Samuel Aset Manajemen

Author: samadmin

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Senin 17 Mei 2021

    Kilas Pasar

     

    Pasar global bergerak menguat secara kompak pada Jumat (14/5). Dow naik 360,68 poin atau 1,06% menjadi 34.382,13. Kemudian S&P 500 juga naik 1,49% menjadi 4.173,85, begitupun Nasdaq yang naik paling tinggi 2,32% menjadi 13.429,86. Dari Eropa, FTSE naik 1,15% atau 80,28 poin menjadi 7.043,61 sementara Stoxx600 naik 1,19% atau 5,21 poin menjadi 442,53.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.197.5. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent pagi ini melemah masing-masing sebesar 0,17% dan 0,35%. Hari ini Nikkei 225 dibuka turun 0,24% begitupun Kospi dibuka melemah 0,23%. Indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq futures melemah masing-masing 0,21%, 0,19%, dan dan 0,26%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Singapura berencana untuk menutup sebagian besar sekolah hingga 28 Mei setelah melaporkan 38 kasus baru infeksi Covid-19 pada hari Minggu. Negara kota itu juga mungkin menghadapi pengiriman vaksin yang lebih lambat selama beberapa bulan ke depan. Dari negara lain, Taiwan sedang berlomba untuk mengatasi wabah virus terburuknya, dengan pemerintah menyerukan agar lebih banyak bekerja dari rumah setelah rekor 206 kasus lokal baru dilaporkan pada Minggu. Di India, ada tanda-tanda ribuan orang meninggal setiap hari daripada yang ditunjukkan oleh data pemerintah. Sementara itu, Inggris sedang bersiap untuk melonggarkan pembatasan pada hari Senin dan rata-rata kasus virus baru selama satu minggu di AS turun ke level terendah sejak Juni 2020. (Bloomberg)

     

    Kalangan dunia usaha, ekonom, dan parlemen meminta pemerintah membatalkan rencana kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) tahun depan. Kenaikan PPN akan memukul daya beli masyarakat menengah ke bawah yang belum pulih dari pandemi. Jika tarif PPN tetap dipaksakan naik, pertumbuhan ekonomi bisa kembali terkontraksi. Untuk meningkatkan penerimaan negara, pemerintah lebih baik menggunakan metode ekstensifikasi atau memperluas basis pembayar pajak. Sedangkan metode intensifikasi dengan menaikkan tarif PPN hanya tepat dilakukan ketika basis pajak sudah cukup besar dan kondisi ekonomi sedang bertumbuh cepat agar tidak mengalami panas berlebih (overheating). (Investor Daily)

     

    Usaha Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden agar paket belanja infrastrukturnya disetujui kedua kubu di Kongres akan dibahas pekan ini. Biden pekan lalu setuju untuk mengurangi cakupan rancangan undang-undang (RUU) itu menjadi proyek-proyek infrastruktur yang biasa, serta berkompromi tentang cara membiayainya. Dalam pertenuan dengan pimpinan senat Demokrat dan Republik di Gedung Putih pekan lalu, Biden menyatakan bersedia untuk memecah rencana infrastruktur senilai total US$ 2,3 triliun itu menjadi RUU-RUU terpisah. Agar bagian pertamanya mendapatkan dukungan bipartisan di Senat. (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—17-Mei-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Selasa 11 Mei 2021

    Kilas Pasar

     

    Pasar global bergerak melemah secara kompak pada Senin (10/5). Dow turun 34,94 poin atau 0,10% menjadi 34.742,82. Kemudian S&P 500 juga turun 1,04% menjadi 4.188,43, begitupun Nasdaq yang turun paling dalam 2,55% menjadi 13.401,86. Dari Eropa, FTSE turun 0,08% atau 6,03 poin menjadi 7.123,68 sementara Stoxx600 naik 0,10% atau 0,46 poin menjadi 445,39.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.197.5. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent pagi ini melemah masing-masing sebesar 0,46% dan 0,42%. Hari ini Nikkei 225 dibuka turun 2,07% begitupun Kospi dibuka melemah 1,29%. Indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq futures melemah masing-masing 0,10%, 0,28%, dan dan 0,52%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Pemerintah negara-negara Afrika mengaku terkejut dengan perjuangan India untuk melawan gelombang baru infeksi virus corona Covid-19. Afrika khawatir bakal kekurangan vaksin buatan Indian dalam jangka panjang, sementara vaksin tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu melindungi rakyat Afrika. India yang kerap dijuluki sebagai apotek dunia mer upakan salah satu pemasok terbesar vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca di bawah program Covax – yang bertujuan membantu pelaksanaan vaksinasi di negara-negara miskin. (Investor Daily)

     

    Keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Indonesia berangsur meningkat. Ini tercermin dari hasil survei Bank Indonesia (BI) pada April 2021 terkait Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang sebesar 101,5 atau sudah masuk ke zona optimistis, membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang di level 93,4 atau masih berada di zona pesimistis. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, kembalinya IKK ke zona optimistis dengan level di atas 100 pada April 2021 merupakan yang pertama sejak mengalami penurunan hingga masuk zona pesimistis pada April 2020. (Investor Daily)

     

    Seorang pejabat WHO mengatakan pada hari Senin bahwa mereka mengklasifikasi ulang varian Covid yang sudah bermutasi untuk kali ketiga yang sangat menular yang menyebar di India sebagai “variant of concern,” yang menjadikannya ancaman kesehatan global. Varian baru yang dikenal sebagai B.1.617, telah ditemukan dalam studi pendahuluan untuk menyebar lebih banyak dan lebih mudah daripada virus asli dan ada beberapa bukti bahwa virus mungkin dapat menghindari beberapa perlindungan yang diberikan oleh vaksin. (CNBC)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—11-Mei-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Senin 10 Mei 2021

    Kilas Pasar

     

    Pasar global bergerak menguat secara kompak pada Jumat (7/5). Dow naik 229,23 poin atau 0,66% menjadi 34.777,76. Kemudian S&P 500 juga naik 0,74% menjadi 4.232,60, begitupun Nasdaq yang naik 0,88% menjadi 13.752,24. Dari Eropa, FTSE naik 0,76% atau 53,54 poin menjadi 7.129,71 dan Stoxx600 naik 0,89% atau 3,91 poin menjadi 444,93.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.285. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI pagi ini menguat sebesar 1,12%. Hari ini Nikkei 225 dibuka menguat 0,80% begitupun Kospi dibuka menguat 0,69%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq futures menguat masing-masing 0,28%, 0,25%, dan dan 0,19%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan, mata uang kripto (cryptocurrency) bukan merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia dan hanya rupiah satu-satunya yang diakui. Karena itu, bank sentral menilai, tidak ada urgensi untuk merevisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang demi mengakomodasi penggunaan mata uang kripto seperti Bitcoin. Lagi pula, BI menyampaikan bahwa UU mata uang bukan wewenang dari BI, melainkan pemerintah dan DPR. (Investor Daily)

     

    New Delhi memperpanjang penguncian aktivitasnya selama seminggu lagi dan mengadopsi pembatasan yang lebih ketat untuk mengendalikan gelombang baru infeksi Covid-19. India pada hari Minggu menemukan 403.736 kasus virus baru, serta lebih dari 4.000 kematian akibat Covid-19. Di sisi lian pembatasan social di Australia juga diperpanjang selama seminggu lagi di Sydney dan sekitarnya setelah pejabat kesehatan mengatakan mereka tidak dapat mengidentifikasi bagaimana seorang pria di komunitas tersebut tertular Covid-19. Di AS, kasus baru turun ke level terendah sejak akhir September dan kematian di Inggris telah melambat dengan lebih dari sepertiga populasi orang dewasa divaksinasi. Sementara di Hong Kong, di mana suntikan mudah dilakukan, jutaan orang menolak untuk mendapatkan vaksinasi. (Bloomberg)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—10-Mei-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Jumat 7 Mei 2021

    Kilas Pasar

     

    Pasar global mayoritas menguat pada perdagangan Kamis (6/5). Dow naik 318,19 poin atau 0,93% menjadi 34.548,53. Kemudian S&P 500 juga naik 0,82% menjadi 4.201,62, begitupun Nasdaq yang naik 0,37% menjadi 13.632,84. Dari Eropa, FTSE naik 0,52% atau 36,87 poin menjadi 7.076,17. Berbeda dari bursa global keseluruhan, Stoxx600 turun 0,12% atau 0,53 poin menjadi 441,02.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.319. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI pagi ini menguat sebesar 0,20% sedangkan Brent turun tipis 0,02%. Hari ini Nikkei 225 dibuka melemah 0,31% sedangkan Kospi dibuka menguat 0,19%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones dan S&P 500 melemah masing-masing 0,11% dan 0,05% sedangkan Nasdaq menguat 0,09%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Pemulihan perekonomian Indonesia semakin cepat sejak awal 2021, sehingga pengusaha bisa mulai membayar Tunjangan Hari Raya (THR) yang totalnya diperkirakan Rp 150 triliun. Masyarakat sudah menarik uang tunai Rp 99 triliun dari perbankan hingga H-7 Lebaran, dan diproyeksikan menembus Rp 152,14 triliun pada momen Idul Fitri tahun ini atau melonjak 39,33% dibanding tahun lalu. Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Imaduddin Sahabat mengatakan, bank sentral telah menyiapkan uang kartal Rp 152,14 triliun untuk kebutuhan penarikan uang tunai oleh masyarakat dari perbankan pada periode Lebaran tahun ini (Investor Daily)

     

    Pemerintahan Biden kemungkinan akan mempertahankan tekanan pada China dengan mempertahankan batasan pada investasi AS di perusahaan China tertentu yang diberlakukan di bawah mantan Presiden Donald Trump, melawan permohonan dari Wall Street untuk melonggarkan pembatasan. Daftar hitam perusahaan Trump yang terkait dengan militer China, yang diumumkan pada November, mencakup tiga perusahaan telekomunikasi terbesar di negara itu. Presiden Joe Biden mencoba untuk menavigasi hubungan dengan Beijing, karena ketegangan berkobar atas berbagai masalah mulai dari perdagangan hingga hak asasi manusia hingga postur militer di Laut China Selatan. Sementara itu, China telah mendesak negara-negara Barat untuk tidak terlibat dalam urusannya setelah para menteri luar negeri G-7 bersatu di balik serangkaian keluhan dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu. (Bloomberg)

     

    Bank of England (BoE) menyatakan bahwa perekonomian Inggris tahun ini akan pulih lebih kuat dari perkiraan. Karena Pemerintah Inggris telah melonggarkan aturan karantina terkait pandemic virus corona Covid-19 lebih cepat dari antisipasi awal. Prospek yang membaik itu menyusul bank sentral Inggris mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di level rendah 0,1% pada pertemuan kebijakan reguler pekan ini. (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—7-Mei-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Kamis 6 Mei 2021

    Kilas Pasar

     

    Pasar global mayoritas bergerak menguat pada perdagangan Rabu (5/5). Dow naik 97,31 poin atau 0,29% menjadi 34.230,34. Kemudian S&P 500 juga naik 0,07% menjadi 4.167,59, sedangkan Nasdaq melemah 0,37% menjadi 13.582,42. Dari Eropa, FTSE naik 1,68% atau 116,13 poin menjadi 7.093,30 sama seperti Stoxx600 yang naik 1,82% atau 7,90 poin menjadi 441,55.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.435. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI pagi ini melemah sebesar 0,82% begitupun dengan Brent yang turun 0,28%. Hari ini Nikkei 225 dan Kospi dibuka menguat masing-masing sebesar 1,30% dan 0,30%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq futures juga menguat tipis masing-masing 0,01%, 0,01% dan 0,09%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Arah pertumbuhan ekonomi nasional sudah berada di jalur yang tepat (on the right track). Kontraksi produk domestik bruto (PDB) yang mengecil pada kuartal I-2021 akan menjadi landasan yang kuat bagi perekonomian domestik untuk tumbuh 6,9-7,8% pada kuartal II-2021. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto mengungkapkan, produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal I-2021 masih terkontraksi atau minus 0,74% secara tahunan (year on year/ yoy). Angka itu membaik dibanding kuartal IV-2020 yang minus 2,19%, namun jauh lebih rendah dari kuartal sama tahun silam yang masih positif 2,97%. “Kontraksi pada kuartal I-2021 yang mengecil menunjukkan bahwa tanda-tanda pemulihan ekonomi akan semakin nyata,” tegas Suhariyanto saat mengumumkan pertumbuhan PDB kuartal I-2021 di Jakarta, Rabu (5/5). (Investor Daily)

     

    Hampir setengah dari pekerja Australia dan Selandia Baru mengatakan mereka kemungkinan akan mengundurkan diri dari pekerjaan mereka jika mereka tidak mendapatkan fleksibilitas yang memadai setelah Covid, menurut penelitian baru. Sekitar 47% karyawan yang disurvei oleh Ernst & Young mengatakan mereka mungkin akan berhenti daripada kembali ke jadwal kerja yang kaku seperti dulu. Jika diberi pilihan, 52% lebih menyukai fleksibilitas saat mereka bekerja, dibandingkan dengan 40% yang menginginkannya di tempat mereka bekerja. Tetapi 70% responden juga percaya bahwa pekerjaan jarak jauh sepenuhnya akan memengaruhi peluang karier mereka. Sebuah survei Accenture minggu ini menemukan hampir 80% pejabat layanan keuangan Amerika Utara menginginkan pekerja kembali ke kantor selama empat atau lima hari seminggu ketika pandemi telah berlalu, hal ini direspon oleh para karyawan dengan keyakinan yang rendah. (Bloomberg)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—6-Mei-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Rabu 5 Mei 2021

    Kilas Pasar

     

    Pasar global mayoritas bergerak melemah pada perdagangan Selasa (4/4). Dow naik tipis 19,80 poin atau 0,06% menjadi 34.133,03. Kemudian S&P 500 turun 0,67% menjadi 4.164,66, beigutupun Nasdaq yang melemah 1,88% menjadi 13.633,50. Dari Eropa, FTSE turun 0,67% atau 46,64 poin menjadi 6.923,17 sama seperti Stoxx600 turun 1,43% atau 6,27 poin menjadi 433,65.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.430 pada penutupan perdagangan kemarin. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI pagi ini menguat sebesar 2,70% begitupun dengan Brent yang menguat 2,77%. Hari ini Nikkei 225 dan Kospi libur. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones futures naik 0,14%, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq futures melemah masing-masing 0,57% dan 1,80%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Semua pihak kompak memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 masih mengalami kontraksi, meskipun tidak lebih dari 1% secara year on year (yoy) atau membaik dibandingkan kuartal sebelumnya yang tercatat kontraksi 2,19% (yoy). Namun demikian, pada kuartal II-2021 pertumbuhan ekonomi diprediksi mengalami pembalikan atau rebound hingga mencapai 7,8% (yoy). (Investor Daily)

     

    Pemerintah meyakini, pemulihan ekonomi di 2022 semakin baik sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi mencapai 5,8%. Untuk mencapai target tersebut dibutuhkan investasi sekitar Rp 5.891,4 triliun – Rp 5.931,8 triliun. (Investor Daily)

     

    G-7 sedang mempertimbangkan proposal AS untuk menentang ekonomi China yang bersifat koersif, seperti apa yang disampaikan AS. Sementara AS memiliki pandangan negatif terhadap Tiongkok daripada UE, Jerman, Italia, dan Prancis justru sedang menguat. Inggris berada di tempat yang lebih sulit. Sebagai tuan rumah G-7, mereka berusaha untuk bersifat netral, menjadikan tantangan bagi pemerintah Boris Johnson agar tidak teerlihat sebagai anti-China. Terlebih terdapat agenda pertemuan dua hari mendatang terkait proposal untuk membentuk kelompok yang disebut “Friends of Hong Kong”. (Bloomberg)

     

    Komoditas melonjak ke level tertinggi dalam hampir satu dekade karena ekonomi utama pulih dari pandemi. Permintaan logam, makanan dan energi melonjak, sedangkan pasokan berkurang akibat cuaca buruk merusak tanaman dan adanya kemacetan transportasi. Indeks Spot Komoditas Bloomberg, yang melacak harga untuk 23 bahan mentah, naik 0,8% pada Selasa ke level tertinggi sejak 2011 dan telah naik lebih dari 70% sejak Maret 2020. Goldman Sachs mengatakan bahwa komoditas dapat melonjak 13,5% lagi dalam enam bulan, dengan minyak mencapai US$ 80 per barel dan tembaga mencapai US$ 11.000 per ton. Namun, banyak pihak sedang mencari tahu apakah ini adalah awal dari supercycle atau bukan. (Bloomberg)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil. 

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—5-Mei-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Selasa 4 Mei 2021

    Kilas Pasar

     

    Pasar global mayoritas bergerak menguat pada perdagangan Senin (3/4). Dow naik 238,38 poin atau 0,70% menjadi 34.113,23. Kemudian S&P 500 juga naik  0,27% menjadi 4.92,66, sedangkan Nasdaq melemah 0,48% menjadi 13.895,12. Dari Eropa, Stoxx600 naik 0,58% atau 2,53 poin menjadi 439,92.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.450. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI pagi ini menguat sebesar 0,12% begitupun dengan Brent yang menguat 0,16%. Pagi ini Kospi turun 0,12% sedangkan Nikkei 225 masih libur hari ini. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq futures kompak melemah masing-masing 0,07%, 0,16% dan 0,20%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi pada April 2021 sebesar 0,13% secara month-to-month (mtm), naik dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi 0,08% (mtm). Adapun tingkat inflasi tahun kalender (Januari–April) 2021 sebesar 0,58% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2021 terhadap April 2020) sebesar 1,42%. Sebelumnya secara month-to-month, pada Januari 2021 inflasi tercatat 0,26%, sebesar 0,10% pada Februari 2021, dan pada Maret 2021 sebesar 0,08% (Investor Daily)

     

    Bukan hanya India. Gelombang Covid-19 baru yang ganas menyelimuti negara-negara berkembang di seluruh dunia. Laos dan Thailand, Bhutan dan Nepal, Fiji dan Trinidad & Tobago semuanya menderita, sebagian besar disebabkan karena varian virus tersebut lebih mudah menular, kurang pedulinya masyarakat serta fasilitas yang kurang memadai. Di India, Perdana Menteri Narendra Modi menolak tekanan untuk mengunci perekonomian meskipun kematian terus meningkat. Di Singapura, rumah sakit telah menunda pelaksanaan operasi selama tidak mendesak di tengah gejolak Covid-19 dalam beberapa bulan. Di tempat lain, pemerintah AS akan mendukung langkah Pfizer untuk mulai mengekspor dosis vaksin virus korona buatan AS, dan UE berencana untuk membuka kembali perbatasannya kira-kira akhir bulan Mei. (Bloomberg)

     

    Cryptocurrency seperti Bitcoin dan Ether akan hidup berdampingan “untuk sementara” dengan koin digital yang lebih ketat seperti yang dikeluarkan oleh bank sentral China, menurut Changpeng Zhao, CEO Binance. Aset digital yang diterbitkan oleh bank sentral tidak akan menawarkan kebebasan penggunaan yang sama dan tidak akan memiliki batasan pasokan, kata Zhao, yang menjalankan pertukaran Bitcoin terbesar di dunia. Sementara itu, dominasi Bitcoin dari total nilai pasar mata uang kripto menurun setelah saingan terbesar berikutnya Ether mencapai tonggak sejarah US$ 3.000. Bitcoin sekarang menyumbang sekitar 46% dari total nilai pasar crypto, turun dari sekitar 70% pada awal tahun, dan Ether sekarang mencapai 15%, menurut pelacak CoinGecko. (Bloomberg)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—4-Mei-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Senin 3 Mei 2021

    Kilas Pasar

     

    Pasar global mayoritas bergerak melemah pada perdagangan Jumat (30/4). Bursa AS kompak melemah dengan Dow turun 185,51 poin atau 0,54% menjadi 33.874,85. Kemudian S&P 500 dan Nasdaq juga melemah masing-masing 0,72% dan 0,85% menjadi 4.181,17, dan 13.962,68. Dari Eropa, FTSE naik 0,12% atau 8,33 poin menjadi 6.969,81, sedangkan Stoxx600 turun 0,31% atau 1,38 poin menjadi 437,39.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.445. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI pagi ini naik sebesar 0,46% begitupun dengan Brent yang menguat 0,59%, keduanya berada pada level US$63,87 dan US$ 67,05 per barrel. Pagi ini Kospi naik 0,11% sedangkan Nikkei 225 libur hari ini. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq futures kompak menguat masing-masing 0,40%, 0,40% dan 0,31%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) berencana segera menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan sejumlah BUMN karya terkait dengan penyertaan modal atau investasi senilai Rp 50-60 triliun oleh sovereign wealth fund (SWF) milik pemerintah RI tersebut. Direktur Utama LPI Ridha Wira kusumah menargetkan, penandatanganan MoU bisa dilakukan dalam rentang waktu sebulan ke depan. Kendati begitu, ia tidak merinci perusahaan-perusahaan yang bakal terlibat dalam kerja sama tersebut. Namun, ia sempat memberikan contoh, investasi akan dilakukan melalui pembelian tol yang nilainya berpotensi untuk ditingkatkan. (Investor Daily)

     

    Update Covid-19. Kematian per hari akibat virus korona di India mencapai rekor 3.689 pada hari Minggu. Krisis tersebut merugikan Perdana Menteri Narendra Modi dalam pemilihan umum, karena partai BJP yang berkuasa mengakui kekalahan di negara bagian Benggala Barat. Presiden AS Joe Biden melarang sebagian besar perjalanan ke AS dari India mulai Selasa, dan Malaysia melaporkan kasus pertama yang disebut varian India. Pembicaraan dimulai minggu ini antara AS dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengenai perluasan akses ke vaksin. India, Afrika Selatan, dan negara lain sedang mengupayakan keringanan dari WTO untuk memudahkan perlindungan kekayaan intelektual untuk vaksin Covid-19. Sementara itu, Singapura dan Malaysia mengumumkan kembalinya perjalanan lintas batas untuk keadaan darurat. (Bloomberg)

     

    Warren Buffett menyarankan para investor yang baru bermain di saham untuk memiliki portofolio beragam. Ia mengatakan itu pada rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan Berkshire Hathaway, Sabtu (1/5) waktu setempat. Buffett (90 tahun) memanfaatkan momen spesial tersebut seiring berbondong-bondong investor baru masuk ke pasar saham. Hal ini didasari melonjaknya kapitalisasi pasar saham-saham papan atas saat ini hingga sampai triliunan dolar AS, bukan lagi miliaran dolar AS (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—3-Mei-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Jumat 30 April 2021

    Kilas Pasar

     

    Pasar global bergerak variatif pada perdagangan Kamis (29/4). Bursa AS kompak menguat dengan Dow naik 239,98 poin atau 0,71% menjadi 34.060,36. Kemudian S&P 500 dan Nasdaq juga menguat masing-masing 0,68% dan 0,22% menjadi 4.211,47, dan 14.082,55. Bursa Eropa justru melemah dengan FTSE turun 0,03% atau 2,19 poin menjadi 6.961,48 dan Stoxx600 juga turun 0,26% atau 1,15 poin menjadi 438,77.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.450. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI pagi ini turun sebesar 0,52% begitupun dengan Brent yang turun 0,24%, keduanya berada pada level US$64,67 dan US$ 67,78 per barrel. Pagi ini Nikkei 225 dibuka melemah 0,51% begitupun Kospi yang turun 0,16%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq futures juga melemah masing-masing 0,10%, 0,20% dan 0,38%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Pemerintah menargetkan, ekonomi Indonesia pada 2022 tumbuh 5,2% – 6%, sedikit lebih tinggi dari target dalam asumsi dasar ekonomi makro APBN 2021 yang sebesar 5%. Untuk mencapai target tersebut, defisit APBN dalam postur makro fiskal 2022 ditargetkan dalam kisaran 4,51% – 4,85% terhadap produk domestik bruto (PDB) atau Rp 808,2 triliun hingga Rp 879,9 triliun. (Investor Daily)

     

    Dari AS, kenaikan harga-harga konsumen yang sifatnya dinilai hanya sementara tidak akan membuat The Federal Reserve (The Fed) menarik stimulus moneter yang telah digelontorkan ke dalam ekonomi Amerika Serikat (AS) selama pandemi Covid-19. Gubernur The Fed Jerome Powell dalam konferensi persnya Rabu (29/4) waktu setempat memastikan stimulus itu akan berlanjut. (Investor Daily)

     

    Regulator China telah memberlakukan batasan lebih lanjut pada divisi keuangan yang tumbuh cepat dari 13 perusahaan termasuk Tencent, ByteDance, JD.com, Meituan dan Didi, seiring dengan berlanjutnya tindakan keras negara itu terhadap raksasa internetnya. Banyak dari pembatasan yang sama sebelumnya diterapkan terhadap Ant Group milik Jack Ma. Persyaratan termasuk kepatuhan yang lebih ketat saat mendaftar di luar negeri dan membatasi monopoli informasi dan pengumpulan data pribadi. Perusahaan harus merestrukturisasi sayap keuangan mereka menjadi perusahaan induk, dan memutuskan “hubungan yang tidak tepat” antara layanan pembayaran dan produk keuangan mereka, kata regulator. Tidak jelas berapa lama perusahaan harus memberlakukan perubahan, atau bagaimana hal itu akan memengaruhi operasi inti mereka. (Bloomberg)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—30-April-2021.pub

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Kamis 29 April 2021

    Kilas Pasar

     

    Pasar global bergerak variatif pada perdagangan Rabu (28/4). Bursa AS kompak melemah dengan Dow turun 164,55 poin atau 0,48% menjadi 33.820,38. Kemudian S&P 500 dan Nasdaq juga melemah masing-masing 0,08% dan 0,28% menjadi 4.183,29, dan 14.051,03. Bursa Eropa justru menguat dengan FTSE naik 0,27% atau 18,70 poin menjadi 6.963,67 dan Stoxx600 juga naik 0,02% atau 0,07 poin menjadi 439,92.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.500. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI pagi ini tidak mengalami perubahan sedangkan Brent naik 0,27%, keduanya berada pada level US$63,86 dan US$ 66,71 per barrel. Pagi ini Nikkei 225 dibuka menguat 0,21% begitupun Kospi yang naik 0,45%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq futures menguat masing-masing 0,11%, 0,34% dan 0,63%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Kasus virus korona global naik untuk sembilan minggu berturut-turut, dengan rekor 5,7 juta, karena lonjakan 52% di India melebihi penurunan di sebagian besar wilayah, kata WHO. “Ini seperti perang,” kata Sanoj Chacko, manajer unit perawat di Rumah Sakit Moolchand di pusat kota Delhi. Pada Rabu pagi, kota itu hanya memiliki 13 tempat tidur perawatan intensif yang tersedia di kota berpenduduk lebih dari 16 juta orang. Di Eropa, langkah untuk memulai kembali aktivitas di luar rumah semakin cepat. Di Jepang, atlet di Olimpiade Tokyo musim panas ini akan diminta untuk mengikuti tes virus korona setiap hari. (Bloomberg)

     

    Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan, dirinya telah menetapkan sejumlah target jangka pendek 100 hari pertama masa jabatannya sebagai Menteri Investasi. Target tersebut dibagi dalam dua bagian yakni sisi internal dan eksternal. Untuk target internal, BKPM akan fokus pada konsolidasi organisasi dan penyelesaian pembangunan Online Single Submission (OSS) berbasis risiko. Sementara itu, terkait target eksternal, Bahlil akan mengejar realisasi target investasi tahun ini sebesar Rp 900 triliun sesuai arahan Presiden Jokowi. (Investor Daily)

     

    Ketua Federal Reserve Jerome Powell meningkatkan penilaiannya terhadap ekonomi AS tetapi mengatakan mereka belum siap untuk mengurangi dukungan terkait pandemi. “Indikator aktivitas ekonomi dan pekerjaan telah menguat,” kata Komite Pasar Terbuka Federal dalam sebuah pernyataan Rabu setelah menahan suku bunga kunci mendekati nol dan mempertahankan laju pembelian aset bulanan US$ 120 miliar. Optimisme yang tumbuh untuk pemulihan AS telah dibantu oleh vaksinasi yang semakin luas dan dukungan moneter dan fiskal yang agresif. Presiden Joe Biden pada Rabu akan mengungkap rencana besar senilai US$ 1,8 triliun untuk memperluas peluang pendidikan dan perawatan anak, sejalan dengan rencana bantuan pandemi senilai US$ 1,9 triliun dan rencana infrastruktur senilai US$ 2,25 triliun yang diusulkan. (Bloomberg)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—29-April-2021.pdf