Samuel Aset Manajemen

Author: samadmin

  • Merencanakan Dana Pendidikan Anak Melalui Reksa Dana SAMMerencanakan Dana Pendidikan Anak Melalui Reksa Dana SAMMerencanakan Dana Pendidikan Anak Melalui Reksa Dana SAM

    Merencanakan Dana Pendidikan Anak Melalui Reksa Dana SAMMerencanakan Dana Pendidikan Anak Melalui Reksa Dana SAMMerencanakan Dana Pendidikan Anak Melalui Reksa Dana SAM

    Mengantarkan si kecil pertama kali masuk sekolah merupakan bagian dari langkah awal dalam mewujudkan cita-cita si buah hati. Karena pendidikan adalah salah satu modal masa depan, kebanyakan orang tua memimipikan untuk dapat menyediakan pendidikan terbaik untuk si buah hati dan tidak jarang berkorban apapun juga agar dapat menyekolahkan sampai ke jenjang yang tertinggi. Namun, biaya pendidikan yang berkualitas tiap tahun terus membubung tinggi, sekitar 10%-20% setiap tahunnya, membuat orang tua harus ekstra cermat dalam memastikan tersedianya dana pendidikan sejak jauh-jauh hari.

    Associate Director PT Samuel Aset Manajemen (SAM), Ayu Widuri mengatakan “Untuk persiapan biaya pendidikan jangka panjang, orang tua dapat mempertimbangkan untuk “menabung” reksa dana karena secara jangka panjang produk investasi reksa dana dapat memberikan imbal hasil lebih optimal dan lebih tinggi dari tingkat inflasi.”

    “Reksa dana terdiri dari beberapa jenis, ada reksa dana pendapatan tetap, campuran dan saham. Baik yang konvensional maupun yang bersifat syariah. Dengan investasi awal yang terjangkau, dimulai dengan Rp 250 ribu saja, dapat diinvestasikan secara berkala dan dapat dibeli atau dicairkan kapan saja sesuai ketentuan yang berlaku di prospektus. Jadi reksa dana dapat digunakan sesuai dengan jangka waktu jenjang pendidikan tiap anak,” ujar Ayu lebih lanjut.

    Masing-masing reksa dana menawarkan potensi imbal hasil sesuai dengan profil dan karakteristik produk tersebut. Semakin tinggi potensi imbal hasil, biasanya diikuti pula dengan potensi risikonya. Kuncinya adalah bagaimana kita memilih reksa dana yang sesuai dengan karakter risiko, tujuan investasi dan terutama jangka waktu berinvestasinya.

    Menurut Ayu, investor yang ingin produk dengan risiko relatif rendah atau jangka waktu berinvestasinya di bawah tiga tahun, lebih baik memilih reksa dana pendapatan tetap. Sementara bagi yang ingin menikmati pertumbuhan investasinya secara optimal dalam jangka panjang, maka reksa dana saham adalah pilihan yang paling tepat.

    Bagi investor yang ingin menikmati potensi pertumbuhan saham, dan pada saat yang sama ingin meredam risiko penurunannya di tengah pasar yang fluktuatif, bisa memilih reksa dana campuran yang alokasi investasi pada efek saham dan obligasinya akan disesuaikan oleh Manajer Investasi sesuai dengan kondisi pasar.

    Saat ini SAM memiliki produk terbaik yang dapat digunakan untuk menyiapkan dana pendidikan buah hati. Kami mengelola reksa dana saham SAM Indonesian Equity, dan SAM Sharia Equity Fund. Reksa dana campuran SAM Dana Berkembang Fund dan SAM Syariah Berimbang, dan reksa dana pendapatan tetap SAM Sukuk Syariah Sejahtera,” tambah Ayu.
    Kinerja produk SAM termasuk yang terbaik di kelasnya masih-masing dan menjadi unggulan lembaga pemeringkat reksa dana serta menjadi pilihan cerdas para investor berpengalaman. Kinerja tersebut merupakan hasil dari keahlian meracik strategi investasi yang tepat, pengalaman, serta semangat untuk selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah.
    Dengan memahami dan menjadikan reksa dana sebagai suatu pilihan investasi sejak dini maka dana pendidikan anak dapat terencana dengan baik, sehingga orang tua tidak perlu merasa khawatir dengan masa depan pendidikan si buah hati di kemudian hari. Masa depan anak-anak kita adalah tanggung jawab kita. Rencanakan mulai sekarang.
    Mengantarkan si kecil pertama kali masuk sekolah merupakan bagian dari langkah awal dalam mewujudkan cita-cita si buah hati. Karena pendidikan adalah salah satu modal masa depan, kebanyakan orang tua memimipikan untuk dapat menyediakan pendidikan terbaik untuk si buah hati dan tidak jarang berkorban apapun juga agar dapat menyekolahkan sampai ke jenjang yang tertinggi. Namun, biaya pendidikan yang berkualitas tiap tahun terus membubung tinggi, sekitar 10%-20% setiap tahunnya, membuat orang tua harus ekstra cermat dalam memastikan tersedianya dana pendidikan sejak jauh-jauh hari.

    Associate Director PT Samuel Aset Manajemen (SAM), Ayu Widuri mengatakan “Untuk persiapan biaya pendidikan jangka panjang, orang tua dapat mempertimbangkan untuk “menabung” reksa dana karena secara jangka panjang produk investasi reksa dana dapat memberikan imbal hasil lebih optimal dan lebih tinggi dari tingkat inflasi.”

    “Reksa dana terdiri dari beberapa jenis, ada reksa dana pendapatan tetap, campuran dan saham. Baik yang konvensional maupun yang bersifat syariah. Dengan investasi awal yang terjangkau, dimulai dengan Rp 250 ribu saja, dapat diinvestasikan secara berkala dan dapat dibeli atau dicairkan kapan saja sesuai ketentuan yang berlaku di prospektus. Jadi reksa dana dapat digunakan sesuai dengan jangka waktu jenjang pendidikan tiap anak,” ujar Ayu lebih lanjut.

    Masing-masing reksa dana menawarkan potensi imbal hasil sesuai dengan profil dan karakteristik produk tersebut. Semakin tinggi potensi imbal hasil, biasanya diikuti pula dengan potensi risikonya. Kuncinya adalah bagaimana kita memilih reksa dana yang sesuai dengan karakter risiko, tujuan investasi dan terutama jangka waktu berinvestasinya.

    Menurut Ayu, investor yang ingin produk dengan risiko relatif rendah atau jangka waktu berinvestasinya di bawah tiga tahun, lebih baik memilih reksa dana pendapatan tetap. Sementara bagi yang ingin menikmati pertumbuhan investasinya secara optimal dalam jangka panjang, maka reksa dana saham adalah pilihan yang paling tepat.

    Bagi investor yang ingin menikmati potensi pertumbuhan saham, dan pada saat yang sama ingin meredam risiko penurunannya di tengah pasar yang fluktuatif, bisa memilih reksa dana campuran yang alokasi investasi pada efek saham dan obligasinya akan disesuaikan oleh Manajer Investasi sesuai dengan kondisi pasar.

    Saat ini SAM memiliki produk terbaik yang dapat digunakan untuk menyiapkan dana pendidikan buah hati. Kami mengelola reksa dana saham SAM Indonesian Equity, dan SAM Sharia Equity Fund. Reksa dana campuran SAM Dana Berkembang Fund dan SAM Syariah Berimbang, dan reksa dana pendapatan tetap SAM Sukuk Syariah Sejahtera,” tambah Ayu.

    Kinerja produk SAM termasuk yang terbaik di kelasnya masih-masing dan menjadi unggulan lembaga pemeringkat reksa dana serta menjadi pilihan cerdas para investor berpengalaman. Kinerja tersebut merupakan hasil dari keahlian meracik strategi investasi yang tepat, pengalaman, serta semangat untuk selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah.

    Dengan memahami dan menjadikan reksa dana sebagai suatu pilihan investasi sejak dini maka dana pendidikan anak dapat terencana dengan baik, sehingga orang tua tidak perlu merasa khawatir dengan masa depan pendidikan si buah hati di kemudian hari. Masa depan anak-anak kita adalah tanggung jawab kita. Rencanakan mulai sekarang.

    ***

    Artikel dimuat di Harian Kontan, 2 Mei 2016.

    Pendidikan - PrintAds SAM - Feb 2016 - Kontan

     

  • Reksa Dana Syariah, Pilihan Menarik Instrumen Investasi Reksa Dana Syariah, Pilihan Menarik Instrumen Investasi

    Reksa Dana Syariah, Pilihan Menarik Instrumen Investasi Reksa Dana Syariah, Pilihan Menarik Instrumen Investasi

    Sejatinya reksa dana syariah memiliki prinsip yang sama dengan reksa dana konvensional dalam hal analisis dan prinsip kehati-hatian. Perbedaan paling dasar di antara keduanya terletak dalam pemilihan perusahaan yang akan digunakan dalam portofolio investasi. Perusahaan yang dapat dipilih dalam reksa dana berbasis syariah adalah perusahaan yang mengikuti prinsip syariah dan terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES) karena tidak semua perusahaan dapat dipilih.

    Perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam DES pun akan ditinjau kembali setiap enam bulan sekali untuk memastikan perusahaan tersebut tetap mengikuti prinsip syariah. Dalam jangka waktu tersebut pula DES akan melakukan penyesuaian apabila ada perusahaan yang baru tercatat atau dihapuskan. Selain perusahaan, efek sukuk dan pasar uang syariah pun menjadi tempat untuk menanamkan investasinya.

    Hal ini membuat reksa dana syariah menarik untuk dijadikan divergensi portofolio investasi. Biasanya, ketika reksa dana konvensional dalam kondisi menurun, reksa dana syariah akan mengalami penguatan. Dengan demikian, investor akan selalu mendapatkan keuntungan di kondisi apapun. Walaupun tak menutup kemungkinan kedua reksa dana tersebut akan mengalami kenaikan dan penurunan pada saat yang bersamaan.

    Chief Operating Officer PT Samuel Aset Manajemen (SAM), Intan Syah Ichsan menyatakan reksadana syariah dapat memberikan imbal hasil yang menarik, sama seperti reksa dana konvensional. “Tak dapat dipungkiri dalam dua-tiga tahun terakhir ini kondisi reksa dana syariah sedang menurun. Hal ini disebabkan harga komoditas yang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Walaupun demikian, kami optimis di tahun ini reksa dana syariah akan mengalami perbaikan,” ujar Ichsan.

    Optimisme ini berdasarkan pada keadaan domestik Indonesia yang membaik. Ichsan melihat pemerintah mulai solid dan tegas dalam membuat keputusan serta pendanaan infrastruktur yang mulai berjalan. Dengan demikian, confidence para investor pun mulai positif sehingga kondisi iklim investasi secara keseluruhan pun akan semakin membaik.

     Reksadana Syariah SAM

    SAM sebagai salah satu perusahaan manajemen investasi terbesar di Indonesia memiliki tiga produk yang dapat mewakili tiga karakter investasi seseorang, yaitu SAM Syariah Berimbang, SAM Sukuk Syariah Sejahtera, dan SAM Sharia Equity Fund. Ketiga produk ini dibuat untuk memberikan kebebasan bagi para investor ataupun calon investor untuk memilih yang sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan mereka.

    Menurut Ichsan, antusiasme masyarakat ataupun institusi di Indonesia terhadap produk reksa dana syariah cukup tinggi. Tak hanya di kalangan yang beragama Islam, tetapi juga bagi semua kalangan agama. “Di SAM terlihat banyak institusi non-Islam menempatkan investasinya di reksa dana syariah. Terutama institusi yang mementingkan ethical aspect dalam pemilihannya. Perusahaan yang tergabung dalam DES sudah terbukti menjalankan perusahaan sesuai dengan moral dan etika serta governance yang lebih ketat,” tutur Ichsan.

    Oleh sebab itu, reksa dana syariah pun menjadi semakin menarik untuk dijadikan sebagai instrumen investasi. Apalagi penyertaan minimum investasinya pun terbilang rendah. Di SAM, cukup dengan Rp 250 ribu Anda sudah bisa berinvestasi. Menarik bukan?

    ***

    Artikel juga tayang di Harian Kontan, 30 Mar 2016, hal 12

    Haji - PrintAds SAM -  2016 - Kontan

  • Perencanaan Keuangan: Persiapkan Dana Sedari Dini Perencanaan Keuangan:Persiapkan Dana Sedari Dini

    Perencanaan Keuangan: Persiapkan Dana Sedari Dini Perencanaan Keuangan:Persiapkan Dana Sedari Dini

    Setiap manusia memiliki keinginan yang berbeda-beda dengan kebutuhan dana yang berbeda pula. Besarnya dana tersebut, akan mempengaruhi jangka waktu persiapan. Semakin besar dana yang dibutuhkan, maka akan lebih baik jika melakukan persiapan dari sedini mungkin.

    “Sebelum memulai semua persiapan, kita harus memahami terlebih dahulu mengapa kita perlu merencanakannya. Setidaknya ada tiga alasan yang melatarbelakangi hal ini,” ujar Associate Director Chief Business Development Officer PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Ayu Widuri.

    Pertama, karena setiap dari kita memiliki kebutuhan dan keinginan dan semua itu membutuhkan dana yang besarannya berbeda. Kedua, faktor inflasi yang akan menggerus nilai uang yang dimiliki. Ketiga, faktor waktu. Setiap dari kita memiliki waktu yang terbatas dalam mengumpulkan uang. Biasanya batasan tersebut adalah usia produktif.

    “Berdasarkan ketiga alasan tersebut, kita pun membutuhkan perencanaan yang baik, terutama yang membutuhkan dana besar. Contohnya saja biaya pernikahan, pembelian rumah, pendidikan anak, dan dana pensiun.  Semakin banyak waktu yang dimiliki untuk persiapan, beban yang kita emban pun akan semakin ringan,” ujar Ayu.

    Dalam melakukan perencanaan, terdapat tiga langkah yang harus dijalani. Pertama adalah mencatat kebutuhan. Banyak sekali keinginan dan kebutuhan yang dimiliki, tapi apakah pernah kita mencatatnya? Catatlah supaya kita tahu berapa dana yang dibutuhkan. Setelah mencatat, susunlah daftar tersebut berdasarkan skala prioritas karena tentu tak semuanya bisa dipenuhi secara bersamaan.

    Kedua, melakukan financial check up. Dalam proses ini, kita akan mengetahui arus keluar masuk kas keuangan. Termasuk di dalamnya jumlah utang yang dimiliki, baik utang konsumtif seperti kartu kredit maupun utang produktif. Ada baiknya juga kita mengumpulkan bon yang dimiliki sehingga kita bisa menelusuri pengeluaran. Dengan adanya catatan tersebut, kita pun bisa mengetahui secara pasti kondisi keuangan. Berdasarkan hal ini kita bisa memulai proses berikutnya, yaitu mengatur dan menyiapkan anggaran.

    Dalam mengatur dan menyiapkan anggaran, ada rumus sederhana yang bisa diikuti sebagai permulaan, yaitu 70%, 20%, dan 10%. Persentase 70% digunakan untuk berbagai pengeluaran, dari konsumsi, transportasi, hingga biaya listrik dan telepon. Setelah itu, 20% digunakan untuk investasi atau menabung dan 10% untuk utang konsumtif, seperti kartu kredit.

    Seiring berjalannya waktu, kita bisa mengubah komposisi tersebut. Tentunya bukan untuk memperbesar utang konsumtif atau memperkecil persentase investasi dan menabung. Usahakan untuk menekan pengeluaran sehingga angka 70% dapat berkurang dan menambah bagian investasi dan menabung.

    “Hal yang harus kita pastikan kemudian adalah penempatan investasi. Tempatkan secara benar sehingga hasil yang kita dapatkan pun akan sesuai dengan yang dibutuhkan,” jelas Ayu. Menurutnya, bagi yang belum berpengalaman dalam berinvestasi, reksadana merupakan salah satu instrumen yang tepat karena kita akan dibantu Manajer Investasi berpengalaman dalam mengelolanya.

    “Biasanya SAM akan membantu dari awal sekali. Kami akan membantu mengonsultasikan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan. Kami juga akan membantu menghitung berapa dana yang dibutuhkan untuk berinvestasi berdasarkan waktu yang dimiliki, misalnya menyiapkan dana untuk pernikahan” tutur Ayu.

    Persiapan pernikahan tidak hanya sebatas mental saja, tetapi juga soal keuangan. Walaupun sebagian besar dana biasanya disediakan oleh orang tua, tidak menutup kemungkinan ada juga pasangan yang memutuskan untuk membiayai pernikahan mereka sendiri. “Mempersiapkan dana pernikahan yang sebaiknya disiapkan sejak pertama kali memiliki pekerjaan dan gaji tetap meskipun mungkin Anda masih berstatus lajang atau belum punya  calon pasangan” ujar Ayu. Membuat perencanaan keuangan pernikahan sejak dini dinilai lebih penting dibandingkan harus meminjam uang ketika menikah sehingga harus menyicil tagihan setelahnya. Anda dapat memilih produk keuangan yang sesuai jangka waktu kapan Anda akan menikah. Misalnya, jika Anda berencana menikah tiga sampai lima tahun lagi, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengalokasikan investasi ke produk reksadana.

     Wedding - PrintAds SAM - Feb 2016 - Kontan  -PREVIEW ONLY NOT FOR PREPRESS

  • Kemerdekaan Finansial Melalui Edukasi dan InvestasiKemerdekaan Finansial Melalui Edukasi dan Investasi

    Kemerdekaan Finansial Melalui Edukasi dan InvestasiKemerdekaan Finansial Melalui Edukasi dan Investasi

    “Mencerdaskan kehidupan bangsa” merupakan salah satu tujuan didirikannya negara Indonesia dan tertera dalam Pembukaan Undang-
    Undang Dasar Negara 1945 dan Samuel Aset Manajemen (SAM) ingin menjadi bagian dalam mencerdaskan masyarakat Indonesia. Sebagai salah satu perusahaan manajer investasi. SAM telah dan ingin selalu berperan aktif dalam mencerdaskan masyarakat Indonesia. Selama bertahun-tahun SAM menitikberatkan edukasi investasi kepada masyarakat sebagai salah satu fondasi perusahaan.

    Kami jarang melakukan promosi atau melakukan pemasaran produk kepada masyarakat, karena lebih fokus dalam pemberian edukasi yang mencakup diantaranya pengetahuan tentang bentuk investasi, tujuan berinvestasi, risiko investasi, dan keuntungan investasi.
    Begitu dituturkan Ayu, Vice President SAM yang juga mengepalai divisi marketing.

    Lebih lanjut lagi, Ayu, menjelaskan bahwa hal ini sangatlah perlu untuk dilakukan karena pengetahuan masyarakat akan produk investasi, khususnya reksa dana pada saat ini masihlah jauh dari memadai. Oleh karena itu, semenjak tahun 2007 SAM telah bertekad untuk menjadikan edukasi investasi, bukan hanya sebagai fondasi perusahaan tetapi juga bagian dari pelayanan yang ditujukan pada institusi, retail, dan komunitas.

    SAM telah menerima undangan dari berbagai tempat untuk menyampaikan edukasi mengenai investasi. Tak hanya perusahaan, kelompok seniman, ibu-ibu pengajian, hingga para sosialita pun pernah menjadi bagian dari edukasi SAM. “Cara memberikan edukasi pun berbeda dari satu kelompok ke kelompok lainnya, seperti pemilihan kata yang digunakan dan contoh kasus yang diberikan. Sangat menarik memberikan edukasi ke berbagai kelompok karena membuka wawasan yang berbeda pula,” ujar Ayu.

    Selain itu, masyarakat yang ingin belajar mengenai investasi dapat mendatangi langsung kantor SAM yang sengaja didesain sebagai tempat yang nyaman untuk berkonsultasi dan belajar investasi. Menurut Ayu, selama ini tidak sedikit orang yang singgah di kantor SAM sekadar untuk belajar dan bertanya mengenai produk investasi.Mulai tahun ini pun SAM akan membuka kelas pengenalan produk investasi untuk publik yang akan dilaksanakan secara rutin. Setiap kelasnya dapat menampung hingga 20 orang peserta dengan materi pengajaran yang berbeda. Kelas edukasi investasi ini diselenggarakan sebagai upaya mempermudah masyarakat memperoleh akses
    informasi yang tepat, mudah dan lengkap mengenai investasi sehingga pada akhirnya diharapkan semakin banyak orang mencapai
    tahapan finansial freedom melalui proses berinvestasi.

    Untuk melengkapi edukasi yang telah diberikan, SAM memudahkan masyarakat yang ingin menempatkan dananya di reksa dana, melalui kerjasama dengan Bank Negara Indonesia (BNI). Mulai September 2015, masyarakat dapat membeli produk SAM Indonesia Equity Fund, SAM Sharia Equity Fund, dan SAM Dana Berkembang di kantor bank agen penjual. Kami juga bekerjasama dengan bank
    lain dan diharapkan proses kerjasama ini akan rampung sebelum akhir tahun,” jelas Ayu.

    Melalui kerjasamanya dengan perbankan ini, diharapkan produk reksa dana SAM semakin mudah dijangkau masyarakat. Tak perlu lagi repot-repot untuk datang ke kantor perusahaan. Kini barang siapa yang ingin membeli produk SAM tak perlu lagi repot untuk datang ke kantor perusahaan. Cukup dengan hanya mendatangi kantor bank agen penjual yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

    Untuk menjaga kualitas atas produk reksa dana SAM, para agen pemasar selalu mendapatkan training yang menyeluruh dan berkesinambungan sehingga dapat menjelaskan produk yang ditawarkan dengan detail dan terinci. “Agen pemasar merupakan ujung tombak ketika bertemu dengan calon investor sehingga perlu dibekali dengan informasi yang tepat. Dengan demikian mereka dapat menawarkan produk investasi yang sesuai dengan kebutuhan calon investor,” Ayu menambahkan.

    Semenjak didirikan pada tahun 1997, SAM telah berhasil menjadi sebuah perusahaan Manajer Investasi dengan nilai rapor yang memuaskan bagi para investornya. Ketiga produk reksa dana yang dipasarkan melalui bank misalnya, memiliki nilai pertumbuhan rata-rata
    yang memuaskan. Rata-rata pertumbuhan SAM Indonesia Equity Fund dari pertama kali diterbitkan pada 31 Juli 2012 hingga 31 Juli 2015 sebesar 38.6%, sedangkan untuk produk Sharia-nya yang diterbitkan pada 18 Januari 2013 memiliki rata-rata pertumbuhan sebesar
    25.4% hingga 31 Juli 2015. Untuk pertumbuhan SAM Dana Berkembang dari pertama kali diterbitkan pada 31 Juli 2012 hingga 31 Juli 2015 sebesar 11.96%.

    Atas kinerjanya yang memuaskan, beberapa penghargaan reksa dana terbaik pun disematkan kepada SAM Indonesian Equity Fund. Contohnya Reksa Dana Saham Terbaik 2015 yang diberikan pada acara APRDIBloomberg Indonesia Fund Awards 2015 di kategori dana
    kelolaan di atas Rp500 milyar. Penghargaan lain yang diterima berasal dari Penganugerahan Reksa Dana Terbaik 2015 yang diselenggarakan Majalah Investor. Penghargaan ini diterima dalam kategori reksadana saham periode 3 tahun untuk aset di atas Rp 1 Trilyun.

    Memilih Manajer Investasi yang tepat memang menjadi hal yang harus diperhatikan ketika ingin menempatkan dana untuk dikelola. Melihat kinerja dan prestasi yang telah dihasilkan dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih manajer investasi dan dalam hal ini SAM
    dengan prestasi dan kinerjanya dapat dijadikan sebagai pilihan. Jika ingin mendapatkan informasi atau edukasi lebih lanjut mengenai reksa dana dan investasi di SAM beserta risikonya, bisa menghubungi call center di 28548800 atau mendatangi langsung kantor SAM yang terletak di Menara Imperium, Jakarta.

    Adv.
    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, edisi khusus Reksa Dana, Agustus 2015

    Agustus Kemerdekaan - PrintAds SAM - Agt 2015 - Kontan Tab

  • Perubahan Alamat Kantor dan Domain Alamat Email Perubahan Alamat Kantor dan Domain Alamat Email

    Perubahan Alamat Kantor dan Domain Alamat Email Perubahan Alamat Kantor dan Domain Alamat Email

    Dengan ini kami informasikan perubahan alamat kantor PT Samuel Aset Manajemen efektif tanggal 18 Mei 2015 sebagai berikut:

    Alamat Sebelumnya Alamat Baru
    Menara Imperium Lt. 25 Menara Imperium Ground Floor (Lt Dasar)
    Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1
    Jakarta Selatan 12980 Jakarta Selatan 12980
    Telp       : (021) 2854 8800 Telp       : (021) 2854 8800
    Fax         : (021) 8370 3278 / 831 7315 Fax         : (021) 8370 3278 / 831 7315
    [email protected] [email protected]

    Demikian perubahan alamat korespondensi ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

  • Reksa Dana Saham: Alternatif Investasi bagi InvestorReksa Dana Saham: Alternatif Investasi bagi Investor

    Reksa Dana Saham: Alternatif Investasi bagi InvestorReksa Dana Saham: Alternatif Investasi bagi Investor

    Perkembangan investasi di pasar modal Indonesia dari sisi permintaan terlihat masih rendah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data bahwa jumlah sub rekening nasabah di pasar modal saat ini baru mencapai 459 ribu, dengan investor riil sebanyak 258 ribu. Jumlah ini belum seiring dengan tumbuhnya jumlah penduduk kelas menengah yang diperkirakan lebih dari 50% dari total jumlah penduduk Indonesia. Posisi tersebut meningkat sangat signifikan bila dibandingkan tahun 2004 dimana jumlah kelas menengah di tanah air hanya sebesar 37%.

    Salah satu penyebab lambannya pertumbuhan investor di pasar modal dapat dijelaskan dengan survei literasi keuangan yang dilakukan oleh OJK pada tahun 2013. Survei tersebut menemukan baru sekitar 21,84% masyarakat Indonesia benar-benar paham mengenai Lembaga Jasa Keuangan, dan
    hanya 3,79% yang terliterasi mengenai pasar modal.

    Sesuai dengan karakteristiknya, investasi di pasar modal seperti saham atau reksa dana tidak memberikan jaminan untuk mendapatkan keuntungan, ataupun kenaikan modal investasi. Selain diperlukan waktu yang tidak sedikit untuk dapat mempelajari risiko dan potensi imbal hasil investasi pada saham yang dipilih, dibutuhkan juga kemampuan investor untuk dapat memonitor pilihan investasinya ini. Seringkali karena keterbatasan waktu, investor yang berinvestasi langsung pada pasar modal terpaksa menerima kenyataan turunnya nilai investasi secara signifikan.

    Chief Operating Officer PT Samuel Aset Manajemen, Intan Syah Ichsan berbagi kunci sukses berinvestasi di pasar saham yaitu informasi yang cukup dan dibarengi dengan strategi investasi yang rasional dan konsisten. Apakah ada solusi bagi investor yang tidak memiliki banyak waktu tetapi ingin tetap berinvestasi di pasar saham? Tentu ada. Ichsan menyarankan untuk membeli produk reksadana berbasis saham yang dikelola oleh pengelola investasi yang memang mengkhususkan diri dalam bidang ini. “Meskipun imbal hasilnya bisa jadi lebih kecil dibandingkan berinvestasi langsung pada saham, akan tetapi risiko yang dihadapi menjadi lebih terukur sehingga investasi dapat diselaraskan dengan kebutuhan keuangan dan profil risiko yang ingin diambil, guna perencanaan keuangan jangka panjang,” ujarnya.

    Berbeda dengan investasi langsung pada saham, reksa dana menawarkan produk investasi berbasis saham yang telah dikemas dengan menyesuaikan kebutuhan dan risiko investor. Reksa dana menawarkan investasi yang bisa disesuaikan dengan horizon atau jangka waktu investasi investor untuk memenuhi tujuan finansial keluarga. Mulai dari menyiapkan dana pendidikan anak, dana pembelian rumah hingga persiapan dana pensiun.

    Sebagai salah satu manajer investasi terkemuka di industri reksadana tanah air yaitu Samuel Aset Manajemen (SAM) menawarkan produk reksa dana yang bervariasi baik yang konvensional maupun yang syariah yang tentu sesuai dengan tujuan investasi investor. Produk-produk tersebut antara lain mulai dari reksa dana pendapatan tetap (SAM Sukuk Syariah Sejahtera), reksa dana campuran (SAM Dana Berkembang dan SAM Syariah Berimbang) dan reksa dana saham (SAM Indonesian Equity Fund dan SAM Sharia Equity Fund). SAM menyadari hubungan antara pengelola investasi dengan investor adalah kemitraan berlandaskan kepercayaan dan keterbukaan dalam mengelola tujuan bersama, sehingga SAM menempatkan investor sebagai mitra investasi sepanjang masa (Your Lifelong Investment Partner). Hal ini dibuktikan dengan keinginan keras SAM untuk mencapai tujuan bersama
    melalui imbal hasil yang memuaskan dan penghargaan yang didapatkan dari banyak lembaga pemeringkat baik lokal maupun
    internasional yang menetapkan reksadana SAM sebagai yang terbaik dikelasnya masing-masing.

    Reksadana SAM Syariah Berimbang dan SAM Sukuk Syariah Sejahtera ditabalkan sebagai The Best Golbal Islamic Funds oleh Lipper Fund dari Thomson Reuters. Sementara dari dalam negeri, selama empat tahun berturut-turut, reksa dana SAM selalu jadi langganan penerima awards. Terakhir, reksa dana SAM Indonesian Equity Fund dinyatakan sebagai Reksadana Saham Terbaik 2015 oleh Bloomberg bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) untuk dana kelolaan di atas Rp500 Milyar.

    Kinerja memuaskan bukanlah satu satunya tujuan SAM sebagai mitra pengelola investasi. Kualitas layanan yang prima adalah pilar lain yang selalu menjadi perhatian karena dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam bermitra dengan investor. Serta juga dimotori oleh tenaga profesional inti yang memiliki pengalaman kerja di dunia investasi lebih dari 17 tahun, SAM memiliki keunggulan
    kompetitif dalam membaca dan mengantisipasi pergerakan pasar modal.

    Tenaga riset inhouse yang dimiliki SAM menjamin tersedianya informasi yang telah diolah dengan pendekatan analisa fundamental untuk
    dapat digunakan oleh manajer investasi. Untuk membantu membaca pergerakan pasar, para manajer investasi SAM juga mendapatkan tambahan informasi yang diberikan oleh tim riset khusus yang bertanggung jawab menyajikan analisa pasar berbasis teknikal.

    Melihat potensi dan manfaat reksadana yang demikian besar, Ichsan menyarankan agar reksadana harus menjadi salah satu pilihan investasi. “Reksadana menjadi solusi berinvestasi dengan dana awal yang tidak menyesakkan kantong serta kesempatan untuk tetap meluangkan waktu bersama keluarga. Apalagi dengan memilih manajer investasi yang berpengalaman menjadi kelebihan produk reksadana saham yang tidak dapat dinikmati oleh investor yang menanamkan modalnya langsung pada instrumen saham,” tandas Ichsan. Selamat berinvestasi di produk reksadana! ***

    Advertorial Kontan, Mei 2015.

    Pedagang

     

     Perkembangan investasi di pasar modal Indonesia dari sisi permintaan terlihat masih rendah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data bahwa jumlah sub rekening nasabah di pasar modal saat ini baru mencapai 459 ribu, dengan investor riil sebanyak 258 ribu. Jumlah ini belum seiring dengan tumbuhnya jumlah penduduk kelas menengah yang diperkirakan lebih dari 50% dari total jumlah penduduk Indonesia. Posisi tersebut meningkat sangat signifikan bila dibandingkan tahun 2004 dimana jumlah kelas menengah di tanah air hanya sebesar 37%.

    Salah satu penyebab lambannya pertumbuhan investor di pasar modal dapat dijelaskan dengan survei literasi keuangan yang dilakukan oleh OJK pada tahun 2013. Survei tersebut menemukan baru sekitar 21,84% masyarakat Indonesia benar-benar paham mengenai Lembaga Jasa Keuangan, dan
    hanya 3,79% yang terliterasi mengenai pasar modal.

    Sesuai dengan karakteristiknya, investasi di pasar modal seperti saham atau reksa dana tidak memberikan jaminan untuk mendapatkan keuntungan, ataupun kenaikan modal investasi. Selain diperlukan waktu yang tidak sedikit untuk dapat mempelajari risiko dan potensi imbal hasil investasi pada saham yang dipilih, dibutuhkan juga kemampuan investor untuk dapat memonitor pilihan investasinya ini. Seringkali karena keterbatasan waktu, investor yang berinvestasi langsung pada pasar modal terpaksa menerima kenyataan turunnya nilai investasi secara signifikan.

    Chief Operating Officer PT Samuel Aset Manajemen, Intan Syah Ichsan berbagi kunci sukses berinvestasi di pasar saham yaitu informasi yang cukup dan dibarengi dengan strategi investasi yang rasional dan konsisten. Apakah ada solusi bagi investor yang tidak memiliki banyak waktu tetapi ingin tetap berinvestasi di pasar saham? Tentu ada. Ichsan menyarankan untuk membeli produk reksadana berbasis saham yang dikelola oleh pengelola investasi yang memang mengkhususkan diri dalam bidang ini. “Meskipun imbal hasilnya bisa jadi lebih kecil dibandingkan berinvestasi langsung pada saham, akan tetapi risiko yang dihadapi menjadi lebih terukur sehingga investasi dapat diselaraskan dengan kebutuhan keuangan dan profil risiko yang ingin diambil, guna perencanaan keuangan jangka panjang,” ujarnya.

    Berbeda dengan investasi langsung pada saham, reksa dana menawarkan produk investasi berbasis saham yang telah dikemas dengan menyesuaikan kebutuhan dan risiko investor. Reksa dana menawarkan investasi yang bisa disesuaikan dengan horizon atau jangka waktu investasi investor untuk memenuhi tujuan finansial keluarga. Mulai dari menyiapkan dana pendidikan anak, dana pembelian rumah hingga persiapan dana pensiun.

    Sebagai salah satu manajer investasi terkemuka di industri reksadana tanah air yaitu Samuel Aset Manajemen (SAM) menawarkan produk reksa dana yang bervariasi baik yang konvensional maupun yang syariah yang tentu sesuai dengan tujuan investasi investor. Produk-produk tersebut antara lain mulai dari reksa dana pendapatan tetap (SAM Sukuk Syariah Sejahtera), reksa dana campuran (SAM Dana Berkembang dan SAM Syariah Berimbang) dan reksa dana saham (SAM Indonesian Equity Fund dan SAM Sharia Equity Fund). SAM menyadari hubungan antara pengelola investasi dengan investor adalah kemitraan berlandaskan kepercayaan dan keterbukaan dalam mengelola tujuan bersama, sehingga SAM menempatkan investor sebagai mitra investasi sepanjang masa (Your Lifelong Investment Partner). Hal ini dibuktikan dengan keinginan keras SAM untuk mencapai tujuan bersama
    melalui imbal hasil yang memuaskan dan penghargaan yang didapatkan dari banyak lembaga pemeringkat baik lokal maupun
    internasional yang menetapkan reksadana SAM sebagai yang terbaik dikelasnya masing-masing.

    Reksadana SAM Syariah Berimbang dan SAM Sukuk Syariah Sejahtera ditabalkan sebagai The Best Golbal Islamic Funds oleh Lipper Fund dari Thomson Reuters. Sementara dari dalam negeri, selama empat tahun berturut-turut, reksa dana SAM selalu jadi langganan penerima awards. Terakhir, reksa dana SAM Indonesian Equity Fund dinyatakan sebagai Reksadana Saham Terbaik 2015 oleh Bloomberg bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) untuk dana kelolaan di atas Rp500 Milyar.

    Kinerja memuaskan bukanlah satu satunya tujuan SAM sebagai mitra pengelola investasi. Kualitas layanan yang prima adalah pilar lain yang selalu menjadi perhatian karena dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam bermitra dengan investor. Serta juga dimotori oleh tenaga profesional inti yang memiliki pengalaman kerja di dunia investasi lebih dari 17 tahun, SAM memiliki keunggulan
    kompetitif dalam membaca dan mengantisipasi pergerakan pasar modal.

    Tenaga riset inhouse yang dimiliki SAM menjamin tersedianya informasi yang telah diolah dengan pendekatan analisa fundamental untuk
    dapat digunakan oleh manajer investasi. Untuk membantu membaca pergerakan pasar, para manajer investasi SAM juga mendapatkan tambahan informasi yang diberikan oleh tim riset khusus yang bertanggung jawab menyajikan analisa pasar berbasis teknikal.

    Melihat potensi dan manfaat reksadana yang demikian besar, Ichsan menyarankan agar reksadana harus menjadi salah satu pilihan investasi. “Reksadana menjadi solusi berinvestasi dengan dana awal yang tidak menyesakkan kantong serta kesempatan untuk tetap meluangkan waktu bersama keluarga. Apalagi dengan memilih manajer investasi yang berpengalaman menjadi kelebihan produk reksadana saham yang tidak dapat dinikmati oleh investor yang menanamkan modalnya langsung pada instrumen saham,” tandas Ichsan. Selamat berinvestasi di produk reksadana! ***

    Advertorial Kontan, Mei 2015.

    Pedagang

     

     

  • SAM Meraih Penghargaan Reksa Dana Terbaik 2015SAM Meraih Penghargaan Reksa Dana Terbaik 2015

    SAM Meraih Penghargaan Reksa Dana Terbaik 2015SAM Meraih Penghargaan Reksa Dana Terbaik 2015

    Samuel Aset Manajemen kembali meraih penghargaan atas reksa dana yang dikelola pada acara APRDI-Bloomberg Indonesia Fund Awards 2015, yang diselenggarakan pada 26 Maret 2015 di Ballroom Grand Hyatt Jakarta. Ini merupakan tahun kedua penyelenggaran penghargaan bagi industri reksa dana di Indonesia yang dimotori oleh Asosiasi Penyelenggara Reksa Dana Indonesia (APRDI) bekerja sama dengan perusahaan penyedia informasi dan data finansial internasional, Bloomberg. Acara penghargaan dihadiri oleh sekitar 200 tamu undangan, dengan pembicara utama Menteri Keuangan RI, Bambang Brodjonegoro dan sambutan dari Chairman Bloomberg LP Peter Grauer.

    Dalam menentukan pemenang, Bloomberg menggunakan metodologi pemeringkatan yang sepenuhnya transparan, dengan cara mengevaluasi kinerja reksa dana selama jangka waktu dua tahun, termasuk meninjau data 5 aset terbesar yang dikelola pada reksa dana tersebut, untuk memastikan bahwa investasi telah sesuai dengan amanat yang tercantum dalam propektusnya.

    Pada acara tersebut, dua produk unggulan SAM berhasil memperoleh penghargaan. SAM Syariah Berimbang meraih gelar  Reksa Dana Campuran Syariah Terbaik 2015, dan SAM Indonesian Equity Fund yang meraih gelar Reksa Dana Saham Terbaik 2015, kategori dana kelolaan di atas Rp500 milyar. Dengan demikian, kedua produk tersebut berhasil meraih penghargaan selama dua tahun berturut-turut. Penghargaan ini melengkapi awards yang telah diterima SAM di tahun 2015. Pada 4 Maret yang lalu, SAM juga memperoleh gelar Reksa Dana Saham Terbaik 2015 untuk produk reksa dana SAM Indonesian Equity Fund, fake watches periode 3 tahun dengan dana kelolaan di atas Rp1 trillyun,  yang diselenggarakan oleh Majalah Investor-Infovesta. Semoga penghargaan ini menjadikan SAM semakin termotivasi untuk menjadi mitra investasi terbaik bagi investor dan sahabat SAM.Samuel Aset Manajemen kembali meraih penghargaan atas reksa dana yang dikelola pada acara APRDI-Bloomberg Indonesia Fund Awards 2015, yang diselenggarakan pada 26 Maret 2015 di Ballroom Grand Hyatt Jakarta. Ini merupakan tahun kedua penyelenggaran penghargaan bagi industri reksa dana di Indonesia yang dimotori oleh Asosiasi Penyelenggara Reksa Dana Indonesia (APRDI) bekerja sama dengan perusahaan penyedia informasi dan data finansial internasional, Bloomberg. Acara penghargaan dihadiri oleh sekitar 200 tamu undangan, dengan pembicara utama Menteri Keuangan RI, Bambang Brodjonegoro dan sambutan dari Chairman Bloomberg LP Peter Grauer.

    Dalam menentukan pemenang, Bloomberg menggunakan metodologi pemeringkatan yang sepenuhnya transparan, dengan cara mengevaluasi kinerja reksa dana selama jangka waktu dua tahun, termasuk meninjau data 5 aset terbesar yang dikelola pada reksa dana tersebut, untuk memastikan bahwa investasi telah sesuai dengan amanat yang tercantum dalam propektusnya.

    Pada acara tersebut, dua produk unggulan SAM berhasil memperoleh penghargaan. SAM Syariah Berimbang meraih gelar  Reksa Dana Campuran Syariah Terbaik 2015, dan SAM Indonesian Equity Fund yang meraih gelar Reksa Dana Saham Terbaik 2015, kategori dana kelolaan di atas Rp500 milyar. Dengan demikian, kedua produk tersebut berhasil meraih penghargaan selama dua tahun berturut-turut. Penghargaan ini melengkapi awards yang telah diterima SAM di tahun 2015. Pada 4 Maret yang lalu, SAM juga memperoleh gelar Reksa Dana Saham Terbaik 2015 untuk produk reksa dana SAM Indonesian Equity Fund, periode 3 tahun dengan dana kelolaan di atas Rp1 trillyun,  yang diselenggarakan oleh Majalah Investor-Infovesta. Semoga penghargaan ini menjadikan SAM semakin termotivasi untuk menjadi mitra investasi terbaik bagi investor dan sahabat SAM.

  • Strategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai Profesi

    Strategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai Profesi

    Investasi bagaikan pohon. Bila Anda tanam dan rawat dengan baik serta telaten sedari muda, maka Anda akan mendapatkan hasil yang rimbun pada waktu yang tepat dengan hasil yang optimal.

    Itulah sebabnya berinvestasi tidak boleh Anda tunda barang sekejap. Ketika Anda mulai memiliki penghasilan sendiri, maka pergunakanlah momen tersebut untuk mulai berinvestasi.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen Agus B. Yanuar menyarankan, investasi selayaknya masuk dalam pos biaya keluarga bulanan. “Jadi investasi bisa dilakukan dengan disiplin setiap bulannya,” ujarnya. Tidak ada salahnya untuk mulai dengan dana investasi yang minim. Saat ini banyak instrumen investasi yang menawarkan dana awal yang mini.

    Agus menegaskan, apapun profesi pekerjaan investor bisa disiplin melakukan perencanaan investasi. Jika meminjam teori The Cashflow Quadrant dari Robert Kiyosaki, maka sumber penghasilan manusia terbagi menjadi empat kuadran. Kuadran-kuadran tersebut antara lain pekerja atau karyawan (employee), pengusaha (business owner), pekerja lepas atau kaum profesional (self employee), dan investor atau penanam modal.

    Bagi karyawan yang mengharapkan gaji bulanan dapat lebih mudah menyisihkan dana investasi bulanan. Sedangkan bagi profesional dan pengusaha membutuhkan kedisiplinan untuk berinvestasi bulanan. Dengan demikian ketiganya dapat menjadi investor yang mampu membiakkan dana dan memperbesar aset.

    Bagi setiap profesi pekerjaaan, tentu waktu dan tenaga sangat berharga. Oleh karena itu pilihlah instrumen investasi yang dapat Anda serahkan kepada ahlinya untuk dikelola. Produk reksadana merupakan solusi bagi Anda yang memiliki waktu dan tenaga terbatas, tetapi tetap ingin mendapatkan imbal hasil yang optimal.

    Reksadana yang dikelola oleh Manajer Investasi profesional dan berpengalaman di bidangnya dapat Anda lihat melalui tim manajemen terpercaya serta kinerja produk yang konsisten. Sebelum mulai memilih produk reksadana yang tepat, ada dua hal yang patut Anda pertimbangkan. “Jangan lupa untuk menilai karakter atau profil risiko Anda sebagai investor serta bentang horizon investasi keluarga,” saran Agus.

    Jika usia produktif investor masih relatif muda dan sedang mengakumulasi aset (wealth accumulation), maka pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih tinggi seperti reksadana saham atau reksadana campuran. Sedangkan bagi investor yang mulai memasuki masa pensiun dan ingin mempertahankan nilai aset, sebaiknya pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih kecil seperti reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap.

    Lebih lanjut Agus menuturkan, reksadana merupakan salah satu diversifikasi investasi yang tepat. Jika dibandingkan dengan properti, reksadana lebih likuid karena mudah dicairkan. Selain menyebarkan risiko, alokasi portofolio yang bervariasi memang dapat memaksimalkan imbal hasil dan mempertimbangkan faktor likuiditas.

    Reksadana memang menjadi semakin populer sebagai produk investasi. Salah satu produk reksadana yang menarik perhatian investor adalah besutan PT Samuel Aset Manajemen (SAM). “Kami memiliki 3P yaitu Performance, People dan Process,” tambah Agus.

    Agus menekankan, SAM selalu berupaya menjaga performance atau kinerja imbal hasil yang bagus dan konsisten. Selain itu, People atau sumber daya manusia SAM rata-rata memiliki pengalaman lebih dari 19 tahun di pasar dan reputasi yang baik. Tidak ketinggalan, proses pengelolaan selalu berbasiskan fundamental. Proses investasi pun mudah dan bisa diakses di semua media. Yang jelas, investor sangat dimudahkan untuk berinvestasi reksadana di SAM.

    Dengan berinvestasi reksadana di SAM, investor dapat mulai berinvestasi dengan dana awal yang sangat terjangkau. Jadi jika Anda mulai berinvestasi reksadana dari dini, Anda dapat menyiapkan biaya-biaya keluarga di masa depan secara perlahan.

    Imbal hasil reksadana memang cukup menggiurkan. Secara historis, imbal hasil reksadana terutama reksadana berbasis saham seperti reksadana campuran dan reksadana saham terus menunjukkan pertumbuhan. Kondisi ekonomi makro Indonesia yang positif mendukung kinerja indeks saham dalam negeri. Agus memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan naik sekitar 15% hingga 20% ke level 6.000 – 6.300 di akhir tahun.

    SAM menawarkan produk reksadana yang bervariasi dari mulai reksadana campuran, reksadana saham, reksadana pendapatan tetap hingga reksadana syariah. Beberapa diantaranya adalah SAM Dana Berkembang, SAM Syariah Berimbang, SAM Sukuk Syariah Sejahtera, SAM Indonesian Equity Fund hingga SAM Sharia Equity Fund.

    Seluruh produk reksadana SAM secara historis membukukan imbal hasil yang positif dan bahkan diatas rata-rata pasar. Hal ini berdasarkan data Infovesta per 27 Februari 2015 yang menunjukkan hasil investasi 3 tahun SAM Syariah Berimbang 62,27%, SAM Dana Berkembang sebesar 35,3%, dan SAM Indonesian Equity Fund sebesar 99,6%.

    Dengan performance yang menggembirakan, tidak mengherankan banyak institusi yang mengganjar SAM lewat berbagai penghargaan. Beberapa penghargaan yang menghampiri SAM antara lain SAM Syariah Berimbang – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best Fund over 3 years: Mixed Asset IDR Flexible versi Thomson Reuters; SAM Sukuk Syariah Sejahtera – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best replica watches Fund over 3 years: Best Bond Rupiah 2014, versi Thomson Reuters; SAM Syariah Berimbang – Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 Versi APRDI-Bloomberg; Best Mutual Fund Award 2014 versi Majalah Investor-Infovesta; dan masih banyak lagi.

    Agus menyarankan agar investor yang baru ingin masuk ke produk reksadana sebaiknya tidak menunda lagi. “Kesempatan yang terbaik adalah hari ini. It’s time to buy, jangan sia-siakan dana Anda dan rasakan manfaat optimal berinvestasi reksadana di kemudian hari sesuai dengan tujuan investasi Anda,” tutup Agus.Investasi bagaikan pohon. Bila Anda tanam dan rawat dengan baik serta telaten sedari muda, maka Anda akan mendapatkan hasil yang rimbun pada waktu yang tepat dengan hasil yang optimal.

    Itulah sebabnya berinvestasi tidak boleh Anda tunda barang sekejap. Ketika Anda mulai memiliki penghasilan sendiri, maka pergunakanlah momen tersebut untuk mulai berinvestasi.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen Agus B. Yanuar menyarankan, investasi selayaknya masuk dalam pos biaya keluarga bulanan. “Jadi investasi bisa dilakukan dengan disiplin setiap bulannya,” ujarnya. Tidak ada salahnya untuk mulai dengan dana investasi yang minim. Saat ini banyak instrumen investasi yang menawarkan dana awal yang mini.

    Agus menegaskan, apapun profesi pekerjaan investor bisa disiplin melakukan perencanaan investasi. Jika meminjam teori The Cashflow Quadrant dari Robert Kiyosaki, maka sumber penghasilan manusia terbagi menjadi empat kuadran. Kuadran-kuadran tersebut antara lain pekerja atau karyawan (employee), pengusaha (business owner), pekerja lepas atau kaum profesional (self employee), dan investor atau penanam modal.

    Bagi karyawan yang mengharapkan gaji bulanan dapat lebih mudah menyisihkan dana investasi bulanan. Sedangkan bagi profesional dan pengusaha membutuhkan kedisiplinan untuk berinvestasi bulanan. Dengan demikian ketiganya dapat menjadi investor yang mampu membiakkan dana dan memperbesar aset.

    Bagi setiap profesi pekerjaaan, tentu waktu dan tenaga sangat berharga. Oleh karena itu pilihlah instrumen investasi yang dapat Anda serahkan kepada ahlinya untuk dikelola. Produk reksadana merupakan solusi bagi Anda yang memiliki waktu dan tenaga terbatas, tetapi tetap ingin mendapatkan imbal hasil yang optimal.

    Reksadana yang dikelola oleh Manajer Investasi profesional dan berpengalaman di bidangnya dapat Anda lihat melalui tim manajemen terpercaya serta kinerja produk yang konsisten. Sebelum mulai memilih produk reksadana yang tepat, ada dua hal yang patut Anda pertimbangkan. “Jangan lupa untuk menilai karakter atau profil risiko Anda sebagai investor serta bentang horizon investasi keluarga,” saran Agus.

    Jika usia produktif investor masih relatif muda dan sedang mengakumulasi aset (wealth accumulation), maka pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih tinggi seperti reksadana saham atau reksadana campuran. Sedangkan bagi investor yang mulai memasuki masa pensiun dan ingin mempertahankan nilai aset, sebaiknya pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih kecil seperti reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap.

    Lebih lanjut Agus menuturkan, reksadana merupakan salah satu diversifikasi investasi yang tepat. Jika dibandingkan dengan properti, reksadana lebih likuid karena mudah dicairkan. Selain menyebarkan risiko, alokasi portofolio yang bervariasi memang dapat memaksimalkan imbal hasil dan mempertimbangkan faktor likuiditas.

    Reksadana memang menjadi semakin populer sebagai produk investasi. Salah satu produk reksadana yang menarik perhatian investor adalah besutan PT Samuel Aset Manajemen (SAM). “Kami memiliki 3P yaitu Performance, People dan Process,” tambah Agus.

    Agus menekankan, SAM selalu berupaya menjaga performance atau kinerja imbal hasil yang bagus dan konsisten. Selain itu, People atau sumber daya manusia SAM rata-rata memiliki pengalaman lebih dari 19 tahun di pasar dan reputasi yang baik. Tidak ketinggalan, proses pengelolaan selalu berbasiskan fundamental. Proses investasi pun mudah dan bisa diakses di semua media. Yang jelas, investor sangat dimudahkan untuk berinvestasi reksadana di SAM.

    Dengan berinvestasi reksadana di SAM, investor dapat mulai berinvestasi dengan dana awal yang sangat terjangkau. Jadi jika Anda mulai berinvestasi reksadana dari dini, Anda dapat menyiapkan biaya-biaya keluarga di masa depan secara perlahan.

    Imbal hasil reksadana memang cukup menggiurkan. Secara historis, imbal hasil reksadana terutama reksadana berbasis saham seperti reksadana campuran dan reksadana saham terus menunjukkan pertumbuhan. Kondisi ekonomi makro Indonesia yang positif mendukung kinerja indeks saham dalam negeri. Agus memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan naik sekitar 15% hingga 20% ke level 6.000 – 6.300 di akhir tahun.

    SAM menawarkan produk reksadana yang bervariasi dari mulai reksadana campuran, reksadana saham, reksadana pendapatan tetap hingga reksadana syariah. Beberapa diantaranya adalah SAM Dana Berkembang, SAM Syariah Berimbang, SAM Sukuk Syariah Sejahtera, SAM Indonesian Equity Fund hingga SAM Sharia Equity Fund.

    Seluruh produk reksadana SAM secara historis membukukan imbal hasil yang positif dan bahkan diatas rata-rata pasar. Hal ini berdasarkan data Infovesta per 27 Februari 2015 yang menunjukkan hasil investasi 3 tahun SAM Syariah Berimbang 62,27%, SAM Dana Berkembang sebesar 35,3%, dan SAM Indonesian Equity Fund sebesar 99,6%.

    Dengan performance yang menggembirakan, tidak mengherankan banyak institusi yang mengganjar SAM lewat berbagai penghargaan. Beberapa penghargaan yang menghampiri SAM antara lain SAM Syariah Berimbang – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best Fund over 3 years: Mixed Asset IDR Flexible versi Thomson Reuters; SAM Sukuk Syariah Sejahtera – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best Fund over 3 years: Best Bond Rupiah 2014, versi Thomson Reuters; SAM Syariah Berimbang – Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 Versi APRDI-Bloomberg; Best Mutual Fund Award 2014 versi Majalah Investor-Infovesta; dan masih banyak lagi.

    Agus menyarankan agar investor yang baru ingin masuk ke produk reksadana sebaiknya tidak menunda lagi. “Kesempatan yang terbaik adalah hari ini. It’s time to buy, jangan sia-siakan dana Anda dan rasakan manfaat optimal berinvestasi reksadana di kemudian hari sesuai dengan tujuan investasi Anda,” tutup Agus.