Samuel Aset Manajemen

Tag: terbaik

  • Seminar “Smart Financial Planning”, Jakarta, 22 Februari 2014Seminar “Smart Financial Planning”, Jakarta, 22 Februari 2014Seminar “Smart Financial Planning”,Jakarta, 22 Februari 2014

    Seminar “Smart Financial Planning”, Jakarta, 22 Februari 2014Seminar “Smart Financial Planning”, Jakarta, 22 Februari 2014Seminar “Smart Financial Planning”,Jakarta, 22 Februari 2014

    Ellen May web banner hires

    Samuel Aset Manajemen mendukung acara Seminar SMART FINANCIAL PLANNING yang akan diadakan di Jakarta, 22 Februari 2014.

    • Apakah itu FINANCIAL FREEDOM?
    • Bisakah financial freedom dimulai dengan modal kecil?
    • Bagaimana LANGKAH MUDAH untuk KAYA tanpa memandang latar belakang?
    • Bagaimana mempersiapkan MASA DEPAN  Anak Anda dan pensiun Anda?
    • Bagaimana memilih INVESTASI untuk pelipatgandaan aset?

    Info lebih lanjut, silakan email ke [email protected]
    atau sms SMARTFIN#NAMA#EMAIL ke 082327229009.
    Tempat terbatas.

  • Mengatur Keuangan Keluarga di Awal TahunMengatur Keuangan Keluarga di Awal Tahun

    Tahun 2014 hampir tiba. Selain mempersiapkan pesta akhir tahun, artinya juga tiba waktu untuk mengatur kembali perencanaan keuangan keluarga Anda dalam setahun ke depan.

    Mengatur keuangan dengan baik akan memberikan banyak manfaat, antara lain pertama mencapai cita-cita keluarga, seperti pendidikan berkualiatas untuk anak, merencanakan dana pensiun, membeli rumah kedua yang lebih besar, membeli mobil, memulai bisnis/usaha. Kedua, mengantisipasi terjadinya masalah keuangan keluarga, seperti sampai terbelit hutang. Dengan melakukan perencanaan keuangan, risiko yang mungkin timbul dapat diantisipasi. Ketiga, selalu ada kontrol arus keluar masuk keuangan keluarga, sehingga bisa dideteksi dengan baik dan tidak ada istilah “Lebih besar pasak daripada tiang”

    Apa yang harus kembali dilakukan di awal tahun ini dalam mengatur keuangan keluarga?

    MengaturKeuanganKeluarga

     1. Evaluasi (review)

    Waktunya Anda membuka ulang dan megumpulkan semua catatan keuangan Anda dan melihat bagaimana kondisi keuangan Anda tahun ini. Apakah sudah sesuai dengan perencanaan di awal tahun sebelumnya? Jika sudah sesuai, Anda bisa teruskan atau ditambahkan dengan rencana tahun mendatang. Jika belum sesuai, Anda perlu mengecek terlebih dahulu dimana letak kesalahannya, sehingga tidak akan terjadi kesalahan kembali pada rencana tahun 2014 ini.

     2.  Financial Check Up.

    Ketahui semua pengeluaran dan pemasukan Anda. Setelah melakukan evaluasi, yang pertama harus dilakukan adalah melakukan identifikasi apa saja pengeluaran keluarga Anda dan terutama mengetahui darimana saja sumber pemasukan keuangan Anda dan berapa besarnya. Tahap pertama ini penting dilakukan untuk mengenali kemampuan keuangan Anda.

     3.  Susun Tujuan Keuangan

    Kenapa banyak orang memiliki masalah keuangan? Penghasilan tidak mencukupi biaya hidup, bahkan tidak dapat membayar hutang? Ternyata alasan utamanya adalah karena mereka tidak merencanakan kemana uang yang mereka miliki akan digunakan. Elemen penting dalam perencanaan keuangan yang baik adalah tujuan-tujuan keuangan yang jelas. Terdapat 2 (dua) faktor yang harus kita perhatikan dalam menetapkan tujuan keuangan yaitu jangka waktu dan jenis kebutuhan.

    Berdasarkan jangka waktu, kita dapat membagi tujuan keuangan menjadi :

    • Dimulai dengan keperluan keuangan saat ini, artinya berapa besar dana dalam bentuk likuid yang tersedia sebagai sumber dana untuk mencukupi kebutuhan keluarga, mulai dari keperluan pembayaran listrik, telepon, uang sekolah anak, transportasi, sampai dengan kebutuhan di akhir minggu, seperti makan di restoran, jalan-jalan. Kebutuhan ini perlu dirancang dan dianggarkan dananya agar dapat dikontrol secara rutin setiap bulannya.
    • Tujuan keuangan jangka pendek yang hanya memerlukan waktu 1 tahun untuk mencapainya (misal menabung untuk membeli motor, laptop) atau dana untuk keperluan berlibur keluarga yang dapat direncanakan berulang setiap tahun.
    • Sedangkan tujuan keuangan jangka menengah adalah rencana yang memerlukan waktu 2 sampai 5 tahun untuk mencapainya (misal investasi untuk menyediakan biaya pendidikan anak, membeli rumah).

    Bagaimana dengan kebutuhan biaya pendidikan anak Anda? Misal tahun depan anak Anda mulai masuk SMP, apakah investasi yang sudah Anda lakukan tahun sebelumnya sudah mencukupi untuk biaya uang pangkalnya? Jika belum dialokasikan, Anda hanya tinggal punya 1.5 tahun untuk mempersiapkan menjelang tahun ajaran baru tahun berikutnya. Saat ini kita tahu bahwa semakin lama dana pendidikan akan semakin memberatkan kantong Anda sebagai orang tua, tetapi semakin awal kita mempersiapkannya melalui investasi akan semakin ringan untuk dilakukan.

    Tujuan keuangan jangka panjang. Dikategorikan sebagai keperluan Anda minimal pada 5 tahun mendatang. Apakah investasi untuk tujuan dana pensiun Anda sudah sesuai dengan targetnya hingga akhir tahun ini? Apakah produk investasi yang kita pilih sudah sesuai dengan kebutuhan? Jika sudah sesuai, Anda teruskan dengan rancangan investasi yang sudah dilakukan tahun sebelumnya. Jika belum dilakukan, segera hitung kebutuhan dana pensiun Anda mulai sekarang, dan segera lakukan investasi untuk memenuhinya. Jangan ditunda! Pikirkan juga bagaimana cara mencapainya, mungkin dengan menyisihkan dana tersendiri setiap bulannya untuk tujuan tersebut.

    Kebutuhan Dana Darurat pun perlu disusun sebagai proteksi atau uang jaga-jaga atas resiko kematian/kecelakaan atas diri Anda sebagai pemberi sumber dana keluarga.

    Sedangkan berdasarkan jenis kebutuhan, Anda dapat membagi tujuan keuangan menjadi 3 jenis barang, seperti: Barang konsumsi, yaitu barang yang rutin kita gunakan, relatif harga murah, tetapi kebutuhan akumulasinya menjadi cukup besar setiap tahunnya (misal kebutuhan pasta gigi, sabun mandi, sabun cuci, shampo, bahan makanan). Selanjutnya adalah barang tahan lama, yaitu barang yang jarang dibeli, harganya relatif mahal tetapi dapat digunakan untuk jangka waktu lama, minimal 3 tahun, sehingga untuk memenuhinya kita dapat melakukan investasi sebelumnya (misal mobil, motor, TV). Dan yang terakhir adalah barang tidak berwujud, adalah barang yang tidak dapat disentuh tetapi sangat diperlukan untuk keluarga Anda, yaitu biaya kesehatan, biaya pendidikan, biaya hidup pensiun Anda, biaya berlibur. Kebutuhan akan barang ini dapat disesuaikan sesuai prioritas kapan barang tersebut diperlukan, apakah harus segera disediakan atau masih dapat ditunda untuk memenuhi kebutuhan lain terlebih dahulu.

    Langkah selanjutnya dari menyusun tujuan keuangan keluarga adalah melakukan klasifikasi dan prioritas tujuan keuangan kita berdasarkan kedua kategori di atas.

    4.  Buat Anggaran Belanja Keluarga.

    Selanjutnya buat anggaran belanja Anda. Hitung biayanya. Pada tahap ini seharusnya dibuat sangat rinci dengan sudah memasukkan nilai nominal rupiah untuk setiap anggaran yang mengaju kepada semua tujuan keuangan, termasuk kebutuhan-kebutuhan mendasar keluarga Anda.

    Yang terpenting, nilai yang Anda masukkan adalah angka wajar, agar Anda dapat mengetahui perkiraan kondisi nyata kebutuhan keluarga Anda selama setahun ke depan.

    Faktor Inflasi merupakan hal penting yang harus dimasukkan ke dalam perhitungan biaya yang Anda perlukan di masa mendatang.

     5. Eksekusi

    Lakukan apa yang sudah Anda susun di rencana keuangan.

     6. Komitmen

    Perencanaan keuangan yang bagus, tanpa dibarengi kedisiplinan tidak akan ada artinya. Jadi perlu ada komitmen bagi Anda akan secara disiplin menjalankan rencana keuangan keluarga Anda sendiri.

    7. Kembali ke Evaluasi

    Evaluasi penting dilakukan untuk mengetahui apakah rencana keuangan Anda masih sesuai. Misal investasi untuk tujuan pendidikan anak direview secara rutin 3 bulanan, apakah hasil investasi sudah sesuai dengan ekspektasi return yang diharapkan, apakah ada kenaikan nilai uang sekolah, sehingga nilai investasi Anda harus ditambah?

    Tetapi jangan pula terlalu ketat memonitor investasi Anda, karena tujuan keuangan yang Anda susun adalah untuk jangka menengah atau panjang.

    Akhirnya, terasa mudah bukan jika mengatur keluangan keluarga dilakukan dengan rencana yang baik dan dilakukan secara bertahap dan disiplin?

    Anda dan keluarga akan dapat menikmati rencana berlibur Anda di tahun mendatang dengan tenang tanpa dibayangi kekhawatiran terjadi kesalahan pengeluaran dana yang berlebihan dari sumber dana keluarga Anda.

    Siapkan kembang api, kita songsong tahun 2014 dengan semangat mengatur keuangan keluarga dengan lebih baik lagi !

    ***

    Ayu Widuri
    Vice President, Head of Marketing  PT Samuel Aset Manajemen

    (artikel juga dimuat di Harian Nasional, 15 Desember 2013, halaman A8)

  • Investasi Reksa Dana untuk Dana PensiunInvestasi Reksa Dana untuk Dana Pensiun

    Sebuah ilustrasi menarik disampaikan salah satu teman: “Jangan memberi beban saat menua!”

    Banyak orang tua yang bekerja keras saat muda untuk mengejar tujuan membahagiakan keluarga dari sisi finansial, keharusan membesarkan dan menyekolahkan anak-anak, terkadang melupakan bahwa kerja keras itu adalah suatu konsekuensi dan tanggung jawab yang besar, tetapi bukanlah investasi kita di masa tua. Artinya itu bukanlah suatu pengorbanan yang berakhir dengan hukum balas budi dari anak-anak, dimana kita berharap saat tua nanti, anak-anak akan berbalik mengurus dan membiayai hidup kita.

    Membayangkan seorang bapak tua di usia senja setiap bulan menanti dengan setia pengiriman dana untuk biaya hidup dari anaknya, seharusnya membuat kita berfikir untuk mulai mempersiapkan dana pensiun untuk diri sendiri mulai sekarang.

    Mengingat tujuan hidup tidak hanya mengumpulkan kekayaan (wealth) untuk kepentingan financial saat ini dan masa mendatang, tetapi juga ada health (kesehatan) dan yang tidak kalah penting tentunya happiness (kebahagiaan) lahir batin yang kita harapkan seterusnya hingga usia senja dan akhir hayat.

    Ada beberapa fakta yang harus kita cermati dan justru kadang terlewat kita pikirkan saat masa pensiun tiba. Hilangnya 80 sampai dengan 90% penghasilan tetap sebagai pegawai, lalu habisnya dana pensiun yang telah kita persiapkan hanya dalam beberapa tahun saja (tidak cukup), dan kedua hal ini akan mengakibatkan menurunnya standar atau gaya hidup kita. Fakta ini tentunya kita harapkan tidak terjadi dengan adanya perhitungan yang tepat.

    Mari kita mencoba menghitung dana pensiun kita, meskipun biaya pensiun sering dianggap kebutuhan yang tidak populer atau tidak sepenting cita-cita membiayai anak sekolah, tetapi tentunya kita berharap tetap produktif dan bermanfaat bagi yang lain saat menua sampai akhir hayat, atau setidaknya tidak menyusahkan anak kita seperti ilustrasi di awal.

    Mempersiapkan dana pensiun artinya tidak hanya membiayai hidup kita pasca usia pensiun (masa tidak produktif) tetapi juga menghitung biaya untuk kesehatan, yang tidak kalah besar, mengingat di usia senja biasanya diiringi dengan berkurangnya fungsi anggota tubuh dan tentunya memerlukan perawatan yang lebih dibandingkan saat usia muda umumya.

    Untuk menghitung biaya hidup pasca pensiun dan biaya kesehatan di masa pensiun, beberapa data yang perlu dihitung adalah :

    1. Berapa tahun lagi waktu tersisa untuk memasuki usia pensiun (usia pensiun, misal 55 tahun dikurangi usia saat ini)
    2. Berapa tahun waktu yang kita perkirakan menikmati masa pensiun (dengan menggunakan asumsi usia maksimal hidup, misal 80 tahun dikurangi usia pensiun)
    3. Biaya yang kita perlukan untuk biaya hidup atau perkiraan biaya kesehatan kita saat ini, selama sebulan (misal biaya hidup dan biaya kesehatan saat ini selama sebulan, Rp 5 juta)

    Dengan menggunakan asumsi usia saat ini 35 tahun dan inflasi 6% per tahun, maka nilai biaya hidup dan kesehatan akan menjadi sebesar sekitar Rp 16 juta/bulan (dalam waktu 20 tahun ke depan).

    Dan untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa pensiun selama 25 tahun (usia maksimal 80 tahun dikurangi 55 tahun usia pensiun), maka nilai yang harus kita persiapkan adalah sekitar sebesar Rp 11 milyar.

    Artinya saat masuk usia pensiun dimana secara ekstrim kita sudah tidak produktif sama sekali, maka dana yang harus tersedia saat itu (atau 20 tahun lagi dari sekarang) adalah sebesar Rp 11 milyar, dengan asumsi dana tersebut akan kita simpan dalam bentuk dana yang likuid dengan asumsi return hanya 4% dan inflasi saat itu mencapai 10% per tahun.

    Bagaimana mencapai nilai dana sebesar Rp 11 milyar dalam waktu 20 tahun mendatang itulah yang menjadi tugas atau “pekerjaan rumah” kita saat ini.

    Dengan menggunakan asumsi return suatu produk investasi yang kita gunakan untuk memenuhi “tugas” tersebut adalah 25% per tahun, maka investasi secara bulanan yang harus kita lakukan adalah sebesar sekitar Rp 1.6 juta / bulan.

    Mestinya cukup mampu untuk kita alokasikan sejak saat ini, ya!

    Siklus Keuangan dalam Kehidupan
    Langkah selanjutnya yang harus kita pelajari adalah memilih produk investasi yang tepat untuk mencapai tujuan nilai masa pensiun yang telah kita hitung di atas.

    Reksadana merupakan salah satu produk investasi yang tepat untuk mempersiapkan dana pensiun. Mengapa? Karena Reksadana memiliki beberapa ciri khas sebagai berikut :

    1. Potensi hasil investasi menarik dan optimal untuk jangka panjang.
    Karena kita akan melakukan investasi untuk masa pensiun dengan minimal jangka waktu 15 – 20 tahun, maka investasi pada Reksadana menjadi pilihan yang tepat untuk mencapai tujuan nilai yang sudah kita hitung sebelumnya.

    2. Likuiditas yang relatif tinggi
    Setiap rencana tentunya ada risiko yang memerlukan kondisi pencairan dana setiap saat kita perlukan, maka Reksadana menjadi pilihan investasi yang tepat untuk kebutuhan ini.

    3. Dikelola tenaga ahli profesional
    Dengan keterbatasan waktu dan ilmu yang kita miliki untuk melakukan investasi di pasar modal, maka adanya tenaga profesional (Manajer Investasi) akan sangat membantu kita untuk mengelola dana untuk persiapan dana pensiun kita.

    4. Kepemilikan atas nama
    Jika kita bicara mengenai risiko maka berinvestasi di Reksadana memberikan kenyamanan pada kita dengan bentuk kepemilikan atas nama, artinya investasi kita di Reksadana akan dibukukan atas nama kita dan tidak dapat dicairkan tanpa instruksi dan hanya dapat dipindahkan pada rekening kita juga.

    5. Akses di dalam instrumen yang beragam
    Karena investasi di Reksadana adalah investasi dalam satu kumpulan dana investor yang dikelola oleh Manajer Investasi, artinya kita sebagai salah satu investor di dalam wadah Reksadana tersebut telah melakukan investasi pada instrumen yang beragam dalam nilai investasi yang terjangkau.

    6. Diversifikasi investasi dengan biaya murah
    Dengan hanya dana sebesar Rp 250ribu kita sudah dapat melakukan investasi pada Reksadana untuk tujuan finansial kita.

    7. Insentif pajak untuk instrumen obligasi
    Adanya pengenaan pajak yang lebih ringan atas instrumen obligasi pada wadah Reksadana dibandingkan jika kita (misal) melakukan pembelian obligasi secara langsung.

    Keistimewaan ciri khas ini yang membuat Reksadana menarik sebagai rekomendasi produk pilihan investasi jangka panjang.

    Memilih jenis Reksadana yang tepat menjadi tugas kita selanjutnya. Dengan melihat jangka waktu investasi dana pensiun cukup panjang, Reksadana Campuran atau bahkan Reksadana Saham dapat menjadi pilihan, dengan target hasil investasi antara 15 sampai dengan 25% per tahun.

    Namun harap tetap dicermati bahwa walaupun sangat menarik, adanya risiko investasi Reksadana tetap harus diantisipasi.

    Beberapa risiko umum yang dimiliki Reksadana adalah tidak adanya jaminan atas keuntungan karena adanya risiko penurunan nilai, sehingga pemantauan secara intensif merupakan hal terpenting yang harus tetap kita lakukan untuk mengantisipasi langkah selanjutnya yang akan kita ambil dalam meminimalisir risiko yang akan terjadi.

    Yang perlu diingat !
    Dengan tidak berinvestasi ada risiko yang lebih besar yang akan kita hadapi, yaitu risiko tidak terpenuhinya kebutuhan finansial di masa mendatang.

    Investasi seperti menanam pohon, membayangkan 20 tahun kemudian tidak hanya ada anak cucu yang bersenda gurau di bawah pohon besar yang kita tanam saat ini, tetapi kita pun ikut menikmati keteduhan pohon itu bersama mereka.

    Selamat berinvestasi!

    (Ditulis oleh Ayu Widuri, VP Director & Head of Marketing PT Samuel Aset Manajemen. Artikel juga dimuat di Harian Nasional, 10 November 2013, halaman A8)Sebuah ilustrasi menarik disampaikan salah satu teman: “Jangan memberi beban saat menua!”

    Banyak orang tua yang bekerja keras saat muda untuk mengejar tujuan membahagiakan keluarga dari sisi finansial, keharusan membesarkan dan menyekolahkan anak-anak, terkadang melupakan bahwa kerja keras itu adalah suatu konsekuensi dan tanggung jawab yang besar, tetapi bukanlah investasi kita di masa tua. Artinya itu bukanlah suatu pengorbanan yang berakhir dengan hukum balas budi dari anak-anak, dimana kita berharap saat tua nanti, anak-anak akan berbalik mengurus dan membiayai hidup kita.

    Membayangkan seorang bapak tua di usia senja setiap bulan menanti dengan setia pengiriman dana untuk biaya hidup dari anaknya, seharusnya membuat kita berfikir untuk mulai mempersiapkan dana pensiun untuk diri sendiri mulai sekarang.

    Mengingat tujuan hidup tidak hanya mengumpulkan kekayaan (wealth) untuk kepentingan financial saat ini dan masa mendatang, tetapi juga ada health (kesehatan) dan yang tidak kalah penting tentunya happiness (kebahagiaan) lahir batin yang kita harapkan seterusnya hingga usia senja dan akhir hayat.

    Ada beberapa fakta yang harus kita cermati dan justru kadang terlewat kita pikirkan saat masa pensiun tiba. Hilangnya 80 sampai dengan 90% penghasilan tetap sebagai pegawai, lalu habisnya dana pensiun yang telah kita persiapkan hanya dalam beberapa tahun saja (tidak cukup), dan kedua hal ini akan mengakibatkan menurunnya standar atau gaya hidup kita. Fakta ini tentunya kita harapkan tidak terjadi dengan adanya perhitungan yang tepat.

    Mari kita mencoba menghitung dana pensiun kita, meskipun biaya pensiun sering dianggap kebutuhan yang tidak populer atau tidak sepenting cita-cita membiayai anak sekolah, tetapi tentunya kita berharap tetap produktif dan bermanfaat bagi yang lain saat menua sampai akhir hayat, atau setidaknya tidak menyusahkan anak kita seperti ilustrasi di awal.

    Mempersiapkan dana pensiun artinya tidak hanya membiayai hidup kita pasca usia pensiun (masa tidak produktif) tetapi juga menghitung biaya untuk kesehatan, yang tidak kalah besar, mengingat di usia senja biasanya diiringi dengan berkurangnya fungsi anggota tubuh dan tentunya memerlukan perawatan yang lebih dibandingkan saat usia muda umumya.

    Untuk menghitung biaya hidup pasca pensiun dan biaya kesehatan di masa pensiun, beberapa data yang perlu dihitung adalah :

    1. Berapa tahun lagi waktu tersisa untuk memasuki usia pensiun (usia pensiun, misal 55 tahun dikurangi usia saat ini)
    2. Berapa tahun waktu yang kita perkirakan menikmati masa pensiun (dengan menggunakan asumsi usia maksimal hidup, misal 80 tahun dikurangi usia pensiun)
    3. Biaya yang kita perlukan untuk biaya hidup atau perkiraan biaya kesehatan kita saat ini, selama sebulan (misal biaya hidup dan biaya kesehatan saat ini selama sebulan, Rp 5 juta)

    Dengan menggunakan asumsi usia saat ini 35 tahun dan inflasi 6% per tahun, maka nilai biaya hidup dan kesehatan akan menjadi sebesar sekitar Rp 16 juta/bulan (dalam waktu 20 tahun ke depan).

    Dan untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa pensiun selama 25 tahun (usia maksimal 80 tahun dikurangi 55 tahun usia pensiun), maka nilai yang harus kita persiapkan adalah sekitar sebesar Rp 11 milyar.

    Artinya saat masuk usia pensiun dimana secara ekstrim kita sudah tidak produktif sama sekali, maka dana yang harus tersedia saat itu (atau 20 tahun lagi dari sekarang) adalah sebesar Rp 11 milyar, dengan asumsi dana tersebut akan kita simpan dalam bentuk dana yang likuid dengan asumsi return hanya 4% dan inflasi saat itu mencapai 10% per tahun.

    Bagaimana mencapai nilai dana sebesar Rp 11 milyar dalam waktu 20 tahun mendatang itulah yang menjadi tugas atau “pekerjaan rumah” kita saat ini.

    Dengan menggunakan asumsi return suatu produk investasi yang kita gunakan untuk memenuhi “tugas” tersebut adalah 25% per tahun, maka investasi secara bulanan yang harus kita lakukan adalah sebesar sekitar Rp 1.6 juta / bulan.

    Mestinya cukup mampu untuk kita alokasikan sejak saat ini, ya!

    Siklus Keuangan dalam Kehidupan
    Langkah selanjutnya yang harus kita pelajari adalah memilih produk investasi yang tepat untuk mencapai tujuan nilai masa pensiun yang telah kita hitung di atas.

    Reksadana merupakan salah satu produk investasi yang tepat untuk mempersiapkan dana pensiun. Mengapa? Karena Reksadana memiliki beberapa ciri khas sebagai berikut :

    1. Potensi hasil investasi menarik dan optimal untuk jangka panjang.
    Karena kita akan melakukan investasi untuk masa pensiun dengan minimal jangka waktu 15 – 20 tahun, maka investasi pada Reksadana menjadi pilihan yang tepat untuk mencapai tujuan nilai yang sudah kita hitung sebelumnya.

    2. Likuiditas yang relatif tinggi
    Setiap rencana tentunya ada risiko yang memerlukan kondisi pencairan dana setiap saat kita perlukan, maka Reksadana menjadi pilihan investasi yang tepat untuk kebutuhan ini.

    3. Dikelola tenaga ahli profesional
    Dengan keterbatasan waktu dan ilmu yang kita miliki untuk melakukan investasi di pasar modal, maka adanya tenaga profesional (Manajer Investasi) akan sangat membantu kita untuk mengelola dana untuk persiapan dana pensiun kita.

    4. Kepemilikan atas nama
    Jika kita bicara mengenai risiko maka berinvestasi di Reksadana memberikan kenyamanan pada kita dengan bentuk kepemilikan atas nama, artinya investasi kita di Reksadana akan dibukukan atas nama kita dan tidak dapat dicairkan tanpa instruksi dan hanya dapat dipindahkan pada rekening kita juga.

    5. Akses di dalam instrumen yang beragam
    Karena investasi di Reksadana adalah investasi dalam satu kumpulan dana investor yang dikelola oleh Manajer Investasi, artinya kita sebagai salah satu investor di dalam wadah Reksadana tersebut telah melakukan investasi pada instrumen yang beragam dalam nilai investasi yang terjangkau.

    6. Diversifikasi investasi dengan biaya murah
    Dengan hanya dana sebesar Rp 250ribu kita sudah dapat melakukan investasi pada Reksadana untuk tujuan finansial kita.

    7. Insentif pajak untuk instrumen obligasi
    Adanya pengenaan pajak yang lebih ringan atas instrumen obligasi pada wadah Reksadana dibandingkan jika kita (misal) melakukan pembelian obligasi secara langsung.

    Keistimewaan ciri khas ini yang membuat Reksadana menarik sebagai rekomendasi produk pilihan investasi jangka panjang.

    Memilih jenis Reksadana yang tepat menjadi tugas kita selanjutnya. Dengan melihat jangka waktu investasi dana pensiun cukup panjang, Reksadana Campuran atau bahkan Reksadana Saham dapat menjadi pilihan, dengan target hasil investasi antara 15 sampai dengan 25% per tahun.

    Namun harap tetap dicermati bahwa walaupun sangat menarik, adanya risiko investasi Reksadana tetap harus diantisipasi.

    Beberapa risiko umum yang dimiliki Reksadana adalah tidak adanya jaminan atas keuntungan karena adanya risiko penurunan nilai, sehingga pemantauan secara intensif merupakan hal terpenting yang harus tetap kita lakukan untuk mengantisipasi langkah selanjutnya yang akan kita ambil dalam meminimalisir risiko yang akan terjadi.

    Yang perlu diingat !
    Dengan tidak berinvestasi ada risiko yang lebih besar yang akan kita hadapi, yaitu risiko tidak terpenuhinya kebutuhan finansial di masa mendatang.

    Investasi seperti menanam pohon, membayangkan 20 tahun kemudian tidak hanya ada anak cucu yang bersenda gurau di bawah pohon besar yang kita tanam saat ini, tetapi kita pun ikut menikmati keteduhan pohon itu bersama mereka.

    Selamat berinvestasi!

    (Ditulis oleh Ayu Widuri, VP Director & Head of Marketing PT Samuel Aset Manajemen. Artikel juga dimuat di Harian Nasional, 10 November 2013, halaman A8)