Samuel Aset Manajemen

Tag: dana pendidikan

  • Strategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai Profesi

    Strategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai Profesi

    Investasi bagaikan pohon. Bila Anda tanam dan rawat dengan baik serta telaten sedari muda, maka Anda akan mendapatkan hasil yang rimbun pada waktu yang tepat dengan hasil yang optimal.

    Itulah sebabnya berinvestasi tidak boleh Anda tunda barang sekejap. Ketika Anda mulai memiliki penghasilan sendiri, maka pergunakanlah momen tersebut untuk mulai berinvestasi.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen Agus B. Yanuar menyarankan, investasi selayaknya masuk dalam pos biaya keluarga bulanan. “Jadi investasi bisa dilakukan dengan disiplin setiap bulannya,” ujarnya. Tidak ada salahnya untuk mulai dengan dana investasi yang minim. Saat ini banyak instrumen investasi yang menawarkan dana awal yang mini.

    Agus menegaskan, apapun profesi pekerjaan investor bisa disiplin melakukan perencanaan investasi. Jika meminjam teori The Cashflow Quadrant dari Robert Kiyosaki, maka sumber penghasilan manusia terbagi menjadi empat kuadran. Kuadran-kuadran tersebut antara lain pekerja atau karyawan (employee), pengusaha (business owner), pekerja lepas atau kaum profesional (self employee), dan investor atau penanam modal.

    Bagi karyawan yang mengharapkan gaji bulanan dapat lebih mudah menyisihkan dana investasi bulanan. Sedangkan bagi profesional dan pengusaha membutuhkan kedisiplinan untuk berinvestasi bulanan. Dengan demikian ketiganya dapat menjadi investor yang mampu membiakkan dana dan memperbesar aset.

    Bagi setiap profesi pekerjaaan, tentu waktu dan tenaga sangat berharga. Oleh karena itu pilihlah instrumen investasi yang dapat Anda serahkan kepada ahlinya untuk dikelola. Produk reksadana merupakan solusi bagi Anda yang memiliki waktu dan tenaga terbatas, tetapi tetap ingin mendapatkan imbal hasil yang optimal.

    Reksadana yang dikelola oleh Manajer Investasi profesional dan berpengalaman di bidangnya dapat Anda lihat melalui tim manajemen terpercaya serta kinerja produk yang konsisten. Sebelum mulai memilih produk reksadana yang tepat, ada dua hal yang patut Anda pertimbangkan. “Jangan lupa untuk menilai karakter atau profil risiko Anda sebagai investor serta bentang horizon investasi keluarga,” saran Agus.

    Jika usia produktif investor masih relatif muda dan sedang mengakumulasi aset (wealth accumulation), maka pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih tinggi seperti reksadana saham atau reksadana campuran. Sedangkan bagi investor yang mulai memasuki masa pensiun dan ingin mempertahankan nilai aset, sebaiknya pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih kecil seperti reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap.

    Lebih lanjut Agus menuturkan, reksadana merupakan salah satu diversifikasi investasi yang tepat. Jika dibandingkan dengan properti, reksadana lebih likuid karena mudah dicairkan. Selain menyebarkan risiko, alokasi portofolio yang bervariasi memang dapat memaksimalkan imbal hasil dan mempertimbangkan faktor likuiditas.

    Reksadana memang menjadi semakin populer sebagai produk investasi. Salah satu produk reksadana yang menarik perhatian investor adalah besutan PT Samuel Aset Manajemen (SAM). “Kami memiliki 3P yaitu Performance, People dan Process,” tambah Agus.

    Agus menekankan, SAM selalu berupaya menjaga performance atau kinerja imbal hasil yang bagus dan konsisten. Selain itu, People atau sumber daya manusia SAM rata-rata memiliki pengalaman lebih dari 19 tahun di pasar dan reputasi yang baik. Tidak ketinggalan, proses pengelolaan selalu berbasiskan fundamental. Proses investasi pun mudah dan bisa diakses di semua media. Yang jelas, investor sangat dimudahkan untuk berinvestasi reksadana di SAM.

    Dengan berinvestasi reksadana di SAM, investor dapat mulai berinvestasi dengan dana awal yang sangat terjangkau. Jadi jika Anda mulai berinvestasi reksadana dari dini, Anda dapat menyiapkan biaya-biaya keluarga di masa depan secara perlahan.

    Imbal hasil reksadana memang cukup menggiurkan. Secara historis, imbal hasil reksadana terutama reksadana berbasis saham seperti reksadana campuran dan reksadana saham terus menunjukkan pertumbuhan. Kondisi ekonomi makro Indonesia yang positif mendukung kinerja indeks saham dalam negeri. Agus memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan naik sekitar 15% hingga 20% ke level 6.000 – 6.300 di akhir tahun.

    SAM menawarkan produk reksadana yang bervariasi dari mulai reksadana campuran, reksadana saham, reksadana pendapatan tetap hingga reksadana syariah. Beberapa diantaranya adalah SAM Dana Berkembang, SAM Syariah Berimbang, SAM Sukuk Syariah Sejahtera, SAM Indonesian Equity Fund hingga SAM Sharia Equity Fund.

    Seluruh produk reksadana SAM secara historis membukukan imbal hasil yang positif dan bahkan diatas rata-rata pasar. Hal ini berdasarkan data Infovesta per 27 Februari 2015 yang menunjukkan hasil investasi 3 tahun SAM Syariah Berimbang 62,27%, SAM Dana Berkembang sebesar 35,3%, dan SAM Indonesian Equity Fund sebesar 99,6%.

    Dengan performance yang menggembirakan, tidak mengherankan banyak institusi yang mengganjar SAM lewat berbagai penghargaan. Beberapa penghargaan yang menghampiri SAM antara lain SAM Syariah Berimbang – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best Fund over 3 years: Mixed Asset IDR Flexible versi Thomson Reuters; SAM Sukuk Syariah Sejahtera – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best replica watches Fund over 3 years: Best Bond Rupiah 2014, versi Thomson Reuters; SAM Syariah Berimbang – Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 Versi APRDI-Bloomberg; Best Mutual Fund Award 2014 versi Majalah Investor-Infovesta; dan masih banyak lagi.

    Agus menyarankan agar investor yang baru ingin masuk ke produk reksadana sebaiknya tidak menunda lagi. “Kesempatan yang terbaik adalah hari ini. It’s time to buy, jangan sia-siakan dana Anda dan rasakan manfaat optimal berinvestasi reksadana di kemudian hari sesuai dengan tujuan investasi Anda,” tutup Agus.Investasi bagaikan pohon. Bila Anda tanam dan rawat dengan baik serta telaten sedari muda, maka Anda akan mendapatkan hasil yang rimbun pada waktu yang tepat dengan hasil yang optimal.

    Itulah sebabnya berinvestasi tidak boleh Anda tunda barang sekejap. Ketika Anda mulai memiliki penghasilan sendiri, maka pergunakanlah momen tersebut untuk mulai berinvestasi.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen Agus B. Yanuar menyarankan, investasi selayaknya masuk dalam pos biaya keluarga bulanan. “Jadi investasi bisa dilakukan dengan disiplin setiap bulannya,” ujarnya. Tidak ada salahnya untuk mulai dengan dana investasi yang minim. Saat ini banyak instrumen investasi yang menawarkan dana awal yang mini.

    Agus menegaskan, apapun profesi pekerjaan investor bisa disiplin melakukan perencanaan investasi. Jika meminjam teori The Cashflow Quadrant dari Robert Kiyosaki, maka sumber penghasilan manusia terbagi menjadi empat kuadran. Kuadran-kuadran tersebut antara lain pekerja atau karyawan (employee), pengusaha (business owner), pekerja lepas atau kaum profesional (self employee), dan investor atau penanam modal.

    Bagi karyawan yang mengharapkan gaji bulanan dapat lebih mudah menyisihkan dana investasi bulanan. Sedangkan bagi profesional dan pengusaha membutuhkan kedisiplinan untuk berinvestasi bulanan. Dengan demikian ketiganya dapat menjadi investor yang mampu membiakkan dana dan memperbesar aset.

    Bagi setiap profesi pekerjaaan, tentu waktu dan tenaga sangat berharga. Oleh karena itu pilihlah instrumen investasi yang dapat Anda serahkan kepada ahlinya untuk dikelola. Produk reksadana merupakan solusi bagi Anda yang memiliki waktu dan tenaga terbatas, tetapi tetap ingin mendapatkan imbal hasil yang optimal.

    Reksadana yang dikelola oleh Manajer Investasi profesional dan berpengalaman di bidangnya dapat Anda lihat melalui tim manajemen terpercaya serta kinerja produk yang konsisten. Sebelum mulai memilih produk reksadana yang tepat, ada dua hal yang patut Anda pertimbangkan. “Jangan lupa untuk menilai karakter atau profil risiko Anda sebagai investor serta bentang horizon investasi keluarga,” saran Agus.

    Jika usia produktif investor masih relatif muda dan sedang mengakumulasi aset (wealth accumulation), maka pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih tinggi seperti reksadana saham atau reksadana campuran. Sedangkan bagi investor yang mulai memasuki masa pensiun dan ingin mempertahankan nilai aset, sebaiknya pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih kecil seperti reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap.

    Lebih lanjut Agus menuturkan, reksadana merupakan salah satu diversifikasi investasi yang tepat. Jika dibandingkan dengan properti, reksadana lebih likuid karena mudah dicairkan. Selain menyebarkan risiko, alokasi portofolio yang bervariasi memang dapat memaksimalkan imbal hasil dan mempertimbangkan faktor likuiditas.

    Reksadana memang menjadi semakin populer sebagai produk investasi. Salah satu produk reksadana yang menarik perhatian investor adalah besutan PT Samuel Aset Manajemen (SAM). “Kami memiliki 3P yaitu Performance, People dan Process,” tambah Agus.

    Agus menekankan, SAM selalu berupaya menjaga performance atau kinerja imbal hasil yang bagus dan konsisten. Selain itu, People atau sumber daya manusia SAM rata-rata memiliki pengalaman lebih dari 19 tahun di pasar dan reputasi yang baik. Tidak ketinggalan, proses pengelolaan selalu berbasiskan fundamental. Proses investasi pun mudah dan bisa diakses di semua media. Yang jelas, investor sangat dimudahkan untuk berinvestasi reksadana di SAM.

    Dengan berinvestasi reksadana di SAM, investor dapat mulai berinvestasi dengan dana awal yang sangat terjangkau. Jadi jika Anda mulai berinvestasi reksadana dari dini, Anda dapat menyiapkan biaya-biaya keluarga di masa depan secara perlahan.

    Imbal hasil reksadana memang cukup menggiurkan. Secara historis, imbal hasil reksadana terutama reksadana berbasis saham seperti reksadana campuran dan reksadana saham terus menunjukkan pertumbuhan. Kondisi ekonomi makro Indonesia yang positif mendukung kinerja indeks saham dalam negeri. Agus memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan naik sekitar 15% hingga 20% ke level 6.000 – 6.300 di akhir tahun.

    SAM menawarkan produk reksadana yang bervariasi dari mulai reksadana campuran, reksadana saham, reksadana pendapatan tetap hingga reksadana syariah. Beberapa diantaranya adalah SAM Dana Berkembang, SAM Syariah Berimbang, SAM Sukuk Syariah Sejahtera, SAM Indonesian Equity Fund hingga SAM Sharia Equity Fund.

    Seluruh produk reksadana SAM secara historis membukukan imbal hasil yang positif dan bahkan diatas rata-rata pasar. Hal ini berdasarkan data Infovesta per 27 Februari 2015 yang menunjukkan hasil investasi 3 tahun SAM Syariah Berimbang 62,27%, SAM Dana Berkembang sebesar 35,3%, dan SAM Indonesian Equity Fund sebesar 99,6%.

    Dengan performance yang menggembirakan, tidak mengherankan banyak institusi yang mengganjar SAM lewat berbagai penghargaan. Beberapa penghargaan yang menghampiri SAM antara lain SAM Syariah Berimbang – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best Fund over 3 years: Mixed Asset IDR Flexible versi Thomson Reuters; SAM Sukuk Syariah Sejahtera – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best Fund over 3 years: Best Bond Rupiah 2014, versi Thomson Reuters; SAM Syariah Berimbang – Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 Versi APRDI-Bloomberg; Best Mutual Fund Award 2014 versi Majalah Investor-Infovesta; dan masih banyak lagi.

    Agus menyarankan agar investor yang baru ingin masuk ke produk reksadana sebaiknya tidak menunda lagi. “Kesempatan yang terbaik adalah hari ini. It’s time to buy, jangan sia-siakan dana Anda dan rasakan manfaat optimal berinvestasi reksadana di kemudian hari sesuai dengan tujuan investasi Anda,” tutup Agus.

  • Rencanakan Dana Pendidikan dengan Reksa Dana SAMRencanakan Dana Pendidikan dengan Reksa Dana SAM

    Rencanakan Dana Pendidikan dengan Reksa Dana SAMRencanakan Dana Pendidikan dengan Reksa Dana SAM

    Warisan paling bernilai yang dapat kita berikan kepada buah hati kita adalah ilmu pengetahuan. Baik yang diperoleh melalui pendidikan formal, maupun aneka keterampilan hidup yang didapat dari pelatihan, pengalaman dan berbagai kegiatan lainnya.

    Sayangnya, biaya pendidikan yang berkualitas terbilang cukup tinggi, dengan kenaikan sekitar 10%-20% setiap tahunnya. Sehingga kita perlu persiapan lebih cermat untuk memastikan terselenggaranya pendidikan terbaik bagi putera-puteri kita.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar mengatakan, satu hal yang bisa kita lakukan adalah mencari produk investasi yang imbal hasilnya bisa mengalahkan inflasi biaya pendidikan sehingga dana untuk pendidikan anak tetap bisa disediakan dengan sebaik mungkin.

    “Untuk mengamankan dana yang akan dipakai beberapa bulan ke depan, produk perbankan dengan penjaminan merupakan instrumen yang sesuai. Tetapi untuk persiapan biaya pendidikan jangka panjang, reksa dana adalah produk yang lebih bijak, karena imbal hasil jangka panjangnya lebih optimal dan lebih tinggi dari tingkat inflasi,” ujarnya.

    Produk reksa dana senantiasa menawarkan solusi dan pilihan beragam bagi investor. Ada reksa dana pendapatan tetap, campuran dan saham. Baik yang konvensional maupun yang bersifat syariah. Dengan investasi awal yang terjangkau, dimulai dengan Rp 250 ribu saja, dapat dilakukan lebih dini dan dapat diinvestasikan secara berkala.

    Masing-masing reksa dana menawarkan potensi imbal hasil sesuai dengan profil dan karakteristik produk tersebut. Semakin tinggi potensi imbal hasil, biasanya diikuti pula dengan potensi risikonya. Kuncinya adalah bagaimana kita memilih reksa dana yang sesuai dengan karakter risiko, tujuan investasi dan terutama jangka waktu berinvestasinya.

    Menurut Agus, investor yang ingin produk dengan risiko relatif rendah atau jangka waktu berinvestasinya di bawah tiga tahun, lebih baik memilih reksa dana pendapatan tetap.

    Untuk bentang waktu berinvestasi yang lebih panjang, dapat memilih reksa dana campuran atau reksa dana saham, tergantung profil risiko masing-masing. Bagi investor yang ingin menikmati potensi pertumbuhan saham, dan pada saat yang sama ingin meredam risiko penurunannya di tengah pasar yang fluktuatif, bisa memilih reksa dana campuran yang alokasi investasi pada efek saham dan obligasinya akan disesuaikan oleh Manajer Investasi sesuai dengan kondisi pasar.

    Sementara bagi yang ingin menikmati pertumbuhan investasinya secara optimal dalam jangka panjang, maka reksa dana saham adalah pilihan yang paling tepat.

    “Saat ini SAM memiliki produk terbaik yang dapat digunakan untuk menyiapkan dana pendidikan buah hati. Kami mengelola reksa dana pendapatan tetap SAM Sukuk Syariah Sejahtera, reksa dana campuran SAM Dana Berkembang dan SAM Syariah Berimbang, serta reksa dana SAM Indonesian Equity Fund dan SAM Sharia Equity Fund,” tambah Agus.

    Kinerja produk SAM termasuk yang terbaik di kelasnya masih-masing dan menjadi unggulan lembaga pemeringkat reksa dana serta menjadi pilihan cerdas para investor berpengalaman. Per akhir April 2014, SAM Dana Berkembang, reksa dana campuran yang diluncurkan pada tahun 1997, memberikan imbal hasil rata-rata sebesar  16,9 % per tahun (CAGR) selama 17 tahun terakhir, sehingga terbukti bisa lebih tinggi dari tingkat inflasi pada periode yang sama. Produk reksa dana campuran syariah yang lebih baru, SAM Syariah Berimbang, membukukan imbal hasil rata-rata sebesar 17,3 % per tahun dalam tiga tahun terakhir.

    Sementara kinerja rata-rata untuk reksa dana saham, SAM Indonesian Equity Fund  dan SAM Sharia Equity Fund, masing-masing sebesar 31,5 % dan 22,4 % per tahun sejak diluncurkan

    “Kinerja tersebut merupakan hasil dari keahlian meracik strategi investasi yang tepat, pengalaman, serta upaya untuk selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah.

    Bagi kami, mengelola investasi itu seperti membesarkan buah hati sendiri, harus amanah dan sepenuh hati dalam memberikan yang terbaik untuk pertumbuhannya.

    Seperti Anda, kami juga percaya pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia yang handal. Dan seperti kata peribahasa, jika ingin makmur setahun, bertanamlah padi dan biji-bijian. Jika ingin makmur sepuluh tahun, tanamlah kayu-kayuan. Tetapi jika ingin sejahtera seratus tahun, tumbuh-kembangkanlah sumber daya manusia, melalui pendidikan ” tegas Agus.

    ***

    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, Edisi Khusus Pendidikan, Mei 2014, halaman 5.

    Reksadana untuk Pendidikan - PrintAds -Kontan Setengah Hal

    Warisan paling bernilai yang dapat kita berikan kepada buah hati kita adalah ilmu pengetahuan. Baik yang diperoleh melalui pendidikan formal, maupun aneka keterampilan hidup yang didapat dari pelatihan, pengalaman dan berbagai kegiatan lainnya.

    Sayangnya, biaya pendidikan yang berkualitas terbilang cukup tinggi, dengan kenaikan sekitar 10%-20% setiap tahunnya. Sehingga kita perlu persiapan lebih cermat untuk memastikan terselenggaranya pendidikan terbaik bagi putera-puteri kita.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar mengatakan, satu hal yang bisa kita lakukan adalah mencari produk investasi yang imbal hasilnya bisa mengalahkan inflasi biaya pendidikan sehingga dana untuk pendidikan anak tetap bisa disediakan dengan sebaik mungkin.

    “Untuk mengamankan dana yang akan dipakai beberapa bulan ke depan, produk perbankan dengan penjaminan merupakan instrumen yang sesuai. Tetapi untuk persiapan biaya pendidikan jangka panjang, reksa dana adalah produk yang lebih bijak, karena imbal hasil jangka panjangnya lebih optimal dan lebih tinggi dari tingkat inflasi,” ujarnya.

    Produk reksa dana senantiasa menawarkan solusi dan pilihan beragam bagi investor. Ada reksa dana pendapatan tetap, campuran dan saham. Baik yang konvensional maupun yang bersifat syariah. Dengan investasi awal yang terjangkau, dimulai dengan Rp 250 ribu saja, dapat dilakukan lebih dini dan dapat diinvestasikan secara berkala.

    Masing-masing reksa dana menawarkan potensi imbal hasil sesuai dengan profil dan karakteristik produk tersebut. Semakin tinggi potensi imbal hasil, biasanya diikuti pula dengan potensi risikonya. Kuncinya adalah bagaimana kita memilih reksa dana yang sesuai dengan karakter risiko, tujuan investasi dan terutama jangka waktu berinvestasinya.

    Menurut Agus, investor yang ingin produk dengan risiko relatif rendah atau jangka waktu berinvestasinya di bawah tiga tahun, lebih baik memilih reksa dana pendapatan tetap.

    Untuk bentang waktu berinvestasi yang lebih panjang, dapat memilih reksa dana campuran atau reksa dana saham, tergantung profil risiko masing-masing. Bagi investor yang ingin menikmati potensi pertumbuhan saham, dan pada saat yang sama ingin meredam risiko penurunannya di tengah pasar yang fluktuatif, bisa memilih reksa dana campuran yang alokasi investasi pada efek saham dan obligasinya akan disesuaikan oleh Manajer Investasi sesuai dengan kondisi pasar.

    Sementara bagi yang ingin menikmati pertumbuhan investasinya secara optimal dalam jangka panjang, maka reksa dana saham adalah pilihan yang paling tepat.

    “Saat ini SAM memiliki produk terbaik yang dapat digunakan untuk menyiapkan dana pendidikan buah hati. Kami mengelola reksa dana pendapatan tetap SAM Sukuk Syariah Sejahtera, reksa dana campuran SAM Dana Berkembang dan SAM Syariah Berimbang, serta reksa dana SAM Indonesian Equity Fund dan SAM Sharia Equity Fund,” tambah Agus.

    Kinerja produk SAM termasuk yang terbaik di kelasnya masih-masing dan menjadi unggulan lembaga pemeringkat reksa dana serta menjadi pilihan cerdas para investor berpengalaman. Per akhir April 2014, SAM Dana Berkembang, reksa dana campuran yang diluncurkan pada tahun 1997, memberikan imbal hasil rata-rata sebesar  16,9 % per tahun (CAGR) selama 17 tahun terakhir, sehingga terbukti bisa lebih tinggi dari tingkat inflasi pada periode yang sama. Produk reksa dana campuran syariah yang lebih baru, SAM Syariah Berimbang, membukukan imbal hasil rata-rata sebesar 17,3 % per tahun dalam tiga tahun terakhir.

    Sementara kinerja rata-rata untuk reksa dana saham, SAM Indonesian Equity Fund  dan SAM Sharia Equity Fund, masing-masing sebesar 31,5 % dan 22,4 % per tahun sejak diluncurkan

    “Kinerja tersebut merupakan hasil dari keahlian meracik strategi investasi yang tepat, pengalaman, serta upaya untuk selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah.

    Bagi kami, mengelola investasi itu seperti membesarkan buah hati sendiri, harus amanah dan sepenuh hati dalam memberikan yang terbaik untuk pertumbuhannya.

    Seperti Anda, kami juga percaya pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia yang handal. Dan seperti kata peribahasa, jika ingin makmur setahun, bertanamlah padi dan biji-bijian. Jika ingin makmur sepuluh tahun, tanamlah kayu-kayuan. Tetapi jika ingin sejahtera seratus tahun, tumbuh-kembangkanlah sumber daya manusia, melalui pendidikan ” tegas Agus.

    ***

    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, Edisi Khusus Pendidikan, Mei 2014, halaman 5.

    Reksadana untuk Pendidikan - PrintAds -Kontan Setengah Hal

  • Investasi Reksa Dana untuk Dana PensiunInvestasi Reksa Dana untuk Dana Pensiun

    Sebuah ilustrasi menarik disampaikan salah satu teman: “Jangan memberi beban saat menua!”

    Banyak orang tua yang bekerja keras saat muda untuk mengejar tujuan membahagiakan keluarga dari sisi finansial, keharusan membesarkan dan menyekolahkan anak-anak, terkadang melupakan bahwa kerja keras itu adalah suatu konsekuensi dan tanggung jawab yang besar, tetapi bukanlah investasi kita di masa tua. Artinya itu bukanlah suatu pengorbanan yang berakhir dengan hukum balas budi dari anak-anak, dimana kita berharap saat tua nanti, anak-anak akan berbalik mengurus dan membiayai hidup kita.

    Membayangkan seorang bapak tua di usia senja setiap bulan menanti dengan setia pengiriman dana untuk biaya hidup dari anaknya, seharusnya membuat kita berfikir untuk mulai mempersiapkan dana pensiun untuk diri sendiri mulai sekarang.

    Mengingat tujuan hidup tidak hanya mengumpulkan kekayaan (wealth) untuk kepentingan financial saat ini dan masa mendatang, tetapi juga ada health (kesehatan) dan yang tidak kalah penting tentunya happiness (kebahagiaan) lahir batin yang kita harapkan seterusnya hingga usia senja dan akhir hayat.

    Ada beberapa fakta yang harus kita cermati dan justru kadang terlewat kita pikirkan saat masa pensiun tiba. Hilangnya 80 sampai dengan 90% penghasilan tetap sebagai pegawai, lalu habisnya dana pensiun yang telah kita persiapkan hanya dalam beberapa tahun saja (tidak cukup), dan kedua hal ini akan mengakibatkan menurunnya standar atau gaya hidup kita. Fakta ini tentunya kita harapkan tidak terjadi dengan adanya perhitungan yang tepat.

    Mari kita mencoba menghitung dana pensiun kita, meskipun biaya pensiun sering dianggap kebutuhan yang tidak populer atau tidak sepenting cita-cita membiayai anak sekolah, tetapi tentunya kita berharap tetap produktif dan bermanfaat bagi yang lain saat menua sampai akhir hayat, atau setidaknya tidak menyusahkan anak kita seperti ilustrasi di awal.

    Mempersiapkan dana pensiun artinya tidak hanya membiayai hidup kita pasca usia pensiun (masa tidak produktif) tetapi juga menghitung biaya untuk kesehatan, yang tidak kalah besar, mengingat di usia senja biasanya diiringi dengan berkurangnya fungsi anggota tubuh dan tentunya memerlukan perawatan yang lebih dibandingkan saat usia muda umumya.

    Untuk menghitung biaya hidup pasca pensiun dan biaya kesehatan di masa pensiun, beberapa data yang perlu dihitung adalah :

    1. Berapa tahun lagi waktu tersisa untuk memasuki usia pensiun (usia pensiun, misal 55 tahun dikurangi usia saat ini)
    2. Berapa tahun waktu yang kita perkirakan menikmati masa pensiun (dengan menggunakan asumsi usia maksimal hidup, misal 80 tahun dikurangi usia pensiun)
    3. Biaya yang kita perlukan untuk biaya hidup atau perkiraan biaya kesehatan kita saat ini, selama sebulan (misal biaya hidup dan biaya kesehatan saat ini selama sebulan, Rp 5 juta)

    Dengan menggunakan asumsi usia saat ini 35 tahun dan inflasi 6% per tahun, maka nilai biaya hidup dan kesehatan akan menjadi sebesar sekitar Rp 16 juta/bulan (dalam waktu 20 tahun ke depan).

    Dan untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa pensiun selama 25 tahun (usia maksimal 80 tahun dikurangi 55 tahun usia pensiun), maka nilai yang harus kita persiapkan adalah sekitar sebesar Rp 11 milyar.

    Artinya saat masuk usia pensiun dimana secara ekstrim kita sudah tidak produktif sama sekali, maka dana yang harus tersedia saat itu (atau 20 tahun lagi dari sekarang) adalah sebesar Rp 11 milyar, dengan asumsi dana tersebut akan kita simpan dalam bentuk dana yang likuid dengan asumsi return hanya 4% dan inflasi saat itu mencapai 10% per tahun.

    Bagaimana mencapai nilai dana sebesar Rp 11 milyar dalam waktu 20 tahun mendatang itulah yang menjadi tugas atau “pekerjaan rumah” kita saat ini.

    Dengan menggunakan asumsi return suatu produk investasi yang kita gunakan untuk memenuhi “tugas” tersebut adalah 25% per tahun, maka investasi secara bulanan yang harus kita lakukan adalah sebesar sekitar Rp 1.6 juta / bulan.

    Mestinya cukup mampu untuk kita alokasikan sejak saat ini, ya!

    Siklus Keuangan dalam Kehidupan
    Langkah selanjutnya yang harus kita pelajari adalah memilih produk investasi yang tepat untuk mencapai tujuan nilai masa pensiun yang telah kita hitung di atas.

    Reksadana merupakan salah satu produk investasi yang tepat untuk mempersiapkan dana pensiun. Mengapa? Karena Reksadana memiliki beberapa ciri khas sebagai berikut :

    1. Potensi hasil investasi menarik dan optimal untuk jangka panjang.
    Karena kita akan melakukan investasi untuk masa pensiun dengan minimal jangka waktu 15 – 20 tahun, maka investasi pada Reksadana menjadi pilihan yang tepat untuk mencapai tujuan nilai yang sudah kita hitung sebelumnya.

    2. Likuiditas yang relatif tinggi
    Setiap rencana tentunya ada risiko yang memerlukan kondisi pencairan dana setiap saat kita perlukan, maka Reksadana menjadi pilihan investasi yang tepat untuk kebutuhan ini.

    3. Dikelola tenaga ahli profesional
    Dengan keterbatasan waktu dan ilmu yang kita miliki untuk melakukan investasi di pasar modal, maka adanya tenaga profesional (Manajer Investasi) akan sangat membantu kita untuk mengelola dana untuk persiapan dana pensiun kita.

    4. Kepemilikan atas nama
    Jika kita bicara mengenai risiko maka berinvestasi di Reksadana memberikan kenyamanan pada kita dengan bentuk kepemilikan atas nama, artinya investasi kita di Reksadana akan dibukukan atas nama kita dan tidak dapat dicairkan tanpa instruksi dan hanya dapat dipindahkan pada rekening kita juga.

    5. Akses di dalam instrumen yang beragam
    Karena investasi di Reksadana adalah investasi dalam satu kumpulan dana investor yang dikelola oleh Manajer Investasi, artinya kita sebagai salah satu investor di dalam wadah Reksadana tersebut telah melakukan investasi pada instrumen yang beragam dalam nilai investasi yang terjangkau.

    6. Diversifikasi investasi dengan biaya murah
    Dengan hanya dana sebesar Rp 250ribu kita sudah dapat melakukan investasi pada Reksadana untuk tujuan finansial kita.

    7. Insentif pajak untuk instrumen obligasi
    Adanya pengenaan pajak yang lebih ringan atas instrumen obligasi pada wadah Reksadana dibandingkan jika kita (misal) melakukan pembelian obligasi secara langsung.

    Keistimewaan ciri khas ini yang membuat Reksadana menarik sebagai rekomendasi produk pilihan investasi jangka panjang.

    Memilih jenis Reksadana yang tepat menjadi tugas kita selanjutnya. Dengan melihat jangka waktu investasi dana pensiun cukup panjang, Reksadana Campuran atau bahkan Reksadana Saham dapat menjadi pilihan, dengan target hasil investasi antara 15 sampai dengan 25% per tahun.

    Namun harap tetap dicermati bahwa walaupun sangat menarik, adanya risiko investasi Reksadana tetap harus diantisipasi.

    Beberapa risiko umum yang dimiliki Reksadana adalah tidak adanya jaminan atas keuntungan karena adanya risiko penurunan nilai, sehingga pemantauan secara intensif merupakan hal terpenting yang harus tetap kita lakukan untuk mengantisipasi langkah selanjutnya yang akan kita ambil dalam meminimalisir risiko yang akan terjadi.

    Yang perlu diingat !
    Dengan tidak berinvestasi ada risiko yang lebih besar yang akan kita hadapi, yaitu risiko tidak terpenuhinya kebutuhan finansial di masa mendatang.

    Investasi seperti menanam pohon, membayangkan 20 tahun kemudian tidak hanya ada anak cucu yang bersenda gurau di bawah pohon besar yang kita tanam saat ini, tetapi kita pun ikut menikmati keteduhan pohon itu bersama mereka.

    Selamat berinvestasi!

    (Ditulis oleh Ayu Widuri, VP Director & Head of Marketing PT Samuel Aset Manajemen. Artikel juga dimuat di Harian Nasional, 10 November 2013, halaman A8)Sebuah ilustrasi menarik disampaikan salah satu teman: “Jangan memberi beban saat menua!”

    Banyak orang tua yang bekerja keras saat muda untuk mengejar tujuan membahagiakan keluarga dari sisi finansial, keharusan membesarkan dan menyekolahkan anak-anak, terkadang melupakan bahwa kerja keras itu adalah suatu konsekuensi dan tanggung jawab yang besar, tetapi bukanlah investasi kita di masa tua. Artinya itu bukanlah suatu pengorbanan yang berakhir dengan hukum balas budi dari anak-anak, dimana kita berharap saat tua nanti, anak-anak akan berbalik mengurus dan membiayai hidup kita.

    Membayangkan seorang bapak tua di usia senja setiap bulan menanti dengan setia pengiriman dana untuk biaya hidup dari anaknya, seharusnya membuat kita berfikir untuk mulai mempersiapkan dana pensiun untuk diri sendiri mulai sekarang.

    Mengingat tujuan hidup tidak hanya mengumpulkan kekayaan (wealth) untuk kepentingan financial saat ini dan masa mendatang, tetapi juga ada health (kesehatan) dan yang tidak kalah penting tentunya happiness (kebahagiaan) lahir batin yang kita harapkan seterusnya hingga usia senja dan akhir hayat.

    Ada beberapa fakta yang harus kita cermati dan justru kadang terlewat kita pikirkan saat masa pensiun tiba. Hilangnya 80 sampai dengan 90% penghasilan tetap sebagai pegawai, lalu habisnya dana pensiun yang telah kita persiapkan hanya dalam beberapa tahun saja (tidak cukup), dan kedua hal ini akan mengakibatkan menurunnya standar atau gaya hidup kita. Fakta ini tentunya kita harapkan tidak terjadi dengan adanya perhitungan yang tepat.

    Mari kita mencoba menghitung dana pensiun kita, meskipun biaya pensiun sering dianggap kebutuhan yang tidak populer atau tidak sepenting cita-cita membiayai anak sekolah, tetapi tentunya kita berharap tetap produktif dan bermanfaat bagi yang lain saat menua sampai akhir hayat, atau setidaknya tidak menyusahkan anak kita seperti ilustrasi di awal.

    Mempersiapkan dana pensiun artinya tidak hanya membiayai hidup kita pasca usia pensiun (masa tidak produktif) tetapi juga menghitung biaya untuk kesehatan, yang tidak kalah besar, mengingat di usia senja biasanya diiringi dengan berkurangnya fungsi anggota tubuh dan tentunya memerlukan perawatan yang lebih dibandingkan saat usia muda umumya.

    Untuk menghitung biaya hidup pasca pensiun dan biaya kesehatan di masa pensiun, beberapa data yang perlu dihitung adalah :

    1. Berapa tahun lagi waktu tersisa untuk memasuki usia pensiun (usia pensiun, misal 55 tahun dikurangi usia saat ini)
    2. Berapa tahun waktu yang kita perkirakan menikmati masa pensiun (dengan menggunakan asumsi usia maksimal hidup, misal 80 tahun dikurangi usia pensiun)
    3. Biaya yang kita perlukan untuk biaya hidup atau perkiraan biaya kesehatan kita saat ini, selama sebulan (misal biaya hidup dan biaya kesehatan saat ini selama sebulan, Rp 5 juta)

    Dengan menggunakan asumsi usia saat ini 35 tahun dan inflasi 6% per tahun, maka nilai biaya hidup dan kesehatan akan menjadi sebesar sekitar Rp 16 juta/bulan (dalam waktu 20 tahun ke depan).

    Dan untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa pensiun selama 25 tahun (usia maksimal 80 tahun dikurangi 55 tahun usia pensiun), maka nilai yang harus kita persiapkan adalah sekitar sebesar Rp 11 milyar.

    Artinya saat masuk usia pensiun dimana secara ekstrim kita sudah tidak produktif sama sekali, maka dana yang harus tersedia saat itu (atau 20 tahun lagi dari sekarang) adalah sebesar Rp 11 milyar, dengan asumsi dana tersebut akan kita simpan dalam bentuk dana yang likuid dengan asumsi return hanya 4% dan inflasi saat itu mencapai 10% per tahun.

    Bagaimana mencapai nilai dana sebesar Rp 11 milyar dalam waktu 20 tahun mendatang itulah yang menjadi tugas atau “pekerjaan rumah” kita saat ini.

    Dengan menggunakan asumsi return suatu produk investasi yang kita gunakan untuk memenuhi “tugas” tersebut adalah 25% per tahun, maka investasi secara bulanan yang harus kita lakukan adalah sebesar sekitar Rp 1.6 juta / bulan.

    Mestinya cukup mampu untuk kita alokasikan sejak saat ini, ya!

    Siklus Keuangan dalam Kehidupan
    Langkah selanjutnya yang harus kita pelajari adalah memilih produk investasi yang tepat untuk mencapai tujuan nilai masa pensiun yang telah kita hitung di atas.

    Reksadana merupakan salah satu produk investasi yang tepat untuk mempersiapkan dana pensiun. Mengapa? Karena Reksadana memiliki beberapa ciri khas sebagai berikut :

    1. Potensi hasil investasi menarik dan optimal untuk jangka panjang.
    Karena kita akan melakukan investasi untuk masa pensiun dengan minimal jangka waktu 15 – 20 tahun, maka investasi pada Reksadana menjadi pilihan yang tepat untuk mencapai tujuan nilai yang sudah kita hitung sebelumnya.

    2. Likuiditas yang relatif tinggi
    Setiap rencana tentunya ada risiko yang memerlukan kondisi pencairan dana setiap saat kita perlukan, maka Reksadana menjadi pilihan investasi yang tepat untuk kebutuhan ini.

    3. Dikelola tenaga ahli profesional
    Dengan keterbatasan waktu dan ilmu yang kita miliki untuk melakukan investasi di pasar modal, maka adanya tenaga profesional (Manajer Investasi) akan sangat membantu kita untuk mengelola dana untuk persiapan dana pensiun kita.

    4. Kepemilikan atas nama
    Jika kita bicara mengenai risiko maka berinvestasi di Reksadana memberikan kenyamanan pada kita dengan bentuk kepemilikan atas nama, artinya investasi kita di Reksadana akan dibukukan atas nama kita dan tidak dapat dicairkan tanpa instruksi dan hanya dapat dipindahkan pada rekening kita juga.

    5. Akses di dalam instrumen yang beragam
    Karena investasi di Reksadana adalah investasi dalam satu kumpulan dana investor yang dikelola oleh Manajer Investasi, artinya kita sebagai salah satu investor di dalam wadah Reksadana tersebut telah melakukan investasi pada instrumen yang beragam dalam nilai investasi yang terjangkau.

    6. Diversifikasi investasi dengan biaya murah
    Dengan hanya dana sebesar Rp 250ribu kita sudah dapat melakukan investasi pada Reksadana untuk tujuan finansial kita.

    7. Insentif pajak untuk instrumen obligasi
    Adanya pengenaan pajak yang lebih ringan atas instrumen obligasi pada wadah Reksadana dibandingkan jika kita (misal) melakukan pembelian obligasi secara langsung.

    Keistimewaan ciri khas ini yang membuat Reksadana menarik sebagai rekomendasi produk pilihan investasi jangka panjang.

    Memilih jenis Reksadana yang tepat menjadi tugas kita selanjutnya. Dengan melihat jangka waktu investasi dana pensiun cukup panjang, Reksadana Campuran atau bahkan Reksadana Saham dapat menjadi pilihan, dengan target hasil investasi antara 15 sampai dengan 25% per tahun.

    Namun harap tetap dicermati bahwa walaupun sangat menarik, adanya risiko investasi Reksadana tetap harus diantisipasi.

    Beberapa risiko umum yang dimiliki Reksadana adalah tidak adanya jaminan atas keuntungan karena adanya risiko penurunan nilai, sehingga pemantauan secara intensif merupakan hal terpenting yang harus tetap kita lakukan untuk mengantisipasi langkah selanjutnya yang akan kita ambil dalam meminimalisir risiko yang akan terjadi.

    Yang perlu diingat !
    Dengan tidak berinvestasi ada risiko yang lebih besar yang akan kita hadapi, yaitu risiko tidak terpenuhinya kebutuhan finansial di masa mendatang.

    Investasi seperti menanam pohon, membayangkan 20 tahun kemudian tidak hanya ada anak cucu yang bersenda gurau di bawah pohon besar yang kita tanam saat ini, tetapi kita pun ikut menikmati keteduhan pohon itu bersama mereka.

    Selamat berinvestasi!

    (Ditulis oleh Ayu Widuri, VP Director & Head of Marketing PT Samuel Aset Manajemen. Artikel juga dimuat di Harian Nasional, 10 November 2013, halaman A8)