Samuel Aset Manajemen

Category: Riset

  • SAM Morning Review 31/10/2013SAM Morning Review 31/10/2013SAM Morning Review 31/10/2013

    SAM Morning Review 31/10/2013

    • Wall Street Turun Setelah Fed Pertahankan Stimulus

    Saham-saham di Wall Street ditutup melemah pada Rabu, setelah Federal Reserve AS mempertahankan program stimulus moneter agresifnya dan menegaskan bahwa mereka akan menunggu kondisi ekonomi lebih kuat sebelum menguranginya. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 61,59 poin (-0,39 persen) menjadi 15.618,76. Indeks S&P 500 turun 8,64 poin (-0,49 persen) menjadi 1.763,31, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq merosot 21,72 poin (-0,55 persen) pada 3.930,62. Keputusan Fed untuk mempertahankan program pembelian obligasi 85 miliar dolar AS per bulan, meskipun “bullish” untuk saham, secara luas sudah diantisipasi dan telah membantu mendorong Dow dan S&P 500 ke rekor baru pada Selasa (29/10). Raksasa otomotif AS General Motors menguat 3,2 persen setelah labanya tidak termasuk item khusus mengalahkan harapan sebesar tiga sen pada 96 sen per saham. Perusahaan melaporkan hasil yang lebih baik di Amerika Utara dan Eropa. Pengembang video game Electronic Arts melonjak 7,8 persen setelah melaporkan laba 33 sen per saham, lebih tinggi dua kali lipat dari yang diperkirakan oleh para analis. Perusahaan juga menaikkan proyeksi labanya.

    • Harga Minyak Light Sweet Jatuh Setelah Persediaan AS Melonjak

    Harga minyak AS turun untuk hari kedua berturut-turut pada Rabu, setelah laporan Departemen Energi menunjukkan peningkatan besar mengejutkan dalam persediaan AS. Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember jatuh 1,43 dolar AS menjadi ditutup pada 96,77 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember naik 85 sen menjadi menetap di 109,86 dolar AS per barel di perdagangan London. Penurunan dalam WTI menyusul laporan Departemen Energi AS yang menunjukkan bahwa stok minyak AS naik sebesar 4,1 juta barel pada pekan lalu, jauh di atas konsensus perkiraan Dow Jones Newswires sebesar 2,2 juta barel. Hal tersebut merupakan kenaikan mingguan keenam berturut-turut dalam persediaan minyak mentah di ekonomi terbesar dunia. Laporan juga menunjukkan peningkatan 2,2 juta barel di pusat perdagangan minyak AS di Cushing, Oklahoma.

     

    MARKET

    IHSG kemarin (30/10) ditutup menguat +0,27% ke 4.575. Asing kemarin tercatat melakukan penjualan bersih senilai Rp 171 miliar di seluruh pasar. Pagi ini bursa regional dibuka cenderung melemah. Nikkei turun -0,3% dan Kospi turun -0,5%.

    • Industry News

    Financials, Banking – BI masih menggantung izin akusisi Bank oleh pihak asing. Tak Cuma sabat, investor asing juga harus siap jika rencana akusisi kandas, karena BI memang tengah menggantung proses perizinan akusisi mereka. Sumber dari BI membisikan izin akusisi yang tak kunjung terbit merupakan strategi BI agar industri perbankan di Tanah Air tak dianggap bebas seperti sebelumnya.

    Energy, Mining & Coal – BEI tengah menggodok peraturan yang  melonggarkan syarat IPO pertambangan, yaitu perusahaan tambang yang belum berproduksi tapi telah melakukan eksplorasi boleh IPO. BEI tetep mewajibkan calon emiten tambang ini memberikan keterangan lengkap mengenai cadangan produksi, analisis cadangan dan cadangan potensial dalam jangka panjang

    • Company News

    WSKT, emiten konstruksi, mencatat kenaikan laba bersih 15,6% menjadi Rp 118,1 miliar di kuartal III tahun ini dibandingkan kuartal III tahun lalu. Sektor konstruksi masih berkontribusi terbesar terhadap kinerja keuangan perseroan.

    NISP mencatatkan mencatat pertumbuhan laba di atas industri berkat peningkatan efisiensi. Efisiensi terutama didorong oleh tingkat non-performing loan (NPL) yang rendah sehingga bank tak perlu menyediakan pencadangan yang besar.

    PYFA membangun pabrik biofarmasi pertama di Indonesia di Q2-2014. Investasi akan menelan USD 12 Juta, dan skemanya adalah Joint Venture. PYFA akan menguasai 51% saham dan 49% lagi dikuasai Hankook Korus Farm Co. Ltd.

    ADES hidupkan lagi pabrik AMDK, dijadwalkan pada Januari dan Februari 2014 nanti, pabrik di Jawa Timur bisa mulai beroperasi secara komersial.

     

    (Gema Kumara Darmawan & Andrian Winoto)SAM Morning Review 31/10/2013

    • Wall Street Turun Setelah Fed Pertahankan Stimulus

    Saham-saham di Wall Street ditutup melemah pada Rabu, setelah Federal Reserve AS mempertahankan program stimulus moneter agresifnya dan menegaskan bahwa mereka akan menunggu kondisi ekonomi lebih kuat sebelum menguranginya. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 61,59 poin (-0,39 persen) menjadi 15.618,76. Indeks S&P 500 turun 8,64 poin (-0,49 persen) menjadi 1.763,31, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq merosot 21,72 poin (-0,55 persen) pada 3.930,62. Keputusan Fed untuk mempertahankan program pembelian obligasi 85 miliar dolar AS per bulan, meskipun “bullish” untuk saham, secara luas sudah diantisipasi dan telah membantu mendorong Dow dan S&P 500 ke rekor baru pada Selasa (29/10). Raksasa otomotif AS General Motors menguat 3,2 persen setelah labanya tidak termasuk item khusus mengalahkan harapan sebesar tiga sen pada 96 sen per saham. Perusahaan melaporkan hasil yang lebih baik di Amerika Utara dan Eropa. Pengembang video game Electronic Arts melonjak 7,8 persen setelah melaporkan laba 33 sen per saham, lebih tinggi dua kali lipat dari yang diperkirakan oleh para analis. Perusahaan juga menaikkan proyeksi labanya.

    • Harga Minyak Light Sweet Jatuh Setelah Persediaan AS Melonjak

    Harga minyak AS turun untuk hari kedua berturut-turut pada Rabu, setelah laporan Departemen Energi menunjukkan peningkatan besar mengejutkan dalam persediaan AS. Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember jatuh 1,43 dolar AS menjadi ditutup pada 96,77 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember naik 85 sen menjadi menetap di 109,86 dolar AS per barel di perdagangan London. Penurunan dalam WTI menyusul laporan Departemen Energi AS yang menunjukkan bahwa stok minyak AS naik sebesar 4,1 juta barel pada pekan lalu, jauh di atas konsensus perkiraan Dow Jones Newswires sebesar 2,2 juta barel. Hal tersebut merupakan kenaikan mingguan keenam berturut-turut dalam persediaan minyak mentah di ekonomi terbesar dunia. Laporan juga menunjukkan peningkatan 2,2 juta barel di pusat perdagangan minyak AS di Cushing, Oklahoma.

     

    MARKET

    IHSG kemarin (30/10) ditutup menguat +0,27% ke 4.575. Asing kemarin tercatat melakukan penjualan bersih senilai Rp 171 miliar di seluruh pasar. Pagi ini bursa regional dibuka cenderung melemah. Nikkei turun -0,3% dan Kospi turun -0,5%.

    • Industry News

    Financials, Banking – BI masih menggantung izin akusisi Bank oleh pihak asing. Tak Cuma sabat, investor asing juga harus siap jika rencana akusisi kandas, karena BI memang tengah menggantung proses perizinan akusisi mereka. Sumber dari BI membisikan izin akusisi yang tak kunjung terbit merupakan strategi BI agar industri perbankan di Tanah Air tak dianggap bebas seperti sebelumnya.

    Energy, Mining & Coal – BEI tengah menggodok peraturan yang  melonggarkan syarat IPO pertambangan, yaitu perusahaan tambang yang belum berproduksi tapi telah melakukan eksplorasi boleh IPO. BEI tetep mewajibkan calon emiten tambang ini memberikan keterangan lengkap mengenai cadangan produksi, analisis cadangan dan cadangan potensial dalam jangka panjang

    • Company News

    WSKT, emiten konstruksi, mencatat kenaikan laba bersih 15,6% menjadi Rp 118,1 miliar di kuartal III tahun ini dibandingkan kuartal III tahun lalu. Sektor konstruksi masih berkontribusi terbesar terhadap kinerja keuangan perseroan.

    NISP mencatatkan mencatat pertumbuhan laba di atas industri berkat peningkatan efisiensi. Efisiensi terutama didorong oleh tingkat non-performing loan (NPL) yang rendah sehingga bank tak perlu menyediakan pencadangan yang besar.

    PYFA membangun pabrik biofarmasi pertama di Indonesia di Q2-2014. Investasi akan menelan USD 12 Juta, dan skemanya adalah Joint Venture. PYFA akan menguasai 51% saham dan 49% lagi dikuasai Hankook Korus Farm Co. Ltd.

    ADES hidupkan lagi pabrik AMDK, dijadwalkan pada Januari dan Februari 2014 nanti, pabrik di Jawa Timur bisa mulai beroperasi secara komersial.

     

    (Gema Kumara Darmawan & Andrian Winoto)

  • SAM Morning Review 15 Juli 2013

    SAM Morning Review 15/07/2013

    Pernyataan Pejabat The Fed Dorong Pergerakan S&P 500

    S&P 500 dan Dow Jones di akhir minggu lalu menguat sebanyak +0.31 dan +0.02%.  Indeks sebelumnya melemah setelah pejabat The Fed Charles Plosser menyatakan The Fed seharusnya mulai mengurangi jumlah pembelian obligasinya di bulan September, namun kemudian indeks berbalik arah setelah pejabat The Fed yang lain James Bullard mengatakan The Fed seharusnya mempertahankan pembelian obligasi hingga inflasi mencapai 2%.  Tingkat consumer confidence AS di bulan Juni turun ke 83.9 dibandingkan 84.7 perkiraan sebelumnya.  Sementara itu, bursa Eropa kemarin tidak bergerak banyak dengan Euro Stoxx turun -0.24% sedangkan FTSE 100 naik +0.02%.

    • Harga Minyak Menguat Akibat Spekulasi Suplai Menurun

    Harga minyak mentah WTI akhir minggu lalu menguat akibat spekulasi persediaan minyak AS terus menurun.  Harga minyak mentah WTI naik 1.04 AS dollar per barel ke 105.95 AS dollar per barel.  Harga minyak mentah Brent juga naik +1.0% ke 108.81 AS dollar per barel.  Harga emas turun akibat penguatan dollar AS.  Harga emas turun sebanyak -0.2% ke 1,277 AS dollar per ons.  Harga komoditas metal seperti alumunium, dan nikel akhir minggu lalu menguat +0.54 dan +1.03%

    MARKET

    IHSG akhir minggu lalu menguat +0.63% ke 4,633 setelah investor melakukan pembelian di akhir jam perdagangan.  Sepanjang minggu lalu sektor Konstruksi, Properti dan Real Estate serta sektor Pertambangan menjadi dua sektor yang paling banyak melemah -4.36 dan -2.84%.  Pagi ini bursa regional dibuka mixed selagi investor menanti data GDP 2Q13 Cina yang akan keluar hari ini.  IHSG hari ini diperkirakan akan melemah akibat perkiraan GDP Cina akan melambat yang membawa akibat pada menurunnya permintaan impor komoditas Indonesia

    NEWS

    • BBCA akan naikkan suku bunga KPR dan KKB sekitar 0.5-1% mulai bulan depan.
    • WIKA raih kontrak baru senilai Rp 9 triliun di Semester I-2013 atau 43.3% dari target kontrak tahun ini.
    • WSKT raih kontrak baru senilai Rp 4.7 triliun di Semester I-2013 atau hanya 26.2% dari target kontrak tahun ini.

  • SAM Morning Review 12 Juli 2013

    SAM Morning Review 12/07/2013

    • Bursa AS dan Eropa Terdorong Pernyataan Bernanke

    Pernyataan Ben Bernanke yang mengatakan akan terus mendorong program stimulus keuangan AS membantu indeks di bursa AS dan Eropa menguat kemarin.  Dow Jones dan S&P 500 kemarin menguat +1.11 dan +1.36%.  Angka initial jobless claim AS di minggu lalu naik sebanyak 360 ribu, akan tetapi hal ini diperkirakan hal yang wajar akibat penutupan sementara pabrik-pabrik otomotif.  Surplus anggaran AS di bulan Juni naik 116.5 miliar AS atau lebih tinggi dari perkiraan semula selagi pengeluaran turun 47% serta penerimaan pajak meningkat.  Euro Stoxx dan FTSE 100 kemarin menguat +0.81 dan +0.59%

    • Harga Minyak Mentah Turun Akibat Data Pengangguran AS

    Harga minyak mentah WTI kemarin turun dari tingkat tertingginya dalam 15 bulan terakhir setelah angka klaim pengangguran AS meningkat serta International Energy Agency memperkirakan suplai minyak akan melebihi permintaan.  Harga minyak mentah WTI turun -1.5% ke 104.91 AS dollar per barel.  Harga minyak mentah Brent kemarin turun -0.7% ke 107.73 AS dollar per barel.  Harga emas kembali menguat dampak pernyataan Bernanke dan naik +2.6% ke 1,279.90 AS dollar per ons.  Harga tembaga kemarin juga menguat tajam akibat spekulasi tambahan stimulus dari The Fed dan pemerintah Cina.  Tembaga naik +2.8%.

    MARKET
    IHSG kemarin melaju kencang dan menguat +2.8% ke 4,604 dibantu oleh penguatan tajam saham-saham perbankan.  Sektor keuangan kemarin menguat tertajam +4.40% diantara semua sektor lain di indeks.  Asing kemarin melakukan pembelian bersih senilai Rp 70 miliar di seluruh pasar.  Pagi ini bursa regional dibuka mixed dengan Nikkei menguat +0.66% sedangkan Hang Seng turun -0.35%.  Hari ini IHSG diperkirakan akan melemah terbatas atas pertimbangan teknikal setelah menguat banyak kemarin.

     

    NEWS

    • KIJA menunda penerbitan obligasi global senilai US$ 350 juta akibat kondisi pasar yang kurang menguntungkan
    • Konsumsi semen di Semester I-2013 hanya +7.11% atau jauh lebih rendah dibandingkan +15% di 2012
    • PWON bukukan marketing sales Rp 1,2 triliun pada semester I-2013 atau 40% dari total target tahun ini

  • SAM Morning Review 29 November 2012SAM Morning Review 29 November 2012

    SAM Morning Review 29 November 2012

    • Bursa Menguat Diliputi Ketidakpastian
      Bursa AS dan Eropa kemarin berhasil menguat walaupun ketidakpastian akan perkembangan negosiasi anggaran AS masih meliputi pasar.  Bursa AS kemarin ditutup menguat setelah sebelumnya melemah setelah data Departemen Perdagangan AS menunjukkan penjualan rumah baru di AS secara tak terduga turun -0.3% di bulan Oktober.  Akan tetapi, bursa kemudian menguat setelah juru bicara house of representative dari Partai Republik John Boehner menyatakan dia optimis pembicaraan anggaran AS akan berjalan lancer.  Data “Beige Book” The Fed menunjukkan ekonomi AS tumbuh pada “measured pace” di minggu-minggu terakhir setelah kenaikan di permintaan konsumen dan perumahan dibarengi oleh perlambatan manufaktur dan efek dari badai Sandy.  Indeks Dow Jones dan S&P 500 kemarin menguat +0.83 dan +0.79%.  Bursa Eropa kemarin tidak berubah banyak dengan indeks Euro Stoxx dan FTSE 100 naik +0.13 dan +0.06% selagi investor terus mencermati perkembangan negosiasi anggaran AS.
    • Harga Minyak Mentah dan Emas Terpuruk
      Harga minyak mentah kemarin turun ke tingkat terendahnya dalam dua minggu terakhir setelah meningkatnya kekhawatiran akan kegagalan negosiasi anggaran AS.  Harga minyak mentah AS  turun -0.8% sedangkan harga minyak mentah Brent turun -0.3% ke 109.51 AS dollar per barel.  Harga emas kemarin juga turun disebabkan hal yang sama.  Harga emas di pasar spot turun -1.2% ke 1,719.69 AS dollar per ons.  Harga komoditas lain seperti alumunium dan tembaga kemarin juga turun -0.45 dan -0.51%.

    MARKET
    IHSG kemarin melemah mengikuti pelemahan yang terjadi di bursa global serta aksi ambil untung oleh investor terhadap saham-saham berbasis komoditas.  IHSG kemarin turun -32.69 poin (-0.75%) ke 4,304.  Asing kemarin tercatat melakukan penjualan bersih senilai Rp 202.501 miliar di seluruh pasar.  Pagi ini bursa regional dibuka menguat dengan indeks Nikkei dan Hang Seng naik +0.64 dan +0.58%.  Hari ini IHSG diperkirakan akan menguat tipis dibantu oleh penguatan di bursa global.

    SAM Morning Review 29 November 2012

    • Bursa Menguat Diliputi Ketidakpastian
      Bursa AS dan Eropa kemarin berhasil menguat walaupun ketidakpastian akan perkembangan negosiasi anggaran AS masih meliputi pasar.  Bursa AS kemarin ditutup menguat setelah sebelumnya melemah setelah data Departemen Perdagangan AS menunjukkan penjualan rumah baru di AS secara tak terduga turun -0.3% di bulan Oktober.  Akan tetapi, bursa kemudian menguat setelah juru bicara house of representative dari Partai Republik John Boehner menyatakan dia optimis pembicaraan anggaran AS akan berjalan lancer.  Data “Beige Book” The Fed menunjukkan ekonomi AS tumbuh pada “measured pace” di minggu-minggu terakhir setelah kenaikan di permintaan konsumen dan perumahan dibarengi oleh perlambatan manufaktur dan efek dari badai Sandy.  Indeks Dow Jones dan S&P 500 kemarin menguat +0.83 dan +0.79%.  Bursa Eropa kemarin tidak berubah banyak dengan indeks Euro Stoxx dan FTSE 100 naik +0.13 dan +0.06% selagi investor terus mencermati perkembangan negosiasi anggaran AS.
    • Harga Minyak Mentah dan Emas Terpuruk
      Harga minyak mentah kemarin turun ke tingkat terendahnya dalam dua minggu terakhir setelah meningkatnya kekhawatiran akan kegagalan negosiasi anggaran AS.  Harga minyak mentah AS  turun -0.8% sedangkan harga minyak mentah Brent turun -0.3% ke 109.51 AS dollar per barel.  Harga emas kemarin juga turun disebabkan hal yang sama.  Harga emas di pasar spot turun -1.2% ke 1,719.69 AS dollar per ons.  Harga komoditas lain seperti alumunium dan tembaga kemarin juga turun -0.45 dan -0.51%.

    MARKET
    IHSG kemarin melemah mengikuti pelemahan yang terjadi di bursa global serta aksi ambil untung oleh investor terhadap saham-saham berbasis komoditas.  IHSG kemarin turun -32.69 poin (-0.75%) ke 4,304.  Asing kemarin tercatat melakukan penjualan bersih senilai Rp 202.501 miliar di seluruh pasar.  Pagi ini bursa regional dibuka menguat dengan indeks Nikkei dan Hang Seng naik +0.64 dan +0.58%.  Hari ini IHSG diperkirakan akan menguat tipis dibantu oleh penguatan di bursa global.

  • Market Commentary Oktober 2012Market Commentary Oktober 2012

    Investor asing melakukan net buy Rp 2.654 trilun di bulan Oktober dan mendorong IHSG menguat +2.69% MoM.  IHSG hingga bulan Oktober telah naik +13.82% Ytd.  Secara keseluruhan di bulan Oktober tujuh sektor di IHSG menguat dan dua yang melemah.  Penguatan terbesar terjadi di sektor miscellaneous industries yang naik +6.49%, sementara sektor pertambangan turun sebanyak -6.35%

    Indeks Dow Jones serta FTSE Asia ex Japan melemah -2.54 dan -0.15% MoM.  Bulan September bursa AS dan Eropa bergerak berlawanan arah.  Indeks di bursa AS melemah di bulan ini dikarenakan lemahnya earning perusahaan-perusahaan AS di kuartal III-2012, sedangkan bursa Eropa menguat memfaktorkan data ekonomi AS yang membaik.  Harga komoditas secara keseluruhan melemah setelah meredanya efek QE3 dari The Fed.  Emas -4.27%, Timah -10.29%, Tembaga -6.41%, Alumunium -9.10%, Minyak Brent –3.32%,  Jagung -0.09%, Gandum +0.5% Kedelai +0.24%.

    Yield SUN acuan 10-tahun turun 28.4 basis poin dari awal bulan ke 5.712%.  Kepemilikan asing di SUN per 30 Oktober 2012 naik Rp 8.81 triliun dibanding akhir bulan September menjadi Rp 249.79 triliun.  Rupiah bergerak mendatar di bulan Oktober dan ditutup di level 9,623 per 1 dollar AS atau turun -0.27%

    Inflasi bulan Oktober berada di tingkat +0.16 MoM dan +4.61% YoY.  Tingkat inflasi ini berada diatas hasil survei Bloomberg sebelumnya yaitu +0.13% MoM dan +4.59% YoYInvestor asing melakukan net buy Rp 2.654 trilun di bulan Oktober dan mendorong IHSG menguat +2.69% MoM.  IHSG hingga bulan Oktober telah naik +13.82% Ytd.  Secara keseluruhan di bulan Oktober tujuh sektor di IHSG menguat dan dua yang melemah.  Penguatan terbesar terjadi di sektor miscellaneous industries yang naik +6.49%, sementara sektor pertambangan turun sebanyak -6.35%

    Indeks Dow Jones serta FTSE Asia ex Japan melemah -2.54 dan -0.15% MoM.  Bulan September bursa AS dan Eropa bergerak berlawanan arah.  Indeks di bursa AS melemah di bulan ini dikarenakan lemahnya earning perusahaan-perusahaan AS di kuartal III-2012, sedangkan bursa Eropa menguat memfaktorkan data ekonomi AS yang membaik.  Harga komoditas secara keseluruhan melemah setelah meredanya efek QE3 dari The Fed.  Emas -4.27%, Timah -10.29%, Tembaga -6.41%, Alumunium -9.10%, Minyak Brent –3.32%,  Jagung -0.09%, Gandum +0.5% Kedelai +0.24%.

    Yield SUN acuan 10-tahun turun 28.4 basis poin dari awal bulan ke 5.712%.  Kepemilikan asing di SUN per 30 Oktober 2012 naik Rp 8.81 triliun dibanding akhir bulan September menjadi Rp 249.79 triliun.  Rupiah bergerak mendatar di bulan Oktober dan ditutup di level 9,623 per 1 dollar AS atau turun -0.27%

    Inflasi bulan Oktober berada di tingkat +0.16 MoM dan +4.61% YoY.  Tingkat inflasi ini berada diatas hasil survei Bloomberg sebelumnya yaitu +0.13% MoM dan +4.59% YoY