Samuel Aset Manajemen

Tag: cara berinvestasi reksadana

  • Cara Berinvestasi Reksa DanaCara Berinvestasi Reksa Dana

    Belakangan ini, ketertarikan masyarakat luas untuk berinvestasi reksa dana mulai meningkat, seiring dengan makin maraknya program acara dan literasi di berbagai media mengenai perencanaan keuangan. Anda mungkin sudah mendapat informasi tentang investasi reksa dana, atau setidaknya sekedar pernah mendengar namanya. Namun, kerap kali calon investor pemula yang tertarik tidak segera melakukan investasi karena tidak tahu bagaimana cara memulainya, tidak memahami syarat dan prosedur pembelian dan penjualannya, bahkan tidak mengerti bagaimana menghitung hasil investasinya.

    Memulai Investasi Reksa Dana

    Tentukan tujuan investasi dan pahami profil risiko Anda. Pahami bahwa seperti investasi lainnya, investasi reksa dana juga mengandung peluang risiko, antara lain keuntungan yang tidak dijamin, sehingga mungkin timbul kerugian akibat turunnya nilai investasi.

    Ada lebih dari 800 produk reksa dana yang dijual di Indonesia. Untuk mengetahui fakta atau informasi material mengenai suatu produk reksa dana secara lengkap dan rinci, Anda wajib membaca prospektus reksa dana. Alternatif lain untuk mendapatkan informasi suatu produk reksa dana adalah melalui dokumen Fund Factsheet. Dokumen ini umumnya diterbitkan setiap bulan sekali oleh Manajer Investasi (MI). Fund Factsheet berisi laporan kinerja bulanan dan ringkasan informasi penting pada sebuah prospektus, seperti tujuan investasi, strategi investasi, komposisi portofolio, minimal dana investasi, dan sebagainya.

    Luangkan waktu Anda untuk mempelajari produk, terutama kebijakan dan risiko investasi, serta mengenali rekam jejak dan reputasi MI. Pelajari tata cara investasi pada reksa dana tersebut, termasuk biaya-biaya transaksinya bila ada. Kemudian, pilih produk reksa dana yang sesuai dengan tujuan investasi, kemampuan ekonomi dan profil risiko Anda.

    Tempat Membeli Reksa Dana

    Reksa dana dapat dibeli langsung dari lembaga yang mengelola dan menerbitkan produk reksa dana, yakni manajer investasi. Keuntungan membeli langsung melalui MI biasanya jumlah investasi yang lebih terjangkau dan biaya yang lebih murah. Beberapa MI menawarkan produk reksa dana dengan minimal pembelian sebesar Rp100-250 ribu saja. Hanya saja, melalui MI, pilihan produk reksa dana terbatas karena hanya menjual reksa dana yang dikelola oleh MI tersebut.

    Anda juga dapat membeli reksa dana melalui bank yang memiliki izin sebagai Agen Penjual Reksa dana (APERD). Kelebihan membeli reksa dana melalui bank penjual, selain pilihan produk yang lebih banyak, Anda juga dapat membeli produk reksa dana dari MI yang berbeda, ditambah adanya fasilitas auto debet yang mempermudah transaksi pembelian reksa dana. Di sisi lain, beberapa reksa dana yang menjadi produk favorit atau unggulan mungkin tidak dijual di bank karena tidak ada kerja sama penjualan antara MI dengan bank tersebut.

    Tata Cara Pembelian

    Ada beberapa ketentuan umum dalam transaksi reksa dana. Pertama, transaksi hanya dapat dilakukan pada hari bursa.
    Tak berbeda jauh seperti membuka rekening membuka rekening di bank, untuk membuka rekening reksa dana, Anda akan diminta untuk mengisi formulir dengan yang ditandatangani dengan tinta basah (asli), menyiapkan persyaratan fotokopi dokumen yang telah ditentukan, dan tentu saja menyiapkan dana yang hendak Anda investasikan.

    Merupakan suatu kewajiban bagi calon investor perorangan berwarga negara Indonesia untuk memiliki KTP dan NPWP jika ingin berinvestasi di reksa dana. Bagi investor institusi diwajibkan juga untuk mencantumkan anggaran dasar perusahaan dan beberapa persyaratan dokumen lainnya. Seluruh dokumen di atas merupakan bagian dari prinsip KYC (Know Your Customer) yang diwajibkan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

    Semua dokumen kemudian diserahkan kepada manajer investasi, baik secara langsung atau lewat agen penjual. Selanjutnya, Anda menyetorkan dana ke rekening penampungan sesuai produk reksa dana yang dipilih.

    Kedua, transaksi diproses berdasarkan NAB per unit. Nilai Aktiva Bersih (NAB) adalah nilai yang menggambarkan total kekayaan reksa dana setiap harinya. Selain harga pasar dari aset reksa dana itu sendiri, NAB juga dipengaruhi oleh pembelian dan penjualan reksa dana oleh para investor. Unit Penyertaan adalah satuan yang menunjukkan kepemilikan Anda di dalam reksa dana tersebut. Jadi, NAB per unit adalah harga yang didapatkan dari NAB reksa dana dibagi dengan total unit penyertaan yang beredar pada hari tersebut.
    NAB per unit sering diucapkan sebagai “harga reksa dana” atau “harga NAB”. Harga ini dipublikasikan hanya satu kali setiap harinya di berbagai media surat kabar atau online. Perlu Anda ketahui, tingginya NAB per unit sebuah reksa dana tidak menunjukkan bahwa reksa dana itu sudah mahal atau sebaliknya. NAB per unit yang tinggi umumnya menunjukkan bahwa reksa dana itu sudah cukup lama sehingga aset-asetnya telah mengalami kenaikan nilai yang tinggi.

    Ketiga, ada batasan waktu (cut off time) untuk penerimaan transaksi setiap harinya, baik pembelian atau penjualan kembali. Jika pembelian reksa dana yang dilakukan sebelum cut off time, maka transaksi Anda akan memperoleh harga NAB pada tanggal transaksi dilakukan. Sedangkan pembelian reksa dana yang dilakukan sesudah cut off time, maka Anda akan mengikuti harga NAB pada hari bursa selanjutnya atau T+1 dari tanggal pembelian reksa dana. Cut off time transaksi yang ditetapkan pada prospektus umumnya antara jam 12.00-13.00 WIB.

    Harga NAB biasanya baru selesai dihitung setiap sore hari dan diumumkan keesokan harinya di media massa. Jika dikatakan transaksi pembelian Anda akan mendapatkan harga hari ini, secara teknis harga NAB tersebut baru diketahui keesokan harinya. Jika dikatakan mendapatkan harga besok, maka secara teknis harga tersebut baru diketahui lusa.

    Terakhir, Anda akan menerima Surat Konfirmasi Transaksi pembelian reksa dana yang diterbikan oleh bank kustodian selambat-lambatnya 7 hari bursa setelah formulir asli dan dana diterima oleh bank kustodian. Selain laporan konfirmasi transaksi, Anda juga akan menerima laporan perkembangan dana investasi setiap bulan. Laporan ini sebaiknya disimpan sebagai bukti kepemilikan reksa dana. Jika tidak menerima, segera langsung menghubungi bank penjual atau MI terkait.

    Cara Menghitung Imbal Hasil Investasi Reksa Dana

    Cara menghitung imbal hasil investasi reksa dana cukup mudah, yakni dengan menghitung jumlah unit penyertaan reksa dana yang kita miliki dikali dengan selisih dari harga NAB jual dengan harga NAB beli reksa dana.

    Sebagai contoh, setahun yang lalu Anda membeli Reksa Dana XYZ senilai seratus ribu rupiah di harga NAB 1.000, sehingga Anda mendapatkan (Rp100.000/1.000) = 100 unit penyertaan. Saat ini harga NAB Reksa Dana XYZ di 1.200. Apabila Anda melakukan penjualan semua unit Reksa Dana XYZ pada harga NAB saat ini, maka keuntungan yang didapatkan adalah 100 unit x (1.200-1.000) = Rp20.000.

    Bagaimana jika harga NAB jual di bawah harga NAB beli? Misalnya, harga NAB Reksa Dana XYZ saat ini 900, maka nilai investasi Anda adalah 100 unit x (900-1.000), atau berkurang Rp10.000,-. Jika Anda melakukan penjualan pada saat nilai aset sedang berkurang, berarti Anda merealisasikan kerugian.

    Hasil perhitungan imbal hasil mungkin dikenakan biaya pembelian unit penyertaan (subscription fee), biaya pengalihan unit penyertaan (switching fee) dan biaya penjualan kembali unit penyertaan (redemption fee). Jadi, Anda perlu memeriksa lagi apakah imbal hasil masih dikurangi biaya-biaya reksa dana.

    Cukup mudah bukan untuk berinvestasi Reksa Dana? Apalagi ditunjang dengan kemajuan teknologi saat ini mempermudah Anda untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai investasi reksa dana. Anda dapat membuka situs http://aria.bapepam.go.id/reksadana untuk mengetahui produk dan daftar MI dan bank penjual. Saat ini beberapa manajer investasi dan bank penjual sudah banyak yang menyediakan situs informatif tentang produk dan layanan reksa dana. Beberapa bahkan memberikan layanan online untuk mempermudah investor membeli reksa dana.

    Selamat berinvestasi!

    ***

    Suzan Grevina
    Marketing Communication PT Samuel Aset Manajemen Indonesia

    (Artikel juga dimuat di Harian Nasional, 8 Desember 2013, halaman A8)Belakangan ini, ketertarikan masyarakat luas untuk berinvestasi reksa dana mulai meningkat, seiring dengan makin maraknya program acara dan literasi di berbagai media mengenai perencanaan keuangan. Anda mungkin sudah mendapat informasi tentang investasi reksa dana, atau setidaknya sekedar pernah mendengar namanya. Namun, kerap kali calon investor pemula yang tertarik tidak segera melakukan investasi karena tidak tahu bagaimana cara memulainya, tidak memahami syarat dan prosedur pembelian dan penjualannya, bahkan tidak mengerti bagaimana menghitung hasil investasinya.

    Memulai Investasi Reksa Dana

    Tentukan tujuan investasi dan pahami profil risiko Anda. Pahami bahwa seperti investasi lainnya, investasi reksa dana juga mengandung peluang risiko, antara lain keuntungan yang tidak dijamin, sehingga mungkin timbul kerugian akibat turunnya nilai investasi.

    Ada lebih dari 800 produk reksa dana yang dijual di Indonesia. Untuk mengetahui fakta atau informasi material mengenai suatu produk reksa dana secara lengkap dan rinci, Anda wajib membaca prospektus reksa dana. Alternatif lain untuk mendapatkan informasi suatu produk reksa dana adalah melalui dokumen Fund Factsheet. Dokumen ini umumnya diterbitkan setiap bulan sekali oleh Manajer Investasi (MI). Fund Factsheet berisi laporan kinerja bulanan dan ringkasan informasi penting pada sebuah prospektus, seperti tujuan investasi, strategi investasi, komposisi portofolio, minimal dana investasi, dan sebagainya.

    Luangkan waktu Anda untuk mempelajari produk, terutama kebijakan dan risiko investasi, serta mengenali rekam jejak dan reputasi MI. Pelajari tata cara investasi pada reksa dana tersebut, termasuk biaya-biaya transaksinya bila ada. Kemudian, pilih produk reksa dana yang sesuai dengan tujuan investasi, kemampuan ekonomi dan profil risiko Anda.

    Tempat Membeli Reksa Dana

    Reksa dana dapat dibeli langsung dari lembaga yang mengelola dan menerbitkan produk reksa dana, yakni manajer investasi. Keuntungan membeli langsung melalui MI biasanya jumlah investasi yang lebih terjangkau dan biaya yang lebih murah. Beberapa MI menawarkan produk reksa dana dengan minimal pembelian sebesar Rp100-250 ribu saja. Hanya saja, melalui MI, pilihan produk reksa dana terbatas karena hanya menjual reksa dana yang dikelola oleh MI tersebut.

    Anda juga dapat membeli reksa dana melalui bank yang memiliki izin sebagai Agen Penjual Reksa dana (APERD). Kelebihan membeli reksa dana melalui bank penjual, selain pilihan produk yang lebih banyak, Anda juga dapat membeli produk reksa dana dari MI yang berbeda, ditambah adanya fasilitas auto debet yang mempermudah transaksi pembelian reksa dana. Di sisi lain, beberapa reksa dana yang menjadi produk favorit atau unggulan mungkin tidak dijual di bank karena tidak ada kerja sama penjualan antara MI dengan bank tersebut.

    Tata Cara Pembelian

    Ada beberapa ketentuan umum dalam transaksi reksa dana. Pertama, transaksi hanya dapat dilakukan pada hari bursa.
    Tak berbeda jauh seperti membuka rekening membuka rekening di bank, untuk membuka rekening reksa dana, Anda akan diminta untuk mengisi formulir dengan yang ditandatangani dengan tinta basah (asli), menyiapkan persyaratan fotokopi dokumen yang telah ditentukan, dan tentu saja menyiapkan dana yang hendak Anda investasikan.

    Merupakan suatu kewajiban bagi calon investor perorangan berwarga negara Indonesia untuk memiliki KTP dan NPWP jika ingin berinvestasi di reksa dana. Bagi investor institusi diwajibkan juga untuk mencantumkan anggaran dasar perusahaan dan beberapa persyaratan dokumen lainnya. Seluruh dokumen di atas merupakan bagian dari prinsip KYC (Know Your Customer) yang diwajibkan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

    Semua dokumen kemudian diserahkan kepada manajer investasi, baik secara langsung atau lewat agen penjual. Selanjutnya, Anda menyetorkan dana ke rekening penampungan sesuai produk reksa dana yang dipilih.

    Kedua, transaksi diproses berdasarkan NAB per unit. Nilai Aktiva Bersih (NAB) adalah nilai yang menggambarkan total kekayaan reksa dana setiap harinya. Selain harga pasar dari aset reksa dana itu sendiri, NAB juga dipengaruhi oleh pembelian dan penjualan reksa dana oleh para investor. Unit Penyertaan adalah satuan yang menunjukkan kepemilikan Anda di dalam reksa dana tersebut. Jadi, NAB per unit adalah harga yang didapatkan dari NAB reksa dana dibagi dengan total unit penyertaan yang beredar pada hari tersebut.
    NAB per unit sering diucapkan sebagai “harga reksa dana” atau “harga NAB”. Harga ini dipublikasikan hanya satu kali setiap harinya di berbagai media surat kabar atau online. Perlu Anda ketahui, tingginya NAB per unit sebuah reksa dana tidak menunjukkan bahwa reksa dana itu sudah mahal atau sebaliknya. NAB per unit yang tinggi umumnya menunjukkan bahwa reksa dana itu sudah cukup lama sehingga aset-asetnya telah mengalami kenaikan nilai yang tinggi.

    Ketiga, ada batasan waktu (cut off time) untuk penerimaan transaksi setiap harinya, baik pembelian atau penjualan kembali. Jika pembelian reksa dana yang dilakukan sebelum cut off time, maka transaksi Anda akan memperoleh harga NAB pada tanggal transaksi dilakukan. Sedangkan pembelian reksa dana yang dilakukan sesudah cut off time, maka Anda akan mengikuti harga NAB pada hari bursa selanjutnya atau T+1 dari tanggal pembelian reksa dana. Cut off time transaksi yang ditetapkan pada prospektus umumnya antara jam 12.00-13.00 WIB.

    Harga NAB biasanya baru selesai dihitung setiap sore hari dan diumumkan keesokan harinya di media massa. Jika dikatakan transaksi pembelian Anda akan mendapatkan harga hari ini, secara teknis harga NAB tersebut baru diketahui keesokan harinya. Jika dikatakan mendapatkan harga besok, maka secara teknis harga tersebut baru diketahui lusa.

    Terakhir, Anda akan menerima Surat Konfirmasi Transaksi pembelian reksa dana yang diterbikan oleh bank kustodian selambat-lambatnya 7 hari bursa setelah formulir asli dan dana diterima oleh bank kustodian. Selain laporan konfirmasi transaksi, Anda juga akan menerima laporan perkembangan dana investasi setiap bulan. Laporan ini sebaiknya disimpan sebagai bukti kepemilikan reksa dana. Jika tidak menerima, segera langsung menghubungi bank penjual atau MI terkait.

    Cara Menghitung Imbal Hasil Investasi Reksa Dana

    Cara menghitung imbal hasil investasi reksa dana cukup mudah, yakni dengan menghitung jumlah unit penyertaan reksa dana yang kita miliki dikali dengan selisih dari harga NAB jual dengan harga NAB beli reksa dana.

    Sebagai contoh, setahun yang lalu Anda membeli Reksa Dana XYZ senilai seratus ribu rupiah di harga NAB 1.000, sehingga Anda mendapatkan (Rp100.000/1.000) = 100 unit penyertaan. Saat ini harga NAB Reksa Dana XYZ di 1.200. Apabila Anda melakukan penjualan semua unit Reksa Dana XYZ pada harga NAB saat ini, maka keuntungan yang didapatkan adalah 100 unit x (1.200-1.000) = Rp20.000.

    Bagaimana jika harga NAB jual di bawah harga NAB beli? Misalnya, harga NAB Reksa Dana XYZ saat ini 900, maka nilai investasi Anda adalah 100 unit x (900-1.000), atau berkurang Rp10.000,-. Jika Anda melakukan penjualan pada saat nilai aset sedang berkurang, berarti Anda merealisasikan kerugian.

    Hasil perhitungan imbal hasil mungkin dikenakan biaya pembelian unit penyertaan (subscription fee), biaya pengalihan unit penyertaan (switching fee) dan biaya penjualan kembali unit penyertaan (redemption fee). Jadi, Anda perlu memeriksa lagi apakah imbal hasil masih dikurangi biaya-biaya reksa dana.

    Cukup mudah bukan untuk berinvestasi Reksa Dana? Apalagi ditunjang dengan kemajuan teknologi saat ini mempermudah Anda untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai investasi reksa dana. Anda dapat membuka situs http://aria.bapepam.go.id/reksadana untuk mengetahui produk dan daftar MI dan bank penjual. Saat ini beberapa manajer investasi dan bank penjual sudah banyak yang menyediakan situs informatif tentang produk dan layanan reksa dana. Beberapa bahkan memberikan layanan online untuk mempermudah investor membeli reksa dana.

    Selamat berinvestasi!

    ***

    Suzan Grevina
    Marketing Communication PT Samuel Aset Manajemen Indonesia

    (Artikel juga dimuat di Harian Nasional, 8 Desember 2013, halaman A8)

  • Rahasia Sukses InvestasiRahasia Sukses Investasi

    Semua bisa jadi miliarder

    Ingin jadi miliarder? Gampang sekali. Tinggal menabung Rp. 10.000,- per hari, dengan asumsi imbal hasil rata-rata 5% per tahun, kita akan menjadi miliarder dalam 55 tahun. Kelamaan? Saya ada solusinya. Naikkan tabungan per hari menjadi Rp. 50.000,- dengan imbal hasil yang sama, 5%, maka gelar miliarder akan anda peroleh dalam waktu lebih singkat, 27 tahun saja. Masih terlalu lama? Naikkan saja imbal hasil rata-rata jadi 10% p.a, dengan tabungan Rp. 50.000,- niat tadi bisa di raih dalam waktu hanya 19 tahun.

    Ternyata syarat menjadi milarder sangat gampang.
    1. Mulai Berinvestasi
    2. Memiliki uang untuk diinvestasikan
    3. Imbal hasil yang baik
    4. Memiliki waktu yang cukup

    Rahasia Investasi
    Tulisan ini tidak akan membahas cara cepat menjadi miliarder. Tapi lebih jauh tentang esensi dari cara berinvestasi yang memberikan hasil terbaik. Investasi yang tidak hanya terbatas pada hal keuangan semata tetapi juga hal lainnya.

    Ketika kita membahas cara berinvestasi untuk menghasilkan hasil terbaik, ada 4 hal yang terkandung di dalamnya seperti ilustrasi di atas.
    1. Aktifitas investasi itu sendiri.
    2. Unsur atau hal yang diinvestasikan
    3. Imbal hasil dan
    4.Jangka waktu

    Kita bahas satu persatu.
    Investasi = Pengorbanan.

    Ketika mendengar kata investasi, pada umumnya yang terpikir adalah bagaimana cara menanamkan uang untuk mendapatkan nilai yang lebih besar dimasa mendatang. Hal ini tidak salah. Tapi terlalu sempit.

    Makna investasi sebenarnya adalah melakukan pengorbanan saat sekarang untuk mendapatkan hasil yang lebih besar dimasa mendatang. Kita mengorbankan hal yang sebenarnya bisa dinikmati saat ini, akan tetapi kita putuskan untuk ditunda menikmatinya, dengan harapan kenikmatan yang diperoleh menjadi lebih besar jika dilakukan masa mendatang. Kita memilih menginvestasikan uang ketimbang dibelanjakan agar nilai yang dinikmati lebih besar dikemudian hari. Kita rutin berolah raga ketimbang bermalas-malasan berharap bisa tetap hidup sehat hingga tua. Anak-anak memilih belajar ketimbang bermain berharap menjadi orang yang lebih hebat dikemudian hari.

    Intinya adalah pengorbanan kesenangan hari ini untuk keuntungan lebih besar di masa mendatang. Tidak gampang untuk melakukan pengorbanan tersebut. Banyak yang menolak melakukannya karena menurut mereka hasil yang akan dipetik di masa datang belumlah pasti. Argumen itu ada benarnya. Akan tetapi lebih pasti lagi adalah, tidak akan pernah ada hasil dimasa mendatang tanpa pernah ada pengorbanan saat ini. Benar biji yang ditanam hari ini belum tentu menghasilkan buah seperti yang diinginkan. Akan tetapi sudah pasti tidak akan pernah ada buah di masa mendatang, tanpa ada biji yang ditanam hari ini.

    Investasikan Yang Paling Berharga
    Balik ke ilustrasi paling awal. Kita tahu semakin besar nilai yang di investasikan semakin besar hasilnya. Pertanyaannya berikutnya adalah hal apa yang paling bernilai, paling mahal yang bisa kita investasikan. Jawabannya bukan uang. Akan tetapi sesuai hukum ekonomi, bahwa semakin langka suatu hal dan semakin besar minat orang atasnya, maka akan semakin mahal barang tersebut. Jawabannya adalah waktu.

    Waktu itu sifatnya tetap, tidak bisa ditambah atau dikurangi barang sedetik pun. Siapa yang tidak ingin punya waktu lebih banyak, tapi sayang satu hari jatahnya hanya 24 jam. Dan yang paling bikin rumit, kita tidak pernah tahu berapa sisa waktu yang kita miliki. Oleh karenanya setiap waktu yang kita miliki adalah sangat besar nilainya.

    Karena nilainya yang tinggi, waktu tidaklah boleh dibuang percuma. Justru waktu sangat cocok untuk kita investasikan agar mendapatkan hasil yang lebih tinggi lagi. Bagaimana caranya? Temukan bagian dari 24 jam yang anda miliki, entah dari sebagian waktu yang biasa dipakai nonton tv, atau waktu buat main, atau waktu yang biasa dipakai untuk chatting, ngegosip, nge-browising internet atau dari bagian waktu dari mana saja. Temukan lalu korbankan waktu tersebut dan diinvestasikan. Di investasikan dimana? Pada kegiatan yang memberikan imbal hasil dan multiplier terbesar. Yaitu pembelajaran.

    Pembelajaran
    Pembelajaran adalah proses untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Ilmu pengetahuan inilah yang memberikan imbal hasil besar dan berlipat-lipat. Sebagai contoh ; ilmu navigasi dan pelayaran, membuat bangsa Spanyol mampu menjelajah dunia dengan kapal, menguasai emas di Amerika Latin dan menjadi penguasa dunia. Ilmu tentang mesin uap mampu memicu revolusi Industri dan mendorong Inggris sebagai kekuatan utama ekonomi dunia. Ilmu adalah kunci untuk memberikan imbal hasil yang terbesar.

    Untuk mendapatkan ilmu ada beberapa cara proses pembelajaran dengan biaya yang berbeda. Yang paling besar biayanya adalah belajar melalui proses trial and error. Melalui proses ini, pada akhirnya ilmu bisa diperoleh, akan tetapi setelah melewati berbagai percobaan dan kesalahan yang memakan waktu dan biaya besar. Sementara proses pembelajaran dengan dengan waktu yang lebih sedikit dan biaya paling murah adalah melalui proses pendidikan, atau lewat membaca buku atau bertanya pada guru atau pada ahlinya. Semakin banyak ilmu yang diperoleh melalui pembelajaran, maka akan semakin besar pula imbal hasil atau multiplier yang dihasilkan.

    Jangka Waktu Investasi
    Kini kita tahu agar mendapatkan hasil butuh pengorbanan. Pengorbanan terbaik adalah waktu, dan imbal hasil terbesar datang melalui pembelajaran. Komponen terakhir yang menentukan jumlah hasil investasi, adalah lama jangka waktu investasi. Semakin lama jangka waktunya maka akan semakin besar akumulasi jumlahya.

    Ilustrasinya adalah seperti ini, jika ingin pohon seperti pohon toge, waktu yang dibutuhkan dari menanam hingga memetik cukup 4 hari. Ingin pohon seperti pohon jagung? Butuh waktu 4 bulan. Akan tetapi untuk mendapatkan pohon mangga besar berbuah lebat anda butuh waktu diatas 4 tahun. Tidak bisa lain. Tidak logis berharap biji mangga menjadi buah dalam 4 bulan. Intinya, untuk mendapatkan hasil investasi yang bagus harus ada proses yang mesti dilalui, masa yang dijalani. Semakin besar keinginan yang kita capai maka semakin lama waktu yang dibutuhkan. Tidak ada hasil baik yang didapatkan secara mudah.

    Penutup
    Sekarang coba pikirkan, tujuan apa yang hendak anda raih. Ingin meraih gelar sarjana, ingin punya rumah? Ingin punya mobil, ingin jalan-jalan keliling dunia, ingin bisa lari marathon 42 km? Semuanya bisa diraih. Tidak ada yang tidak mungkin. Tapi juga tidak ada cara mudah seperti membalikkan telapak tangan. Semua sangat mungkin selama kita tahu cara meraihnya.

    Cara untuk mencapai semua tujuan itu caranya sama. Tentukan tujuan. Mulai berinvestasi atau melakukan pengorbanan. Sisihkan waktu untuk proses pembelajaran agar bisa mencapai tujuan tersebut dengan waktu paling cepat dan cara paling mudah. Lakukan dalam jangka waktu tertentu secara terus menerus. Pada akhirnya anda akan sampai ketujuan tadi.

    Begitu juga mencapai tujuan finansial. Tetapkan tujuan yang anda inginkan. Sebelum menginvestasikan uang, investasikan waktu terlebih dahulu untuk proses pembelajaran. Sehingga anda tahu tahu tujuan investasinya, tahu profil risiko yang anda bisa terima, tahu jangka waktu investasinya, dan tahu instrument apa yang paling tepat untuk membawa anda sampai ke tujuan tadi dengan cara paling cepat dengan biaya paling murah . Jangan pernah melakukan dosa utama berinvestasi yaitu menginvestasi uang sebelum menginvestasikan waktu untuk proses pembelajaran. Karena itu cara paling cepat menuju bencana keuangan jangka panjang.
    Setelah itu pembelajaran selesai, baru anda investasikan uang anda. Jangan tunda berinvestasi. Lakukan saat ini, karena kita butuh masa untuk membiarkan investasi itu bertumbuh seperti yang diinginkan. Seperti menanam pohon, waktu yang paling tepat sebenarnya 20 tahun yang lalu. Waktu paling tepat berikutnya adalah saat ini. Lakukan berulang kali, karena semakin banyak pohon yang ditanam maka semakin banyak juga hasil yang akan dipanen nantinya.


    Budi Budar
    Senior Fund Manager, PT. Samuel Aset Manajemen.

    (artikel juga dimuat di Harian Nasional, 27 Oktober 2013, halaman A10)Semua bisa jadi miliarder

    Ingin jadi miliarder? Gampang sekali. Tinggal menabung Rp. 10.000,- per hari, dengan asumsi imbal hasil rata-rata 5% per tahun, kita akan menjadi miliarder dalam 55 tahun. Kelamaan? Saya ada solusinya. Naikkan tabungan per hari menjadi Rp. 50.000,- dengan imbal hasil yang sama, 5%, maka gelar miliarder akan anda peroleh dalam waktu lebih singkat, 27 tahun saja. Masih terlalu lama? Naikkan saja imbal hasil rata-rata jadi 10% p.a, dengan tabungan Rp. 50.000,- niat tadi bisa di raih dalam waktu hanya 19 tahun.

    Ternyata syarat menjadi milarder sangat gampang.
    1. Mulai Berinvestasi
    2. Memiliki uang untuk diinvestasikan
    3. Imbal hasil yang baik
    4. Memiliki waktu yang cukup

    Rahasia Investasi
    Tulisan ini tidak akan membahas cara cepat menjadi miliarder. Tapi lebih jauh tentang esensi dari cara berinvestasi yang memberikan hasil terbaik. Investasi yang tidak hanya terbatas pada hal keuangan semata tetapi juga hal lainnya.

    Ketika kita membahas cara berinvestasi untuk menghasilkan hasil terbaik, ada 4 hal yang terkandung di dalamnya seperti ilustrasi di atas.
    1. Aktifitas investasi itu sendiri.
    2. Unsur atau hal yang diinvestasikan
    3. Imbal hasil dan
    4.Jangka waktu

    Kita bahas satu persatu.
    Investasi = Pengorbanan.

    Ketika mendengar kata investasi, pada umumnya yang terpikir adalah bagaimana cara menanamkan uang untuk mendapatkan nilai yang lebih besar dimasa mendatang. Hal ini tidak salah. Tapi terlalu sempit.

    Makna investasi sebenarnya adalah melakukan pengorbanan saat sekarang untuk mendapatkan hasil yang lebih besar dimasa mendatang. Kita mengorbankan hal yang sebenarnya bisa dinikmati saat ini, akan tetapi kita putuskan untuk ditunda menikmatinya, dengan harapan kenikmatan yang diperoleh menjadi lebih besar jika dilakukan masa mendatang. Kita memilih menginvestasikan uang ketimbang dibelanjakan agar nilai yang dinikmati lebih besar dikemudian hari. Kita rutin berolah raga ketimbang bermalas-malasan berharap bisa tetap hidup sehat hingga tua. Anak-anak memilih belajar ketimbang bermain berharap menjadi orang yang lebih hebat dikemudian hari.

    Intinya adalah pengorbanan kesenangan hari ini untuk keuntungan lebih besar di masa mendatang. Tidak gampang untuk melakukan pengorbanan tersebut. Banyak yang menolak melakukannya karena menurut mereka hasil yang akan dipetik di masa datang belumlah pasti. Argumen itu ada benarnya. Akan tetapi lebih pasti lagi adalah, tidak akan pernah ada hasil dimasa mendatang tanpa pernah ada pengorbanan saat ini. Benar biji yang ditanam hari ini belum tentu menghasilkan buah seperti yang diinginkan. Akan tetapi sudah pasti tidak akan pernah ada buah di masa mendatang, tanpa ada biji yang ditanam hari ini.

    Investasikan Yang Paling Berharga
    Balik ke ilustrasi paling awal. Kita tahu semakin besar nilai yang di investasikan semakin besar hasilnya. Pertanyaannya berikutnya adalah hal apa yang paling bernilai, paling mahal yang bisa kita investasikan. Jawabannya bukan uang. Akan tetapi sesuai hukum ekonomi, bahwa semakin langka suatu hal dan semakin besar minat orang atasnya, maka akan semakin mahal barang tersebut. Jawabannya adalah waktu.

    Waktu itu sifatnya tetap, tidak bisa ditambah atau dikurangi barang sedetik pun. Siapa yang tidak ingin punya waktu lebih banyak, tapi sayang satu hari jatahnya hanya 24 jam. Dan yang paling bikin rumit, kita tidak pernah tahu berapa sisa waktu yang kita miliki. Oleh karenanya setiap waktu yang kita miliki adalah sangat besar nilainya.

    Karena nilainya yang tinggi, waktu tidaklah boleh dibuang percuma. Justru waktu sangat cocok untuk kita investasikan agar mendapatkan hasil yang lebih tinggi lagi. Bagaimana caranya? Temukan bagian dari 24 jam yang anda miliki, entah dari sebagian waktu yang biasa dipakai nonton tv, atau waktu buat main, atau waktu yang biasa dipakai untuk chatting, ngegosip, nge-browising internet atau dari bagian waktu dari mana saja. Temukan lalu korbankan waktu tersebut dan diinvestasikan. Di investasikan dimana? Pada kegiatan yang memberikan imbal hasil dan multiplier terbesar. Yaitu pembelajaran.

    Pembelajaran
    Pembelajaran adalah proses untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Ilmu pengetahuan inilah yang memberikan imbal hasil besar dan berlipat-lipat. Sebagai contoh ; ilmu navigasi dan pelayaran, membuat bangsa Spanyol mampu menjelajah dunia dengan kapal, menguasai emas di Amerika Latin dan menjadi penguasa dunia. Ilmu tentang mesin uap mampu memicu revolusi Industri dan mendorong Inggris sebagai kekuatan utama ekonomi dunia. Ilmu adalah kunci untuk memberikan imbal hasil yang terbesar.

    Untuk mendapatkan ilmu ada beberapa cara proses pembelajaran dengan biaya yang berbeda. Yang paling besar biayanya adalah belajar melalui proses trial and error. Melalui proses ini, pada akhirnya ilmu bisa diperoleh, akan tetapi setelah melewati berbagai percobaan dan kesalahan yang memakan waktu dan biaya besar. Sementara proses pembelajaran dengan dengan waktu yang lebih sedikit dan biaya paling murah adalah melalui proses pendidikan, atau lewat membaca buku atau bertanya pada guru atau pada ahlinya. Semakin banyak ilmu yang diperoleh melalui pembelajaran, maka akan semakin besar pula imbal hasil atau multiplier yang dihasilkan.

    Jangka Waktu Investasi
    Kini kita tahu agar mendapatkan hasil butuh pengorbanan. Pengorbanan terbaik adalah waktu, dan imbal hasil terbesar datang melalui pembelajaran. Komponen terakhir yang menentukan jumlah hasil investasi, adalah lama jangka waktu investasi. Semakin lama jangka waktunya maka akan semakin besar akumulasi jumlahya.

    Ilustrasinya adalah seperti ini, jika ingin pohon seperti pohon toge, waktu yang dibutuhkan dari menanam hingga memetik cukup 4 hari. Ingin pohon seperti pohon jagung? Butuh waktu 4 bulan. Akan tetapi untuk mendapatkan pohon mangga besar berbuah lebat anda butuh waktu diatas 4 tahun. Tidak bisa lain. Tidak logis berharap biji mangga menjadi buah dalam 4 bulan. Intinya, untuk mendapatkan hasil investasi yang bagus harus ada proses yang mesti dilalui, masa yang dijalani. Semakin besar keinginan yang kita capai maka semakin lama waktu yang dibutuhkan. Tidak ada hasil baik yang didapatkan secara mudah.

    Penutup
    Sekarang coba pikirkan, tujuan apa yang hendak anda raih. Ingin meraih gelar sarjana, ingin punya rumah? Ingin punya mobil, ingin jalan-jalan keliling dunia, ingin bisa lari marathon 42 km? Semuanya bisa diraih. Tidak ada yang tidak mungkin. Tapi juga tidak ada cara mudah seperti membalikkan telapak tangan. Semua sangat mungkin selama kita tahu cara meraihnya.

    Cara untuk mencapai semua tujuan itu caranya sama. Tentukan tujuan. Mulai berinvestasi atau melakukan pengorbanan. Sisihkan waktu untuk proses pembelajaran agar bisa mencapai tujuan tersebut dengan waktu paling cepat dan cara paling mudah. Lakukan dalam jangka waktu tertentu secara terus menerus. Pada akhirnya anda akan sampai ketujuan tadi.

    Begitu juga mencapai tujuan finansial. Tetapkan tujuan yang anda inginkan. Sebelum menginvestasikan uang, investasikan waktu terlebih dahulu untuk proses pembelajaran. Sehingga anda tahu tahu tujuan investasinya, tahu profil risiko yang anda bisa terima, tahu jangka waktu investasinya, dan tahu instrument apa yang paling tepat untuk membawa anda sampai ke tujuan tadi dengan cara paling cepat dengan biaya paling murah . Jangan pernah melakukan dosa utama berinvestasi yaitu menginvestasi uang sebelum menginvestasikan waktu untuk proses pembelajaran. Karena itu cara paling cepat menuju bencana keuangan jangka panjang.
    Setelah itu pembelajaran selesai, baru anda investasikan uang anda. Jangan tunda berinvestasi. Lakukan saat ini, karena kita butuh masa untuk membiarkan investasi itu bertumbuh seperti yang diinginkan. Seperti menanam pohon, waktu yang paling tepat sebenarnya 20 tahun yang lalu. Waktu paling tepat berikutnya adalah saat ini. Lakukan berulang kali, karena semakin banyak pohon yang ditanam maka semakin banyak juga hasil yang akan dipanen nantinya.


    Budi Budar
    Senior Fund Manager, PT. Samuel Aset Manajemen.

    (artikel juga dimuat di Harian Nasional, 27 Oktober 2013, halaman A10)