Samuel Aset Manajemen

Tag: investor

  • Reksa Dana Syariah, Pilihan Menarik Instrumen Investasi Reksa Dana Syariah, Pilihan Menarik Instrumen Investasi

    Reksa Dana Syariah, Pilihan Menarik Instrumen Investasi Reksa Dana Syariah, Pilihan Menarik Instrumen Investasi

    Sejatinya reksa dana syariah memiliki prinsip yang sama dengan reksa dana konvensional dalam hal analisis dan prinsip kehati-hatian. Perbedaan paling dasar di antara keduanya terletak dalam pemilihan perusahaan yang akan digunakan dalam portofolio investasi. Perusahaan yang dapat dipilih dalam reksa dana berbasis syariah adalah perusahaan yang mengikuti prinsip syariah dan terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES) karena tidak semua perusahaan dapat dipilih.

    Perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam DES pun akan ditinjau kembali setiap enam bulan sekali untuk memastikan perusahaan tersebut tetap mengikuti prinsip syariah. Dalam jangka waktu tersebut pula DES akan melakukan penyesuaian apabila ada perusahaan yang baru tercatat atau dihapuskan. Selain perusahaan, efek sukuk dan pasar uang syariah pun menjadi tempat untuk menanamkan investasinya.

    Hal ini membuat reksa dana syariah menarik untuk dijadikan divergensi portofolio investasi. Biasanya, ketika reksa dana konvensional dalam kondisi menurun, reksa dana syariah akan mengalami penguatan. Dengan demikian, investor akan selalu mendapatkan keuntungan di kondisi apapun. Walaupun tak menutup kemungkinan kedua reksa dana tersebut akan mengalami kenaikan dan penurunan pada saat yang bersamaan.

    Chief Operating Officer PT Samuel Aset Manajemen (SAM), Intan Syah Ichsan menyatakan reksadana syariah dapat memberikan imbal hasil yang menarik, sama seperti reksa dana konvensional. “Tak dapat dipungkiri dalam dua-tiga tahun terakhir ini kondisi reksa dana syariah sedang menurun. Hal ini disebabkan harga komoditas yang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Walaupun demikian, kami optimis di tahun ini reksa dana syariah akan mengalami perbaikan,” ujar Ichsan.

    Optimisme ini berdasarkan pada keadaan domestik Indonesia yang membaik. Ichsan melihat pemerintah mulai solid dan tegas dalam membuat keputusan serta pendanaan infrastruktur yang mulai berjalan. Dengan demikian, confidence para investor pun mulai positif sehingga kondisi iklim investasi secara keseluruhan pun akan semakin membaik.

     Reksadana Syariah SAM

    SAM sebagai salah satu perusahaan manajemen investasi terbesar di Indonesia memiliki tiga produk yang dapat mewakili tiga karakter investasi seseorang, yaitu SAM Syariah Berimbang, SAM Sukuk Syariah Sejahtera, dan SAM Sharia Equity Fund. Ketiga produk ini dibuat untuk memberikan kebebasan bagi para investor ataupun calon investor untuk memilih yang sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan mereka.

    Menurut Ichsan, antusiasme masyarakat ataupun institusi di Indonesia terhadap produk reksa dana syariah cukup tinggi. Tak hanya di kalangan yang beragama Islam, tetapi juga bagi semua kalangan agama. “Di SAM terlihat banyak institusi non-Islam menempatkan investasinya di reksa dana syariah. Terutama institusi yang mementingkan ethical aspect dalam pemilihannya. Perusahaan yang tergabung dalam DES sudah terbukti menjalankan perusahaan sesuai dengan moral dan etika serta governance yang lebih ketat,” tutur Ichsan.

    Oleh sebab itu, reksa dana syariah pun menjadi semakin menarik untuk dijadikan sebagai instrumen investasi. Apalagi penyertaan minimum investasinya pun terbilang rendah. Di SAM, cukup dengan Rp 250 ribu Anda sudah bisa berinvestasi. Menarik bukan?

    ***

    Artikel juga tayang di Harian Kontan, 30 Mar 2016, hal 12

    Haji - PrintAds SAM -  2016 - Kontan

  • Strategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai Profesi

    Strategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai Profesi

    Investasi bagaikan pohon. Bila Anda tanam dan rawat dengan baik serta telaten sedari muda, maka Anda akan mendapatkan hasil yang rimbun pada waktu yang tepat dengan hasil yang optimal.

    Itulah sebabnya berinvestasi tidak boleh Anda tunda barang sekejap. Ketika Anda mulai memiliki penghasilan sendiri, maka pergunakanlah momen tersebut untuk mulai berinvestasi.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen Agus B. Yanuar menyarankan, investasi selayaknya masuk dalam pos biaya keluarga bulanan. “Jadi investasi bisa dilakukan dengan disiplin setiap bulannya,” ujarnya. Tidak ada salahnya untuk mulai dengan dana investasi yang minim. Saat ini banyak instrumen investasi yang menawarkan dana awal yang mini.

    Agus menegaskan, apapun profesi pekerjaan investor bisa disiplin melakukan perencanaan investasi. Jika meminjam teori The Cashflow Quadrant dari Robert Kiyosaki, maka sumber penghasilan manusia terbagi menjadi empat kuadran. Kuadran-kuadran tersebut antara lain pekerja atau karyawan (employee), pengusaha (business owner), pekerja lepas atau kaum profesional (self employee), dan investor atau penanam modal.

    Bagi karyawan yang mengharapkan gaji bulanan dapat lebih mudah menyisihkan dana investasi bulanan. Sedangkan bagi profesional dan pengusaha membutuhkan kedisiplinan untuk berinvestasi bulanan. Dengan demikian ketiganya dapat menjadi investor yang mampu membiakkan dana dan memperbesar aset.

    Bagi setiap profesi pekerjaaan, tentu waktu dan tenaga sangat berharga. Oleh karena itu pilihlah instrumen investasi yang dapat Anda serahkan kepada ahlinya untuk dikelola. Produk reksadana merupakan solusi bagi Anda yang memiliki waktu dan tenaga terbatas, tetapi tetap ingin mendapatkan imbal hasil yang optimal.

    Reksadana yang dikelola oleh Manajer Investasi profesional dan berpengalaman di bidangnya dapat Anda lihat melalui tim manajemen terpercaya serta kinerja produk yang konsisten. Sebelum mulai memilih produk reksadana yang tepat, ada dua hal yang patut Anda pertimbangkan. “Jangan lupa untuk menilai karakter atau profil risiko Anda sebagai investor serta bentang horizon investasi keluarga,” saran Agus.

    Jika usia produktif investor masih relatif muda dan sedang mengakumulasi aset (wealth accumulation), maka pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih tinggi seperti reksadana saham atau reksadana campuran. Sedangkan bagi investor yang mulai memasuki masa pensiun dan ingin mempertahankan nilai aset, sebaiknya pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih kecil seperti reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap.

    Lebih lanjut Agus menuturkan, reksadana merupakan salah satu diversifikasi investasi yang tepat. Jika dibandingkan dengan properti, reksadana lebih likuid karena mudah dicairkan. Selain menyebarkan risiko, alokasi portofolio yang bervariasi memang dapat memaksimalkan imbal hasil dan mempertimbangkan faktor likuiditas.

    Reksadana memang menjadi semakin populer sebagai produk investasi. Salah satu produk reksadana yang menarik perhatian investor adalah besutan PT Samuel Aset Manajemen (SAM). “Kami memiliki 3P yaitu Performance, People dan Process,” tambah Agus.

    Agus menekankan, SAM selalu berupaya menjaga performance atau kinerja imbal hasil yang bagus dan konsisten. Selain itu, People atau sumber daya manusia SAM rata-rata memiliki pengalaman lebih dari 19 tahun di pasar dan reputasi yang baik. Tidak ketinggalan, proses pengelolaan selalu berbasiskan fundamental. Proses investasi pun mudah dan bisa diakses di semua media. Yang jelas, investor sangat dimudahkan untuk berinvestasi reksadana di SAM.

    Dengan berinvestasi reksadana di SAM, investor dapat mulai berinvestasi dengan dana awal yang sangat terjangkau. Jadi jika Anda mulai berinvestasi reksadana dari dini, Anda dapat menyiapkan biaya-biaya keluarga di masa depan secara perlahan.

    Imbal hasil reksadana memang cukup menggiurkan. Secara historis, imbal hasil reksadana terutama reksadana berbasis saham seperti reksadana campuran dan reksadana saham terus menunjukkan pertumbuhan. Kondisi ekonomi makro Indonesia yang positif mendukung kinerja indeks saham dalam negeri. Agus memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan naik sekitar 15% hingga 20% ke level 6.000 – 6.300 di akhir tahun.

    SAM menawarkan produk reksadana yang bervariasi dari mulai reksadana campuran, reksadana saham, reksadana pendapatan tetap hingga reksadana syariah. Beberapa diantaranya adalah SAM Dana Berkembang, SAM Syariah Berimbang, SAM Sukuk Syariah Sejahtera, SAM Indonesian Equity Fund hingga SAM Sharia Equity Fund.

    Seluruh produk reksadana SAM secara historis membukukan imbal hasil yang positif dan bahkan diatas rata-rata pasar. Hal ini berdasarkan data Infovesta per 27 Februari 2015 yang menunjukkan hasil investasi 3 tahun SAM Syariah Berimbang 62,27%, SAM Dana Berkembang sebesar 35,3%, dan SAM Indonesian Equity Fund sebesar 99,6%.

    Dengan performance yang menggembirakan, tidak mengherankan banyak institusi yang mengganjar SAM lewat berbagai penghargaan. Beberapa penghargaan yang menghampiri SAM antara lain SAM Syariah Berimbang – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best Fund over 3 years: Mixed Asset IDR Flexible versi Thomson Reuters; SAM Sukuk Syariah Sejahtera – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best replica watches Fund over 3 years: Best Bond Rupiah 2014, versi Thomson Reuters; SAM Syariah Berimbang – Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 Versi APRDI-Bloomberg; Best Mutual Fund Award 2014 versi Majalah Investor-Infovesta; dan masih banyak lagi.

    Agus menyarankan agar investor yang baru ingin masuk ke produk reksadana sebaiknya tidak menunda lagi. “Kesempatan yang terbaik adalah hari ini. It’s time to buy, jangan sia-siakan dana Anda dan rasakan manfaat optimal berinvestasi reksadana di kemudian hari sesuai dengan tujuan investasi Anda,” tutup Agus.Investasi bagaikan pohon. Bila Anda tanam dan rawat dengan baik serta telaten sedari muda, maka Anda akan mendapatkan hasil yang rimbun pada waktu yang tepat dengan hasil yang optimal.

    Itulah sebabnya berinvestasi tidak boleh Anda tunda barang sekejap. Ketika Anda mulai memiliki penghasilan sendiri, maka pergunakanlah momen tersebut untuk mulai berinvestasi.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen Agus B. Yanuar menyarankan, investasi selayaknya masuk dalam pos biaya keluarga bulanan. “Jadi investasi bisa dilakukan dengan disiplin setiap bulannya,” ujarnya. Tidak ada salahnya untuk mulai dengan dana investasi yang minim. Saat ini banyak instrumen investasi yang menawarkan dana awal yang mini.

    Agus menegaskan, apapun profesi pekerjaan investor bisa disiplin melakukan perencanaan investasi. Jika meminjam teori The Cashflow Quadrant dari Robert Kiyosaki, maka sumber penghasilan manusia terbagi menjadi empat kuadran. Kuadran-kuadran tersebut antara lain pekerja atau karyawan (employee), pengusaha (business owner), pekerja lepas atau kaum profesional (self employee), dan investor atau penanam modal.

    Bagi karyawan yang mengharapkan gaji bulanan dapat lebih mudah menyisihkan dana investasi bulanan. Sedangkan bagi profesional dan pengusaha membutuhkan kedisiplinan untuk berinvestasi bulanan. Dengan demikian ketiganya dapat menjadi investor yang mampu membiakkan dana dan memperbesar aset.

    Bagi setiap profesi pekerjaaan, tentu waktu dan tenaga sangat berharga. Oleh karena itu pilihlah instrumen investasi yang dapat Anda serahkan kepada ahlinya untuk dikelola. Produk reksadana merupakan solusi bagi Anda yang memiliki waktu dan tenaga terbatas, tetapi tetap ingin mendapatkan imbal hasil yang optimal.

    Reksadana yang dikelola oleh Manajer Investasi profesional dan berpengalaman di bidangnya dapat Anda lihat melalui tim manajemen terpercaya serta kinerja produk yang konsisten. Sebelum mulai memilih produk reksadana yang tepat, ada dua hal yang patut Anda pertimbangkan. “Jangan lupa untuk menilai karakter atau profil risiko Anda sebagai investor serta bentang horizon investasi keluarga,” saran Agus.

    Jika usia produktif investor masih relatif muda dan sedang mengakumulasi aset (wealth accumulation), maka pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih tinggi seperti reksadana saham atau reksadana campuran. Sedangkan bagi investor yang mulai memasuki masa pensiun dan ingin mempertahankan nilai aset, sebaiknya pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih kecil seperti reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap.

    Lebih lanjut Agus menuturkan, reksadana merupakan salah satu diversifikasi investasi yang tepat. Jika dibandingkan dengan properti, reksadana lebih likuid karena mudah dicairkan. Selain menyebarkan risiko, alokasi portofolio yang bervariasi memang dapat memaksimalkan imbal hasil dan mempertimbangkan faktor likuiditas.

    Reksadana memang menjadi semakin populer sebagai produk investasi. Salah satu produk reksadana yang menarik perhatian investor adalah besutan PT Samuel Aset Manajemen (SAM). “Kami memiliki 3P yaitu Performance, People dan Process,” tambah Agus.

    Agus menekankan, SAM selalu berupaya menjaga performance atau kinerja imbal hasil yang bagus dan konsisten. Selain itu, People atau sumber daya manusia SAM rata-rata memiliki pengalaman lebih dari 19 tahun di pasar dan reputasi yang baik. Tidak ketinggalan, proses pengelolaan selalu berbasiskan fundamental. Proses investasi pun mudah dan bisa diakses di semua media. Yang jelas, investor sangat dimudahkan untuk berinvestasi reksadana di SAM.

    Dengan berinvestasi reksadana di SAM, investor dapat mulai berinvestasi dengan dana awal yang sangat terjangkau. Jadi jika Anda mulai berinvestasi reksadana dari dini, Anda dapat menyiapkan biaya-biaya keluarga di masa depan secara perlahan.

    Imbal hasil reksadana memang cukup menggiurkan. Secara historis, imbal hasil reksadana terutama reksadana berbasis saham seperti reksadana campuran dan reksadana saham terus menunjukkan pertumbuhan. Kondisi ekonomi makro Indonesia yang positif mendukung kinerja indeks saham dalam negeri. Agus memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan naik sekitar 15% hingga 20% ke level 6.000 – 6.300 di akhir tahun.

    SAM menawarkan produk reksadana yang bervariasi dari mulai reksadana campuran, reksadana saham, reksadana pendapatan tetap hingga reksadana syariah. Beberapa diantaranya adalah SAM Dana Berkembang, SAM Syariah Berimbang, SAM Sukuk Syariah Sejahtera, SAM Indonesian Equity Fund hingga SAM Sharia Equity Fund.

    Seluruh produk reksadana SAM secara historis membukukan imbal hasil yang positif dan bahkan diatas rata-rata pasar. Hal ini berdasarkan data Infovesta per 27 Februari 2015 yang menunjukkan hasil investasi 3 tahun SAM Syariah Berimbang 62,27%, SAM Dana Berkembang sebesar 35,3%, dan SAM Indonesian Equity Fund sebesar 99,6%.

    Dengan performance yang menggembirakan, tidak mengherankan banyak institusi yang mengganjar SAM lewat berbagai penghargaan. Beberapa penghargaan yang menghampiri SAM antara lain SAM Syariah Berimbang – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best Fund over 3 years: Mixed Asset IDR Flexible versi Thomson Reuters; SAM Sukuk Syariah Sejahtera – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best Fund over 3 years: Best Bond Rupiah 2014, versi Thomson Reuters; SAM Syariah Berimbang – Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 Versi APRDI-Bloomberg; Best Mutual Fund Award 2014 versi Majalah Investor-Infovesta; dan masih banyak lagi.

    Agus menyarankan agar investor yang baru ingin masuk ke produk reksadana sebaiknya tidak menunda lagi. “Kesempatan yang terbaik adalah hari ini. It’s time to buy, jangan sia-siakan dana Anda dan rasakan manfaat optimal berinvestasi reksadana di kemudian hari sesuai dengan tujuan investasi Anda,” tutup Agus.

  • SAM Indonesian Equity Fund (SIEF) Meraih Reksa Dana Terbaik 2015SAM Indonesian Equity Fund (SIEF) Meraih Reksa Dana Terbaik 2015

    SAM Indonesian Equity Fund (SIEF) Meraih Reksa Dana Terbaik 2015SAM Indonesian Equity Fund (SIEF) Meraih Reksa Dana Terbaik 2015

    Majalah Investor kembali memberikan penghargaan kepada reksa dana yang dinilai memiliki kinerja terbaik, Rabu (4/3). Penghargaan itu diberikan pada acara Penganugerahan Reksa Dana Terbaik 2015 yang diselenggarakan di Financial Club Jakarta, Rabu (4/3). Tahun ini adalah tahun ke-14 Majalah Investor melakukan pemeringkatan reksa dana.

    SAM Indonesian Equity Fund (SIEF) kembali meraih penghargaan REKSADANA TERBAIK 2015, dengan kategori reksadana saham periode 3 tahun untuk aset di atas Rp 1 Trilyun.

    Best Mutual Fund 2015
    Majalah Investor kembali memberikan penghargaan kepada reksa dana yang dinilai memiliki kinerja terbaik, Rabu (4/3). Penghargaan itu diberikan pada acara Penganugerahan Reksa Dana Terbaik 2015 yang diselenggarakan di Financial Club Jakarta, Rabu (4/3). Tahun ini adalah tahun ke-14 Majalah Investor melakukan pemeringkatan reksa dana.

    SAM Indonesian Equity Fund (SIEF) kembali meraih penghargaan REKSADANA TERBAIK 2015, dengan kategori reksadana saham periode 3 tahun untuk aset di atas Rp 1 Trilyun.

    Best Mutual Fund 2015
    Majalah Investor kembali memberikan penghargaan kepada reksa dana yang dinilai memiliki kinerja terbaik, Rabu (4/3). Penghargaan itu diberikan pada acara Penganugerahan Reksa Dana Terbaik 2015 yang diselenggarakan di Financial Club Jakarta, Rabu (4/3). Tahun ini adalah tahun ke-14 Majalah Investor melakukan pemeringkatan reksa dana.

    SAM Indonesian Equity Fund (SIEF) kembali meraih penghargaan REKSADANA TERBAIK 2015, dengan kategori reksadana saham periode 3 tahun untuk aset di atas Rp 1 Trilyun.

    Best Mutual Fund 2015

  • Pasar Cerah, Saatnya Menambah InvestasiPasar Cerah, Saatnya Menambah InvestasiPasar Cerah, Saatnya Menambah Investasi

    Pasar Cerah, Saatnya Menambah InvestasiPasar Cerah, Saatnya Menambah InvestasiPasar Cerah, Saatnya Menambah Investasi

    Setelah melalui Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden yang berlangsung dengan baik, dengan partisipasi pemilih yang meningkat, pasar finansial Indonesia menyambut positif dan melanjutkan tren kenaikannya. Ditopang oleh investor institusi dalam negeri dan masuknya likuiditas global yang kembali menambah bobot investasi di pasar-pasar emerging markets yang memiliki perekonomian domestik yang kuat seperti Indonesia.

    Sepanjang 7 bulan pertama 2014 yang berakhir pada bulan Juli, imbal hasil Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan kenaikan sebesar 19,06 % yang digerakan terutama oleh sektor usaha yang berorientasi pasar domestik seperti infrastruktur, finansial, industri barang konsumsi dan sektor utitilitas. Kenaikan tersebut menempatkan IHSG sebagai salah satu bursa saham yang berkinerja terbaik di Asia dan Dunia.

    Menurut Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar, kinerja IHSG pada paruh pertama tahun 2014 tersebut sudah sesuai dengan prediksi SAM di awal tahun. Dan hingga akhir tahun ini, Agus meyakini bahwa IHSG masih berpotensi untuk naik lebih tinggi. “Meskipun dalam jangka pendek ada risiko yang datang dari kondisi makro ekonomi domestik dan situasi geopolitik dunia, tetapi dalam jangka menengah – panjang Indonesia tetap akan menjadi tujuan investasi yang diunggulkan, baik investasi portofolio maupun investasi langsung. Terutama bila pemerintahan baru mampu memenuhi janji-janji kampanyenya dan sanggup melakukan reformasi struktural di bidang energi, pangan, infrastruktur dan peningkatan daya saing Indonesia sehubungan dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean”, imbuh Agus.

    Sebagai perusahaan Manajer Investasi swasta nasional yang berdiri secara independen sejak 1997, dan dikelola oleh para profesional yang berpengalaman panjang di pasar modal dalam dan luar negeri, SAM dikenal menghasilkan produk Reksa Dana yang memiliki kinerja sangat baik dan konsisten, serta diakui oleh lembaga-lembaga pemeringkat Reksa Dana melalui penghargaan dan awards yang mereka berikan.

    Saat ini SAM mengelola Reksa Dana konvensional dan syariah yang dijual kepada publik dengan nilai investasi awal yang sangat terjangkau, hanya Rp 250 ribu saja. Dan sepanjang Januari s/d Juli 2014, telah memberikan kinerja yang optimal dan di atas rata-rata kinerja tipe reksa dana sejenis. Reksa dana campuran berupa SAM Dana Berkembang naik 14,25 % dan SAM Syariah Berimbang naik 17,90 %. Sementara reksa dana yang portofolio utamanya berupa saham, SAM Indonesian Equity Fund naik 25,33% dan SAM Sharia Equity Fund naik 25,43 %.

    Kinerja tersebut, menurut Agus, diperoleh dari strategi yang tepat melalui pendekatan filosofi investasi jangka panjang, pengambilan keputusan investasi berdasarkan riset yang komprehensif serta penerapan manajemen risiko hati-hati.

    Riset yang mendalam dilakukan untuk mengidentifikasi sektor terbaik dan emiten terbaik yang akan dipilih sebagai aset dasar dari portofolio investasi yang dikelola pada periode investasi yang ditetapkan. Hasil riset tersebut dituangkan ke dalam tesis investasi yang dimutakhirkan secara berkala. Untuk mengantisipasi pasar yang dinamis, bila diperlukan ada penyesuaian komposisi portofolio, dengan melakukan rotasi aset dari sektor dan emiten yang telah melebihi nilai wajarnya ke sektor dan emiten yang lebih prospektif dan undervalued. Sehingga dalam kondisi pasar seperti apa pun, diupayakan agar SAM tetap menyajikan kinerja investasi yang relatif baik dan konsisten bagi para investor dari tahun ke tahun.  Menurut Agus, “Inilah salah satu kunci yang menjadikan SAM sebagai Your Lifelong Investment Partner“

    ***

    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, Edisi Khusus Reksa Dana, Agustus 2014, halaman 9.

    Setelah melalui Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden yang berlangsung dengan baik, dengan partisipasi pemilih yang meningkat, pasar finansial Indonesia menyambut positif dan melanjutkan tren kenaikannya. Ditopang oleh investor institusi dalam negeri dan masuknya likuiditas global yang kembali menambah bobot investasi di pasar-pasar emerging markets yang memiliki perekonomian domestik yang kuat seperti Indonesia.

    Sepanjang 7 bulan pertama 2014 yang berakhir pada bulan Juli, imbal hasil Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan kenaikan sebesar 19,06 % yang digerakan terutama oleh sektor usaha yang berorientasi pasar domestik seperti infrastruktur, finansial, industri barang konsumsi dan sektor utitilitas. Kenaikan tersebut menempatkan IHSG sebagai salah satu bursa saham yang berkinerja terbaik di Asia dan Dunia.

    Menurut Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar, kinerja IHSG pada paruh pertama tahun 2014 tersebut sudah sesuai dengan prediksi SAM di awal tahun. Dan hingga akhir tahun ini, Agus meyakini bahwa IHSG masih berpotensi untuk naik lebih tinggi. “Meskipun dalam jangka pendek ada risiko yang datang dari kondisi makro ekonomi domestik dan situasi geopolitik dunia, tetapi dalam jangka menengah – panjang Indonesia tetap akan menjadi tujuan investasi yang diunggulkan, baik investasi portofolio maupun investasi langsung. Terutama bila pemerintahan baru mampu memenuhi janji-janji kampanyenya dan sanggup melakukan reformasi struktural di bidang energi, pangan, infrastruktur dan peningkatan daya saing Indonesia sehubungan dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean”, imbuh Agus.

    Sebagai perusahaan Manajer Investasi swasta nasional yang berdiri secara independen sejak 1997, dan dikelola oleh para profesional yang berpengalaman panjang di pasar modal dalam dan luar negeri, SAM dikenal menghasilkan produk Reksa Dana yang memiliki kinerja sangat baik dan konsisten, serta diakui oleh lembaga-lembaga pemeringkat Reksa Dana melalui penghargaan dan awards yang mereka berikan.

    Saat ini SAM mengelola Reksa Dana konvensional dan syariah yang dijual kepada publik dengan nilai investasi awal yang sangat terjangkau, hanya Rp 250 ribu saja. Dan sepanjang Januari s/d Juli 2014, telah memberikan kinerja yang optimal dan di atas rata-rata kinerja tipe reksa dana sejenis. Reksa dana campuran berupa SAM Dana Berkembang naik 14,25 % dan SAM Syariah Berimbang naik 17,90 %. Sementara reksa dana yang portofolio utamanya berupa saham, SAM Indonesian Equity Fund naik 25,33% dan SAM Sharia Equity Fund naik 25,43 %.

    Kinerja tersebut, menurut Agus, diperoleh dari strategi yang tepat melalui pendekatan filosofi investasi jangka panjang, pengambilan keputusan investasi berdasarkan riset yang komprehensif serta penerapan manajemen risiko hati-hati.

    Riset yang mendalam dilakukan untuk mengidentifikasi sektor terbaik dan emiten terbaik yang akan dipilih sebagai aset dasar dari portofolio investasi yang dikelola pada periode investasi yang ditetapkan. Hasil riset tersebut dituangkan ke dalam tesis investasi yang dimutakhirkan secara berkala. Untuk mengantisipasi pasar yang dinamis, bila diperlukan ada penyesuaian komposisi portofolio, dengan melakukan rotasi aset dari sektor dan emiten yang telah melebihi nilai wajarnya ke sektor dan emiten yang lebih prospektif dan undervalued. Sehingga dalam kondisi pasar seperti apa pun, diupayakan agar SAM tetap menyajikan kinerja investasi yang relatif baik dan konsisten bagi para investor dari tahun ke tahun.  Menurut Agus, “Inilah salah satu kunci yang menjadikan SAM sebagai Your Lifelong Investment Partner“

    ***

    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, Edisi Khusus Reksa Dana, Agustus 2014, halaman 9.

    Setelah melalui Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden yang berlangsung dengan baik, dengan partisipasi pemilih yang meningkat, pasar finansial Indonesia menyambut positif dan melanjutkan tren kenaikannya. Ditopang oleh investor institusi dalam negeri dan masuknya likuiditas global yang kembali menambah bobot investasi di pasar-pasar emerging markets yang memiliki perekonomian domestik yang kuat seperti Indonesia.

    Sepanjang 7 bulan pertama 2014 yang berakhir pada bulan Juli, imbal hasil Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan kenaikan sebesar 19,06 % yang digerakan terutama oleh sektor usaha yang berorientasi pasar domestik seperti infrastruktur, finansial, industri barang konsumsi dan sektor utitilitas. Kenaikan tersebut menempatkan IHSG sebagai salah satu bursa saham yang berkinerja terbaik di Asia dan Dunia.

    Menurut Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar, kinerja IHSG pada paruh pertama tahun 2014 tersebut sudah sesuai dengan prediksi SAM di awal tahun. Dan hingga akhir tahun ini, Agus meyakini bahwa IHSG masih berpotensi untuk naik lebih tinggi. “Meskipun dalam jangka pendek ada risiko yang datang dari kondisi makro ekonomi domestik dan situasi geopolitik dunia, tetapi dalam jangka menengah – panjang Indonesia tetap akan menjadi tujuan investasi yang diunggulkan, baik investasi portofolio maupun investasi langsung. Terutama bila pemerintahan baru mampu memenuhi janji-janji kampanyenya dan sanggup melakukan reformasi struktural di bidang energi, pangan, infrastruktur dan peningkatan daya saing Indonesia sehubungan dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean”, imbuh Agus.

    Sebagai perusahaan Manajer Investasi swasta nasional yang berdiri secara independen sejak 1997, dan dikelola oleh para profesional yang berpengalaman panjang di pasar modal dalam dan luar negeri, SAM dikenal menghasilkan produk Reksa Dana yang memiliki kinerja sangat baik dan konsisten, serta diakui oleh lembaga-lembaga pemeringkat Reksa Dana melalui penghargaan dan awards yang mereka berikan.

    Saat ini SAM mengelola Reksa Dana konvensional dan syariah yang dijual kepada publik dengan nilai investasi awal yang sangat terjangkau, hanya Rp 250 ribu saja. Dan sepanjang Januari s/d Juli 2014, telah memberikan kinerja yang optimal dan di atas rata-rata kinerja tipe reksa dana sejenis. Reksa dana campuran berupa SAM Dana Berkembang naik 14,25 % dan SAM Syariah Berimbang naik 17,90 %. Sementara reksa dana yang portofolio utamanya berupa saham, SAM Indonesian Equity Fund naik 25,33% dan SAM Sharia Equity Fund naik 25,43 %.

    Kinerja tersebut, menurut Agus, diperoleh dari strategi yang tepat melalui pendekatan filosofi investasi jangka panjang, pengambilan keputusan investasi berdasarkan riset yang komprehensif serta penerapan manajemen risiko hati-hati.

    Riset yang mendalam dilakukan untuk mengidentifikasi sektor terbaik dan emiten terbaik yang akan dipilih sebagai aset dasar dari portofolio investasi yang dikelola pada periode investasi yang ditetapkan. Hasil riset tersebut dituangkan ke dalam tesis investasi yang dimutakhirkan secara berkala. Untuk mengantisipasi pasar yang dinamis, bila diperlukan ada penyesuaian komposisi portofolio, dengan melakukan rotasi aset dari sektor dan emiten yang telah melebihi nilai wajarnya ke sektor dan emiten yang lebih prospektif dan undervalued. Sehingga dalam kondisi pasar seperti apa pun, diupayakan agar SAM tetap menyajikan kinerja investasi yang relatif baik dan konsisten bagi para investor dari tahun ke tahun.  Menurut Agus, “Inilah salah satu kunci yang menjadikan SAM sebagai Your Lifelong Investment Partner“

    ***

    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, Edisi Khusus Reksa Dana, Agustus 2014, halaman 9.

  • SAM Indonesian Equity Fund – Best Equity Fund 2014 versi APRDI-BloombergSAM Indonesian Equity Fund – Best Equity Fund 2014 by APRDI-BloombergSAM Indonesian Equity Fund – Best Equity Fund 2014 by APRDI-Bloomberg

    SAM Indonesian Equity Fund – Best Equity Fund 2014 versi APRDI-BloombergSAM Indonesian Equity Fund – Best Equity Fund 2014 by APRDI-BloombergSAM Indonesian Equity Fund – Best Equity Fund 2014 by APRDI-Bloomberg

    SAM Indonesian Equity Fund – Reksa Dana Saham Terbaik  (Dana Kelolaan >500 Milyar) Versi APRDI-BloombergSAM Indonesian Equity Fund – Best Equity Fund 2014 (AUM >500B) by APRDI-BloombergSAM Indonesian Equity Fund – Best Equity Fund 2014 (AUM >500B) by APRDI-Bloomberg