Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM SUKUK SYARIAH SEJAHTERA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama periode 3 bulan terakhir.
PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau Unit Penyertaan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
PHI dengan nilai minimal Rp1.000.000 (satu juta rupiah) dibagikan ke nasabah secara tunai dan PHI yang lebih rendah dari nilai tersebut dibagikan dalam bentuk tambahan Unit Penyertaan.
Manajer Investasi akan menetapkan Cum Date PHI pada tanggal: 30 Desember 2025 dan Ex-date PHI pada tanggal: 2 Januari 2026
Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 5 Januari 2026.
Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
Harga NAV per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.*
Perkiraan PHI yang dibagikan adalah sekitar Rp732.000.000,- (tujuh ratus tiga puluh dua juta rupiah) untuk seluruh Pemegang Unit Penyertaan SAM Sukuk Syariah Sejahtera.*
*) sebagai ilustrasi bila nilai total PHI sebagaimana disebutkan di atas dibagikan dengan menggunakan informasi NAB SAM SUKUK SYARIAH SEJAHTERA tanggal 19 Desember 2025 maka Nilai PHI yang dibagikan mendekati 1,4% NAB SAM SUKUK SYARIAH SEJAHTERA atau sekitar Rp36,3 per unit.
Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].
Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama 3 bulan terakhir kepada Pemegang Unit Penyertaan Kelas S
PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan kepada Pemegang Unit Penyertaan kelas S sebagaimana yang dimuat dalam prospektus Reksadana.
Pemegang Unit Penyertaan Kelas S dengan nilai investasi saat cum date minimal Rp5.000.000.000 (lima miliar rupiah) akan menerima PHI secara tunai, sementara untuk Pemegang Unit Penyertaan Kelas S dengan nilai investasi saat cum date lebih rendah dari jumlah tersebut akan memperoleh PHI secara non-tunai berupa tambahan unit penyertaan.
Manajer Investasi akan menetapkan Cum Date PHI pada tanggal: 30 Desember 2025 dan Ex-date PHI pada tanggal: 2 Januari 2026
Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 5 Januari 2026.
Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
Harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
Perkiraan PHI yang dibagikan kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan Kelas S adalah sekitar Rp380.000.000,- (tiga ratus delapan puluh juta Rupiah).*)
*) sebagai ilustrasi bila menggunakan informasi NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas S per 19 Desember 2025 maka Nilai PHI yang dibagikan tersebut mendekati 1,8 % NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas S atau Rp18,9 per unit.
Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].
Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama periode 1 bulan terakhir kepada Pemegang Unit Penyertaan Kelas D
PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan sebagaimana yang dimuat dalam prospektus Reksadana.
Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date minimal Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) akan menerima PHI secara tunai, sementara untuk Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date lebih rendah dari jumlah tersebut akan memperoleh PHI secara non-tunai berupa tambahan unit penyertaan.
Manajer Investasi akan menetapkan cum date PHI pada tanggal 30 Desember 2025 dan Ex-date PHI pada tanggal 2 Januari 2026.
Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 5 Januari 2026.
Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
Harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
Perkiraan PHI yang dibagikan kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan Kelas D adalah sekitar Rp270.000.000 (dua ratus tujuh puluh juta Rupiah)*)
*) sebagai ilustrasi bila menggunakan Informasi NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D per 19 Desember 2025 maka Nilai PHI yang dibagikan tersebut mendekati 0,49% NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D atau Rp5,1 per unit.
Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].
PT Samuel Aset Manajemen selaku Manajer Investasi REKSA DANA SAM INDONESIAN EQUITY FUND (untuk selanjutnya disebut ”SAM INDONESIAN EQUITY FUND”) dengan ini mengumumkan keterbukaan informasi dalam rangka Pembagian Hasil Investasi SAM INDONESIAN EQUITY FUND. Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari pendapatan yang diterima oleh Reksa Dana selama periode tahun berjalan kepada Pemegang Unit Penyertaan Reksa Dana. Pembagian Hasil Investasi tersebut akan dilakukan dalam bentuk tunai atau Unit Penyertaan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
Adapun jadwal Pembagian Hasil Investasi adalah sebagai berikut:
Jadwal Pembagian Hasil Investasi
Keterangan
Tanggal
Cum Date
12 Desember 2025
Ex-Date
15 Desember 2025
Payment Date
16 Desember 2025
Demikian pengumuman ini disampaikan kepada para Pemegang Unit Penyertaan SAM INDONESIAN EQUITY FUND serta pihak-pihak yang berkepentingan.
Jakarta, 11 Desember 2025
REKSA DANA SAM INDONESIAN EQUITY FUND
PT Samuel Aset Manajemen Menara Imperium, Lantai Dasar Jl. HR. Rasuna Said Kav 1 Jakarta 12980 www.sam.co.id
Manajer Investasi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Pengumuman ini juga dipublikasikan di Harian Neraca, terbit Kamis, 11 Desember 2025.
Pasar saham sideways sepanjang bulan November, namun tetap positif
Pasar saham global mengalami penguatan sejak awal tahun. Rerata indeks saham global, yang terdiri dari indeks saham negara maju dan negara berkembang, mencatatkan kenaikan sebesar 17%. Indeks saham Korea Selatan (KOSPI) tercatat sebagai pemimpin indeks saham global, sementara indeks saham Denmark (OMX Copenhagen) menjadi yang paling tertinggal.
Indeks saham negara-negara berkembang relatif tertinggal dibandingkan dengan indeks saham global pada tahun ini. Indeks saham Afrika Selatan (FTSE/JSE), Brazil (BOVESPA), dan Meksiko (S&P/BMV IPC) tercatat berkinerja lebih baik. Di sisi lain, indeks saham Thailand (SET), Filipina (PSEi), dan Malaysia (FTSE KLCI) relatif tertinggal sejak awal tahun.
Indeks saham negara-negara maju mencatatkan hasil positif pada tahun ini. Indeks saham yang relatif unggul adalah Korea Selatan (KOSPI), diikuti oleh Hong Kong (Hang Seng), Kanada (S&P/TSX), dan Jepang (Nikkei 225). Sementara indeks saham Denmark (OMX Copenhagen), Swedia (OMX Stockholm), dan Eropa (STOXX 600) tercatat tertinggal.
Dari sisi kinerja sektoral saham pada kawasan-kawasan ekonomi besar di dunia, sektor Keuangan, Teknologi, dan Utilitas cenderung memimpin sejak awal tahun. Sementara sektor Barang Konsumen Primer, Barang Konsumen Non-Primer, dan Energi relatif tertinggal.
Sepanjang November 2025, pasar saham global memasuki fase cooling-off setelah reli cukup kuat di bulan-bulan sebelumnya. Indeks S&P 500 melemah tipis, sementara Nasdaq, indeks saham teknologi, terkoreksi lebih dalam akibat aksi ambil untung. Eropa dan Jepang justru menunjukkan kinerja yang relatif lebih kuat. Sejumlah indeks utama Eropa masih mampu mencetak kenaikan bulanan dan mempertahankan posisi dekat rekor tertinggi. Saat ini, pasar menunggu keputusan the Fed terkait dengan kebijakan suku bunga.
Ulasan Makro Ekonomi Indonesia
Upaya Bank Indonesia untuk meningkatkan inflasi dan pertumbuhan kredit
Di Bulan November 2025 Bank Indonesia kembali mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,75%, sejalan dengan keputusan Bank Sentral AS, The Federal Reserves, yang mempertahankan suku bunga acuannya di level 4%. Adapun sepanjang tahun ini Bank Indonesia sudah menurunkan suku bunganya sebanyak 125 basis poin, lebih agresif dibandingkan The Fed yang menurunkan suku bunganya sebanyak 50 basis poin di sepanjang tahun ini.
Inflasi Indonesia di bulan November 2025 tercatat sebesar 2,72% secara tahunan, sedangkan Inflasi inti tercatat sebesar 2,36% secara tahunan. Inflasi masih dalam tren kenaikan sejak awal tahun 2025, seiring kebijakan BI yang menurunkan suku bunga acuannya. Adapun Inflasi saat ini berada dalam target BI sebesar 2,5±1%.
Walaupun BI sudah menurunkan suku bunganya 125 basis poin sepanjang tahun ini, pertumbuhan kredit masih dalam tren menurun dalam 1,5 tahun terakhir. Kredit perbankan di bulan Oktober 2025 tumbuh 6,96% secara tahunan. Kredit modal kerja tumbuh paling rendah sebesar 2,14% sedangkan kredit investasi tumbuh paling tinggi sebesar 15,01%.
Tema Investasi Khusus: AI (Artificial Intelligence) Hype
Momentum Digital
Tahun 2025 menandai lonjakan signifikan dalam investasi ke sektor AI. Banyak perusahaan lintas sektor, termasuk teknologi, manufaktur, layanan, hingga infrastruktur digital, mempercepat investasi ke AI, terutama dalam pembangunan data center, chip dan cloud computing, seiring meningkatnya adopsi AI generatif dan otomasi. Aktor besar dan korporasi global menilai bahwa AI bisa menjadi tulang punggung inovasi dan pertumbuhan jangka panjang.
Dana ventura (VC) global juga mengalir deras ke startup dan perusahaan AI. Tahun ini lebih dari separuh aliran dana VC dunia diklaim menyasar sektor AI. Tren ini menunjukkan bahwa investor melihat AI bukan lagi sekadar niche atau eksperimental, melainkan sebagai bagian utama dari strategi investasi global ke depan. Arus investasi ini juga terjadi dalam bentuk circular financing, yakni perusahaan pelaku teknologi saling berinvestasi dan melakukan pengadaan bahan baku dengan satu sama lain.
Efek dari gelombang modal ini tercermin dalam valuasi pasar saham: banyak perusahaan di sektor teknologi dan infrastruktur AI meraih valuasi tinggi dan mendapat sentimen positif dari pasar. Harga saham di sektor ini tampak didorong oleh ekspektasi terhadap potensi masa depan, seperti adopsi teknologi dan pertumbuhan profit.
Namun beberapa sinyal memperingatkan bahwa valuasi telah mulai overvalued dan menandai potensi adanya bubble. Baru-baru ini sejumlah saham terkait AI mengalami koreksi, dan pengelola dana besar memperingatkan bahwa eksposur ke AI dipandang sebagai “tail risk” terbesar menuju 2026. Beberapa analis menyebut bahwa gejala mirip gelembung di akhir 1990-an (era dot-com) sudah mulai terlihat: valuasi tinggi, optimisme besar, tetapi belum jelas seberapa signifikan tingkat laba dari investasi besar-besaran ini.
Bagi investor institusi maupun klien Manajer Investasi, kondisi saat ini menuntut pendekatan hati-hati dan selektif. Eksposur ke sektor AI tetap menjanjikan, terutama pada perusahaan dengan fundamental kuat dan adopsi bisnis nyata. Tetapi, penting untuk mengelola alokasi dengan bijak, menjaga diversifikasi portofolio, dan memantau realisasi keuntungan secara rasional, bukan sekadar euforia pasar.
PT Samuel Aset Manajemen, selaku Manajer Investasi dari REKSA DANA SAM CIPTA SEJAHTERA CAMPURAN, menginformasikan beberapa perubahan yang akan dilakukan terhadap KIK dan Prospektus REKSA DANA SAM CIPTA SEJAHTERA CAMPURAN (”SAM CIPTA SEJAHTERA CAMPURAN”) terkait hal-hal sebagai berikut:
Penerapan ketentuan terkait Kelas Unit Penyertaan (Multi Share Class) dengan rincian perubahan ketentuan sebagai berikut:
Penerbitan Kelas Unit Penyertaan SAM CIPTA SEJAHTERA CAMPURAN sebagai berikut:
SAM CIPTA SEJAHTERA CAMPURAN KELAS D
SAM CIPTA SEJAHTERA CAMPURAN KELAS S
SAM CIPTA SEJAHTERA CAMPURAN KELAS A
Perubahan dan/atau penambahan beberapa definisi sehubungan dengan multi share class antara lain definisi Formulir Pengalihan Investasi, Laporan Bulanan, Nilai Aktiva Bersih, Pemegang Unit Penyertaan, Unit Penyertaan, Kelas Unit Penyertaan, Penawaran Umum Kelas Baru, Tanggal Penerbitan Kelas Unit Penyertaan;
Perubahan ketentuan mengenai Unit Penyertaan SAM CIPTA SEJAHTERA CAMPURAN yaitu segmentasi Kelas Unit Penyertaan;
Perubahan ketentuan Tata Cara Penjualan Unit Penyertaan, Tata Cara Pembelian Kembali Unit Penyertaan dan Tata Cara Pengalihan Investasi sehingga ketentuannya berlaku untuk masing-masing Kelas Unit Penyertaan, termasuk batas minimum pembelian awal dan selanjutnya Unit Penyertaan, batas minimum penjualan kembali Unit Penyertaan, dan batas minimum pengalihan investasi;
Perubahan ketentuan Kewajiban dan Tanggung Jawab Manajer Investasi, mengatur lebih detil terkait dengan kewajiban Manajer Investasi yang memperoleh bukti persetujuan dari Pemegang Unit Penyertaan yang mencantumkan penjelasan terkait mekanisme serah aset dalam pelaksanaan pembelian kembali Unit Penyertaan;
Penambahan ketentuan peralihan bahwa Pemegang Unit Penyertaan yang telah memiliki Unit Penyertaan SAM CIPTA SEJAHTERA CAMPURAN akan menjadi Pemegang Unit Penyertaan SAM CIPTA SEJAHTERA CAMPURAN Kelas D tanpa menyebabkan perubahan jumlah kepemilikan Unit Penyertaan.
Penambahan ketentuan SAM CIPTA SEJAHTERA CAMPURAN dalam hal menerima dan/atau memberikan pinjaman, mengatur lebih detil dalam hal SAM CIPTA SEJAHTERA CAMPURAN menerima dan/atau memberikan pinjaman.
Perbahan kebijakan Pembagian Hasil Investasi untuk masing-masing Kelas Unit Penyertaan.
Penyesuaian ketentuan dalam KIK dan Prospektus terhadap Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) dan antara lain POJK Nomor 33 Tahun 2024 tanggal 19 Desember 2024 tentang Pengembangan dan Penguatan Pengelolaan Investasi di Pasar Modal;
Penyesuaian ketentuan-ketentuan dalam KIK dan Prospektus dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan; dan
Perubahan susunan Direksi Investasi SAM CIPTA SEJAHTERA CAMPURAN dalam Prospektus.
Rincian rencana perubahan KIK dan Prospektus dapat diperoleh di Manajer Investasi atau dapat dilihat pada website Manajer Investasi yaitu www.sam.co.id.
Demikian pengumuman ini disampaikan kepada para Pemegang Unit Penyertaan REKSA DANA SAM CIPTA SEJAHTERA CAMPURAN serta pihak-pihak yang berkepentingan.
Jakarta, 9 Desember 2025 REKSA DANA SAM CIPTA SEJAHTERA CAMPURAN PT Samuel Aset Manajemen Menara Imperium, Lantai Dasar, Jl. HR. Rasuna Said Kav 1 Jakarta 12980 Manajer Investasi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Pengumuman ini juga dipublikasikan di Harian Neraca, terbit Selasa, 9 Desember 2025, halaman 7.
Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama periode 1 bulan terakhir kepada Pemegang Unit Penyertaan Kelas D
PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan sebagaimana yang dimuat dalam prospektus Reksadana.
Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date minimal Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) akan menerima PHI secara tunai, sementara untuk Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date lebih rendah dari jumlah tersebut akan memperoleh PHI secara non-tunai berupa tambahan unit penyertaan.
Manajer Investasi akan menetapkan cum date PHI pada tanggal 28 November 2025 dan Ex-date PHI pada tanggal 1 Desember 2025.
Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 2 Desember 2025.
Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
Harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
Perkiraan PHI yang dibagikan kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan Kelas D adalah sekitar Rp242.000.000 (dua ratus empat puluh dua juta Rupiah)*)
*) sebagai ilustrasi bila menggunakan Informasi NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D per 25 November 2025 maka Nilai PHI yang dibagikan tersebut mendekati 0,40% atau Rp4,2 per unit.
Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].
Reli pasar saham global didukung rilis laporan keuangan Triwulan III
Pasar saham global mengalami penguatan sejak awal tahun. Rerata indeks saham global, yang terdiri dari indeks saham negara maju dan negara berkembang, mencatatkan kenaikan sebesar 17%. Indeks saham Korea Selatan (KOSPI) tercatat sebagai pemimpin indeks saham global, sementara indeks saham Denmark (OMX Copenhagen) menjadi yang paling tertinggal.
Indeks saham negara-negara berkembang relatif tertinggal dibandingkan dengan indeks saham global pada tahun ini. Indeks saham Afrika Selatan (FTSE/JSE), Meksiko (S&P/BMV IPC), dan Brazil (BOVESPA) tercatat berkinerja lebih baik. Di sisi lain, indeks saham Filipina (PSEi), Thailand (SET), dan Malaysia (FTSE KLCI) relatif tertinggal sejak awal tahun.
Indeks saham negara-negara maju mencatatkan hasil positif pada tahun ini. Indeks saham yang relatif unggul adalah Korea Selatan (KOSPI), diikuti oleh Jepang (Nikkei 225), Hong Kong (Hang Seng), dan Kanada (S&P/TSX). Sementara indeks saham Denmark (OMX Copenhagen), Swedia (OMX Stockholm), dan Eropa (STOXX 600) tercatat tertinggal.
Dari sisi kinerja sektoral saham pada kawasan-kawasan ekonomi besar di dunia, sektor Teknologi, Perindustrian, dan Telekomunikasi cenderung memimpin sejak awal tahun. Sementara sektor Barang Konsumen Primer, Kesehatan, dan Energi relatif tertinggal.
Pada Oktober 2025, pasar saham global menguat didorong oeh penguatan saham-saham di sektor yang berelasi dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Nasdaq menguat hampir 5% seiring euforia AI dan laporan laba kuat dari nama-nama seperti Nvidia, Amazon, dan raksasa mega-cap lainnya. Indeks saham Korea Selatan (Kospi) menjadi pemimpin dengan kenaikan sebesar lebih dari 70% sepanjang tahun berjalan. Secara keseluruhan, Oktober ditandai oleh kombinasi sentimen risiko yang membaik di ekuitas dan rotasi selektif ke EM, namun dibayangi oleh valuasi yang secara relatif mahal dibandingkan dengan rerata historis.
Ulasan Makro Ekonomi Indonesia
PDB masih tumbuh >5%, indeks keyakinan konsumen dan inflasi mulai naik
Pada Triwulan III-2025, PDB Indonesia tumbuh 5,04% secara tahunan, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 5,12%. Pertumbuhan Triwulan III-2025 ditopang tingginya pertumbuhan ekspor dan konsumsi pemerintah masing-masing sebesar 9,91% dan 5,49%. Konsumsi Rumah Tangga tumbuh melambat dari 4,97% menjadi 4,89%.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) naik di bulan Oktober 2025 ke level 121,22 yang merupakan level tertingginya dalam 6 bulan terakhir. Kenaikan IKK didorong oleh naiknya Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini dan Indeks Ekspektasi Konsumen.
Inflasi bulan Oktober 2025 tercatat sebesar 2,86%. Angka inflasi tersebut merupakan yang tertinggi sejak bulan April 2024. Inflasi inti juga tercatat naik ke level 2,36% dari bulan sebelumnya sebesar 2,19%. Naiknya inflasi menjadi salah satu faktor bagi Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuannya di bulan Oktober.
Rebalancing indeks oleh MSCI merupakan proses triwulanan untuk menyesuaikan komposisi indeks agar mencerminkan perubahan kondisi pasar, termasuk kapitalisasi pasar free float (FFMC), likuiditas, dan struktur kepemilikan publik. Mekanisme ini penting karena banyak dana indeks dan ETF global yang menjadikan MSCI sebagai acuan alokasi. Masuk atau keluarnya saham dari indeks dapat memicu aliran dana yang berdampak pada harga dan likuiditas di pasar domestik.
Bagi investor dengan eksposur pada saham Indonesia, terdapat dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama, saham yang berpotensi masuk ke indeks MSCI cenderung menarik minat dana asing yang mengikuti indeks tersebut dan pada akhirnya berpotensi meningkatkan aktivitas dan likuiditas di jangka pendek. Kedua, saham yang berisiko keluar atau belum memenuhi syarat free float dan likuiditas dapat menghadapi tekanan jual akibat potensi aliran dana keluar.
MSCI juga tengah mengkaji perubahan metodologi perhitungan free float yang menjadi faktor penting untuk dicermati. Dalam pembaruan yang sedang dikonsultasikan dengan para pelaku pasar, MSCI akan lebih ketat dalam menentukan kepemilikan yang dianggap “publik” dengan mengecualikan saham milik pihak berelasi atau investor strategis. Langkah ini bertujuan meningkatkan akurasi representasi pasar, namun bagi sejumlah emiten Indonesia bisa berarti berdampak pada penurunan adjusted free float dan bobot dalam indeks yang lebih kecil. Selain itu, investor juga mencermati rencana MSCI memperluas definisi free float bagi emiten Indonesia, yang dapat memengaruhi bobot saham domestik di indeks global.
Secara keseluruhan, rebalancing kali ini bukan sekadar momentum teknikal jangka pendek, melainkan juga fase penyesuaian struktural bagi pasar Indonesia dalam indeks global. Dengan potensi kebijakan free float yang lebih ketat, komposisi indeks ke depan berpotensi mencerminkan kualitas likuiditas dan kepemilikan publik yang lebih sehat. Pemahaman terhadap arah aliran dana dan dampak atas metodologi yang dipakai MSCI akan menjadi faktor kunci dalam menjaga kinerja portofolio ke depan.
Investasi Stabil dengan Proteksi Pokok dan Imbal Hasil Menarik di Tengah Ketidakpastian Pasar
PT Samuel Aset Manajemen (SAM) pada akhir November 2025 akan menerbitkan produk investasi terbaru, Reksa Dana Terproteksi SAM DANA OBLIGASI TERPROTEKSI 11 , sebagai solusi investasi antara keamanan pokok investasi dan hasil yang kompetitif dengan imbal hasil indikatif sekitar 6% net per tahun, setelah pajak dan biaya operasional.
Produk ini sesuai untuk:
Investor yang mengutamakan keamanan pokok investasi;
Investor yang menginginkan hasil stabil dan terprediksi tanpa perlu memantau perkembangan pasar saham/obligasi setiap hari.
Investor yang tidak nyaman dengan fluktuasi pasar, namun tetap ingin imbal hasil lebih tinggi dari deposito.
Investor dengan tujuan keuangan jangka menengah (2–3 tahun), seperti seperti menyiapkan biaya masuk sekolah anak, anggaran pernikahan, atau dana liburan besar.
Investor yang ingin mendiversifikasi portofolio dengan instrumen berisiko rendah.
Saat tren suku bunga mulai menurun dan pasar obligasi berpotensi menguat, periode ini menjadi momentum ideal untuk mengunci potensi imbal hasil menarik melalui produk seperti Reksa Dana Terproteksi.
Fitur Utama Reksa Dana Terproteksi SAM DANA OBLIGASI TERPROTEKSI 11
Produk ini memiliki sejumlah keunggulan menarik yang membuatnya layak dipertimbangkan:
Imbal hasil indikatif ±6% net per tahun
Proteksi 100% atas pokok investasi saat jatuh tempo
Jangka waktu maksimal 3 tahun
Dapat dijual kembali mulai 1 tahun setelah tanggal emisi
Minimum investasi hanya Rp1.000.000
Tanpa biaya pembelian dan penjualan kembali
Portofolio produk ini akan berinvestasi pada obligasi atau sukuk korporasi berperingkat investment grade, seperti Indah Kiat Pulp & Paper (A+), OKI Pulp & Paper Mills (A+), Summit Oto Finance (AAA), dan/atau obligasi pemerintah. Baca Fitur Produk pada file di link berikut ini Fitur Produk RDT SDOT11.
Penting dipahami: Proteksi pokok investasi hanya berlaku apabila efek dalam portofolio tidak mengalami gagal bayar hingga jatuh tempo dan sesuai dengan ketentuan prospektus. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor disarankan untuk membaca fitur produk dan prospektus sebelum berinvestasi
Masa Penawaran Terbatas — Hanya Sekali
Masa Penawaran: 5 – 25 November 2025
Perkiraan Tanggal Emisi: 28 November 2025
Jangka Waktu Investasi: Maksimal 3 tahun dari tanggal emisi
Reksa Dana Terproteksi memiliki masa penawaran yang terbatas dan hanya dilakukan sekali. Investor dapat menyatakan minat dan melakukan pemesanan Reksa Dana Terproteksi SAM DANA OBLIGASI TERPROTEKSI 11 selama masa penawaran berlangsung tanggal 5 sampai 25 November 2025. Setelah periode tersebut berakhir, produk akan memasuki tahap penjatahan dan penerbitan unit.
Cara Pemesanan Reksa Dana Terproteksi SAM DANA OBLIGASI TERPROTEKSI 11
Isi Formulir yang Diperlukan
Formulir Pembukaan Rekening Reksa Dana (bagi yang belum memiliki rekening investasi/CIF di SAM)
Disclaimer: Investasi melalui Reksa Dana mungkin mengandung beberapa risiko, calon investor diwajibkan untuk membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi di Reksa Dana
Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama periode 1 bulan terakhir kepada Pemegang Unit Penyertaan Kelas D
PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan sebagaimana yang dimuat dalam prospektus Reksadana.
Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date minimal Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) akan menerima PHI secara tunai, sementara untuk Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date lebih rendah dari jumlah tersebut akan memperoleh PHI secara non-tunai berupa tambahan unit penyertaan.
Manajer Investasi akan menetapkan cum date PHI pada tanggal 31 Oktober 2025 dan Ex-date PHI pada tanggal 3 November 2025.
Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 4 November 2025.
Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
Harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
Perkiraan PHI yang dibagikan kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan Kelas D adalah sekitar Rp295.000.000 (dua ratus sembilan puluh lima juta Rupiah)*)
*) sebagai ilustrasi bila menggunakan Informasi NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D per 27 Oktober 2025 maka Nilai PHI yang dibagikan tersebut mendekati 0,55% atau Rp5.7 per unit.
Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].