan dalam mengelola tujuan bersama, sehingga SAM menempatkan investor sebagai mitra investasi sepanjang masa (Your Lifelong Investment Partner). Hal ini dibuktikan dengan keinginan keras SAM untuk mencapai tujuan bersama
    melalui imbal hasil yang memuaskan dan penghargaan yang didapatkan dari banyak lembaga pemeringkat baik lokal maupun
    internasional yang menetapkan reksadana SAM sebagai yang terbaik dikelasnya masing-masing.

    Reksadana SAM Syariah Berimbang dan SAM Sukuk Syariah Sejahtera ditabalkan sebagai The Best Golbal Islamic Funds oleh Lipper Fund dari Thomson Reuters. Sementara dari dalam negeri, selama empat tahun berturut-turut, reksa dana SAM selalu jadi langganan penerima awards. Terakhir, reksa dana SAM Indonesian Equity Fund dinyatakan sebagai Reksadana Saham Terbaik 2015 oleh Bloomberg bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) untuk dana kelolaan di atas Rp500 Milyar.

    Kinerja memuaskan bukanlah satu satunya tujuan SAM sebagai mitra pengelola investasi. Kualitas layanan yang prima adalah pilar lain yang selalu menjadi perhatian karena dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam bermitra dengan investor. Serta juga dimotori oleh tenaga profesional inti yang memiliki pengalaman kerja di dunia investasi lebih dari 17 tahun, SAM memiliki keunggulan
    kompetitif dalam membaca dan mengantisipasi pergerakan pasar modal.

    Tenaga riset inhouse yang dimiliki SAM menjamin tersedianya informasi yang telah diolah dengan pendekatan analisa fundamental untuk
    dapat digunakan oleh manajer investasi. Untuk membantu membaca pergerakan pasar, para manajer investasi SAM juga mendapatkan tambahan informasi yang diberikan oleh tim riset khusus yang bertanggung jawab menyajikan analisa pasar berbasis teknikal.

    Melihat potensi dan manfaat reksadana yang demikian besar, Ichsan menyarankan agar reksadana harus menjadi salah satu pilihan investasi. “Reksadana menjadi solusi berinvestasi dengan dana awal yang tidak menyesakkan kantong serta kesempatan untuk tetap meluangkan waktu bersama keluarga. Apalagi dengan memilih manajer investasi yang berpengalaman menjadi kelebihan produk reksadana saham yang tidak dapat dinikmati oleh investor yang menanamkan modalnya langsung pada instrumen saham,” tandas Ichsan. Selamat berinvestasi di produk reksadana! ***

    Advertorial Kontan, Mei 2015.

    Pedagang

     

     

  • Strategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai Profesi

    Strategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai Profesi

    Investasi bagaikan pohon. Bila Anda tanam dan rawat dengan baik serta telaten sedari muda, maka Anda akan mendapatkan hasil yang rimbun pada waktu yang tepat dengan hasil yang optimal.

    Itulah sebabnya berinvestasi tidak boleh Anda tunda barang sekejap. Ketika Anda mulai memiliki penghasilan sendiri, maka pergunakanlah momen tersebut untuk mulai berinvestasi.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen Agus B. Yanuar menyarankan, investasi selayaknya masuk dalam pos biaya keluarga bulanan. “Jadi investasi bisa dilakukan dengan disiplin setiap bulannya,” ujarnya. Tidak ada salahnya untuk mulai dengan dana investasi yang minim. Saat ini banyak instrumen investasi yang menawarkan dana awal yang mini.

    Agus menegaskan, apapun profesi pekerjaan investor bisa disiplin melakukan perencanaan investasi. Jika meminjam teori The Cashflow Quadrant dari Robert Kiyosaki, maka sumber penghasilan manusia terbagi menjadi empat kuadran. Kuadran-kuadran tersebut antara lain pekerja atau karyawan (employee), pengusaha (business owner), pekerja lepas atau kaum profesional (self employee), dan investor atau penanam modal.

    Bagi karyawan yang mengharapkan gaji bulanan dapat lebih mudah menyisihkan dana investasi bulanan. Sedangkan bagi profesional dan pengusaha membutuhkan kedisiplinan untuk berinvestasi bulanan. Dengan demikian ketiganya dapat menjadi investor yang mampu membiakkan dana dan memperbesar aset.

    Bagi setiap profesi pekerjaaan, tentu waktu dan tenaga sangat berharga. Oleh karena itu pilihlah instrumen investasi yang dapat Anda serahkan kepada ahlinya untuk dikelola. Produk reksadana merupakan solusi bagi Anda yang memiliki waktu dan tenaga terbatas, tetapi tetap ingin mendapatkan imbal hasil yang optimal.

    Reksadana yang dikelola oleh Manajer Investasi profesional dan berpengalaman di bidangnya dapat Anda lihat melalui tim manajemen terpercaya serta kinerja produk yang konsisten. Sebelum mulai memilih produk reksadana yang tepat, ada dua hal yang patut Anda pertimbangkan. “Jangan lupa untuk menilai karakter atau profil risiko Anda sebagai investor serta bentang horizon investasi keluarga,” saran Agus.

    Jika usia produktif investor masih relatif muda dan sedang mengakumulasi aset (wealth accumulation), maka pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih tinggi seperti reksadana saham atau reksadana campuran. Sedangkan bagi investor yang mulai memasuki masa pensiun dan ingin mempertahankan nilai aset, sebaiknya pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih kecil seperti reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap.

    Lebih lanjut Agus menuturkan, reksadana merupakan salah satu diversifikasi investasi yang tepat. Jika dibandingkan dengan properti, reksadana lebih likuid karena mudah dicairkan. Selain menyebarkan risiko, alokasi portofolio yang bervariasi memang dapat memaksimalkan imbal hasil dan mempertimbangkan faktor likuiditas.

    Reksadana memang menjadi semakin populer sebagai produk investasi. Salah satu produk reksadana yang menarik perhatian investor adalah besutan PT Samuel Aset Manajemen (SAM). “Kami memiliki 3P yaitu Performance, People dan Process,” tambah Agus.

    Agus menekankan, SAM selalu berupaya menjaga performance atau kinerja imbal hasil yang bagus dan konsisten. Selain itu, People atau sumber daya manusia SAM rata-rata memiliki pengalaman lebih dari 19 tahun di pasar dan reputasi yang baik. Tidak ketinggalan, proses pengelolaan selalu berbasiskan fundamental. Proses investasi pun mudah dan bisa diakses di semua media. Yang jelas, investor sangat dimudahkan untuk berinvestasi reksadana di SAM.

    Dengan berinvestasi reksadana di SAM, investor dapat mulai berinvestasi dengan dana awal yang sangat terjangkau. Jadi jika Anda mulai berinvestasi reksadana dari dini, Anda dapat menyiapkan biaya-biaya keluarga di masa depan secara perlahan.

    Imbal hasil reksadana memang cukup menggiurkan. Secara historis, imbal hasil reksadana terutama reksadana berbasis saham seperti reksadana campuran dan reksadana saham terus menunjukkan pertumbuhan. Kondisi ekonomi makro Indonesia yang positif mendukung kinerja indeks saham dalam negeri. Agus memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan naik sekitar 15% hingga 20% ke level 6.000 – 6.300 di akhir tahun.

    SAM menawarkan produk reksadana yang bervariasi dari mulai reksadana campuran, reksadana saham, reksadana pendapatan tetap hingga reksadana syariah. Beberapa diantaranya adalah SAM Dana Berkembang, SAM Syariah Berimbang, SAM Sukuk Syariah Sejahtera, SAM Indonesian Equity Fund hingga SAM Sharia Equity Fund.

    Seluruh produk reksadana SAM secara historis membukukan imbal hasil yang positif dan bahkan diatas rata-rata pasar. Hal ini berdasarkan data Infovesta per 27 Februari 2015 yang menunjukkan hasil investasi 3 tahun SAM Syariah Berimbang 62,27%, SAM Dana Berkembang sebesar 35,3%, dan SAM Indonesian Equity Fund sebesar 99,6%.

    Dengan performance yang menggembirakan, tidak mengherankan banyak institusi yang mengganjar SAM lewat berbagai penghargaan. Beberapa penghargaan yang menghampiri SAM antara lain SAM Syariah Berimbang – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best Fund over 3 years: Mixed Asset IDR Flexible versi Thomson Reuters; SAM Sukuk Syariah Sejahtera – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best replica watches Fund over 3 years: Best Bond Rupiah 2014, versi Thomson Reuters; SAM Syariah Berimbang – Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 Versi APRDI-Bloomberg; Best Mutual Fund Award 2014 versi Majalah Investor-Infovesta; dan masih banyak lagi.

    Agus menyarankan agar investor yang baru ingin masuk ke produk reksadana sebaiknya tidak menunda lagi. “Kesempatan yang terbaik adalah hari ini. It’s time to buy, jangan sia-siakan dana Anda dan rasakan manfaat optimal berinvestasi reksadana di kemudian hari sesuai dengan tujuan investasi Anda,” tutup Agus.Investasi bagaikan pohon. Bila Anda tanam dan rawat dengan baik serta telaten sedari muda, maka Anda akan mendapatkan hasil yang rimbun pada waktu yang tepat dengan hasil yang optimal.

    Itulah sebabnya berinvestasi tidak boleh Anda tunda barang sekejap. Ketika Anda mulai memiliki penghasilan sendiri, maka pergunakanlah momen tersebut untuk mulai berinvestasi.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen Agus B. Yanuar menyarankan, investasi selayaknya masuk dalam pos biaya keluarga bulanan. “Jadi investasi bisa dilakukan dengan disiplin setiap bulannya,” ujarnya. Tidak ada salahnya untuk mulai dengan dana investasi yang minim. Saat ini banyak instrumen investasi yang menawarkan dana awal yang mini.

    Agus menegaskan, apapun profesi pekerjaan investor bisa disiplin melakukan perencanaan investasi. Jika meminjam teori The Cashflow Quadrant dari Robert Kiyosaki, maka sumber penghasilan manusia terbagi menjadi empat kuadran. Kuadran-kuadran tersebut antara lain pekerja atau karyawan (employee), pengusaha (business owner), pekerja lepas atau kaum profesional (self employee), dan investor atau penanam modal.

    Bagi karyawan yang mengharapkan gaji bulanan dapat lebih mudah menyisihkan dana investasi bulanan. Sedangkan bagi profesional dan pengusaha membutuhkan kedisiplinan untuk berinvestasi bulanan. Dengan demikian ketiganya dapat menjadi investor yang mampu membiakkan dana dan memperbesar aset.

    Bagi setiap profesi pekerjaaan, tentu waktu dan tenaga sangat berharga. Oleh karena itu pilihlah instrumen investasi yang dapat Anda serahkan kepada ahlinya untuk dikelola. Produk reksadana merupakan solusi bagi Anda yang memiliki waktu dan tenaga terbatas, tetapi tetap ingin mendapatkan imbal hasil yang optimal.

    Reksadana yang dikelola oleh Manajer Investasi profesional dan berpengalaman di bidangnya dapat Anda lihat melalui tim manajemen terpercaya serta kinerja produk yang konsisten. Sebelum mulai memilih produk reksadana yang tepat, ada dua hal yang patut Anda pertimbangkan. “Jangan lupa untuk menilai karakter atau profil risiko Anda sebagai investor serta bentang horizon investasi keluarga,” saran Agus.

    Jika usia produktif investor masih relatif muda dan sedang mengakumulasi aset (wealth accumulation), maka pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih tinggi seperti reksadana saham atau reksadana campuran. Sedangkan bagi investor yang mulai memasuki masa pensiun dan ingin mempertahankan nilai aset, sebaiknya pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih kecil seperti reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap.

    Lebih lanjut Agus menuturkan, reksadana merupakan salah satu diversifikasi investasi yang tepat. Jika dibandingkan dengan properti, reksadana lebih likuid karena mudah dicairkan. Selain menyebarkan risiko, alokasi portofolio yang bervariasi memang dapat memaksimalkan imbal hasil dan mempertimbangkan faktor likuiditas.

    Reksadana memang menjadi semakin populer sebagai produk investasi. Salah satu produk reksadana yang menarik perhatian investor adalah besutan PT Samuel Aset Manajemen (SAM). “Kami memiliki 3P yaitu Performance, People dan Process,” tambah Agus.

    Agus menekankan, SAM selalu berupaya menjaga performance atau kinerja imbal hasil yang bagus dan konsisten. Selain itu, People atau sumber daya manusia SAM rata-rata memiliki pengalaman lebih dari 19 tahun di pasar dan reputasi yang baik. Tidak ketinggalan, proses pengelolaan selalu berbasiskan fundamental. Proses investasi pun mudah dan bisa diakses di semua media. Yang jelas, investor sangat dimudahkan untuk berinvestasi reksadana di SAM.

    Dengan berinvestasi reksadana di SAM, investor dapat mulai berinvestasi dengan dana awal yang sangat terjangkau. Jadi jika Anda mulai berinvestasi reksadana dari dini, Anda dapat menyiapkan biaya-biaya keluarga di masa depan secara perlahan.

    Imbal hasil reksadana memang cukup menggiurkan. Secara historis, imbal hasil reksadana terutama reksadana berbasis saham seperti reksadana campuran dan reksadana saham terus menunjukkan pertumbuhan. Kondisi ekonomi makro Indonesia yang positif mendukung kinerja indeks saham dalam negeri. Agus memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan naik sekitar 15% hingga 20% ke level 6.000 – 6.300 di akhir tahun.

    SAM menawarkan produk reksadana yang bervariasi dari mulai reksadana campuran, reksadana saham, reksadana pendapatan tetap hingga reksadana syariah. Beberapa diantaranya adalah SAM Dana Berkembang, SAM Syariah Berimbang, SAM Sukuk Syariah Sejahtera, SAM Indonesian Equity Fund hingga SAM Sharia Equity Fund.

    Seluruh produk reksadana SAM secara historis membukukan imbal hasil yang positif dan bahkan diatas rata-rata pasar. Hal ini berdasarkan data Infovesta per 27 Februari 2015 yang menunjukkan hasil investasi 3 tahun SAM Syariah Berimbang 62,27%, SAM Dana Berkembang sebesar 35,3%, dan SAM Indonesian Equity Fund sebesar 99,6%.

    Dengan performance yang menggembirakan, tidak mengherankan banyak institusi yang mengganjar SAM lewat berbagai penghargaan. Beberapa penghargaan yang menghampiri SAM antara lain SAM Syariah Berimbang – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best Fund over 3 years: Mixed Asset IDR Flexible versi Thomson Reuters; SAM Sukuk Syariah Sejahtera – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best Fund over 3 years: Best Bond Rupiah 2014, versi Thomson Reuters; SAM Syariah Berimbang – Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 Versi APRDI-Bloomberg; Best Mutual Fund Award 2014 versi Majalah Investor-Infovesta; dan masih banyak lagi.

    Agus menyarankan agar investor yang baru ingin masuk ke produk reksadana sebaiknya tidak menunda lagi. “Kesempatan yang terbaik adalah hari ini. It’s time to buy, jangan sia-siakan dana Anda dan rasakan manfaat optimal berinvestasi reksadana di kemudian hari sesuai dengan tujuan investasi Anda,” tutup Agus.

  • SAM Indonesian Equity Fund (SIEF) Meraih Reksa Dana Terbaik 2015SAM Indonesian Equity Fund (SIEF) Meraih Reksa Dana Terbaik 2015

    SAM Indonesian Equity Fund (SIEF) Meraih Reksa Dana Terbaik 2015SAM Indonesian Equity Fund (SIEF) Meraih Reksa Dana Terbaik 2015

    Majalah Investor kembali memberikan penghargaan kepada reksa dana yang dinilai memiliki kinerja terbaik, Rabu (4/3). Penghargaan itu diberikan pada acara Penganugerahan Reksa Dana Terbaik 2015 yang diselenggarakan di Financial Club Jakarta, Rabu (4/3). Tahun ini adalah tahun ke-14 Majalah Investor melakukan pemeringkatan reksa dana.

    SAM Indonesian Equity Fund (SIEF) kembali meraih penghargaan REKSADANA TERBAIK 2015, dengan kategori reksadana saham periode 3 tahun untuk aset di atas Rp 1 Trilyun.

    Best Mutual Fund 2015
    Majalah Investor kembali memberikan penghargaan kepada reksa dana yang dinilai memiliki kinerja terbaik, Rabu (4/3). Penghargaan itu diberikan pada acara Penganugerahan Reksa Dana Terbaik 2015 yang diselenggarakan di Financial Club Jakarta, Rabu (4/3). Tahun ini adalah tahun ke-14 Majalah Investor melakukan pemeringkatan reksa dana.

    SAM Indonesian Equity Fund (SIEF) kembali meraih penghargaan REKSADANA TERBAIK 2015, dengan kategori reksadana saham periode 3 tahun untuk aset di atas Rp 1 Trilyun.

    Best Mutual Fund 2015
    Majalah Investor kembali memberikan penghargaan kepada reksa dana yang dinilai memiliki kinerja terbaik, Rabu (4/3). Penghargaan itu diberikan pada acara Penganugerahan Reksa Dana Terbaik 2015 yang diselenggarakan di Financial Club Jakarta, Rabu (4/3). Tahun ini adalah tahun ke-14 Majalah Investor melakukan pemeringkatan reksa dana.

    SAM Indonesian Equity Fund (SIEF) kembali meraih penghargaan REKSADANA TERBAIK 2015, dengan kategori reksadana saham periode 3 tahun untuk aset di atas Rp 1 Trilyun.

    Best Mutual Fund 2015

  • Pasar Cerah, Saatnya Menambah InvestasiPasar Cerah, Saatnya Menambah InvestasiPasar Cerah, Saatnya Menambah Investasi

    Pasar Cerah, Saatnya Menambah InvestasiPasar Cerah, Saatnya Menambah InvestasiPasar Cerah, Saatnya Menambah Investasi

    Setelah melalui Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden yang berlangsung dengan baik, dengan partisipasi pemilih yang meningkat, pasar finansial Indonesia menyambut positif dan melanjutkan tren kenaikannya. Ditopang oleh investor institusi dalam negeri dan masuknya likuiditas global yang kembali menambah bobot investasi di pasar-pasar emerging markets yang memiliki perekonomian domestik yang kuat seperti Indonesia.

    Sepanjang 7 bulan pertama 2014 yang berakhir pada bulan Juli, imbal hasil Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan kenaikan sebesar 19,06 % yang digerakan terutama oleh sektor usaha yang berorientasi pasar domestik seperti infrastruktur, finansial, industri barang konsumsi dan sektor utitilitas. Kenaikan tersebut menempatkan IHSG sebagai salah satu bursa saham yang berkinerja terbaik di Asia dan Dunia.

    Menurut Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar, kinerja IHSG pada paruh pertama tahun 2014 tersebut sudah sesuai dengan prediksi SAM di awal tahun. Dan hingga akhir tahun ini, Agus meyakini bahwa IHSG masih berpotensi untuk naik lebih tinggi. “Meskipun dalam jangka pendek ada risiko yang datang dari kondisi makro ekonomi domestik dan situasi geopolitik dunia, tetapi dalam jangka menengah – panjang Indonesia tetap akan menjadi tujuan investasi yang diunggulkan, baik investasi portofolio maupun investasi langsung. Terutama bila pemerintahan baru mampu memenuhi janji-janji kampanyenya dan sanggup melakukan reformasi struktural di bidang energi, pangan, infrastruktur dan peningkatan daya saing Indonesia sehubungan dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean”, imbuh Agus.

    Sebagai perusahaan Manajer Investasi swasta nasional yang berdiri secara independen sejak 1997, dan dikelola oleh para profesional yang berpengalaman panjang di pasar modal dalam dan luar negeri, SAM dikenal menghasilkan produk Reksa Dana yang memiliki kinerja sangat baik dan konsisten, serta diakui oleh lembaga-lembaga pemeringkat Reksa Dana melalui penghargaan dan awards yang mereka berikan.

    Saat ini SAM mengelola Reksa Dana konvensional dan syariah yang dijual kepada publik dengan nilai investasi awal yang sangat terjangkau, hanya Rp 250 ribu saja. Dan sepanjang Januari s/d Juli 2014, telah memberikan kinerja yang optimal dan di atas rata-rata kinerja tipe reksa dana sejenis. Reksa dana campuran berupa SAM Dana Berkembang naik 14,25 % dan SAM Syariah Berimbang naik 17,90 %. Sementara reksa dana yang portofolio utamanya berupa saham, SAM Indonesian Equity Fund naik 25,33% dan SAM Sharia Equity Fund naik 25,43 %.

    Kinerja tersebut, menurut Agus, diperoleh dari strategi yang tepat melalui pendekatan filosofi investasi jangka panjang, pengambilan keputusan investasi berdasarkan riset yang komprehensif serta penerapan manajemen risiko hati-hati.

    Riset yang mendalam dilakukan untuk mengidentifikasi sektor terbaik dan emiten terbaik yang akan dipilih sebagai aset dasar dari portofolio investasi yang dikelola pada periode investasi yang ditetapkan. Hasil riset tersebut dituangkan ke dalam tesis investasi yang dimutakhirkan secara berkala. Untuk mengantisipasi pasar yang dinamis, bila diperlukan ada penyesuaian komposisi portofolio, dengan melakukan rotasi aset dari sektor dan emiten yang telah melebihi nilai wajarnya ke sektor dan emiten yang lebih prospektif dan undervalued. Sehingga dalam kondisi pasar seperti apa pun, diupayakan agar SAM tetap menyajikan kinerja investasi yang relatif baik dan konsisten bagi para investor dari tahun ke tahun.  Menurut Agus, “Inilah salah satu kunci yang menjadikan SAM sebagai Your Lifelong Investment Partner“

    ***

    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, Edisi Khusus Reksa Dana, Agustus 2014, halaman 9.

    Setelah melalui Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden yang berlangsung dengan baik, dengan partisipasi pemilih yang meningkat, pasar finansial Indonesia menyambut positif dan melanjutkan tren kenaikannya. Ditopang oleh investor institusi dalam negeri dan masuknya likuiditas global yang kembali menambah bobot investasi di pasar-pasar emerging markets yang memiliki perekonomian domestik yang kuat seperti Indonesia.

    Sepanjang 7 bulan pertama 2014 yang berakhir pada bulan Juli, imbal hasil Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan kenaikan sebesar 19,06 % yang digerakan terutama oleh sektor usaha yang berorientasi pasar domestik seperti infrastruktur, finansial, industri barang konsumsi dan sektor utitilitas. Kenaikan tersebut menempatkan IHSG sebagai salah satu bursa saham yang berkinerja terbaik di Asia dan Dunia.

    Menurut Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar, kinerja IHSG pada paruh pertama tahun 2014 tersebut sudah sesuai dengan prediksi SAM di awal tahun. Dan hingga akhir tahun ini, Agus meyakini bahwa IHSG masih berpotensi untuk naik lebih tinggi. “Meskipun dalam jangka pendek ada risiko yang datang dari kondisi makro ekonomi domestik dan situasi geopolitik dunia, tetapi dalam jangka menengah – panjang Indonesia tetap akan menjadi tujuan investasi yang diunggulkan, baik investasi portofolio maupun investasi langsung. Terutama bila pemerintahan baru mampu memenuhi janji-janji kampanyenya dan sanggup melakukan reformasi struktural di bidang energi, pangan, infrastruktur dan peningkatan daya saing Indonesia sehubungan dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean”, imbuh Agus.

    Sebagai perusahaan Manajer Investasi swasta nasional yang berdiri secara independen sejak 1997, dan dikelola oleh para profesional yang berpengalaman panjang di pasar modal dalam dan luar negeri, SAM dikenal menghasilkan produk Reksa Dana yang memiliki kinerja sangat baik dan konsisten, serta diakui oleh lembaga-lembaga pemeringkat Reksa Dana melalui penghargaan dan awards yang mereka berikan.

    Saat ini SAM mengelola Reksa Dana konvensional dan syariah yang dijual kepada publik dengan nilai investasi awal yang sangat terjangkau, hanya Rp 250 ribu saja. Dan sepanjang Januari s/d Juli 2014, telah memberikan kinerja yang optimal dan di atas rata-rata kinerja tipe reksa dana sejenis. Reksa dana campuran berupa SAM Dana Berkembang naik 14,25 % dan SAM Syariah Berimbang naik 17,90 %. Sementara reksa dana yang portofolio utamanya berupa saham, SAM Indonesian Equity Fund naik 25,33% dan SAM Sharia Equity Fund naik 25,43 %.

    Kinerja tersebut, menurut Agus, diperoleh dari strategi yang tepat melalui pendekatan filosofi investasi jangka panjang, pengambilan keputusan investasi berdasarkan riset yang komprehensif serta penerapan manajemen risiko hati-hati.

    Riset yang mendalam dilakukan untuk mengidentifikasi sektor terbaik dan emiten terbaik yang akan dipilih sebagai aset dasar dari portofolio investasi yang dikelola pada periode investasi yang ditetapkan. Hasil riset tersebut dituangkan ke dalam tesis investasi yang dimutakhirkan secara berkala. Untuk mengantisipasi pasar yang dinamis, bila diperlukan ada penyesuaian komposisi portofolio, dengan melakukan rotasi aset dari sektor dan emiten yang telah melebihi nilai wajarnya ke sektor dan emiten yang lebih prospektif dan undervalued. Sehingga dalam kondisi pasar seperti apa pun, diupayakan agar SAM tetap menyajikan kinerja investasi yang relatif baik dan konsisten bagi para investor dari tahun ke tahun.  Menurut Agus, “Inilah salah satu kunci yang menjadikan SAM sebagai Your Lifelong Investment Partner“

    ***

    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, Edisi Khusus Reksa Dana, Agustus 2014, halaman 9.

    Setelah melalui Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden yang berlangsung dengan baik, dengan partisipasi pemilih yang meningkat, pasar finansial Indonesia menyambut positif dan melanjutkan tren kenaikannya. Ditopang oleh investor institusi dalam negeri dan masuknya likuiditas global yang kembali menambah bobot investasi di pasar-pasar emerging markets yang memiliki perekonomian domestik yang kuat seperti Indonesia.

    Sepanjang 7 bulan pertama 2014 yang berakhir pada bulan Juli, imbal hasil Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan kenaikan sebesar 19,06 % yang digerakan terutama oleh sektor usaha yang berorientasi pasar domestik seperti infrastruktur, finansial, industri barang konsumsi dan sektor utitilitas. Kenaikan tersebut menempatkan IHSG sebagai salah satu bursa saham yang berkinerja terbaik di Asia dan Dunia.

    Menurut Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar, kinerja IHSG pada paruh pertama tahun 2014 tersebut sudah sesuai dengan prediksi SAM di awal tahun. Dan hingga akhir tahun ini, Agus meyakini bahwa IHSG masih berpotensi untuk naik lebih tinggi. “Meskipun dalam jangka pendek ada risiko yang datang dari kondisi makro ekonomi domestik dan situasi geopolitik dunia, tetapi dalam jangka menengah – panjang Indonesia tetap akan menjadi tujuan investasi yang diunggulkan, baik investasi portofolio maupun investasi langsung. Terutama bila pemerintahan baru mampu memenuhi janji-janji kampanyenya dan sanggup melakukan reformasi struktural di bidang energi, pangan, infrastruktur dan peningkatan daya saing Indonesia sehubungan dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean”, imbuh Agus.

    Sebagai perusahaan Manajer Investasi swasta nasional yang berdiri secara independen sejak 1997, dan dikelola oleh para profesional yang berpengalaman panjang di pasar modal dalam dan luar negeri, SAM dikenal menghasilkan produk Reksa Dana yang memiliki kinerja sangat baik dan konsisten, serta diakui oleh lembaga-lembaga pemeringkat Reksa Dana melalui penghargaan dan awards yang mereka berikan.

    Saat ini SAM mengelola Reksa Dana konvensional dan syariah yang dijual kepada publik dengan nilai investasi awal yang sangat terjangkau, hanya Rp 250 ribu saja. Dan sepanjang Januari s/d Juli 2014, telah memberikan kinerja yang optimal dan di atas rata-rata kinerja tipe reksa dana sejenis. Reksa dana campuran berupa SAM Dana Berkembang naik 14,25 % dan SAM Syariah Berimbang naik 17,90 %. Sementara reksa dana yang portofolio utamanya berupa saham, SAM Indonesian Equity Fund naik 25,33% dan SAM Sharia Equity Fund naik 25,43 %.

    Kinerja tersebut, menurut Agus, diperoleh dari strategi yang tepat melalui pendekatan filosofi investasi jangka panjang, pengambilan keputusan investasi berdasarkan riset yang komprehensif serta penerapan manajemen risiko hati-hati.

    Riset yang mendalam dilakukan untuk mengidentifikasi sektor terbaik dan emiten terbaik yang akan dipilih sebagai aset dasar dari portofolio investasi yang dikelola pada periode investasi yang ditetapkan. Hasil riset tersebut dituangkan ke dalam tesis investasi yang dimutakhirkan secara berkala. Untuk mengantisipasi pasar yang dinamis, bila diperlukan ada penyesuaian komposisi portofolio, dengan melakukan rotasi aset dari sektor dan emiten yang telah melebihi nilai wajarnya ke sektor dan emiten yang lebih prospektif dan undervalued. Sehingga dalam kondisi pasar seperti apa pun, diupayakan agar SAM tetap menyajikan kinerja investasi yang relatif baik dan konsisten bagi para investor dari tahun ke tahun.  Menurut Agus, “Inilah salah satu kunci yang menjadikan SAM sebagai Your Lifelong Investment Partner“

    ***

    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, Edisi Khusus Reksa Dana, Agustus 2014, halaman 9.

  • Penghargaan Reksa Dana Terbaik Tahun 2014Penghargaan Reksa Dana Terbaik Tahun 2014Penghargaan Reksa Dana Terbaik Tahun 2014

    Penghargaan Reksa Dana Terbaik Tahun 2014Penghargaan Reksa Dana Terbaik Tahun 2014Penghargaan Reksa Dana Terbaik Tahun 2014

    Terima kasih atas kepercayan dan dukungan Bapak/Ibu mitra investasi SAM.

    Sampai pertengahan kwartal ke-3 tahun 2014 ini, PT Samuel Aset Manajemen telah  meraih beberapa penghargaan bergensi dari domestik dan internasional atas kinerja produk yang dikelola, antara lain:

    1. Best Mutual Fund Award 2014 versi Majalah Investor-Infovesta, Reksa Dana Saham Terbaik Periode 1 Tahun Aset Rp >1 Milyar untuk produk reksa dana SAM Indonesian Equity Fund. Acara diselenggarakan di Jakarta, 6 Maret 2014.
    2. Best Equity Fund 2014  (AUM >500B) versi APRDI-Bloomberg Indonesia untuk produk reksa dana SAM Indonesian Equity Fund. Acara diselenggarakan di Jakarta, 3 April 2014.
    3. Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 versi APRDI-Bloomberg Indonesia untuk produk reksa dana SAM Syariah Berimbang. Acara diselenggarakan di Jakarta, 3 April 2014.
    4. Lipper Fund Awards 2014 – Global Islamic, Best Fund Over 3 Years Mixed Asset IDR Flexible untuk produk reksadana SAM Syariah Berimbang, versi Thomson Reuters. Acara diselenggarakan di Dubai pada tanggal 1 Juni 2014.
    5. Lipper Fund Awards 2014 – Global Islamic, Best Fund Over 3 Years Bond Indonesia Rupiah untuk produk reksadana SAM Sukuk Syariah Sejahtera, versi Thomson Reuters. Acara diselenggarakan di Dubai pada tanggal 1 Juni 2014.
    6. Best Syariah Fund Award 2014 versi majalah Investori, Reksa Dana Campuran Syariah Terbaik Periode 3 Tahun untuk produk SAM Syariah Berimbang. Acara diselenggarakan di Jakarta, 12 Agustus 2014.

    Kami berharap produk-produk reksa dana SAM dapat senantiasa menjadi pilihan investor dalam mengisi dan mengelola keranjang investasi Anda. replica watches Keterangan lebih lanjut, silahkan menghubungi kami di 021-28548800 atau email ke [email protected].Terima kasih atas kepercayan dan dukungan Bapak/Ibu mitra investasi SAM.

    Sampai pertengahan kwartal ke-3 tahun 2014 ini, PT Samuel Aset Manajemen telah  meraih beberapa penghargaan bergensi dari domestik dan internasional atas kinerja produk yang dikelola, antara lain:

    1. Best Mutual Fund Award 2014 versi Majalah Investor-Infovesta, Reksa Dana Saham Terbaik Periode 1 Tahun Aset Rp >1 Milyar untuk produk reksa dana SAM Indonesian Equity Fund. Acara diselenggarakan di Jakarta, 6 Maret 2014.
    2. Best Equity Fund 2014  (AUM >500B) versi APRDI-Bloomberg Indonesia untuk produk reksa dana SAM Indonesian Equity Fund. Acara diselenggarakan di Jakarta, 3 April 2014.
    3. Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 versi APRDI-Bloomberg Indonesia untuk produk reksa dana SAM Syariah Berimbang. Acara diselenggarakan di Jakarta, 3 April 2014.
    4. Lipper Fund Awards 2014 – Global Islamic, Best Fund Over 3 Years Mixed Asset IDR Flexible untuk produk reksadana SAM Syariah Berimbang, versi Thomson Reuters. Acara diselenggarakan di Dubai pada tanggal 1 Juni 2014.
    5. Lipper Fund Awards 2014 – Global Islamic, Best Fund Over 3 Years Bond Indonesia Rupiah untuk produk reksadana SAM Sukuk Syariah Sejahtera, versi Thomson Reuters. Acara diselenggarakan di Dubai pada tanggal 1 Juni 2014.
    6. Best Syariah Fund Award 2014 versi majalah Investori, Reksa Dana Campuran Syariah Terbaik Periode 3 Tahun untuk produk SAM Syariah Berimbang. Acara diselenggarakan di Jakarta, 12 Agustus 2014.

    Kami berharap produk-produk reksa dana SAM dapat senantiasa menjadi pilihan investor dalam mengisi dan mengelola keranjang investasi Anda. Keterangan lebih lanjut, silahkan menghubungi kami di 021-28548800 atau email ke [email protected].Terima kasih atas kepercayan dan dukungan Bapak/Ibu mitra investasi SAM.

    Sampai pertengahan kwartal ke-3 tahun 2014 ini, PT Samuel Aset Manajemen telah  meraih beberapa penghargaan bergensi dari domestik dan internasional atas kinerja produk yang dikelola, antara lain:

    1. Best Mutual Fund Award 2014 versi Majalah Investor-Infovesta, Reksa Dana Saham Terbaik Periode 1 Tahun Aset Rp >1 Milyar untuk produk reksa dana SAM Indonesian Equity Fund. Acara diselenggarakan di Jakarta, 6 Maret 2014.
    2. Best Equity Fund 2014  (AUM >500B) versi APRDI-Bloomberg Indonesia untuk produk reksa dana SAM Indonesian Equity Fund. Acara diselenggarakan di Jakarta, 3 April 2014.
    3. Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 versi APRDI-Bloomberg Indonesia untuk produk reksa dana SAM Syariah Berimbang. Acara diselenggarakan di Jakarta, 3 April 2014.
    4. Lipper Fund Awards 2014 – Global Islamic, Best Fund Over 3 Years Mixed Asset IDR Flexible untuk produk reksadana SAM Syariah Berimbang, versi Thomson Reuters. Acara diselenggarakan di Dubai pada tanggal 1 Juni 2014.
    5. Lipper Fund Awards 2014 – Global Islamic, Best Fund Over 3 Years Bond Indonesia Rupiah untuk produk reksadana SAM Sukuk Syariah Sejahtera, versi Thomson Reuters. Acara diselenggarakan di Dubai pada tanggal 1 Juni 2014.
    6. Best Syariah Fund Award 2014 versi majalah Investori, Reksa Dana Campuran Syariah Terbaik Periode 3 Tahun untuk produk SAM Syariah Berimbang. Acara diselenggarakan di Jakarta, 12 Agustus 2014.

    Kami berharap produk-produk reksa dana SAM dapat senantiasa menjadi pilihan investor dalam mengisi dan mengelola keranjang investasi Anda. Keterangan lebih lanjut, silahkan menghubungi kami di 021-28548800 atau email ke [email protected].

  • Rencanakan Dana Pendidikan dengan Reksa Dana SAMRencanakan Dana Pendidikan dengan Reksa Dana SAM

    Rencanakan Dana Pendidikan dengan Reksa Dana SAMRencanakan Dana Pendidikan dengan Reksa Dana SAM

    Warisan paling bernilai yang dapat kita berikan kepada buah hati kita adalah ilmu pengetahuan. Baik yang diperoleh melalui pendidikan formal, maupun aneka keterampilan hidup yang didapat dari pelatihan, pengalaman dan berbagai kegiatan lainnya.

    Sayangnya, biaya pendidikan yang berkualitas terbilang cukup tinggi, dengan kenaikan sekitar 10%-20% setiap tahunnya. Sehingga kita perlu persiapan lebih cermat untuk memastikan terselenggaranya pendidikan terbaik bagi putera-puteri kita.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar mengatakan, satu hal yang bisa kita lakukan adalah mencari produk investasi yang imbal hasilnya bisa mengalahkan inflasi biaya pendidikan sehingga dana untuk pendidikan anak tetap bisa disediakan dengan sebaik mungkin.

    “Untuk mengamankan dana yang akan dipakai beberapa bulan ke depan, produk perbankan dengan penjaminan merupakan instrumen yang sesuai. Tetapi untuk persiapan biaya pendidikan jangka panjang, reksa dana adalah produk yang lebih bijak, karena imbal hasil jangka panjangnya lebih optimal dan lebih tinggi dari tingkat inflasi,” ujarnya.

    Produk reksa dana senantiasa menawarkan solusi dan pilihan beragam bagi investor. Ada reksa dana pendapatan tetap, campuran dan saham. Baik yang konvensional maupun yang bersifat syariah. Dengan investasi awal yang terjangkau, dimulai dengan Rp 250 ribu saja, dapat dilakukan lebih dini dan dapat diinvestasikan secara berkala.

    Masing-masing reksa dana menawarkan potensi imbal hasil sesuai dengan profil dan karakteristik produk tersebut. Semakin tinggi potensi imbal hasil, biasanya diikuti pula dengan potensi risikonya. Kuncinya adalah bagaimana kita memilih reksa dana yang sesuai dengan karakter risiko, tujuan investasi dan terutama jangka waktu berinvestasinya.

    Menurut Agus, investor yang ingin produk dengan risiko relatif rendah atau jangka waktu berinvestasinya di bawah tiga tahun, lebih baik memilih reksa dana pendapatan tetap.

    Untuk bentang waktu berinvestasi yang lebih panjang, dapat memilih reksa dana campuran atau reksa dana saham, tergantung profil risiko masing-masing. Bagi investor yang ingin menikmati potensi pertumbuhan saham, dan pada saat yang sama ingin meredam risiko penurunannya di tengah pasar yang fluktuatif, bisa memilih reksa dana campuran yang alokasi investasi pada efek saham dan obligasinya akan disesuaikan oleh Manajer Investasi sesuai dengan kondisi pasar.

    Sementara bagi yang ingin menikmati pertumbuhan investasinya secara optimal dalam jangka panjang, maka reksa dana saham adalah pilihan yang paling tepat.

    “Saat ini SAM memiliki produk terbaik yang dapat digunakan untuk menyiapkan dana pendidikan buah hati. Kami mengelola reksa dana pendapatan tetap SAM Sukuk Syariah Sejahtera, reksa dana campuran SAM Dana Berkembang dan SAM Syariah Berimbang, serta reksa dana SAM Indonesian Equity Fund dan SAM Sharia Equity Fund,” tambah Agus.

    Kinerja produk SAM termasuk yang terbaik di kelasnya masih-masing dan menjadi unggulan lembaga pemeringkat reksa dana serta menjadi pilihan cerdas para investor berpengalaman. Per akhir April 2014, SAM Dana Berkembang, reksa dana campuran yang diluncurkan pada tahun 1997, memberikan imbal hasil rata-rata sebesar  16,9 % per tahun (CAGR) selama 17 tahun terakhir, sehingga terbukti bisa lebih tinggi dari tingkat inflasi pada periode yang sama. Produk reksa dana campuran syariah yang lebih baru, SAM Syariah Berimbang, membukukan imbal hasil rata-rata sebesar 17,3 % per tahun dalam tiga tahun terakhir.

    Sementara kinerja rata-rata untuk reksa dana saham, SAM Indonesian Equity Fund  dan SAM Sharia Equity Fund, masing-masing sebesar 31,5 % dan 22,4 % per tahun sejak diluncurkan

    “Kinerja tersebut merupakan hasil dari keahlian meracik strategi investasi yang tepat, pengalaman, serta upaya untuk selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah.

    Bagi kami, mengelola investasi itu seperti membesarkan buah hati sendiri, harus amanah dan sepenuh hati dalam memberikan yang terbaik untuk pertumbuhannya.

    Seperti Anda, kami juga percaya pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia yang handal. Dan seperti kata peribahasa, jika ingin makmur setahun, bertanamlah padi dan biji-bijian. Jika ingin makmur sepuluh tahun, tanamlah kayu-kayuan. Tetapi jika ingin sejahtera seratus tahun, tumbuh-kembangkanlah sumber daya manusia, melalui pendidikan ” tegas Agus.

    ***

    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, Edisi Khusus Pendidikan, Mei 2014, halaman 5.

    Reksadana untuk Pendidikan - PrintAds -Kontan Setengah Hal

    Warisan paling bernilai yang dapat kita berikan kepada buah hati kita adalah ilmu pengetahuan. Baik yang diperoleh melalui pendidikan formal, maupun aneka keterampilan hidup yang didapat dari pelatihan, pengalaman dan berbagai kegiatan lainnya.

    Sayangnya, biaya pendidikan yang berkualitas terbilang cukup tinggi, dengan kenaikan sekitar 10%-20% setiap tahunnya. Sehingga kita perlu persiapan lebih cermat untuk memastikan terselenggaranya pendidikan terbaik bagi putera-puteri kita.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar mengatakan, satu hal yang bisa kita lakukan adalah mencari produk investasi yang imbal hasilnya bisa mengalahkan inflasi biaya pendidikan sehingga dana untuk pendidikan anak tetap bisa disediakan dengan sebaik mungkin.

    “Untuk mengamankan dana yang akan dipakai beberapa bulan ke depan, produk perbankan dengan penjaminan merupakan instrumen yang sesuai. Tetapi untuk persiapan biaya pendidikan jangka panjang, reksa dana adalah produk yang lebih bijak, karena imbal hasil jangka panjangnya lebih optimal dan lebih tinggi dari tingkat inflasi,” ujarnya.

    Produk reksa dana senantiasa menawarkan solusi dan pilihan beragam bagi investor. Ada reksa dana pendapatan tetap, campuran dan saham. Baik yang konvensional maupun yang bersifat syariah. Dengan investasi awal yang terjangkau, dimulai dengan Rp 250 ribu saja, dapat dilakukan lebih dini dan dapat diinvestasikan secara berkala.

    Masing-masing reksa dana menawarkan potensi imbal hasil sesuai dengan profil dan karakteristik produk tersebut. Semakin tinggi potensi imbal hasil, biasanya diikuti pula dengan potensi risikonya. Kuncinya adalah bagaimana kita memilih reksa dana yang sesuai dengan karakter risiko, tujuan investasi dan terutama jangka waktu berinvestasinya.

    Menurut Agus, investor yang ingin produk dengan risiko relatif rendah atau jangka waktu berinvestasinya di bawah tiga tahun, lebih baik memilih reksa dana pendapatan tetap.

    Untuk bentang waktu berinvestasi yang lebih panjang, dapat memilih reksa dana campuran atau reksa dana saham, tergantung profil risiko masing-masing. Bagi investor yang ingin menikmati potensi pertumbuhan saham, dan pada saat yang sama ingin meredam risiko penurunannya di tengah pasar yang fluktuatif, bisa memilih reksa dana campuran yang alokasi investasi pada efek saham dan obligasinya akan disesuaikan oleh Manajer Investasi sesuai dengan kondisi pasar.

    Sementara bagi yang ingin menikmati pertumbuhan investasinya secara optimal dalam jangka panjang, maka reksa dana saham adalah pilihan yang paling tepat.

    “Saat ini SAM memiliki produk terbaik yang dapat digunakan untuk menyiapkan dana pendidikan buah hati. Kami mengelola reksa dana pendapatan tetap SAM Sukuk Syariah Sejahtera, reksa dana campuran SAM Dana Berkembang dan SAM Syariah Berimbang, serta reksa dana SAM Indonesian Equity Fund dan SAM Sharia Equity Fund,” tambah Agus.

    Kinerja produk SAM termasuk yang terbaik di kelasnya masih-masing dan menjadi unggulan lembaga pemeringkat reksa dana serta menjadi pilihan cerdas para investor berpengalaman. Per akhir April 2014, SAM Dana Berkembang, reksa dana campuran yang diluncurkan pada tahun 1997, memberikan imbal hasil rata-rata sebesar  16,9 % per tahun (CAGR) selama 17 tahun terakhir, sehingga terbukti bisa lebih tinggi dari tingkat inflasi pada periode yang sama. Produk reksa dana campuran syariah yang lebih baru, SAM Syariah Berimbang, membukukan imbal hasil rata-rata sebesar 17,3 % per tahun dalam tiga tahun terakhir.

    Sementara kinerja rata-rata untuk reksa dana saham, SAM Indonesian Equity Fund  dan SAM Sharia Equity Fund, masing-masing sebesar 31,5 % dan 22,4 % per tahun sejak diluncurkan

    “Kinerja tersebut merupakan hasil dari keahlian meracik strategi investasi yang tepat, pengalaman, serta upaya untuk selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah.

    Bagi kami, mengelola investasi itu seperti membesarkan buah hati sendiri, harus amanah dan sepenuh hati dalam memberikan yang terbaik untuk pertumbuhannya.

    Seperti Anda, kami juga percaya pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia yang handal. Dan seperti kata peribahasa, jika ingin makmur setahun, bertanamlah padi dan biji-bijian. Jika ingin makmur sepuluh tahun, tanamlah kayu-kayuan. Tetapi jika ingin sejahtera seratus tahun, tumbuh-kembangkanlah sumber daya manusia, melalui pendidikan ” tegas Agus.

    ***

    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, Edisi Khusus Pendidikan, Mei 2014, halaman 5.

    Reksadana untuk Pendidikan - PrintAds -Kontan Setengah Hal

  • Reksa Dana SAM Untuk SemuaReksa Dana SAM Untuk SemuaReksa Dana SAM Untuk Semua

    Ada masa di Indonesia, di mana hanya institusi dan orang-orang kaya yang memiliki rekening di bank. Sebagian besar masyarakat masih menyimpan uangnya dalam bentuk kas. Bahkan pembayaran gaji para profesional pun masih dilakukan secara tunai. Yang membedakan adalah, ada yang menerima amplop gaji yang tipis, ada yang menerima yang lebih tebal.

    Kemudian ada deregulasi perbankan pada tahun 1988, yang memungkinkan masyarakat sudah bisa memiliki rekening tabungan dengan saldo awal hanya Rp 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) saja. Setelah itu banyak perusahaan pemberi kerja yang mewajibkan karyawannya untuk membuka rekening tabungan, sehingga pembayaran gaji mulai dilakukan secara giral. Sejak saat itu kita semua mengawali era menjadi Masyarakat Perbankan, di mana hampir semua aset finansial dan kebanyakan transaksi dilakukan secara giral. Saat ini, lebih dari 30 juta penduduk Indonesia sudah memiliki rekening di bank, dan telah terbiasa menyelesaikan transaksi melalui perbankan.

    Industri reksa dana terbuka (open-ended fund) baru diperkenalkan oleh pemerintah pada tahun 1996, dan sejak itu mengalami pertumbuhan sejalan dengan pemahaman masyarakat investor tentang perlunya berinvestasi pada produk reksa dana. Potensi pertumbuhannya sangat besar, dengan total dana kelolaan sebesar Rp 200 Triliun saat ini, baru 5,7% saja dari Dana Pihak Ketiga di perbankan yang mencapai nilai Rp 3.500 Triliun. Sementara jumlah investor yang hanya 162.000 orang, baru 0,07% dari jumlah penduduk. Berbeda dengan Thailand yang investor domestiknya sudah mencapai 4,7% dan Malaysia yang hampir 60 % dari populasinya memiliki produk reksa dana. Sehingga tidak mengherankan bila tingkat kesejahteraan di kedua negara tetangga tersebut, jauh lebih tinggi dari Indonesia.

    Menurut Agus B. Yanuar, Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM), “Masyarakat Indonesia memiliki potensi untuk mengejar ketertinggalannya dari negara-negara di kawasan, sehingga tidak dilecehkan dan bisa tegak sejajar dengan mereka. Antara lain dengan lebih cermat dan cerdas dalam menerapkan rencana keuangannya.”

    Reksa dana senantiasa menawarkan solusi dan pilihan beragam yang sesuai dengan tujuan investasi masing-masing investor. Ciri khas reksa dana adalah terjangkau dengan investasi awal hanya dengan Rp 100 ribu – Rp 250 ribu saja, dikelola oleh lembaga investasi resmi yang berizin dan diawasi oleh regulator, investasi atas nama investor, diversifikasi portofolio produk yang bisa dipilih sesuai dengan karakter investor dan bentang waktu investasinya, sangat likuid sehingga mudah dibeli dan dijual kapan saja, transparansi produk, serta kinerja historis yang optimal sesuai profil produknya masing-masing.

    Ciri khas seperti itu, memungkinkan reksa dana menjadi salah satu pilihan utama sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan keuangan masyarakat kita. Tersedia reksa dana, baik yang konvensional maupun yang syariah, yang bisa digunakan untuk pembiayaan rutin, pembelian aset di masa depan, dana pendidikan, perjalanan religi, persiapan dana pensiun, pengembangan usaha dan sebagai cadangan untuk pembiayaan lainnya yang tidak terduga pada masa yang akan datang.

    Saat ini SAM mengelola reksa dana untuk publik yang mempunyai rekam jejak dan kinerja yang memuaskan, beberapa di antaranya adalah yang terbaik di kelasnya, yaitu: SAM Sukuk Syariah Sejahtera (RD syariah yang berinvestasi pada efek sukuk), SAM Syariah Berimbang (isi portofolionya terdiri atas efek sukuk dan saham syariah), SAM Sharia Equity Fund (berisi saham syariah), SAM Dana Berkembang (berinvestasi pada obligasi dan saham konvensional) dan SAM Indonesian Equity Fund (reksa dana saham konvensional)

    Sebagai ‘Your Lifelong Investor Partner’, imbuh Agus, melalui reksa dana,  SAM mengajak masyarakat untuk bertransformasi menjadi Masyarakat Investasi dengan menikmati semua potensi terbaik dari pasar modal Indonesia. Sekaligus menjadi mitra terbaik bagi investor institusi dan perorangan dalam meraih masa depan yang lebih makmur dan sejahtera, dengan menjadikan Reksa Dana SAM untuk Semua. ***

     

    Artikel juga dimuat di Tabloid Kontan, edisi Maret 2014.

    RD SAM utk Semua

    Ada masa di Indonesia, di mana hanya institusi dan orang-orang kaya yang memiliki rekening di bank. Sebagian besar masyarakat masih menyimpan uangnya dalam bentuk kas. Bahkan pembayaran gaji para profesional pun masih dilakukan secara tunai. Yang membedakan adalah, ada yang menerima amplop gaji yang tipis, ada yang menerima yang lebih tebal.

    Kemudian ada deregulasi perbankan pada tahun 1988, yang memungkinkan masyarakat sudah bisa memiliki rekening tabungan dengan saldo awal hanya Rp 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) saja. Setelah itu banyak perusahaan pemberi kerja yang mewajibkan karyawannya untuk membuka rekening tabungan, sehingga pembayaran gaji mulai dilakukan secara giral. Sejak saat itu kita semua mengawali era menjadi Masyarakat Perbankan, di mana hampir semua aset finansial dan kebanyakan transaksi dilakukan secara giral. Saat ini, lebih dari 30 juta penduduk Indonesia sudah memiliki rekening di bank, dan telah terbiasa menyelesaikan transaksi melalui perbankan.

    Industri reksa dana terbuka (open-ended fund) baru diperkenalkan oleh pemerintah pada tahun 1996, dan sejak itu mengalami pertumbuhan sejalan dengan pemahaman masyarakat investor tentang perlunya berinvestasi pada produk reksa dana. Potensi pertumbuhannya sangat besar, dengan total dana kelolaan sebesar Rp 200 Triliun saat ini, baru 5,7% saja dari Dana Pihak Ketiga di perbankan yang mencapai nilai Rp 3.500 Triliun. Sementara jumlah investor yang hanya 162.000 orang, baru 0,07% dari jumlah penduduk. Berbeda dengan Thailand yang investor domestiknya sudah mencapai 4,7% dan Malaysia yang hampir 60 % dari populasinya memiliki produk reksa dana. Sehingga tidak mengherankan bila tingkat kesejahteraan di kedua negara tetangga tersebut, jauh lebih tinggi dari Indonesia.

    Menurut Agus B. Yanuar, Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM), “Masyarakat Indonesia memiliki potensi untuk mengejar ketertinggalannya dari negara-negara di kawasan, sehingga tidak dilecehkan dan bisa tegak sejajar dengan mereka. Antara lain dengan lebih cermat dan cerdas dalam menerapkan rencana keuangannya.”

    Reksa dana senantiasa menawarkan solusi dan pilihan beragam yang sesuai dengan tujuan investasi masing-masing investor. Ciri khas reksa dana adalah terjangkau dengan investasi awal hanya dengan Rp 100 ribu – Rp 250 ribu saja, dikelola oleh lembaga investasi resmi yang berizin dan diawasi oleh regulator, investasi atas nama investor, diversifikasi portofolio produk yang bisa dipilih sesuai dengan karakter investor dan bentang waktu investasinya, sangat likuid sehingga mudah dibeli dan dijual kapan saja, transparansi produk, serta kinerja historis yang optimal sesuai profil produknya masing-masing.

    Ciri khas seperti itu, memungkinkan reksa dana menjadi salah satu pilihan utama sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan keuangan masyarakat kita. Tersedia reksa dana, baik yang konvensional maupun yang syariah, yang bisa digunakan untuk pembiayaan rutin, pembelian aset di masa depan, dana pendidikan, perjalanan religi, persiapan dana pensiun, pengembangan usaha dan sebagai cadangan untuk pembiayaan lainnya yang tidak terduga pada masa yang akan datang.

    Saat ini SAM mengelola reksa dana untuk publik yang mempunyai rekam jejak dan kinerja yang memuaskan, beberapa di antaranya adalah yang terbaik di kelasnya, yaitu: SAM Sukuk Syariah Sejahtera (RD syariah yang berinvestasi pada efek sukuk), SAM Syariah Berimbang (isi portofolionya terdiri atas efek sukuk dan saham syariah), SAM Sharia Equity Fund (berisi saham syariah), SAM Dana Berkembang (berinvestasi pada obligasi dan saham konvensional) dan SAM Indonesian Equity Fund (reksa dana saham konvensional)

    Sebagai ‘Your Lifelong Investor Partner’, imbuh Agus, melalui reksa dana,  SAM mengajak masyarakat untuk bertransformasi menjadi Masyarakat Investasi dengan menikmati semua potensi terbaik dari pasar modal Indonesia. Sekaligus menjadi mitra terbaik bagi investor institusi dan perorangan dalam meraih masa depan yang lebih makmur dan sejahtera, dengan menjadikan Reksa Dana SAM untuk Semua. ***

     

    Artikel juga dimuat di Tabloid Kontan, edisi Maret 2014.

    RD SAM utk Semua

    Ada masa di Indonesia, di mana hanya institusi dan orang-orang kaya yang memiliki rekening di bank. Sebagian besar masyarakat masih menyimpan uangnya dalam bentuk kas. Bahkan pembayaran gaji para profesional pun masih dilakukan secara tunai. Yang membedakan adalah, ada yang menerima amplop gaji yang tipis, ada yang menerima yang lebih tebal.

    Kemudian ada deregulasi perbankan pada tahun 1988, yang memungkinkan masyarakat sudah bisa memiliki rekening tabungan dengan saldo awal hanya Rp 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) saja. Setelah itu banyak perusahaan pemberi kerja yang mewajibkan karyawannya untuk membuka rekening tabungan, sehingga pembayaran gaji mulai dilakukan secara giral. Sejak saat itu kita semua mengawali era menjadi Masyarakat Perbankan, di mana hampir semua aset finansial dan kebanyakan transaksi dilakukan secara giral. Saat ini, lebih dari 30 juta penduduk Indonesia sudah memiliki rekening di bank, dan telah terbiasa menyelesaikan transaksi melalui perbankan.

    Industri reksa dana terbuka (open-ended fund) baru diperkenalkan oleh pemerintah pada tahun 1996, dan sejak itu mengalami pertumbuhan sejalan dengan pemahaman masyarakat investor tentang perlunya berinvestasi pada produk reksa dana. Potensi pertumbuhannya sangat besar, dengan total dana kelolaan sebesar Rp 200 Triliun saat ini, baru 5,7% saja dari Dana Pihak Ketiga di perbankan yang mencapai nilai Rp 3.500 Triliun. Sementara jumlah investor yang hanya 162.000 orang, baru 0,07% dari jumlah penduduk. Berbeda dengan Thailand yang investor domestiknya sudah mencapai 4,7% dan Malaysia yang hampir 60 % dari populasinya memiliki produk reksa dana. Sehingga tidak mengherankan bila tingkat kesejahteraan di kedua negara tetangga tersebut, jauh lebih tinggi dari Indonesia.

    Menurut Agus B. Yanuar, Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM), “Masyarakat Indonesia memiliki potensi untuk mengejar ketertinggalannya dari negara-negara di kawasan, sehingga tidak dilecehkan dan bisa tegak sejajar dengan mereka. Antara lain dengan lebih cermat dan cerdas dalam menerapkan rencana keuangannya.”

    Reksa dana senantiasa menawarkan solusi dan pilihan beragam yang sesuai dengan tujuan investasi masing-masing investor. Ciri khas reksa dana adalah terjangkau dengan investasi awal hanya dengan Rp 100 ribu – Rp 250 ribu saja, dikelola oleh lembaga investasi resmi yang berizin dan diawasi oleh regulator, investasi atas nama investor, diversifikasi portofolio produk yang bisa dipilih sesuai dengan karakter investor dan bentang waktu investasinya, sangat likuid sehingga mudah dibeli dan dijual kapan saja, transparansi produk, serta kinerja historis yang optimal sesuai profil produknya masing-masing.

    Ciri khas seperti itu, memungkinkan reksa dana menjadi salah satu pilihan utama sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan keuangan masyarakat kita. Tersedia reksa dana, baik yang konvensional maupun yang syariah, yang bisa digunakan untuk pembiayaan rutin, pembelian aset di masa depan, dana pendidikan, perjalanan religi, persiapan dana pensiun, pengembangan usaha dan sebagai cadangan untuk pembiayaan lainnya yang tidak terduga pada masa yang akan datang.

    Saat ini SAM mengelola reksa dana untuk publik yang mempunyai rekam jejak dan kinerja yang memuaskan, beberapa di antaranya adalah yang terbaik di kelasnya, yaitu: SAM Sukuk Syariah Sejahtera (RD syariah yang berinvestasi pada efek sukuk), SAM Syariah Berimbang (isi portofolionya terdiri atas efek sukuk dan saham syariah), SAM Sharia Equity Fund (berisi saham syariah), SAM Dana Berkembang (berinvestasi pada obligasi dan saham konvensional) dan SAM Indonesian Equity Fund (reksa dana saham konvensional)

    Sebagai ‘Your Lifelong Investor Partner’, imbuh Agus, melalui reksa dana,  SAM mengajak masyarakat untuk bertransformasi menjadi Masyarakat Investasi dengan menikmati semua potensi terbaik dari pasar modal Indonesia. Sekaligus menjadi mitra terbaik bagi investor institusi dan perorangan dalam meraih masa depan yang lebih makmur dan sejahtera, dengan menjadikan Reksa Dana SAM untuk Semua. ***

     

    Artikel juga dimuat di Tabloid Kontan, edisi Maret 2014.

    RD SAM utk Semua

  • Mengatur Keuangan Keluarga di Awal TahunMengatur Keuangan Keluarga di Awal Tahun

    Tahun 2014 hampir tiba. Selain mempersiapkan pesta akhir tahun, artinya juga tiba waktu untuk mengatur kembali perencanaan keuangan keluarga Anda dalam setahun ke depan.

    Mengatur keuangan dengan baik akan memberikan banyak manfaat, antara lain pertama mencapai cita-cita keluarga, seperti pendidikan berkualiatas untuk anak, merencanakan dana pensiun, membeli rumah kedua yang lebih besar, membeli mobil, memulai bisnis/usaha. Kedua, mengantisipasi terjadinya masalah keuangan keluarga, seperti sampai terbelit hutang. Dengan melakukan perencanaan keuangan, risiko yang mungkin timbul dapat diantisipasi. Ketiga, selalu ada kontrol arus keluar masuk keuangan keluarga, sehingga bisa dideteksi dengan baik dan tidak ada istilah “Lebih besar pasak daripada tiang”

    Apa yang harus kembali dilakukan di awal tahun ini dalam mengatur keuangan keluarga?

    MengaturKeuanganKeluarga

     1. Evaluasi (review)

    Waktunya Anda membuka ulang dan megumpulkan semua catatan keuangan Anda dan melihat bagaimana kondisi keuangan Anda tahun ini. Apakah sudah sesuai dengan perencanaan di awal tahun sebelumnya? Jika sudah sesuai, Anda bisa teruskan atau ditambahkan dengan rencana tahun mendatang. Jika belum sesuai, Anda perlu mengecek terlebih dahulu dimana letak kesalahannya, sehingga tidak akan terjadi kesalahan kembali pada rencana tahun 2014 ini.

     2.  Financial Check Up.

    Ketahui semua pengeluaran dan pemasukan Anda. Setelah melakukan evaluasi, yang pertama harus dilakukan adalah melakukan identifikasi apa saja pengeluaran keluarga Anda dan terutama mengetahui darimana saja sumber pemasukan keuangan Anda dan berapa besarnya. Tahap pertama ini penting dilakukan untuk mengenali kemampuan keuangan Anda.

     3.  Susun Tujuan Keuangan

    Kenapa banyak orang memiliki masalah keuangan? Penghasilan tidak mencukupi biaya hidup, bahkan tidak dapat membayar hutang? Ternyata alasan utamanya adalah karena mereka tidak merencanakan kemana uang yang mereka miliki akan digunakan. Elemen penting dalam perencanaan keuangan yang baik adalah tujuan-tujuan keuangan yang jelas. Terdapat 2 (dua) faktor yang harus kita perhatikan dalam menetapkan tujuan keuangan yaitu jangka waktu dan jenis kebutuhan.

    Berdasarkan jangka waktu, kita dapat membagi tujuan keuangan menjadi :

    • Dimulai dengan keperluan keuangan saat ini, artinya berapa besar dana dalam bentuk likuid yang tersedia sebagai sumber dana untuk mencukupi kebutuhan keluarga, mulai dari keperluan pembayaran listrik, telepon, uang sekolah anak, transportasi, sampai dengan kebutuhan di akhir minggu, seperti makan di restoran, jalan-jalan. Kebutuhan ini perlu dirancang dan dianggarkan dananya agar dapat dikontrol secara rutin setiap bulannya.
    • Tujuan keuangan jangka pendek yang hanya memerlukan waktu 1 tahun untuk mencapainya (misal menabung untuk membeli motor, laptop) atau dana untuk keperluan berlibur keluarga yang dapat direncanakan berulang setiap tahun.
    • Sedangkan tujuan keuangan jangka menengah adalah rencana yang memerlukan waktu 2 sampai 5 tahun untuk mencapainya (misal investasi untuk menyediakan biaya pendidikan anak, membeli rumah).

    Bagaimana dengan kebutuhan biaya pendidikan anak Anda? Misal tahun depan anak Anda mulai masuk SMP, apakah investasi yang sudah Anda lakukan tahun sebelumnya sudah mencukupi untuk biaya uang pangkalnya? Jika belum dialokasikan, Anda hanya tinggal punya 1.5 tahun untuk mempersiapkan menjelang tahun ajaran baru tahun berikutnya. Saat ini kita tahu bahwa semakin lama dana pendidikan akan semakin memberatkan kantong Anda sebagai orang tua, tetapi semakin awal kita mempersiapkannya melalui investasi akan semakin ringan untuk dilakukan.

    Tujuan keuangan jangka panjang. Dikategorikan sebagai keperluan Anda minimal pada 5 tahun mendatang. Apakah investasi untuk tujuan dana pensiun Anda sudah sesuai dengan targetnya hingga akhir tahun ini? Apakah produk investasi yang kita pilih sudah sesuai dengan kebutuhan? Jika sudah sesuai, Anda teruskan dengan rancangan investasi yang sudah dilakukan tahun sebelumnya. Jika belum dilakukan, segera hitung kebutuhan dana pensiun Anda mulai sekarang, dan segera lakukan investasi untuk memenuhinya. Jangan ditunda! Pikirkan juga bagaimana cara mencapainya, mungkin dengan menyisihkan dana tersendiri setiap bulannya untuk tujuan tersebut.

    Kebutuhan Dana Darurat pun perlu disusun sebagai proteksi atau uang jaga-jaga atas resiko kematian/kecelakaan atas diri Anda sebagai pemberi sumber dana keluarga.

    Sedangkan berdasarkan jenis kebutuhan, Anda dapat membagi tujuan keuangan menjadi 3 jenis barang, seperti: Barang konsumsi, yaitu barang yang rutin kita gunakan, relatif harga murah, tetapi kebutuhan akumulasinya menjadi cukup besar setiap tahunnya (misal kebutuhan pasta gigi, sabun mandi, sabun cuci, shampo, bahan makanan). Selanjutnya adalah barang tahan lama, yaitu barang yang jarang dibeli, harganya relatif mahal tetapi dapat digunakan untuk jangka waktu lama, minimal 3 tahun, sehingga untuk memenuhinya kita dapat melakukan investasi sebelumnya (misal mobil, motor, TV). Dan yang terakhir adalah barang tidak berwujud, adalah barang yang tidak dapat disentuh tetapi sangat diperlukan untuk keluarga Anda, yaitu biaya kesehatan, biaya pendidikan, biaya hidup pensiun Anda, biaya berlibur. Kebutuhan akan barang ini dapat disesuaikan sesuai prioritas kapan barang tersebut diperlukan, apakah harus segera disediakan atau masih dapat ditunda untuk memenuhi kebutuhan lain terlebih dahulu.

    Langkah selanjutnya dari menyusun tujuan keuangan keluarga adalah melakukan klasifikasi dan prioritas tujuan keuangan kita berdasarkan kedua kategori di atas.

    4.  Buat Anggaran Belanja Keluarga.

    Selanjutnya buat anggaran belanja Anda. Hitung biayanya. Pada tahap ini seharusnya dibuat sangat rinci dengan sudah memasukkan nilai nominal rupiah untuk setiap anggaran yang mengaju kepada semua tujuan keuangan, termasuk kebutuhan-kebutuhan mendasar keluarga Anda.

    Yang terpenting, nilai yang Anda masukkan adalah angka wajar, agar Anda dapat mengetahui perkiraan kondisi nyata kebutuhan keluarga Anda selama setahun ke depan.

    Faktor Inflasi merupakan hal penting yang harus dimasukkan ke dalam perhitungan biaya yang Anda perlukan di masa mendatang.

     5. Eksekusi

    Lakukan apa yang sudah Anda susun di rencana keuangan.

     6. Komitmen

    Perencanaan keuangan yang bagus, tanpa dibarengi kedisiplinan tidak akan ada artinya. Jadi perlu ada komitmen bagi Anda akan secara disiplin menjalankan rencana keuangan keluarga Anda sendiri.

    7. Kembali ke Evaluasi

    Evaluasi penting dilakukan untuk mengetahui apakah rencana keuangan Anda masih sesuai. Misal investasi untuk tujuan pendidikan anak direview secara rutin 3 bulanan, apakah hasil investasi sudah sesuai dengan ekspektasi return yang diharapkan, apakah ada kenaikan nilai uang sekolah, sehingga nilai investasi Anda harus ditambah?

    Tetapi jangan pula terlalu ketat memonitor investasi Anda, karena tujuan keuangan yang Anda susun adalah untuk jangka menengah atau panjang.

    Akhirnya, terasa mudah bukan jika mengatur keluangan keluarga dilakukan dengan rencana yang baik dan dilakukan secara bertahap dan disiplin?

    Anda dan keluarga akan dapat menikmati rencana berlibur Anda di tahun mendatang dengan tenang tanpa dibayangi kekhawatiran terjadi kesalahan pengeluaran dana yang berlebihan dari sumber dana keluarga Anda.

    Siapkan kembang api, kita songsong tahun 2014 dengan semangat mengatur keuangan keluarga dengan lebih baik lagi !

    ***

    Ayu Widuri
    Vice President, Head of Marketing  PT Samuel Aset Manajemen

    (artikel juga dimuat di Harian Nasional, 15 Desember 2013, halaman A8)