Samuel Aset Manajemen

Tag: reksadana terbaik 2017

  • Fokus Pada Fundamental & Orientasi Jangka Panjang

    Fokus Pada Fundamental & Orientasi Jangka Panjang

    Dikelola oleh profesional yang berpengalaman panjang dan terbukti mampu melewati beberapa krisis, membuat kinerja reksa dana kelolaan PT Samuel Aset Manajemen (SAM) jauh melampaui acuannya. Kemampuan mumpuni serta strategi pengelolaan investasi yang fokus pada fundamental menjadi kunci sukses.

    Bagi industri reksa dana, tahun 2016 menjadi tahunnya reksa dana pendapatan tetap. Sepanjang tahun tersebut, reksa dana yang penempatannya sebagian besar pada portofolio obligasi tersebut mencatatkan rata-rata kinerja yang lebih unggul dibandingkan dengan jenis reksa dana lainnya. Namun hal tersebut tidak berlaku pada SAM Indonesia Equity Fund. Kinerja reksa dana kelolaan PT SAM tersebut melambung jauh melampaui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan bahkan indeks rata-rata reksa dana saham.

    IHSG selama setahun lalu hanya membukukan kenaikan sebesar 15,32%. Sementara rerata reksa dana saham selama 2016 hanya sebesar 7,86%. Hebatnya, reksa dana saham SAM Indonesia Equity Fund yang dikelola SAM selama periode yang sama berhasil mencetak return sebesar 39,97%. Angka kinerja setinggi itu, menempatkan posisi SAM Indonesia Equity Fund di posisi teratas reksa dana saham di antara reksa dana sejenis lainnya. Bagaimana reksa dana SAM Indonesia Equity Fund bisa mencetak kinerja sebesar itu?

    Disampaikan Direktur Utama PT SAM, Agus B Yanuar, pemilihan saham pada sektor yang tepat dan prospektif membuat reksa dana ini jauh mengungguli reksa dana lainnya.

    “SAM Indonesia Equity Fund ini memberikan alpha (mencari saham yang memberikan nilai tambah kepada investor-red). Dengan cara menempatkan porsi lebih banyak pada satu sektor serta melakukan rotasi sektor,” jelas Agus.

    Berdasarkan riset SAM sepanjang 2016, sektor komoditas, infrastruktur, dan telekomunikasi, konsumer merupakan sektor-sektor yang akan naik. Menurut Agus, salah satu kriteria ketika memilih sektor dan saham untuk SAM Indonesia Equity Fund, adalah valuasi saham yang paling menarik dan potensi kenaikan harga saham yang paling tinggi.

    “Kriteria lainnya adalah tata kelola perusahaan atau governance yang baik. Ketiga, likuiditas sahamnya di pasar,” jelas Agus.

    Strategi pengelolaan dengan cara yang sama akan terus diterapkan SAM Indonesia Equity ke depannya. Apalagi kondisi ekonomi baik eksternal maupun internal masih akan tetap prospektif. Oleh karena itu, ia memperkirakan imbal hasil SAM Indonesia Equity Fund bisa mencapai lebih dari 20% sepanjang 2017 ini.

    Angka tersebut sangat mungkin tercapai mengingat pada 2017 ini rata-rata emiten mampu membukukan laba per lembar saham sebesar 12%-13,5% per tahun. Kondisi ini juga disokong oleh inflasi yang terjaga di kisaran 4%-5% serta terkendalinya nilai tukar rupiah terhadap dolar.

    “Sektor komoditas juga sudah mulai pulih dan SAM meyakini kenaikan harga minyak akan berlanjut. Sehingga komoditas di sektor energi seperti batu bara, CPO, dan metal berpotensi naik,” jelas Agus.

    Fokus Pada Fundamental & Orientasi Jangka Panjang
    Dikelola oleh profesional yang berpengalaman panjang dan terbukti mampu melewati beberapa krisis, membuat kinerja reksa dana kelolaan SAM jauh melampaui acuannya. Kemampuan mumpuni serta strategi pengelolaan investasi yang fokus pada fundamental menjadi kunci sukses.

    Agus B Yanuar, Dirut PT Samuel Aset Manajemen. Sementara itu, pada Maret 2017 SAM resmi meluncurkan reksa dana pasar uang pertamanya. Reksa dana yang bernama SAM Dana Kas tersebut dibentuk untuk melengkapi keragaman produk reksa dana SAM. SAM Dana Kas memberikan fitur kemudahan pemindahan dari reksa dana SAM yang satu ke yang lainnya atau switching. Investor bisa switching ke SAM Dana Kas tanpa dikenakan biaya.

    Bagi investor yang membutuhkan likuiditas, SAM Dana Kas merupakan pilihan yang tepat. Terutama jika dibandingkan dengan tabungan yang memberikan bunga sebesar 2%-3%, SAM Dana Kas menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi, yaitu sebesar 7%.

    Ke depannya, dengan tenaga profesional yang berpengalaman di pasar modal serta kemampuan perusahaan melewati beberapa krisis keuangan, SAM optimistis bisa masuk dalam 10 manajer investasi dengan dana kelolaan terbesar Indonesia dalam lima tahun mendatang. Per Maret 2017 dana kelolaan SAM sudah mencapai Rp
    8,5 triliun.

    “Filosopi SAM dalam mengelola dana adalah mengunakan riset sebagai alat untuk mengambil keputusan investasi, pendekatan jangka panjang, serta alokasi aset dengan risk management yang baik,” tambah Agus.

    Dengan ketiga prinsip dasar tersebut, SAM optimistis bisa memperoleh imbal hasil yang baik dan mampu menembus 10 besar manajer investasi dengan dana kelolaan terbesar, sekaligus menjadi pilihan utama para investor.

    ===

    Artikel juga terbit di Majalah Investor,  April 2017 hal 3

  • Ekonomi Indonesia Cerah, Investasi Reksa Dana BersinarEkonomi Indonesia Cerah, Investasi Reksa Dana Bersinar

    Ekonomi Indonesia Cerah, Investasi Reksa Dana BersinarEkonomi Indonesia Cerah, Investasi Reksa Dana Bersinar

    Tahun 2016 mendekati akhir dan tahun baru segera menyambut. Bagaimanakah perkiraan kondisi perekonomian Indonesia pada tahun 2017? Apakah iklim investasi akan ramah bagi para investor dan sektor apa saja yang paling prospektif?

    Secara garis besar, ekonomi Indonesia di tahun 2017 akan tetap positif dan berpotensi lebih baik dibanding 2016. Pertumbuhan didorong oleh sektor konsumsi dalam negeri di tengah ekonomi global yang masih relatif stagnan. Daya beli konsumen diharapkan akan tetap tinggi dengan dorongan stimulus dari pemerintah dan membaiknya harga-harga komoditas ekspor kita.

    Stimulus-stimulus tersebut tersirat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 yang lebih ekspansif, melalui disetujuinya defisit APBN 2017 sebesar 2,4%. Pengeluaran belanja negara masih difokuskan pada pembangunan berbagai proyek infrastruktur yang bisa membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Sehingga tercipta efek pengganda atau multiplier terhadap konsumsi rumah tangga dan menambah daya dorong perekonomian untuk bisa tumbuh di atas 5%.

    Dalam APBN 2017, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh sebesar 5,1%. Perkiraan yang konservatif ini terkait dengan potensi tidak tercapainya target penerimaan pajak tahun 2017. Tax Amnesty yang mulai dijalankan tahun 2016 diperkirakan baru akan terasa penuh manfaatnya pada tahun 2018. Ada beberapa reformasi perpajakan yang diharapkan bisa berlaku mulai tahun depan yang berdampak positif terhadap perekonomian.

    Menurut Bank Dunia, ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,3% tahun depan, walaupun ada kemungkinan proyeksi tersebut dapat diturunkan jika pertumbuhan ekonomi global kembali terpangkas. Hasil pemilihan Presiden AS pun akan mewarnai arah perekonomian global yang juga berpengaruh terhadap ekonomi kita.

    Ada beberapa faktor positif bagi perekonomian Indonesia pada tahun 2017. Dari dalam negeri, tingkat inflasi yang masih rendah, suku bunga yang berpotensi turun, dan kredit perbankan yang mulai naik. Sedangkan dari luar negeri, kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed tidak agresif, diperkirakan antara 25-50 bps, bank sentral 4 negara utama masih akan memompa likuiditas, dan harga komoditas yang mulai membaik.

    Sektor yang diperkirakan prospektif dan tumbuh baik di 2017 masih yang berkaitan dengan struktur demografi. Di antaranya adalah sektor perbankan, sektor properti, sektor ritel/perdagangan, sektor farmasi/rumah sakit, dan sektor komoditas. Sedangkan sektor konstruksi, sektor konsumsi, dan sektor telekomunikasi relatif tetap stabil.

    Potensi Investasi Reksa Dana
    Pertumbuhan ekonomi yang positif akan membuat dunia investasi bergairah, termasuk reksa dana. Terlihat dari peningkatan dana kelolaan yang tumbuh dari Rp 270 triliun pada tahun 2015 menjadi sekitar Rp 500 triliun di akhir tahun 2016 ini.

    Menurut Agus B. Yanuar, Direktur Utama Samuel Aset Manajemen (SAM), industri reksa dana semakin membaik dari tahun ke tahun.
    “Ada beberapa katalis positif yang berpotensi mendorong industri reksa dana di tahun 2017. Rupiah yang stabil, kinerja keuangan Emiten yang meningkat, perbaikan pada data makro, penguatan harga komoditas, tingkat bunga rendah, inflasi yang terukur, minat investor global pada emerging market yang tetap tinggi, dan banjirnya likuiditas global akan menempatkan IHSG ke tingkat yang lebih tinggi dengan potensi naik 15%-20% tahun depan.

    Bertambahnya partisipasi investor institusi dan semakin meningkatnya pemahaman investor individu tentang perlunya berinvestasi untuk tujuan keuangan jangka menengah dan jangka panjang, akan membuat produk reksa dana semakin menjadi pilihan,” jelas Agus.
    Imbal hasil produk reksa dana sesuai dengan jenis produk dan aset dasarnya. Reksa dana saham berpotensi memberikan imbal hasil antara 18%-25%, reksa dana campuran 13,5%-15%, reksa dana obligasi 7%-12%, sementara reksa dana pasar uang 4%-5%.

    Sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi pada produk reksa dana, SAM sebagai perusahaan Manajer Investasi handal senantiasa menawarkan produk-produk berkualitas. Dan untuk melengkapi ragam produk yang dapat dinikmati investor, tidak lama lagi SAM akan meluncurkan Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Dollar.

    “Semua produk SAM yang menarik dengan imbal hasil yang baik itu, diharapkan dapat menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat dalam mencapai tujuan keuangannya masing-masing, sesuai dengan misi SAM untuk menjadi Your Lifelong Investment Partner” tutup Agus.

    —

    artikel dipublish di Tabloid Kontan, edisi khusus Proyeksi 2017, terbit 11 Nov 2016

    Iklan Chef - PrintAds SAM - Nov 2016 -231x185 Kontan - FA copy