Samuel Aset Manajemen

Tag: Samuel

  • Ekonomi Indonesia Cerah, Investasi Reksa Dana BersinarEkonomi Indonesia Cerah, Investasi Reksa Dana Bersinar

    Ekonomi Indonesia Cerah, Investasi Reksa Dana BersinarEkonomi Indonesia Cerah, Investasi Reksa Dana Bersinar

    Tahun 2016 mendekati akhir dan tahun baru segera menyambut. Bagaimanakah perkiraan kondisi perekonomian Indonesia pada tahun 2017? Apakah iklim investasi akan ramah bagi para investor dan sektor apa saja yang paling prospektif?

    Secara garis besar, ekonomi Indonesia di tahun 2017 akan tetap positif dan berpotensi lebih baik dibanding 2016. Pertumbuhan didorong oleh sektor konsumsi dalam negeri di tengah ekonomi global yang masih relatif stagnan. Daya beli konsumen diharapkan akan tetap tinggi dengan dorongan stimulus dari pemerintah dan membaiknya harga-harga komoditas ekspor kita.

    Stimulus-stimulus tersebut tersirat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 yang lebih ekspansif, melalui disetujuinya defisit APBN 2017 sebesar 2,4%. Pengeluaran belanja negara masih difokuskan pada pembangunan berbagai proyek infrastruktur yang bisa membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Sehingga tercipta efek pengganda atau multiplier terhadap konsumsi rumah tangga dan menambah daya dorong perekonomian untuk bisa tumbuh di atas 5%.

    Dalam APBN 2017, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh sebesar 5,1%. Perkiraan yang konservatif ini terkait dengan potensi tidak tercapainya target penerimaan pajak tahun 2017. Tax Amnesty yang mulai dijalankan tahun 2016 diperkirakan baru akan terasa penuh manfaatnya pada tahun 2018. Ada beberapa reformasi perpajakan yang diharapkan bisa berlaku mulai tahun depan yang berdampak positif terhadap perekonomian.

    Menurut Bank Dunia, ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,3% tahun depan, walaupun ada kemungkinan proyeksi tersebut dapat diturunkan jika pertumbuhan ekonomi global kembali terpangkas. Hasil pemilihan Presiden AS pun akan mewarnai arah perekonomian global yang juga berpengaruh terhadap ekonomi kita.

    Ada beberapa faktor positif bagi perekonomian Indonesia pada tahun 2017. Dari dalam negeri, tingkat inflasi yang masih rendah, suku bunga yang berpotensi turun, dan kredit perbankan yang mulai naik. Sedangkan dari luar negeri, kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed tidak agresif, diperkirakan antara 25-50 bps, bank sentral 4 negara utama masih akan memompa likuiditas, dan harga komoditas yang mulai membaik.

    Sektor yang diperkirakan prospektif dan tumbuh baik di 2017 masih yang berkaitan dengan struktur demografi. Di antaranya adalah sektor perbankan, sektor properti, sektor ritel/perdagangan, sektor farmasi/rumah sakit, dan sektor komoditas. Sedangkan sektor konstruksi, sektor konsumsi, dan sektor telekomunikasi relatif tetap stabil.

    Potensi Investasi Reksa Dana
    Pertumbuhan ekonomi yang positif akan membuat dunia investasi bergairah, termasuk reksa dana. Terlihat dari peningkatan dana kelolaan yang tumbuh dari Rp 270 triliun pada tahun 2015 menjadi sekitar Rp 500 triliun di akhir tahun 2016 ini.

    Menurut Agus B. Yanuar, Direktur Utama Samuel Aset Manajemen (SAM), industri reksa dana semakin membaik dari tahun ke tahun.
    “Ada beberapa katalis positif yang berpotensi mendorong industri reksa dana di tahun 2017. Rupiah yang stabil, kinerja keuangan Emiten yang meningkat, perbaikan pada data makro, penguatan harga komoditas, tingkat bunga rendah, inflasi yang terukur, minat investor global pada emerging market yang tetap tinggi, dan banjirnya likuiditas global akan menempatkan IHSG ke tingkat yang lebih tinggi dengan potensi naik 15%-20% tahun depan.

    Bertambahnya partisipasi investor institusi dan semakin meningkatnya pemahaman investor individu tentang perlunya berinvestasi untuk tujuan keuangan jangka menengah dan jangka panjang, akan membuat produk reksa dana semakin menjadi pilihan,” jelas Agus.
    Imbal hasil produk reksa dana sesuai dengan jenis produk dan aset dasarnya. Reksa dana saham berpotensi memberikan imbal hasil antara 18%-25%, reksa dana campuran 13,5%-15%, reksa dana obligasi 7%-12%, sementara reksa dana pasar uang 4%-5%.

    Sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi pada produk reksa dana, SAM sebagai perusahaan Manajer Investasi handal senantiasa menawarkan produk-produk berkualitas. Dan untuk melengkapi ragam produk yang dapat dinikmati investor, tidak lama lagi SAM akan meluncurkan Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Dollar.

    “Semua produk SAM yang menarik dengan imbal hasil yang baik itu, diharapkan dapat menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat dalam mencapai tujuan keuangannya masing-masing, sesuai dengan misi SAM untuk menjadi Your Lifelong Investment Partner” tutup Agus.

    —

    artikel dipublish di Tabloid Kontan, edisi khusus Proyeksi 2017, terbit 11 Nov 2016

    Iklan Chef - PrintAds SAM - Nov 2016 -231x185 Kontan - FA copy

  • Reksa Dana Syariah, Pilihan Menarik Instrumen Investasi Reksa Dana Syariah, Pilihan Menarik Instrumen Investasi

    Reksa Dana Syariah, Pilihan Menarik Instrumen Investasi Reksa Dana Syariah, Pilihan Menarik Instrumen Investasi

    Sejatinya reksa dana syariah memiliki prinsip yang sama dengan reksa dana konvensional dalam hal analisis dan prinsip kehati-hatian. Perbedaan paling dasar di antara keduanya terletak dalam pemilihan perusahaan yang akan digunakan dalam portofolio investasi. Perusahaan yang dapat dipilih dalam reksa dana berbasis syariah adalah perusahaan yang mengikuti prinsip syariah dan terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES) karena tidak semua perusahaan dapat dipilih.

    Perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam DES pun akan ditinjau kembali setiap enam bulan sekali untuk memastikan perusahaan tersebut tetap mengikuti prinsip syariah. Dalam jangka waktu tersebut pula DES akan melakukan penyesuaian apabila ada perusahaan yang baru tercatat atau dihapuskan. Selain perusahaan, efek sukuk dan pasar uang syariah pun menjadi tempat untuk menanamkan investasinya.

    Hal ini membuat reksa dana syariah menarik untuk dijadikan divergensi portofolio investasi. Biasanya, ketika reksa dana konvensional dalam kondisi menurun, reksa dana syariah akan mengalami penguatan. Dengan demikian, investor akan selalu mendapatkan keuntungan di kondisi apapun. Walaupun tak menutup kemungkinan kedua reksa dana tersebut akan mengalami kenaikan dan penurunan pada saat yang bersamaan.

    Chief Operating Officer PT Samuel Aset Manajemen (SAM), Intan Syah Ichsan menyatakan reksadana syariah dapat memberikan imbal hasil yang menarik, sama seperti reksa dana konvensional. “Tak dapat dipungkiri dalam dua-tiga tahun terakhir ini kondisi reksa dana syariah sedang menurun. Hal ini disebabkan harga komoditas yang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Walaupun demikian, kami optimis di tahun ini reksa dana syariah akan mengalami perbaikan,” ujar Ichsan.

    Optimisme ini berdasarkan pada keadaan domestik Indonesia yang membaik. Ichsan melihat pemerintah mulai solid dan tegas dalam membuat keputusan serta pendanaan infrastruktur yang mulai berjalan. Dengan demikian, confidence para investor pun mulai positif sehingga kondisi iklim investasi secara keseluruhan pun akan semakin membaik.

     Reksadana Syariah SAM

    SAM sebagai salah satu perusahaan manajemen investasi terbesar di Indonesia memiliki tiga produk yang dapat mewakili tiga karakter investasi seseorang, yaitu SAM Syariah Berimbang, SAM Sukuk Syariah Sejahtera, dan SAM Sharia Equity Fund. Ketiga produk ini dibuat untuk memberikan kebebasan bagi para investor ataupun calon investor untuk memilih yang sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan mereka.

    Menurut Ichsan, antusiasme masyarakat ataupun institusi di Indonesia terhadap produk reksa dana syariah cukup tinggi. Tak hanya di kalangan yang beragama Islam, tetapi juga bagi semua kalangan agama. “Di SAM terlihat banyak institusi non-Islam menempatkan investasinya di reksa dana syariah. Terutama institusi yang mementingkan ethical aspect dalam pemilihannya. Perusahaan yang tergabung dalam DES sudah terbukti menjalankan perusahaan sesuai dengan moral dan etika serta governance yang lebih ketat,” tutur Ichsan.

    Oleh sebab itu, reksa dana syariah pun menjadi semakin menarik untuk dijadikan sebagai instrumen investasi. Apalagi penyertaan minimum investasinya pun terbilang rendah. Di SAM, cukup dengan Rp 250 ribu Anda sudah bisa berinvestasi. Menarik bukan?

    ***

    Artikel juga tayang di Harian Kontan, 30 Mar 2016, hal 12

    Haji - PrintAds SAM -  2016 - Kontan

  • SAM Meraih Penghargaan Reksa Dana Terbaik 2015SAM Meraih Penghargaan Reksa Dana Terbaik 2015

    SAM Meraih Penghargaan Reksa Dana Terbaik 2015SAM Meraih Penghargaan Reksa Dana Terbaik 2015

    Samuel Aset Manajemen kembali meraih penghargaan atas reksa dana yang dikelola pada acara APRDI-Bloomberg Indonesia Fund Awards 2015, yang diselenggarakan pada 26 Maret 2015 di Ballroom Grand Hyatt Jakarta. Ini merupakan tahun kedua penyelenggaran penghargaan bagi industri reksa dana di Indonesia yang dimotori oleh Asosiasi Penyelenggara Reksa Dana Indonesia (APRDI) bekerja sama dengan perusahaan penyedia informasi dan data finansial internasional, Bloomberg. Acara penghargaan dihadiri oleh sekitar 200 tamu undangan, dengan pembicara utama Menteri Keuangan RI, Bambang Brodjonegoro dan sambutan dari Chairman Bloomberg LP Peter Grauer.

    Dalam menentukan pemenang, Bloomberg menggunakan metodologi pemeringkatan yang sepenuhnya transparan, dengan cara mengevaluasi kinerja reksa dana selama jangka waktu dua tahun, termasuk meninjau data 5 aset terbesar yang dikelola pada reksa dana tersebut, untuk memastikan bahwa investasi telah sesuai dengan amanat yang tercantum dalam propektusnya.

    Pada acara tersebut, dua produk unggulan SAM berhasil memperoleh penghargaan. SAM Syariah Berimbang meraih gelar  Reksa Dana Campuran Syariah Terbaik 2015, dan SAM Indonesian Equity Fund yang meraih gelar Reksa Dana Saham Terbaik 2015, kategori dana kelolaan di atas Rp500 milyar. Dengan demikian, kedua produk tersebut berhasil meraih penghargaan selama dua tahun berturut-turut. Penghargaan ini melengkapi awards yang telah diterima SAM di tahun 2015. Pada 4 Maret yang lalu, SAM juga memperoleh gelar Reksa Dana Saham Terbaik 2015 untuk produk reksa dana SAM Indonesian Equity Fund, fake watches periode 3 tahun dengan dana kelolaan di atas Rp1 trillyun,  yang diselenggarakan oleh Majalah Investor-Infovesta. Semoga penghargaan ini menjadikan SAM semakin termotivasi untuk menjadi mitra investasi terbaik bagi investor dan sahabat SAM.Samuel Aset Manajemen kembali meraih penghargaan atas reksa dana yang dikelola pada acara APRDI-Bloomberg Indonesia Fund Awards 2015, yang diselenggarakan pada 26 Maret 2015 di Ballroom Grand Hyatt Jakarta. Ini merupakan tahun kedua penyelenggaran penghargaan bagi industri reksa dana di Indonesia yang dimotori oleh Asosiasi Penyelenggara Reksa Dana Indonesia (APRDI) bekerja sama dengan perusahaan penyedia informasi dan data finansial internasional, Bloomberg. Acara penghargaan dihadiri oleh sekitar 200 tamu undangan, dengan pembicara utama Menteri Keuangan RI, Bambang Brodjonegoro dan sambutan dari Chairman Bloomberg LP Peter Grauer.

    Dalam menentukan pemenang, Bloomberg menggunakan metodologi pemeringkatan yang sepenuhnya transparan, dengan cara mengevaluasi kinerja reksa dana selama jangka waktu dua tahun, termasuk meninjau data 5 aset terbesar yang dikelola pada reksa dana tersebut, untuk memastikan bahwa investasi telah sesuai dengan amanat yang tercantum dalam propektusnya.

    Pada acara tersebut, dua produk unggulan SAM berhasil memperoleh penghargaan. SAM Syariah Berimbang meraih gelar  Reksa Dana Campuran Syariah Terbaik 2015, dan SAM Indonesian Equity Fund yang meraih gelar Reksa Dana Saham Terbaik 2015, kategori dana kelolaan di atas Rp500 milyar. Dengan demikian, kedua produk tersebut berhasil meraih penghargaan selama dua tahun berturut-turut. Penghargaan ini melengkapi awards yang telah diterima SAM di tahun 2015. Pada 4 Maret yang lalu, SAM juga memperoleh gelar Reksa Dana Saham Terbaik 2015 untuk produk reksa dana SAM Indonesian Equity Fund, periode 3 tahun dengan dana kelolaan di atas Rp1 trillyun,  yang diselenggarakan oleh Majalah Investor-Infovesta. Semoga penghargaan ini menjadikan SAM semakin termotivasi untuk menjadi mitra investasi terbaik bagi investor dan sahabat SAM.

  • Strategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai Profesi

    Strategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai Profesi

    Investasi bagaikan pohon. Bila Anda tanam dan rawat dengan baik serta telaten sedari muda, maka Anda akan mendapatkan hasil yang rimbun pada waktu yang tepat dengan hasil yang optimal.

    Itulah sebabnya berinvestasi tidak boleh Anda tunda barang sekejap. Ketika Anda mulai memiliki penghasilan sendiri, maka pergunakanlah momen tersebut untuk mulai berinvestasi.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen Agus B. Yanuar menyarankan, investasi selayaknya masuk dalam pos biaya keluarga bulanan. “Jadi investasi bisa dilakukan dengan disiplin setiap bulannya,” ujarnya. Tidak ada salahnya untuk mulai dengan dana investasi yang minim. Saat ini banyak instrumen investasi yang menawarkan dana awal yang mini.

    Agus menegaskan, apapun profesi pekerjaan investor bisa disiplin melakukan perencanaan investasi. Jika meminjam teori The Cashflow Quadrant dari Robert Kiyosaki, maka sumber penghasilan manusia terbagi menjadi empat kuadran. Kuadran-kuadran tersebut antara lain pekerja atau karyawan (employee), pengusaha (business owner), pekerja lepas atau kaum profesional (self employee), dan investor atau penanam modal.

    Bagi karyawan yang mengharapkan gaji bulanan dapat lebih mudah menyisihkan dana investasi bulanan. Sedangkan bagi profesional dan pengusaha membutuhkan kedisiplinan untuk berinvestasi bulanan. Dengan demikian ketiganya dapat menjadi investor yang mampu membiakkan dana dan memperbesar aset.

    Bagi setiap profesi pekerjaaan, tentu waktu dan tenaga sangat berharga. Oleh karena itu pilihlah instrumen investasi yang dapat Anda serahkan kepada ahlinya untuk dikelola. Produk reksadana merupakan solusi bagi Anda yang memiliki waktu dan tenaga terbatas, tetapi tetap ingin mendapatkan imbal hasil yang optimal.

    Reksadana yang dikelola oleh Manajer Investasi profesional dan berpengalaman di bidangnya dapat Anda lihat melalui tim manajemen terpercaya serta kinerja produk yang konsisten. Sebelum mulai memilih produk reksadana yang tepat, ada dua hal yang patut Anda pertimbangkan. “Jangan lupa untuk menilai karakter atau profil risiko Anda sebagai investor serta bentang horizon investasi keluarga,” saran Agus.

    Jika usia produktif investor masih relatif muda dan sedang mengakumulasi aset (wealth accumulation), maka pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih tinggi seperti reksadana saham atau reksadana campuran. Sedangkan bagi investor yang mulai memasuki masa pensiun dan ingin mempertahankan nilai aset, sebaiknya pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih kecil seperti reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap.

    Lebih lanjut Agus menuturkan, reksadana merupakan salah satu diversifikasi investasi yang tepat. Jika dibandingkan dengan properti, reksadana lebih likuid karena mudah dicairkan. Selain menyebarkan risiko, alokasi portofolio yang bervariasi memang dapat memaksimalkan imbal hasil dan mempertimbangkan faktor likuiditas.

    Reksadana memang menjadi semakin populer sebagai produk investasi. Salah satu produk reksadana yang menarik perhatian investor adalah besutan PT Samuel Aset Manajemen (SAM). “Kami memiliki 3P yaitu Performance, People dan Process,” tambah Agus.

    Agus menekankan, SAM selalu berupaya menjaga performance atau kinerja imbal hasil yang bagus dan konsisten. Selain itu, People atau sumber daya manusia SAM rata-rata memiliki pengalaman lebih dari 19 tahun di pasar dan reputasi yang baik. Tidak ketinggalan, proses pengelolaan selalu berbasiskan fundamental. Proses investasi pun mudah dan bisa diakses di semua media. Yang jelas, investor sangat dimudahkan untuk berinvestasi reksadana di SAM.

    Dengan berinvestasi reksadana di SAM, investor dapat mulai berinvestasi dengan dana awal yang sangat terjangkau. Jadi jika Anda mulai berinvestasi reksadana dari dini, Anda dapat menyiapkan biaya-biaya keluarga di masa depan secara perlahan.

    Imbal hasil reksadana memang cukup menggiurkan. Secara historis, imbal hasil reksadana terutama reksadana berbasis saham seperti reksadana campuran dan reksadana saham terus menunjukkan pertumbuhan. Kondisi ekonomi makro Indonesia yang positif mendukung kinerja indeks saham dalam negeri. Agus memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan naik sekitar 15% hingga 20% ke level 6.000 – 6.300 di akhir tahun.

    SAM menawarkan produk reksadana yang bervariasi dari mulai reksadana campuran, reksadana saham, reksadana pendapatan tetap hingga reksadana syariah. Beberapa diantaranya adalah SAM Dana Berkembang, SAM Syariah Berimbang, SAM Sukuk Syariah Sejahtera, SAM Indonesian Equity Fund hingga SAM Sharia Equity Fund.

    Seluruh produk reksadana SAM secara historis membukukan imbal hasil yang positif dan bahkan diatas rata-rata pasar. Hal ini berdasarkan data Infovesta per 27 Februari 2015 yang menunjukkan hasil investasi 3 tahun SAM Syariah Berimbang 62,27%, SAM Dana Berkembang sebesar 35,3%, dan SAM Indonesian Equity Fund sebesar 99,6%.

    Dengan performance yang menggembirakan, tidak mengherankan banyak institusi yang mengganjar SAM lewat berbagai penghargaan. Beberapa penghargaan yang menghampiri SAM antara lain SAM Syariah Berimbang – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best Fund over 3 years: Mixed Asset IDR Flexible versi Thomson Reuters; SAM Sukuk Syariah Sejahtera – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best replica watches Fund over 3 years: Best Bond Rupiah 2014, versi Thomson Reuters; SAM Syariah Berimbang – Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 Versi APRDI-Bloomberg; Best Mutual Fund Award 2014 versi Majalah Investor-Infovesta; dan masih banyak lagi.

    Agus menyarankan agar investor yang baru ingin masuk ke produk reksadana sebaiknya tidak menunda lagi. “Kesempatan yang terbaik adalah hari ini. It’s time to buy, jangan sia-siakan dana Anda dan rasakan manfaat optimal berinvestasi reksadana di kemudian hari sesuai dengan tujuan investasi Anda,” tutup Agus.Investasi bagaikan pohon. Bila Anda tanam dan rawat dengan baik serta telaten sedari muda, maka Anda akan mendapatkan hasil yang rimbun pada waktu yang tepat dengan hasil yang optimal.

    Itulah sebabnya berinvestasi tidak boleh Anda tunda barang sekejap. Ketika Anda mulai memiliki penghasilan sendiri, maka pergunakanlah momen tersebut untuk mulai berinvestasi.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen Agus B. Yanuar menyarankan, investasi selayaknya masuk dalam pos biaya keluarga bulanan. “Jadi investasi bisa dilakukan dengan disiplin setiap bulannya,” ujarnya. Tidak ada salahnya untuk mulai dengan dana investasi yang minim. Saat ini banyak instrumen investasi yang menawarkan dana awal yang mini.

    Agus menegaskan, apapun profesi pekerjaan investor bisa disiplin melakukan perencanaan investasi. Jika meminjam teori The Cashflow Quadrant dari Robert Kiyosaki, maka sumber penghasilan manusia terbagi menjadi empat kuadran. Kuadran-kuadran tersebut antara lain pekerja atau karyawan (employee), pengusaha (business owner), pekerja lepas atau kaum profesional (self employee), dan investor atau penanam modal.

    Bagi karyawan yang mengharapkan gaji bulanan dapat lebih mudah menyisihkan dana investasi bulanan. Sedangkan bagi profesional dan pengusaha membutuhkan kedisiplinan untuk berinvestasi bulanan. Dengan demikian ketiganya dapat menjadi investor yang mampu membiakkan dana dan memperbesar aset.

    Bagi setiap profesi pekerjaaan, tentu waktu dan tenaga sangat berharga. Oleh karena itu pilihlah instrumen investasi yang dapat Anda serahkan kepada ahlinya untuk dikelola. Produk reksadana merupakan solusi bagi Anda yang memiliki waktu dan tenaga terbatas, tetapi tetap ingin mendapatkan imbal hasil yang optimal.

    Reksadana yang dikelola oleh Manajer Investasi profesional dan berpengalaman di bidangnya dapat Anda lihat melalui tim manajemen terpercaya serta kinerja produk yang konsisten. Sebelum mulai memilih produk reksadana yang tepat, ada dua hal yang patut Anda pertimbangkan. “Jangan lupa untuk menilai karakter atau profil risiko Anda sebagai investor serta bentang horizon investasi keluarga,” saran Agus.

    Jika usia produktif investor masih relatif muda dan sedang mengakumulasi aset (wealth accumulation), maka pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih tinggi seperti reksadana saham atau reksadana campuran. Sedangkan bagi investor yang mulai memasuki masa pensiun dan ingin mempertahankan nilai aset, sebaiknya pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih kecil seperti reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap.

    Lebih lanjut Agus menuturkan, reksadana merupakan salah satu diversifikasi investasi yang tepat. Jika dibandingkan dengan properti, reksadana lebih likuid karena mudah dicairkan. Selain menyebarkan risiko, alokasi portofolio yang bervariasi memang dapat memaksimalkan imbal hasil dan mempertimbangkan faktor likuiditas.

    Reksadana memang menjadi semakin populer sebagai produk investasi. Salah satu produk reksadana yang menarik perhatian investor adalah besutan PT Samuel Aset Manajemen (SAM). “Kami memiliki 3P yaitu Performance, People dan Process,” tambah Agus.

    Agus menekankan, SAM selalu berupaya menjaga performance atau kinerja imbal hasil yang bagus dan konsisten. Selain itu, People atau sumber daya manusia SAM rata-rata memiliki pengalaman lebih dari 19 tahun di pasar dan reputasi yang baik. Tidak ketinggalan, proses pengelolaan selalu berbasiskan fundamental. Proses investasi pun mudah dan bisa diakses di semua media. Yang jelas, investor sangat dimudahkan untuk berinvestasi reksadana di SAM.

    Dengan berinvestasi reksadana di SAM, investor dapat mulai berinvestasi dengan dana awal yang sangat terjangkau. Jadi jika Anda mulai berinvestasi reksadana dari dini, Anda dapat menyiapkan biaya-biaya keluarga di masa depan secara perlahan.

    Imbal hasil reksadana memang cukup menggiurkan. Secara historis, imbal hasil reksadana terutama reksadana berbasis saham seperti reksadana campuran dan reksadana saham terus menunjukkan pertumbuhan. Kondisi ekonomi makro Indonesia yang positif mendukung kinerja indeks saham dalam negeri. Agus memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan naik sekitar 15% hingga 20% ke level 6.000 – 6.300 di akhir tahun.

    SAM menawarkan produk reksadana yang bervariasi dari mulai reksadana campuran, reksadana saham, reksadana pendapatan tetap hingga reksadana syariah. Beberapa diantaranya adalah SAM Dana Berkembang, SAM Syariah Berimbang, SAM Sukuk Syariah Sejahtera, SAM Indonesian Equity Fund hingga SAM Sharia Equity Fund.

    Seluruh produk reksadana SAM secara historis membukukan imbal hasil yang positif dan bahkan diatas rata-rata pasar. Hal ini berdasarkan data Infovesta per 27 Februari 2015 yang menunjukkan hasil investasi 3 tahun SAM Syariah Berimbang 62,27%, SAM Dana Berkembang sebesar 35,3%, dan SAM Indonesian Equity Fund sebesar 99,6%.

    Dengan performance yang menggembirakan, tidak mengherankan banyak institusi yang mengganjar SAM lewat berbagai penghargaan. Beberapa penghargaan yang menghampiri SAM antara lain SAM Syariah Berimbang – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best Fund over 3 years: Mixed Asset IDR Flexible versi Thomson Reuters; SAM Sukuk Syariah Sejahtera – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best Fund over 3 years: Best Bond Rupiah 2014, versi Thomson Reuters; SAM Syariah Berimbang – Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 Versi APRDI-Bloomberg; Best Mutual Fund Award 2014 versi Majalah Investor-Infovesta; dan masih banyak lagi.

    Agus menyarankan agar investor yang baru ingin masuk ke produk reksadana sebaiknya tidak menunda lagi. “Kesempatan yang terbaik adalah hari ini. It’s time to buy, jangan sia-siakan dana Anda dan rasakan manfaat optimal berinvestasi reksadana di kemudian hari sesuai dengan tujuan investasi Anda,” tutup Agus.

  • Pasar Cerah, Saatnya Menambah InvestasiPasar Cerah, Saatnya Menambah InvestasiPasar Cerah, Saatnya Menambah Investasi

    Pasar Cerah, Saatnya Menambah InvestasiPasar Cerah, Saatnya Menambah InvestasiPasar Cerah, Saatnya Menambah Investasi

    Setelah melalui Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden yang berlangsung dengan baik, dengan partisipasi pemilih yang meningkat, pasar finansial Indonesia menyambut positif dan melanjutkan tren kenaikannya. Ditopang oleh investor institusi dalam negeri dan masuknya likuiditas global yang kembali menambah bobot investasi di pasar-pasar emerging markets yang memiliki perekonomian domestik yang kuat seperti Indonesia.

    Sepanjang 7 bulan pertama 2014 yang berakhir pada bulan Juli, imbal hasil Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan kenaikan sebesar 19,06 % yang digerakan terutama oleh sektor usaha yang berorientasi pasar domestik seperti infrastruktur, finansial, industri barang konsumsi dan sektor utitilitas. Kenaikan tersebut menempatkan IHSG sebagai salah satu bursa saham yang berkinerja terbaik di Asia dan Dunia.

    Menurut Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar, kinerja IHSG pada paruh pertama tahun 2014 tersebut sudah sesuai dengan prediksi SAM di awal tahun. Dan hingga akhir tahun ini, Agus meyakini bahwa IHSG masih berpotensi untuk naik lebih tinggi. “Meskipun dalam jangka pendek ada risiko yang datang dari kondisi makro ekonomi domestik dan situasi geopolitik dunia, tetapi dalam jangka menengah – panjang Indonesia tetap akan menjadi tujuan investasi yang diunggulkan, baik investasi portofolio maupun investasi langsung. Terutama bila pemerintahan baru mampu memenuhi janji-janji kampanyenya dan sanggup melakukan reformasi struktural di bidang energi, pangan, infrastruktur dan peningkatan daya saing Indonesia sehubungan dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean”, imbuh Agus.

    Sebagai perusahaan Manajer Investasi swasta nasional yang berdiri secara independen sejak 1997, dan dikelola oleh para profesional yang berpengalaman panjang di pasar modal dalam dan luar negeri, SAM dikenal menghasilkan produk Reksa Dana yang memiliki kinerja sangat baik dan konsisten, serta diakui oleh lembaga-lembaga pemeringkat Reksa Dana melalui penghargaan dan awards yang mereka berikan.

    Saat ini SAM mengelola Reksa Dana konvensional dan syariah yang dijual kepada publik dengan nilai investasi awal yang sangat terjangkau, hanya Rp 250 ribu saja. Dan sepanjang Januari s/d Juli 2014, telah memberikan kinerja yang optimal dan di atas rata-rata kinerja tipe reksa dana sejenis. Reksa dana campuran berupa SAM Dana Berkembang naik 14,25 % dan SAM Syariah Berimbang naik 17,90 %. Sementara reksa dana yang portofolio utamanya berupa saham, SAM Indonesian Equity Fund naik 25,33% dan SAM Sharia Equity Fund naik 25,43 %.

    Kinerja tersebut, menurut Agus, diperoleh dari strategi yang tepat melalui pendekatan filosofi investasi jangka panjang, pengambilan keputusan investasi berdasarkan riset yang komprehensif serta penerapan manajemen risiko hati-hati.

    Riset yang mendalam dilakukan untuk mengidentifikasi sektor terbaik dan emiten terbaik yang akan dipilih sebagai aset dasar dari portofolio investasi yang dikelola pada periode investasi yang ditetapkan. Hasil riset tersebut dituangkan ke dalam tesis investasi yang dimutakhirkan secara berkala. Untuk mengantisipasi pasar yang dinamis, bila diperlukan ada penyesuaian komposisi portofolio, dengan melakukan rotasi aset dari sektor dan emiten yang telah melebihi nilai wajarnya ke sektor dan emiten yang lebih prospektif dan undervalued. Sehingga dalam kondisi pasar seperti apa pun, diupayakan agar SAM tetap menyajikan kinerja investasi yang relatif baik dan konsisten bagi para investor dari tahun ke tahun.  Menurut Agus, “Inilah salah satu kunci yang menjadikan SAM sebagai Your Lifelong Investment Partner“

    ***

    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, Edisi Khusus Reksa Dana, Agustus 2014, halaman 9.

    Setelah melalui Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden yang berlangsung dengan baik, dengan partisipasi pemilih yang meningkat, pasar finansial Indonesia menyambut positif dan melanjutkan tren kenaikannya. Ditopang oleh investor institusi dalam negeri dan masuknya likuiditas global yang kembali menambah bobot investasi di pasar-pasar emerging markets yang memiliki perekonomian domestik yang kuat seperti Indonesia.

    Sepanjang 7 bulan pertama 2014 yang berakhir pada bulan Juli, imbal hasil Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan kenaikan sebesar 19,06 % yang digerakan terutama oleh sektor usaha yang berorientasi pasar domestik seperti infrastruktur, finansial, industri barang konsumsi dan sektor utitilitas. Kenaikan tersebut menempatkan IHSG sebagai salah satu bursa saham yang berkinerja terbaik di Asia dan Dunia.

    Menurut Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar, kinerja IHSG pada paruh pertama tahun 2014 tersebut sudah sesuai dengan prediksi SAM di awal tahun. Dan hingga akhir tahun ini, Agus meyakini bahwa IHSG masih berpotensi untuk naik lebih tinggi. “Meskipun dalam jangka pendek ada risiko yang datang dari kondisi makro ekonomi domestik dan situasi geopolitik dunia, tetapi dalam jangka menengah – panjang Indonesia tetap akan menjadi tujuan investasi yang diunggulkan, baik investasi portofolio maupun investasi langsung. Terutama bila pemerintahan baru mampu memenuhi janji-janji kampanyenya dan sanggup melakukan reformasi struktural di bidang energi, pangan, infrastruktur dan peningkatan daya saing Indonesia sehubungan dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean”, imbuh Agus.

    Sebagai perusahaan Manajer Investasi swasta nasional yang berdiri secara independen sejak 1997, dan dikelola oleh para profesional yang berpengalaman panjang di pasar modal dalam dan luar negeri, SAM dikenal menghasilkan produk Reksa Dana yang memiliki kinerja sangat baik dan konsisten, serta diakui oleh lembaga-lembaga pemeringkat Reksa Dana melalui penghargaan dan awards yang mereka berikan.

    Saat ini SAM mengelola Reksa Dana konvensional dan syariah yang dijual kepada publik dengan nilai investasi awal yang sangat terjangkau, hanya Rp 250 ribu saja. Dan sepanjang Januari s/d Juli 2014, telah memberikan kinerja yang optimal dan di atas rata-rata kinerja tipe reksa dana sejenis. Reksa dana campuran berupa SAM Dana Berkembang naik 14,25 % dan SAM Syariah Berimbang naik 17,90 %. Sementara reksa dana yang portofolio utamanya berupa saham, SAM Indonesian Equity Fund naik 25,33% dan SAM Sharia Equity Fund naik 25,43 %.

    Kinerja tersebut, menurut Agus, diperoleh dari strategi yang tepat melalui pendekatan filosofi investasi jangka panjang, pengambilan keputusan investasi berdasarkan riset yang komprehensif serta penerapan manajemen risiko hati-hati.

    Riset yang mendalam dilakukan untuk mengidentifikasi sektor terbaik dan emiten terbaik yang akan dipilih sebagai aset dasar dari portofolio investasi yang dikelola pada periode investasi yang ditetapkan. Hasil riset tersebut dituangkan ke dalam tesis investasi yang dimutakhirkan secara berkala. Untuk mengantisipasi pasar yang dinamis, bila diperlukan ada penyesuaian komposisi portofolio, dengan melakukan rotasi aset dari sektor dan emiten yang telah melebihi nilai wajarnya ke sektor dan emiten yang lebih prospektif dan undervalued. Sehingga dalam kondisi pasar seperti apa pun, diupayakan agar SAM tetap menyajikan kinerja investasi yang relatif baik dan konsisten bagi para investor dari tahun ke tahun.  Menurut Agus, “Inilah salah satu kunci yang menjadikan SAM sebagai Your Lifelong Investment Partner“

    ***

    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, Edisi Khusus Reksa Dana, Agustus 2014, halaman 9.

    Setelah melalui Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden yang berlangsung dengan baik, dengan partisipasi pemilih yang meningkat, pasar finansial Indonesia menyambut positif dan melanjutkan tren kenaikannya. Ditopang oleh investor institusi dalam negeri dan masuknya likuiditas global yang kembali menambah bobot investasi di pasar-pasar emerging markets yang memiliki perekonomian domestik yang kuat seperti Indonesia.

    Sepanjang 7 bulan pertama 2014 yang berakhir pada bulan Juli, imbal hasil Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan kenaikan sebesar 19,06 % yang digerakan terutama oleh sektor usaha yang berorientasi pasar domestik seperti infrastruktur, finansial, industri barang konsumsi dan sektor utitilitas. Kenaikan tersebut menempatkan IHSG sebagai salah satu bursa saham yang berkinerja terbaik di Asia dan Dunia.

    Menurut Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar, kinerja IHSG pada paruh pertama tahun 2014 tersebut sudah sesuai dengan prediksi SAM di awal tahun. Dan hingga akhir tahun ini, Agus meyakini bahwa IHSG masih berpotensi untuk naik lebih tinggi. “Meskipun dalam jangka pendek ada risiko yang datang dari kondisi makro ekonomi domestik dan situasi geopolitik dunia, tetapi dalam jangka menengah – panjang Indonesia tetap akan menjadi tujuan investasi yang diunggulkan, baik investasi portofolio maupun investasi langsung. Terutama bila pemerintahan baru mampu memenuhi janji-janji kampanyenya dan sanggup melakukan reformasi struktural di bidang energi, pangan, infrastruktur dan peningkatan daya saing Indonesia sehubungan dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean”, imbuh Agus.

    Sebagai perusahaan Manajer Investasi swasta nasional yang berdiri secara independen sejak 1997, dan dikelola oleh para profesional yang berpengalaman panjang di pasar modal dalam dan luar negeri, SAM dikenal menghasilkan produk Reksa Dana yang memiliki kinerja sangat baik dan konsisten, serta diakui oleh lembaga-lembaga pemeringkat Reksa Dana melalui penghargaan dan awards yang mereka berikan.

    Saat ini SAM mengelola Reksa Dana konvensional dan syariah yang dijual kepada publik dengan nilai investasi awal yang sangat terjangkau, hanya Rp 250 ribu saja. Dan sepanjang Januari s/d Juli 2014, telah memberikan kinerja yang optimal dan di atas rata-rata kinerja tipe reksa dana sejenis. Reksa dana campuran berupa SAM Dana Berkembang naik 14,25 % dan SAM Syariah Berimbang naik 17,90 %. Sementara reksa dana yang portofolio utamanya berupa saham, SAM Indonesian Equity Fund naik 25,33% dan SAM Sharia Equity Fund naik 25,43 %.

    Kinerja tersebut, menurut Agus, diperoleh dari strategi yang tepat melalui pendekatan filosofi investasi jangka panjang, pengambilan keputusan investasi berdasarkan riset yang komprehensif serta penerapan manajemen risiko hati-hati.

    Riset yang mendalam dilakukan untuk mengidentifikasi sektor terbaik dan emiten terbaik yang akan dipilih sebagai aset dasar dari portofolio investasi yang dikelola pada periode investasi yang ditetapkan. Hasil riset tersebut dituangkan ke dalam tesis investasi yang dimutakhirkan secara berkala. Untuk mengantisipasi pasar yang dinamis, bila diperlukan ada penyesuaian komposisi portofolio, dengan melakukan rotasi aset dari sektor dan emiten yang telah melebihi nilai wajarnya ke sektor dan emiten yang lebih prospektif dan undervalued. Sehingga dalam kondisi pasar seperti apa pun, diupayakan agar SAM tetap menyajikan kinerja investasi yang relatif baik dan konsisten bagi para investor dari tahun ke tahun.  Menurut Agus, “Inilah salah satu kunci yang menjadikan SAM sebagai Your Lifelong Investment Partner“

    ***

    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, Edisi Khusus Reksa Dana, Agustus 2014, halaman 9.

  • Rencanakan Dana Pendidikan dengan Reksa Dana SAMRencanakan Dana Pendidikan dengan Reksa Dana SAM

    Rencanakan Dana Pendidikan dengan Reksa Dana SAMRencanakan Dana Pendidikan dengan Reksa Dana SAM

    Warisan paling bernilai yang dapat kita berikan kepada buah hati kita adalah ilmu pengetahuan. Baik yang diperoleh melalui pendidikan formal, maupun aneka keterampilan hidup yang didapat dari pelatihan, pengalaman dan berbagai kegiatan lainnya.

    Sayangnya, biaya pendidikan yang berkualitas terbilang cukup tinggi, dengan kenaikan sekitar 10%-20% setiap tahunnya. Sehingga kita perlu persiapan lebih cermat untuk memastikan terselenggaranya pendidikan terbaik bagi putera-puteri kita.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar mengatakan, satu hal yang bisa kita lakukan adalah mencari produk investasi yang imbal hasilnya bisa mengalahkan inflasi biaya pendidikan sehingga dana untuk pendidikan anak tetap bisa disediakan dengan sebaik mungkin.

    “Untuk mengamankan dana yang akan dipakai beberapa bulan ke depan, produk perbankan dengan penjaminan merupakan instrumen yang sesuai. Tetapi untuk persiapan biaya pendidikan jangka panjang, reksa dana adalah produk yang lebih bijak, karena imbal hasil jangka panjangnya lebih optimal dan lebih tinggi dari tingkat inflasi,” ujarnya.

    Produk reksa dana senantiasa menawarkan solusi dan pilihan beragam bagi investor. Ada reksa dana pendapatan tetap, campuran dan saham. Baik yang konvensional maupun yang bersifat syariah. Dengan investasi awal yang terjangkau, dimulai dengan Rp 250 ribu saja, dapat dilakukan lebih dini dan dapat diinvestasikan secara berkala.

    Masing-masing reksa dana menawarkan potensi imbal hasil sesuai dengan profil dan karakteristik produk tersebut. Semakin tinggi potensi imbal hasil, biasanya diikuti pula dengan potensi risikonya. Kuncinya adalah bagaimana kita memilih reksa dana yang sesuai dengan karakter risiko, tujuan investasi dan terutama jangka waktu berinvestasinya.

    Menurut Agus, investor yang ingin produk dengan risiko relatif rendah atau jangka waktu berinvestasinya di bawah tiga tahun, lebih baik memilih reksa dana pendapatan tetap.

    Untuk bentang waktu berinvestasi yang lebih panjang, dapat memilih reksa dana campuran atau reksa dana saham, tergantung profil risiko masing-masing. Bagi investor yang ingin menikmati potensi pertumbuhan saham, dan pada saat yang sama ingin meredam risiko penurunannya di tengah pasar yang fluktuatif, bisa memilih reksa dana campuran yang alokasi investasi pada efek saham dan obligasinya akan disesuaikan oleh Manajer Investasi sesuai dengan kondisi pasar.

    Sementara bagi yang ingin menikmati pertumbuhan investasinya secara optimal dalam jangka panjang, maka reksa dana saham adalah pilihan yang paling tepat.

    “Saat ini SAM memiliki produk terbaik yang dapat digunakan untuk menyiapkan dana pendidikan buah hati. Kami mengelola reksa dana pendapatan tetap SAM Sukuk Syariah Sejahtera, reksa dana campuran SAM Dana Berkembang dan SAM Syariah Berimbang, serta reksa dana SAM Indonesian Equity Fund dan SAM Sharia Equity Fund,” tambah Agus.

    Kinerja produk SAM termasuk yang terbaik di kelasnya masih-masing dan menjadi unggulan lembaga pemeringkat reksa dana serta menjadi pilihan cerdas para investor berpengalaman. Per akhir April 2014, SAM Dana Berkembang, reksa dana campuran yang diluncurkan pada tahun 1997, memberikan imbal hasil rata-rata sebesar  16,9 % per tahun (CAGR) selama 17 tahun terakhir, sehingga terbukti bisa lebih tinggi dari tingkat inflasi pada periode yang sama. Produk reksa dana campuran syariah yang lebih baru, SAM Syariah Berimbang, membukukan imbal hasil rata-rata sebesar 17,3 % per tahun dalam tiga tahun terakhir.

    Sementara kinerja rata-rata untuk reksa dana saham, SAM Indonesian Equity Fund  dan SAM Sharia Equity Fund, masing-masing sebesar 31,5 % dan 22,4 % per tahun sejak diluncurkan

    “Kinerja tersebut merupakan hasil dari keahlian meracik strategi investasi yang tepat, pengalaman, serta upaya untuk selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah.

    Bagi kami, mengelola investasi itu seperti membesarkan buah hati sendiri, harus amanah dan sepenuh hati dalam memberikan yang terbaik untuk pertumbuhannya.

    Seperti Anda, kami juga percaya pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia yang handal. Dan seperti kata peribahasa, jika ingin makmur setahun, bertanamlah padi dan biji-bijian. Jika ingin makmur sepuluh tahun, tanamlah kayu-kayuan. Tetapi jika ingin sejahtera seratus tahun, tumbuh-kembangkanlah sumber daya manusia, melalui pendidikan ” tegas Agus.

    ***

    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, Edisi Khusus Pendidikan, Mei 2014, halaman 5.

    Reksadana untuk Pendidikan - PrintAds -Kontan Setengah Hal

    Warisan paling bernilai yang dapat kita berikan kepada buah hati kita adalah ilmu pengetahuan. Baik yang diperoleh melalui pendidikan formal, maupun aneka keterampilan hidup yang didapat dari pelatihan, pengalaman dan berbagai kegiatan lainnya.

    Sayangnya, biaya pendidikan yang berkualitas terbilang cukup tinggi, dengan kenaikan sekitar 10%-20% setiap tahunnya. Sehingga kita perlu persiapan lebih cermat untuk memastikan terselenggaranya pendidikan terbaik bagi putera-puteri kita.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar mengatakan, satu hal yang bisa kita lakukan adalah mencari produk investasi yang imbal hasilnya bisa mengalahkan inflasi biaya pendidikan sehingga dana untuk pendidikan anak tetap bisa disediakan dengan sebaik mungkin.

    “Untuk mengamankan dana yang akan dipakai beberapa bulan ke depan, produk perbankan dengan penjaminan merupakan instrumen yang sesuai. Tetapi untuk persiapan biaya pendidikan jangka panjang, reksa dana adalah produk yang lebih bijak, karena imbal hasil jangka panjangnya lebih optimal dan lebih tinggi dari tingkat inflasi,” ujarnya.

    Produk reksa dana senantiasa menawarkan solusi dan pilihan beragam bagi investor. Ada reksa dana pendapatan tetap, campuran dan saham. Baik yang konvensional maupun yang bersifat syariah. Dengan investasi awal yang terjangkau, dimulai dengan Rp 250 ribu saja, dapat dilakukan lebih dini dan dapat diinvestasikan secara berkala.

    Masing-masing reksa dana menawarkan potensi imbal hasil sesuai dengan profil dan karakteristik produk tersebut. Semakin tinggi potensi imbal hasil, biasanya diikuti pula dengan potensi risikonya. Kuncinya adalah bagaimana kita memilih reksa dana yang sesuai dengan karakter risiko, tujuan investasi dan terutama jangka waktu berinvestasinya.

    Menurut Agus, investor yang ingin produk dengan risiko relatif rendah atau jangka waktu berinvestasinya di bawah tiga tahun, lebih baik memilih reksa dana pendapatan tetap.

    Untuk bentang waktu berinvestasi yang lebih panjang, dapat memilih reksa dana campuran atau reksa dana saham, tergantung profil risiko masing-masing. Bagi investor yang ingin menikmati potensi pertumbuhan saham, dan pada saat yang sama ingin meredam risiko penurunannya di tengah pasar yang fluktuatif, bisa memilih reksa dana campuran yang alokasi investasi pada efek saham dan obligasinya akan disesuaikan oleh Manajer Investasi sesuai dengan kondisi pasar.

    Sementara bagi yang ingin menikmati pertumbuhan investasinya secara optimal dalam jangka panjang, maka reksa dana saham adalah pilihan yang paling tepat.

    “Saat ini SAM memiliki produk terbaik yang dapat digunakan untuk menyiapkan dana pendidikan buah hati. Kami mengelola reksa dana pendapatan tetap SAM Sukuk Syariah Sejahtera, reksa dana campuran SAM Dana Berkembang dan SAM Syariah Berimbang, serta reksa dana SAM Indonesian Equity Fund dan SAM Sharia Equity Fund,” tambah Agus.

    Kinerja produk SAM termasuk yang terbaik di kelasnya masih-masing dan menjadi unggulan lembaga pemeringkat reksa dana serta menjadi pilihan cerdas para investor berpengalaman. Per akhir April 2014, SAM Dana Berkembang, reksa dana campuran yang diluncurkan pada tahun 1997, memberikan imbal hasil rata-rata sebesar  16,9 % per tahun (CAGR) selama 17 tahun terakhir, sehingga terbukti bisa lebih tinggi dari tingkat inflasi pada periode yang sama. Produk reksa dana campuran syariah yang lebih baru, SAM Syariah Berimbang, membukukan imbal hasil rata-rata sebesar 17,3 % per tahun dalam tiga tahun terakhir.

    Sementara kinerja rata-rata untuk reksa dana saham, SAM Indonesian Equity Fund  dan SAM Sharia Equity Fund, masing-masing sebesar 31,5 % dan 22,4 % per tahun sejak diluncurkan

    “Kinerja tersebut merupakan hasil dari keahlian meracik strategi investasi yang tepat, pengalaman, serta upaya untuk selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah.

    Bagi kami, mengelola investasi itu seperti membesarkan buah hati sendiri, harus amanah dan sepenuh hati dalam memberikan yang terbaik untuk pertumbuhannya.

    Seperti Anda, kami juga percaya pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia yang handal. Dan seperti kata peribahasa, jika ingin makmur setahun, bertanamlah padi dan biji-bijian. Jika ingin makmur sepuluh tahun, tanamlah kayu-kayuan. Tetapi jika ingin sejahtera seratus tahun, tumbuh-kembangkanlah sumber daya manusia, melalui pendidikan ” tegas Agus.

    ***

    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, Edisi Khusus Pendidikan, Mei 2014, halaman 5.

    Reksadana untuk Pendidikan - PrintAds -Kontan Setengah Hal

  • Reksa Dana SAM Sebagai Investasi Untuk Dana PendidikanReksa Dana SAM Sebagai Investasi Untuk Dana Pendidikan

    Warisan paling bernilai yang dapat kita berikan kepada buah hati kita adalah ilmu pengetahuan. Baik yang diperoleh melalui pendidikan formal, maupun aneka keterampilan hidup yang didapat dari pengalaman dan berbagai kegiatan lainnya.

    Sayangnya, biaya pendidikan yang berkualitas terbilang cukup tinggi, dengan peningkatan sekitar 10%-20% setiap tahunnya. Sehingga kita perlu persiapan lebih cermat untuk memastikan terselenggaranya pendidikan terbaik bagi putera-puteri kita.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar mengatakan, salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah mencari produk yang imbal hasilnya bisa mengalahkan peningkatan inflasi biaya pendidikan sehingga dana untuk pendidikan anak tetap bisa disediakan dengan sebaik mungkin.

    “Untuk mengamankan dana yang akan dipakai beberapa bulan ke depan, produk perbankan dengan penjaminan merupakan instrumen yang sesuai. Tetapi untuk persiapan biaya pendidikan jangka panjang, reksa dana adalah produk yang tepat, karena imbal hasil jangka panjangnya lebih optimal dan lebih tinggi dari tingkat inflasi,” ujarnya.

    Produk reksa dana senantiasa menawarkan solusi dan pilihan beragam bagi investor. Ada reksa dana pendapatan tetap, campuran dan saham. Baik yang konvensional maupun yang bersifat syariah. Dengan investasi awal yang terjangkau, dimulai dengan Rp 250 ribu saja, dapat dilakukan lebih dini dan secara berkala.

    Masing-masing reksa dana menawarkan potensi imbal hasil sesuai dengan profil dan karakteristik produk tersebut. Semakin tinggi potensi imbal hasil, biasanya diikuti pula dengan potensi risikonya. Kuncinya adalah bagaimana kita memilih produk yang sesuai dengan karakter risiko, tujuan investasi dan jangka waktu berinvestasinya.

    Menurut Agus, investor yang ingin produk dengan risiko relatif rendah atau jangka waktu berinvestasinya di bawah tiga tahun, lebih baik memilih reksa dana pendapatan tetap.

    Untuk jangka waktu berinvestasi lebih panjang, dapat memilih reksa dana campuran atau reksa dana saham, tergantung profil risiko masing-masing. Bagi investor yang ingin menikmati potensi pertumbuhan saham, dan pada saat yang sama ingin meredam risiko penurunannya di tengah pasar yang fluktuatif, bisa memilih reksa dana campuran yang alokasi investasi pada efek saham dan obligasinya akan disesuaikan oleh Manajer Investasi sesuai dengan kondisi pasar.

    Sementara bagi yang ingin menikmati pertumbuhan investasinya secara optimal dalam jangka panjang, maka reksa dana saham adalah pilihan yang paling tepat.

    “Saat ini SAM memiliki produk terbaik yang dapat digunakan untuk menyiapkan dana pendidikan buah hati. Kami mengelola reksa dana pendapatan tetap SAM Sukuk Syariah Sejahtera, reksa dana campuran SAM Dana Berkembang dan SAM Syariah Berimbang, serta reksa dana saham SAM Indonesian Equity Fund dan SAM Sharia Equity Fund,” tambah Agus.

    Kinerja produk SAM termasuk yang terbaik di kelasnya masih-masing dan menjadi unggulan lembaga pemeringkat reksa dana serta menjadi pilihan cerdas para investor berpengalaman.

    “Kinerja tersebut merupakan hasil dari keahlian meracik strategi investasi yang tepat, pengalaman, serta semangat untuk selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah..

    Bagi kami, mengelola investasi itu seperti membesarkan buah hati sendiri, harus amanah dan sepenuh hati dalam memberikan yang terbaik untuk pertumbuhannya.

    Seperti Anda, kami juga percaya pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia yang handal. Dan seperti kata peribahasa, jika ingin makmur setahun, tanamlah padi-padian. Jika ingin makmur sepuluh tahun, tanamlah kayu-kayuan. Tetapi jika ingin sejahtera seratus tahun, tumbuh-kembangkanlah sumber daya manusia,” tegas Agus.

    Print Ad SAM - Seri Pendidikan - Kontan 1#2