Samuel Aset Manajemen

Author: samadmin

  • Keep Calm and Invest Wisely – Berinvestasi Bijak Saat Pasar PanikKeep Calm and Invest Wisely – Berinvestasi Bijak Saat Pasar Panik

    ’Look at market fluctuations as your friend rather than your enemy; profit from folly rather that participate in it’ (Warren Buffet).

    Sejak awal Juni tahun ini, pasar keuangan Emerging Markets kembali mengalami guncangan hebat, ditandai dengan melemahnya nilai tukar, terkoreksinya indeks saham dan turunnya harga pasar obligasi di negara-negara tersebut.

    IHSG sempat menyentuh angka tertingginya di level 5,251 sebelum terkoreksi kembali menjadi 4,072 pada akhir perdagangan minggu ini, dan mencatat penurunan 5% dari awal tahun. Begitu pula nilai mata uang rupiah sudah turun sebesar 15% dari awal tahun, sebagai akibat dari pelambatan pertumbuhan ekonomi, berkurangnya cadangan devisa dan melebarnya defisit neraca perdagangan kita

    Kondisi yang sama juga dialami oleh India, Brazil, Turki, Philipina, Thailand serta pasar emerging lainnya yang membuat para investor finansial menjadi galau.

    Sumber Kegalauan
    Apa yang terjadi sebetulnya masih merupakan efek lanjutan dari krisis pasar finansial yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun 2008 dan Eropa tahun 2011 yang lalu. Seperti kita ketahui bersama, untuk mengatasi krisis, otoritas keuangan Amerika menggelontorkan bantuan likuiditas yang sangat besar ke pasar, yang penggunaannya tidak hanya di Wall Street saja – tetapi juga terasa merembes ke emerging markets yang memberikan potensi imbal hasil yang lebih tinggi.

    Ketika indikator ekonomi Amerika menunjukan pembaikan meskipun belum sepenuhnya pulih, ada pernyataan dari Ben Bernake bahwa ada kemungkinan bahwa The Fed akan mengurangi bantuan likuiditas itu mulai akhir tahun ini. Sehingga dana-dana yang selama ini diinvestasikan di emerging market ditarik kembali ke Amerika. Sejak Juni 2013, tercatat ada penarikan dana obligasi sebesar US$ 20 Milyar ( setara dengan Rp 250 Trilyun) dan US$ 30 Milyar ( Rp 330 Trilyun) dari pasar saham di seluruh emerging markets, mengakibatkan koreksi tajam di pasar yang ditinggalkannya dan mendongkrak nilai tukar US $ terhadap seluruh mata uang dunia.

    Secara umum, saat ini para investor keuangan global memang masih menghadapi beberapa risiko yang dihadapi. Dari hasi survey disimpulkan bahwa urutan risiko yang saat ini menjadi kekhawatiran investor adalah :
    – Pelambatan pertumbuhan ekonomi China yang mengakibatkan penurunan harga-harga komoditas
    – Kelanjutan krisis ekonomi Eropa
    – Memanasnya kondisi geopolitik dunia, terutama di timur tengah
    – Kebijakan Abenomics pemerintah Jepang yang melemahkan Yen
    – Pengetatan kebijakan fiskal Amerika, dan
    – Meningkatnya tingkat inflasi

    Bagaimana Menyikapi Pasar ?
    Bagi para investor yang sudah lama mengikuti pasar finansial, naik dan turunnya indeks, boom and bust, dan bull and bear sudah dialami berkali-kali. Bahkan dapat mengambil pelajaran dan mengambil manfaat darinya. Pada umumnya pasar digerakan oleh harapan dan ketakutan, oleh fear dan greed. Transaksi di pasar finansial dilakukan oleh para pembeli yang berharap bahwa keadaan akan lebih baik pada esok hari dengan para penjual yang takut bahwa esok tidak akan sebaik hari ini. Transaksi antara investor yang berharap untung dengan investor yang takut rugi.

    Pada saat harapan lebih tinggi dari ketakutan, pasar naik. Saat ketakutan lebih mendominasi harapan, pasar turun. Pada kedua situasi tersebut, seringkali ada euforia dan kepanikan yang berlebihan, sehingga dikenal istilah overbought (harga pasarnya lebih tinggi nari nilai sebenarnya) dan oversold (harga pasar lebih rendah dari nilai wajarnya).

    Sebagian besar lembaga investasi profesional yang menggunakan metode value investing, di dalam proses pengambilan keputusan investasinya, biasanya mengandalkan ukuran nilai wajar dan nilai sebenarnya (intrinsic value) dari sebuah instrumen investasi. Bila dari analisisnya disimpulkan bahwa harga pasarnya sudah lebih rendah dari nilai wajarnya maka diputuskan untuk membeli, begitu pula bila sudah lebih tinggi, akan dijual. Sehingga investor fundamental berpengalaman seperti ini tindakannya berbeda dengan pasar.

    Sehubungan dengan koreksi yang terjadi dengan pasar modal kita, valuasi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) saat ini sebetulnya sudah pada level nilai rata-ratanya selama 10 tahun terakhir, yaitu pada PER (Price Earning Ratio) sebesar 13 Kali, seperti tergambar pada grafik yang bersumber dari Bloomberg ini:

    Indeks

    Biasanya, IHSG diperdagangkan pada PER 15 – 16 X, sehingga bagi investor yang menganggap nilai 13 X adalah sudah murah, maka akan mulai melakukan pembelian. Apalagi bila jangka waktu berinvestasinya panjang, kondidi koreksi seperti ini merupakan saat terbaik untuk mengakumulasi saham-saham terbaik dari sektor-sektor usaha terbaik.

    Dari data historis sejak 1997, dapat dilihat bahwa dalam jangka menengah – panjang, investor yang melakukan pembelian pada saat terjadi krisis atau koreksi pasar adalah investor yang membukukan potensi keuntungan yang paling tinggi. Grafik IHSG di bawah ini menunjukan krisis yang terjadi pada tahun 1997/1998, tahun 2005 dan tahun 2008. Bila dilihat dari kacamata hari ini, maka krisis-krisis tersebut hanya merupakan koreksi kecil saja.

    Dari analisis yang pernah kami lakukan, jangka waktu minimal berinvestasi saham di Indonesia adalah 3 (tiga) tahun, dan semakin panjang semakin baik. Jadi bila kita membeli saham atau reksa dana yang mengandung unsur saham di dalamnya (reksa dana campuran atau reksa dana saham) pada saat koreksi pasar seperti sekarang, dalam 3 tahun ke depan berpotensi memperoleh keuntungan yang lebih tinggi.

    Begitupula yang terjadi dengan jenis investasi di obligasi, dari data historis disimpulkan bahwa saat terbaik membelinya adalah pada saat tingkat inflasi tinggi seperti sekarang:

    Indeks2

    Pada saat inflasi mulai menurun, biasanya harga obligasi mulai menguat kembali, sehingga mereka yang membeli hari ini berpotensi membukukan imbal hasil yang lebih optimal

    Kesimpulan dan Rekomendasi
    Menyikapi perkembangan ekonomi dan pasar modal Indonesia, kami menyimpulkan bahwa meskipun dalam jangka pendek menghadapi risiko fluktuasi, dalam jangka menengah panjang masih tetap bullish karena ekonomi kita teta digerakan oleh demografi yang kuat dan produktif; konsumsi rumah tangga, korporasi dan belanja pemerintah; sistem perbankan yang sehat; sistem poitik yang dinamis yang ramah pasar, pro pertumbuhan dan pro penciptaan lapangan pekerjaan.

    Bagi investor saham, pilihan terbaik masih pada sektor usaha yang berbasis domestik dan berhubungan erat dengan demografi seperti sektor konsumsi, transportasi, perbankan, telekomunikasi, industri kesehatan, dan infrastruktur. Pilih perusahaan yang memiliki kualitas produk dan jasa yang unggul, memiliki kualitas manajemen dan tata kelola perusahaan yang baik dan teruji serta perusahaan yang memiliki kondisi keuangan yang sehat.

    Bagi investor jangka pendek atau mereka yang tidak menyukai risiko tinggi, sebaiknya memilihinstrumen investasi dalam bentuk pasar uang, obligasi dengan tenor pendek, atau produk reksa dana berbasis pasar uang dan obligasi.

    Tetap tenang dan selamat berinvestasi secara bijak !

     

    ***

    Ditulis oleh Agus Yanuar, Presdir PT Samuel Aset Manajemen
    Artikel dimuat di Harian Nasional, 8 September 2013.

  • Reksa Dana Sebagai Pilihan InvestasiReksa Dana Sebagai Pilihan Investasi

    Masyarakat kita mulai terbiasa menyisihkan sebagian dari penghasilannya dan disimpan untuk digunakan di masa yang akan datang.

    Sayangnya, seringkali pertumbuhan simpanan kita tersebut tidak bisa mengimbangi kenaikan harga-harga barang dan jasa. Sehingga kita perlu mengelola keuangan secara lebih cermat untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan kita di masa depan.

    Untuk mengamankan dana yang akan dipakai beberapa bulan ke depan, produk perbankan dengan penjaminan merupakan instrumen yang sesuai. Tetapi untuk persiapan pembiayaan jangka panjang seperti pendidikan anak, pembelian aset, dana untuk rekreasi dan hobi, perjalanan religi, aktivitas sosial, dana pensiun serta untuk mengantisipasi kebutuhan lainnya di masa depan, diperlukan produk keuangan yang imbal hasilnya bisa mengalahkan inflasi.

    Salah satu bentuk investasi yang perlu dipertimbangkan untuk menjadi pilihan adalah reksa dana (mutual fund)

    Reksa Dana
    Reksa Dana merupakan sebuah wadah investasi kolektif dari masyarakat yang dikelola oleh Perusahaan Manajer Investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK – dahulu Bapepam).

    Ciri Khas Reksa Dana
    Sebagai produk publik yang ditujukan bagi investor perorangan dan investor institusi, Reksa Dana memiliki karakteristik sbb:

    1. Kepemilikannya atas nama nasabah dan dicatat di Bank Kustodian.
    Pada saat penjualan kembali, dananya hanya akan ditransfer ke nama nasabah yang terdaftar, tidak bisa ke nama lain. Sehingga keamanannya dilindungi Undang-Undang.
    2. Nilai Investasi Awal Yang Terjangkau, dimulai dengan Rp 250 ribu saja.
    3. Keragaman Pilihan Jenis Portofolio.
    4. Potensi Imbal Hasil Jangka Panjang yang Optimal.
    5. Likuid, mudah dibeli dan dijual kapan saja.
    6. Dikelola oleh para profesional yang memiliki izin resmi.

    Dilihat dari isi portofolionya, ada 4 jenis reksa dana yang utama, yaitu:
    1. Reksa Dana Pasar Uang
    Dana yang dikelolanya diinvestasikan di instrumen pasar uang seperti deposito, pasar uang antar bank dan obligasi yang hampir jatuh tempo.
    2. Reksa Dana Obligasi. Berinvestasi di efek surat utang (obligasi) pemerintah maupun korporasi.
    3. Reksa Dana Campuran. Berinvestasi pada efek saham dan obligasi.
    4. Reksa Dana Saham. Reksa dana yang mayoritas portofolionya dalam efek saham.

    Dengan ciri khas seperti itu maka produk reksa dana senantiasa menawarkan solusi dan pilihan beragam yang sesuai dengan tujuan masing-masing investor.

    Setiap jenis reksa dana memiliki potensi imbal hasil berdasarkan profil dan karakteristik produk tersebut. Semakin tinggi potensi imbal hasil, biasanya diikuti pula dengan potensi risikonya. Kuncinya adalah bagaimana kita memilih produk yang sesuai dengan karakter risiko, tujuan investasi dan jangka waktu berinvestasinya.

    Investor yang ingin produk dengan risiko relatif rendah atau jangka waktu berinvestasinya relatif pendek, lebih baik memilih jenis reksa dana pasar uang atau reksa dana pendapatan tetap.

    Bagi investor yang ingin menikmati potensi pertumbuhan saham, dan pada saat yang sama ingin meredam risiko penurunannya di tengah pasar yang fluktuatif, bisa memilih reksa dana campuran yang alokasi portofolio pada efek saham dan obligasinya akan diatur oleh Manajer Investasi sesuai dengan kondisi pasar.

    Sementara bagi yang ingin menikmati pertumbuhan investasinya secara optimal dalam jangka panjang, maka reksa dana saham adalah pilihan yang paling tepat.

    Berapa Imbal Hasil Reksa Dana ?

    Sebagai produk investasi, reksa dana mengandung unsur risiko yang lebih tinggi dibanding produk perbankan. Karenanya juga dipengaruhi oleh perkembangan situasi keuangan dunia. Tapi secara historis, pada saat terjadi koreksi pasar finansial seperti sekarang ini, biasanya malah saat yang terbaik untuk membeli atau menambah reksa dana.

    Diagram batang di bawah ini menunjukan tingkat bunga, imbal hasil berbagai jenis reksa dana, dan IHSG sepanjang tahun 2012 yang lalu. Sementara tabel di bawahnya merupakan rerata imbal hasil antara tahun 2007 – 2012, dan antara 2009 – 2012.

    ImbalHasilReksaDana

    Dari tabel terlihat bahwa pada periode 2007 – 2012, meskipun sempat terkoreksi pada tahun 2008 akibat krisis keuangan global, rerata imbal hasilnya masih menarik.
    Sementara rerata imbal hasil pasca krisis, pada periode 2009 – 2012, malah menunjukan angka yang sangat tinggi per tahunnya. Sehingga terbukti bahwa investor yang membeli dan menambah produk investasi pada saat koreksi, berpotensi membukukan keuntungan yang lebih tinggi.

    Bagaimana Memilih Reksadana?

    Setelah kita memahami potensi keuntungan dan potensi risikonya, dengan hampir 900 produk reksa dana yang ada saat ini, bagaimana memilihnya?

    Memilih menjadi suatu pekerjaan yang sulit jika Anda tidak mengetahui caranya bukan? Apalagi jika ini adalah investasi pertama kali bagi Anda.

    Sebagai Langkah Awal, Kenali tujuan investasi Anda
    Akan digunakan sebagai apa dana hasil investasi tersebut? Apakah untuk melindungi dan mempertahankan kekayaan (Wealth Protection) ataukah untuk mengumpulkan kekayaan (Wealth Accummulation). Apakah Anda ingin membeli rumah dan aset lainnya, atau ingin membiayai kuliah anak Anda? Ataukah Anda memiliki rencana lain di kemudian hari, sehingga Anda berinvestasi? Berapa lama Anda berencana berinvestasi?

    Dengan mengenali tujuan investasi, maka dapat diketahui profil resiko & investasi dari Anda sendiri, yang selanjutnya menjadi dasar mempermudah mencari reksa dana yang cocok.

    1. Kenali profil resiko dan investasi Anda
    Dengan bantuan kuesioner untuk mengumpulkan beberapa informasi mengenai Anda, dapat diperkirakan tipe calon investor seperti apakah Anda. Kuesioner ini akan sangat membantu Anda sebagai panduan nantinya memilih reksa dana yang sesuai. (lihat box questioner). Misal, dapat disimpulkan beberapa hal seperti batas investasi sesuai dengan kemampuan dan profil Anda. Apabila tujuan investasi Anda adalah jangka panjang, seperti mempersiapkan biaya anak kuliah atau kebutuhan pensiun, maka reksadana yang tepat untuk anda adalah reksadana jenis pertumbuhan dan pendapatan.

    2. Saring reksa dana yang sesuai dengan profil risiko & investasi Anda
    Dengan panduan profil resiko dan investasi tersebut, Anda dapat melakukan penyaringan jenis reksa dana apa yang sesuai dengan jangka waktu investasi yang Anda inginkan.

    3. Seperti halnya produk lain (misal komputer,kulkas), Anda bisa mendapatkan katalog yang menjelaskan tentang produk tersebut. Melalui Manajer Investasi (MI) atau agen penjual, mintalah prospektus produk reksadana yang tersaring oleh Anda dan pelajari terutama kebijakan dan resiko investasi.

    4. Pelajari Kinerja masa lalu reksa dana melalui imbal hasil historis reksa dana, prestasi masa lalu relatif terhadap reksa dana sejenis dan pasar secara keseluruhan (indeks). Beberapa hal penting yang perlu dipelajari pada isi kinerja : garis besar komposisi/alokasi portofolio, imbal hasil, dan strategi investasi manajer investasi ke depan.

    5. Kenali Manajer Investasi
    Pilihlah Manajer Investasi yang memiliki reputasi baik. Tentunya Anda menginginkan MI Anda memiliki beberapa kualitas seperti :
    Integritas, dimana jujur dan keterbukaan informasi dalam melaporkan perkembangan investasi Anda merupakan kunci.
    Pengalaman, jika investasi Anda dalam suatu reksadana dalam kurun waktu yang cukup panjang, maka manajemen dan sistem yang baik dan terujilah yang akan menjadi pilihan. Hal ini dapat dipelajari dari berapa lama dan kinerja MI tersebut menjalankan bisnis reksadana.

    6. Terakhir, setelah Anda menentukan reksadana mana yang Anda pilih, sebelum Anda melakukan investasi, pelajari tata cara investasi pada reksadana tersebut, termasuk biaya-biaya transaksinya bila ada.

    Setelah Anda berinvestasi, jangan lupa untuk terus memantau kinerja dari reksadana Anda melalui laporan yang biasanya dikirimkan oleh Manajer Investasi Anda secara rutin. Ada kalanya Anda harus beralih ke reksadana lain, sekiranya kebijakan, strategi maupun kinerja investasinya tidak sesuai lagi dengan tujuan investasi Anda.

    Untuk Anda yang memiliki keterbatasan waktu melakukan pemilihan investasi yang tepat, bantuan financial advisor yang dapat ditemui salah satunya melalui Wealth Management Bank, dapat membantu mengatur keuangan Anda, memilih investasi yang tepat, dan menganalisa kinerja produk maupun MI.

    Semoga panduan berinvestasi ini bisa membantu Anda menuju kemakmuran secara finansial.
    Selamat Berinvestasi!

    ***

    Ditulis oleh Agus Yanuar, Presdir PT Samuel Aset Manajemen
    Artikel dimuat di Harian Nasional 1 September 2013Masyarakat kita mulai terbiasa menyisihkan sebagian dari penghasilannya dan disimpan untuk digunakan di masa yang akan datang.

    Sayangnya, seringkali pertumbuhan simpanan kita tersebut tidak bisa mengimbangi kenaikan harga-harga barang dan jasa. Sehingga kita perlu mengelola keuangan secara lebih cermat untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan kita di masa depan.

    Untuk mengamankan dana yang akan dipakai beberapa bulan ke depan, produk perbankan dengan penjaminan merupakan instrumen yang sesuai. Tetapi untuk persiapan pembiayaan jangka panjang seperti pendidikan anak, pembelian aset, dana untuk rekreasi dan hobi, perjalanan religi, aktivitas sosial, dana pensiun serta untuk mengantisipasi kebutuhan lainnya di masa depan, diperlukan produk keuangan yang imbal hasilnya bisa mengalahkan inflasi.

    Salah satu bentuk investasi yang perlu dipertimbangkan untuk menjadi pilihan adalah reksa dana (mutual fund)

    Reksa Dana
    Reksa Dana merupakan sebuah wadah investasi kolektif dari masyarakat yang dikelola oleh Perusahaan Manajer Investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK – dahulu Bapepam).

    Ciri Khas Reksa Dana
    Sebagai produk publik yang ditujukan bagi investor perorangan dan investor institusi, Reksa Dana memiliki karakteristik sbb:

    1. Kepemilikannya atas nama nasabah dan dicatat di Bank Kustodian.
    Pada saat penjualan kembali, dananya hanya akan ditransfer ke nama nasabah yang terdaftar, tidak bisa ke nama lain. Sehingga keamanannya dilindungi Undang-Undang.
    2. Nilai Investasi Awal Yang Terjangkau, dimulai dengan Rp 250 ribu saja.
    3. Keragaman Pilihan Jenis Portofolio.
    4. Potensi Imbal Hasil Jangka Panjang yang Optimal.
    5. Likuid, mudah dibeli dan dijual kapan saja.
    6. Dikelola oleh para profesional yang memiliki izin resmi.

    Dilihat dari isi portofolionya, ada 4 jenis reksa dana yang utama, yaitu:
    1. Reksa Dana Pasar Uang
    Dana yang dikelolanya diinvestasikan di instrumen pasar uang seperti deposito, pasar uang antar bank dan obligasi yang hampir jatuh tempo.
    2. Reksa Dana Obligasi. Berinvestasi di efek surat utang (obligasi) pemerintah maupun korporasi.
    3. Reksa Dana Campuran. Berinvestasi pada efek saham dan obligasi.
    4. Reksa Dana Saham. Reksa dana yang mayoritas portofolionya dalam efek saham.

    Dengan ciri khas seperti itu maka produk reksa dana senantiasa menawarkan solusi dan pilihan beragam yang sesuai dengan tujuan masing-masing investor.

    Setiap jenis reksa dana memiliki potensi imbal hasil berdasarkan profil dan karakteristik produk tersebut. Semakin tinggi potensi imbal hasil, biasanya diikuti pula dengan potensi risikonya. Kuncinya adalah bagaimana kita memilih produk yang sesuai dengan karakter risiko, tujuan investasi dan jangka waktu berinvestasinya.

    Investor yang ingin produk dengan risiko relatif rendah atau jangka waktu berinvestasinya relatif pendek, lebih baik memilih jenis reksa dana pasar uang atau reksa dana pendapatan tetap.

    Bagi investor yang ingin menikmati potensi pertumbuhan saham, dan pada saat yang sama ingin meredam risiko penurunannya di tengah pasar yang fluktuatif, bisa memilih reksa dana campuran yang alokasi portofolio pada efek saham dan obligasinya akan diatur oleh Manajer Investasi sesuai dengan kondisi pasar.

    Sementara bagi yang ingin menikmati pertumbuhan investasinya secara optimal dalam jangka panjang, maka reksa dana saham adalah pilihan yang paling tepat.

    Berapa Imbal Hasil Reksa Dana ?

    Sebagai produk investasi, reksa dana mengandung unsur risiko yang lebih tinggi dibanding produk perbankan. Karenanya juga dipengaruhi oleh perkembangan situasi keuangan dunia. Tapi secara historis, pada saat terjadi koreksi pasar finansial seperti sekarang ini, biasanya malah saat yang terbaik untuk membeli atau menambah reksa dana.

    Diagram batang di bawah ini menunjukan tingkat bunga, imbal hasil berbagai jenis reksa dana, dan IHSG sepanjang tahun 2012 yang lalu. Sementara tabel di bawahnya merupakan rerata imbal hasil antara tahun 2007 – 2012, dan antara 2009 – 2012.

     

    ImbalHasilReksaDana

    Dari tabel terlihat bahwa pada periode 2007 – 2012, meskipun sempat terkoreksi pada tahun 2008 akibat krisis keuangan global, rerata imbal hasilnya masih menarik.
    Sementara rerata imbal hasil pasca krisis, pada periode 2009 – 2012, malah menunjukan angka yang sangat tinggi per tahunnya. Sehingga terbukti bahwa investor yang membeli dan menambah produk investasi pada saat koreksi, berpotensi membukukan keuntungan yang lebih tinggi.

    Bagaimana Memilih Reksadana?

    Setelah kita memahami potensi keuntungan dan potensi risikonya, dengan hampir 900 produk reksa dana yang ada saat ini, bagaimana memilihnya?

    Memilih menjadi suatu pekerjaan yang sulit jika Anda tidak mengetahui caranya bukan? Apalagi jika ini adalah investasi pertama kali bagi Anda.

    Sebagai Langkah Awal, Kenali tujuan investasi Anda
    Akan digunakan sebagai apa dana hasil investasi tersebut? Apakah untuk melindungi dan mempertahankan kekayaan (Wealth Protection) ataukah untuk mengumpulkan kekayaan (Wealth Accummulation). Apakah Anda ingin membeli rumah dan aset lainnya, atau ingin membiayai kuliah anak Anda? Ataukah Anda memiliki rencana lain di kemudian hari, sehingga Anda berinvestasi? Berapa lama Anda berencana berinvestasi?

    Dengan mengenali tujuan investasi, maka dapat diketahui profil resiko & investasi dari Anda sendiri, yang selanjutnya menjadi dasar mempermudah mencari reksa dana yang cocok.

    1. Kenali profil resiko dan investasi Anda
    Dengan bantuan kuesioner untuk mengumpulkan beberapa informasi mengenai Anda, dapat diperkirakan tipe calon investor seperti apakah Anda. Kuesioner ini akan sangat membantu Anda sebagai panduan nantinya memilih reksa dana yang sesuai. (lihat box questioner). Misal, dapat disimpulkan beberapa hal seperti batas investasi sesuai dengan kemampuan dan profil Anda. Apabila tujuan investasi Anda adalah jangka panjang, seperti mempersiapkan biaya anak kuliah atau kebutuhan pensiun, maka reksadana yang tepat untuk anda adalah reksadana jenis pertumbuhan dan pendapatan.

    2. Saring reksa dana yang sesuai dengan profil risiko & investasi Anda
    Dengan panduan profil resiko dan investasi tersebut, Anda dapat melakukan penyaringan jenis reksa dana apa yang sesuai dengan jangka waktu investasi yang Anda inginkan.

    3. Seperti halnya produk lain (misal komputer,kulkas), Anda bisa mendapatkan katalog yang menjelaskan tentang produk tersebut. Melalui Manajer Investasi (MI) atau agen penjual, mintalah prospektus produk reksadana yang tersaring oleh Anda dan pelajari terutama kebijakan dan resiko investasi.

    4. Pelajari Kinerja masa lalu reksa dana melalui imbal hasil historis reksa dana, prestasi masa lalu relatif terhadap reksa dana sejenis dan pasar secara keseluruhan (indeks). Beberapa hal penting yang perlu dipelajari pada isi kinerja : garis besar komposisi/alokasi portofolio, imbal hasil, dan strategi investasi manajer investasi ke depan.

    5. Kenali Manajer Investasi
    Pilihlah Manajer Investasi yang memiliki reputasi baik. Tentunya Anda menginginkan MI Anda memiliki beberapa kualitas seperti :
    Integritas, dimana jujur dan keterbukaan informasi dalam melaporkan perkembangan investasi Anda merupakan kunci.
    Pengalaman, jika investasi Anda dalam suatu reksadana dalam kurun waktu yang cukup panjang, maka manajemen dan sistem yang baik dan terujilah yang akan menjadi pilihan. Hal ini dapat dipelajari dari berapa lama dan kinerja MI tersebut menjalankan bisnis reksadana.

    6. Terakhir, setelah Anda menentukan reksadana mana yang Anda pilih, sebelum Anda melakukan investasi, pelajari tata cara investasi pada reksadana tersebut, termasuk biaya-biaya transaksinya bila ada.

    Setelah Anda berinvestasi, jangan lupa untuk terus memantau kinerja dari reksadana Anda melalui laporan yang biasanya dikirimkan oleh Manajer Investasi Anda secara rutin. Ada kalanya Anda harus beralih ke reksadana lain, sekiranya kebijakan, strategi maupun kinerja investasinya tidak sesuai lagi dengan tujuan investasi Anda.

    Untuk Anda yang memiliki keterbatasan waktu melakukan pemilihan investasi yang tepat, bantuan financial advisor yang dapat ditemui salah satunya melalui Wealth Management Bank, dapat membantu mengatur keuangan Anda, memilih investasi yang tepat, dan menganalisa kinerja produk maupun MI.

    Semoga panduan berinvestasi ini bisa membantu Anda menuju kemakmuran secara finansial.
    Selamat Berinvestasi!

    ***

    Ditulis oleh Agus Yanuar, Presdir PT Samuel Aset Manajemen
    Artikel dimuat di Harian Nasional 1 September 2013

  • Reksa Dana PT Samuel Aset Manajemen Meraih Best Syariah 2013Reksa Dana PT Samuel Aset Manajemen Meraih Best Syariah 2013

    Reksa Dana PT Samuel Aset Manajemen Meraih Best Syariah 2013Reksa Dana PT Samuel Aset Manajemen Meraih Best Syariah 2013

    Terima kasih atas kepercayan dan dukungan Bapak/Ibu mitra investasi.

    Tahun 2013 ini, Reksa Dana SAM Syariah Berimbang (SSB) kembali memperoleh penghargaan sebagai Reksa Dana Syariah Campuran Terbaik versi majalah Investor.

    Penghargaan tersebut melengkapi penghargaan sebelumnya yang diperoleh oleh PT Samuel Aset Manajemen pada tahun 2011 dan 2012. Ulasan mengenai reksa dana syariah terbaik tahun 2013 ini dapat dibaca di Majalah Investor edisi Agustus 2013 nomor XV/242. Per 31 Juli 2013, SSB mencetak kinerja terbaik dengan imbal hasil sebesar 22.13% periode 1 tahun terakhir atau naik 89.36% sejak diluncurkan 10 Februari 2010. Pertumbuhan AUM SAM Dana Berkembang juga terus meningkat 176.74% dari 31 Desember 2012 menjadi Rp392 miliar.

    Kami berharap produk reksa dana SAM Syariah Berimbang dapat senantiasa menjadi pilihan investor dalam mengisi dan mengelola keranjang investasi Anda. Keterangan lebih lanjut, silahkan menghubungi kami di 021-28548800 atau 28548169, email ke [email protected].Terima kasih atas kepercayan dan dukungan Bapak/Ibu mitra investasi.

    Tahun 2013 ini, Reksa Dana SAM Syariah Berimbang (SSB) kembali memperoleh penghargaan sebagai Reksa Dana Syariah Campuran Terbaik versi majalah Investor.

    Penghargaan tersebut melengkapi penghargaan sebelumnya yang diperoleh oleh PT Samuel Aset Manajemen pada tahun 2011 dan 2012. Ulasan mengenai reksa dana syariah terbaik tahun 2013 ini dapat dibaca di Majalah Investor edisi Agustus 2013 nomor XV/242. Per 31 Juli 2013, SSB mencetak kinerja terbaik dengan imbal hasil sebesar 22.13% periode 1 tahun terakhir atau naik 89.36% sejak diluncurkan 10 Februari 2010. Pertumbuhan AUM SAM Dana Berkembang juga terus meningkat 176.74% dari 31 Desember 2012 menjadi Rp392 miliar.

    Kami berharap produk reksa dana SAM Syariah Berimbang dapat senantiasa menjadi pilihan investor dalam mengisi dan mengelola keranjang investasi Anda. Keterangan lebih lanjut, silahkan menghubungi kami di 021-28548800 atau 28548169, email ke [email protected].

  • SAM Syariah Berimbang Best Syariah 2013 Kategori Reksa Dana Campuran Terbaik Periode 3 Tahun Versi InvestorSAM Syariah Berimbang Best Syariah 2013 Kategori Reksa Dana Campuran Terbaik Periode 3 Tahun Versi Investor

    SAM Syariah Berimbang Best Syariah 2013 Kategori Reksa Dana Campuran Terbaik Periode 3 Tahun Versi InvestorSAM Syariah Berimbang Best Syariah 2013 Kategori Reksa Dana Campuran Terbaik Periode 3 Tahun Versi Investor

    Terima kasih atas kepercayan dan dukungan Bapak/Ibu mitra investasi.

    Tahun 2013 ini, Reksa Dana SAM Syariah Berimbang (SSB) kembali memperoleh penghargaan sebagai Reksa Dana Syariah Campuran Terbaik versi majalah Investor.

    Penghargaan tersebut melengkapi penghargaan sebelumnya yang diperoleh oleh PT Samuel Aset Manajemen pada tahun 2011 dan 2012. Ulasan mengenai reksa dana syariah terbaik tahun 2013 ini dapat dibaca di Majalah Investor edisi Agustus 2013 nomor XV/242.
    Per 31 Juli 2013, SSB mencetak kinerja terbaik dengan imbal hasil sebesar 22.13% periode 1 tahun terakhir atau naik 89.36% sejak diluncurkan 10 Februari 2010. Pertumbuhan AUM SAM Dana Berkembang juga terus meningkat 176.74% dari 31 Desember 2012 menjadi IDR 392 miliar.

    Kami berharap produk reksa dana SAM Syariah Berimbang dapat senantiasa menjadi pilihan
    investor dalam mengisi dan mengelola keranjang investasi Anda. replica watches Keterangan lebih lanjut, silahkan
    menghubungi kami di 021-28548800/28548169, email ke [email protected].Terima kasih atas kepercayan dan dukungan Bapak/Ibu mitra investasi.

    Tahun 2013 ini, Reksa Dana SAM Syariah Berimbang (SSB) kembali memperoleh penghargaan sebagai Reksa Dana Syariah Campuran Terbaik versi majalah Investor.

    Penghargaan tersebut melengkapi penghargaan sebelumnya yang diperoleh oleh PT Samuel Aset Manajemen pada tahun 2011 dan 2012. Ulasan mengenai reksa dana syariah terbaik tahun 2013 ini dapat dibaca di Majalah Investor edisi Agustus 2013 nomor XV/242.
    Per 31 Juli 2013, SSB mencetak kinerja terbaik dengan imbal hasil sebesar 22.13% periode 1 tahun terakhir atau naik 89.36% sejak diluncurkan 10 Februari 2010. Pertumbuhan AUM SAM Dana Berkembang juga terus meningkat 176.74% dari 31 Desember 2012 menjadi IDR 392 miliar.

    Kami berharap produk reksa dana SAM Syariah Berimbang dapat senantiasa menjadi pilihan
    investor dalam mengisi dan mengelola keranjang investasi Anda. Keterangan lebih lanjut, silahkan
    menghubungi kami di 021-28548800/28548169, email ke [email protected].

  • SAM Morning Review 15 Juli 2013

    SAM Morning Review 15/07/2013

    Pernyataan Pejabat The Fed Dorong Pergerakan S&P 500

    S&P 500 dan Dow Jones di akhir minggu lalu menguat sebanyak +0.31 dan +0.02%.  Indeks sebelumnya melemah setelah pejabat The Fed Charles Plosser menyatakan The Fed seharusnya mulai mengurangi jumlah pembelian obligasinya di bulan September, namun kemudian indeks berbalik arah setelah pejabat The Fed yang lain James Bullard mengatakan The Fed seharusnya mempertahankan pembelian obligasi hingga inflasi mencapai 2%.  Tingkat consumer confidence AS di bulan Juni turun ke 83.9 dibandingkan 84.7 perkiraan sebelumnya.  Sementara itu, bursa Eropa kemarin tidak bergerak banyak dengan Euro Stoxx turun -0.24% sedangkan FTSE 100 naik +0.02%.

    • Harga Minyak Menguat Akibat Spekulasi Suplai Menurun

    Harga minyak mentah WTI akhir minggu lalu menguat akibat spekulasi persediaan minyak AS terus menurun.  Harga minyak mentah WTI naik 1.04 AS dollar per barel ke 105.95 AS dollar per barel.  Harga minyak mentah Brent juga naik +1.0% ke 108.81 AS dollar per barel.  Harga emas turun akibat penguatan dollar AS.  Harga emas turun sebanyak -0.2% ke 1,277 AS dollar per ons.  Harga komoditas metal seperti alumunium, dan nikel akhir minggu lalu menguat +0.54 dan +1.03%

    MARKET

    IHSG akhir minggu lalu menguat +0.63% ke 4,633 setelah investor melakukan pembelian di akhir jam perdagangan.  Sepanjang minggu lalu sektor Konstruksi, Properti dan Real Estate serta sektor Pertambangan menjadi dua sektor yang paling banyak melemah -4.36 dan -2.84%.  Pagi ini bursa regional dibuka mixed selagi investor menanti data GDP 2Q13 Cina yang akan keluar hari ini.  IHSG hari ini diperkirakan akan melemah akibat perkiraan GDP Cina akan melambat yang membawa akibat pada menurunnya permintaan impor komoditas Indonesia

    NEWS

    • BBCA akan naikkan suku bunga KPR dan KKB sekitar 0.5-1% mulai bulan depan.
    • WIKA raih kontrak baru senilai Rp 9 triliun di Semester I-2013 atau 43.3% dari target kontrak tahun ini.
    • WSKT raih kontrak baru senilai Rp 4.7 triliun di Semester I-2013 atau hanya 26.2% dari target kontrak tahun ini.

  • SAM Morning Review 12 Juli 2013

    SAM Morning Review 12/07/2013

    • Bursa AS dan Eropa Terdorong Pernyataan Bernanke

    Pernyataan Ben Bernanke yang mengatakan akan terus mendorong program stimulus keuangan AS membantu indeks di bursa AS dan Eropa menguat kemarin.  Dow Jones dan S&P 500 kemarin menguat +1.11 dan +1.36%.  Angka initial jobless claim AS di minggu lalu naik sebanyak 360 ribu, akan tetapi hal ini diperkirakan hal yang wajar akibat penutupan sementara pabrik-pabrik otomotif.  Surplus anggaran AS di bulan Juni naik 116.5 miliar AS atau lebih tinggi dari perkiraan semula selagi pengeluaran turun 47% serta penerimaan pajak meningkat.  Euro Stoxx dan FTSE 100 kemarin menguat +0.81 dan +0.59%

    • Harga Minyak Mentah Turun Akibat Data Pengangguran AS

    Harga minyak mentah WTI kemarin turun dari tingkat tertingginya dalam 15 bulan terakhir setelah angka klaim pengangguran AS meningkat serta International Energy Agency memperkirakan suplai minyak akan melebihi permintaan.  Harga minyak mentah WTI turun -1.5% ke 104.91 AS dollar per barel.  Harga minyak mentah Brent kemarin turun -0.7% ke 107.73 AS dollar per barel.  Harga emas kembali menguat dampak pernyataan Bernanke dan naik +2.6% ke 1,279.90 AS dollar per ons.  Harga tembaga kemarin juga menguat tajam akibat spekulasi tambahan stimulus dari The Fed dan pemerintah Cina.  Tembaga naik +2.8%.

    MARKET
    IHSG kemarin melaju kencang dan menguat +2.8% ke 4,604 dibantu oleh penguatan tajam saham-saham perbankan.  Sektor keuangan kemarin menguat tertajam +4.40% diantara semua sektor lain di indeks.  Asing kemarin melakukan pembelian bersih senilai Rp 70 miliar di seluruh pasar.  Pagi ini bursa regional dibuka mixed dengan Nikkei menguat +0.66% sedangkan Hang Seng turun -0.35%.  Hari ini IHSG diperkirakan akan melemah terbatas atas pertimbangan teknikal setelah menguat banyak kemarin.

     

    NEWS

    • KIJA menunda penerbitan obligasi global senilai US$ 350 juta akibat kondisi pasar yang kurang menguntungkan
    • Konsumsi semen di Semester I-2013 hanya +7.11% atau jauh lebih rendah dibandingkan +15% di 2012
    • PWON bukukan marketing sales Rp 1,2 triliun pada semester I-2013 atau 40% dari total target tahun ini

  • Reksa Dana SAM Sebagai Investasi Untuk Dana PendidikanReksa Dana SAM Sebagai Investasi Untuk Dana Pendidikan

    Warisan paling bernilai yang dapat kita berikan kepada buah hati kita adalah ilmu pengetahuan. Baik yang diperoleh melalui pendidikan formal, maupun aneka keterampilan hidup yang didapat dari pengalaman dan berbagai kegiatan lainnya.

    Sayangnya, biaya pendidikan yang berkualitas terbilang cukup tinggi, dengan peningkatan sekitar 10%-20% setiap tahunnya. Sehingga kita perlu persiapan lebih cermat untuk memastikan terselenggaranya pendidikan terbaik bagi putera-puteri kita.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar mengatakan, salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah mencari produk yang imbal hasilnya bisa mengalahkan peningkatan inflasi biaya pendidikan sehingga dana untuk pendidikan anak tetap bisa disediakan dengan sebaik mungkin.

    “Untuk mengamankan dana yang akan dipakai beberapa bulan ke depan, produk perbankan dengan penjaminan merupakan instrumen yang sesuai. Tetapi untuk persiapan biaya pendidikan jangka panjang, reksa dana adalah produk yang tepat, karena imbal hasil jangka panjangnya lebih optimal dan lebih tinggi dari tingkat inflasi,” ujarnya.

    Produk reksa dana senantiasa menawarkan solusi dan pilihan beragam bagi investor. Ada reksa dana pendapatan tetap, campuran dan saham. Baik yang konvensional maupun yang bersifat syariah. Dengan investasi awal yang terjangkau, dimulai dengan Rp 250 ribu saja, dapat dilakukan lebih dini dan secara berkala.

    Masing-masing reksa dana menawarkan potensi imbal hasil sesuai dengan profil dan karakteristik produk tersebut. Semakin tinggi potensi imbal hasil, biasanya diikuti pula dengan potensi risikonya. Kuncinya adalah bagaimana kita memilih produk yang sesuai dengan karakter risiko, tujuan investasi dan jangka waktu berinvestasinya.

    Menurut Agus, investor yang ingin produk dengan risiko relatif rendah atau jangka waktu berinvestasinya di bawah tiga tahun, lebih baik memilih reksa dana pendapatan tetap.

    Untuk jangka waktu berinvestasi lebih panjang, dapat memilih reksa dana campuran atau reksa dana saham, tergantung profil risiko masing-masing. Bagi investor yang ingin menikmati potensi pertumbuhan saham, dan pada saat yang sama ingin meredam risiko penurunannya di tengah pasar yang fluktuatif, bisa memilih reksa dana campuran yang alokasi investasi pada efek saham dan obligasinya akan disesuaikan oleh Manajer Investasi sesuai dengan kondisi pasar.

    Sementara bagi yang ingin menikmati pertumbuhan investasinya secara optimal dalam jangka panjang, maka reksa dana saham adalah pilihan yang paling tepat.

    “Saat ini SAM memiliki produk terbaik yang dapat digunakan untuk menyiapkan dana pendidikan buah hati. Kami mengelola reksa dana pendapatan tetap SAM Sukuk Syariah Sejahtera, reksa dana campuran SAM Dana Berkembang dan SAM Syariah Berimbang, serta reksa dana saham SAM Indonesian Equity Fund dan SAM Sharia Equity Fund,” tambah Agus.

    Kinerja produk SAM termasuk yang terbaik di kelasnya masih-masing dan menjadi unggulan lembaga pemeringkat reksa dana serta menjadi pilihan cerdas para investor berpengalaman.

    “Kinerja tersebut merupakan hasil dari keahlian meracik strategi investasi yang tepat, pengalaman, serta semangat untuk selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah..

    Bagi kami, mengelola investasi itu seperti membesarkan buah hati sendiri, harus amanah dan sepenuh hati dalam memberikan yang terbaik untuk pertumbuhannya.

    Seperti Anda, kami juga percaya pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia yang handal. Dan seperti kata peribahasa, jika ingin makmur setahun, tanamlah padi-padian. Jika ingin makmur sepuluh tahun, tanamlah kayu-kayuan. Tetapi jika ingin sejahtera seratus tahun, tumbuh-kembangkanlah sumber daya manusia,” tegas Agus.

    Print Ad SAM - Seri Pendidikan - Kontan 1#2

  • Reksadana Syariah Di Penghujung Tahun Reksadana Syariah Di Penghujung Tahun

    Reksadana Syariah Di Penghujung Tahun Reksadana Syariah Di Penghujung Tahun

    JAKARTA. Menjelang tutup tahun 2012, manajer investasi (MI) masih gencar meluncurkan produk baru. Kepala Biro Standar Akutansi dan Keterbukaan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) Etty Retno Wulandari mengatakan, Bapepam-LK tengah memproses enam produk reksadana syariah anyar.

    Enam produk reksadana syariah tersebut akan diterbitkan pada tahun ini. Dari enam produk yang akan diluncurkan, empat di antaranya merupakan produk reksadana syariah terproteksi.

    Dua produk lainnya merupakan reksadana saham syariah. “Sepanjang 2012 ini sudah ada empat produk syariah baru. Jadi, reksadana baru yang masih diproses akan menambah produk reksadana syariah yang beredar di pasar,” tutur Etty, kemarin.

    Hingga 21 November 2012, tercatat ada 51 produk reksadana syariah. Jumlah tersebut masih relatif kecil, yakni hanya sekitar 7,42% dibandingkan dengan total reksadana di Indonesia.

    Menurut Etty, pangsa pasar dana kelolaan reksadana syariah baru sekitar 3,98% atau senilai Rp 7,26 triliun per 21 November 2012. “Sedangkan market share dana kelolaan reksadana konvensional mencapai 96,02%,” ujar dia.

    Masih menarik
    Kendati demikian, dana kelolaan reksadana syariah mengalami kenaikan dibandingkan akhir 2011 yang sekitar Rp 5,5 triliun. Etty memperkirakan, total dana kelolaan reksadana syariah tahun depan bisa naik menjadi sekitar Rp 8,5 triliun.

    PT Samuel Aset Manajemen (SAM) adalah salah satu MI yang  berencana meluncurkan reksadana saham syariah  baru bernama reksadana SAM Sharia Equity Fund.  Direktur Utama SAM Agus Yanuar mengatakan, perusahaannya tengah mengajukan izin ke Bapepam LK. “Kemungkinan pada Desember 2012 atau Januari 2013 sudah bisa terbit,” kata Agus.

    Direktur PT Infovesta Utama Parto Kawito mengatakan, market share reksadana syariah yang masih mini itu lantaran minimnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah, baik terhadap investor ataupun terhadap MI. Selain itu, pasokan saham syariah maupun sukuk yang menjadi aset dasar reksadana syariah juga masih terbatas.

    Padahal, menurut Parto, return reksadana syariah cukup bagus. “Oleh karena itu, pemerintah harus mendorong pertumbuhan reksadana syariah,” tutur dia.

    Sosialisasi reksadana syariah bisa dioptimalkan kepada organisasi-organisasi masyarakat berbasis agama Islam, seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, atau pun organisasi Islam lainnya.

    Analis Trimegah Securities Imam MS menilai, prospek reksadana syariah tahun depan masih cukup menarik untuk penempatan dalam jangka menengah dan panjang. Reksadana syariah memberi imbal hasil yang lebih kompetitif dibanding deposito.

    Keunggulan lainnya, reksadana ini tidak hanya mengacu pada Jakarta Islamic Indeks (JII), tapi juga bisa mengacu pada daftar efek syariah (DES) yang ditetapkan oleh Bapepam-LK.

    Oleh Wahyu Satriani, Dina Farisah – Sabtu, 01 Desember 2012 | 07:47 WIB
    http://investasi.kontan.co.id/news/reksadana-syariah-di-penghujung-tahun/2012/12/01JAKARTA. Menjelang tutup tahun 2012, manajer investasi (MI) masih gencar meluncurkan produk baru. Kepala Biro Standar Akutansi dan Keterbukaan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) Etty Retno Wulandari mengatakan, Bapepam-LK tengah memproses enam produk reksadana syariah anyar.

    Enam produk reksadana syariah tersebut akan diterbitkan pada tahun ini. Dari enam produk yang akan diluncurkan, empat di antaranya merupakan produk reksadana syariah terproteksi.

    Dua produk lainnya merupakan reksadana saham syariah. “Sepanjang 2012 ini sudah ada empat produk syariah baru. Jadi, reksadana baru yang masih diproses akan menambah produk reksadana syariah yang beredar di pasar,” tutur Etty, kemarin.

    Hingga 21 November 2012, tercatat ada 51 produk reksadana syariah. Jumlah tersebut masih relatif kecil, yakni hanya sekitar 7,42% dibandingkan dengan total reksadana di Indonesia.

    Menurut Etty, pangsa pasar dana kelolaan reksadana syariah baru sekitar 3,98% atau senilai Rp 7,26 triliun per 21 November 2012. “Sedangkan market share dana kelolaan reksadana konvensional mencapai 96,02%,” ujar dia.

    Masih menarik

    Kendati demikian, dana kelolaan reksadana syariah mengalami kenaikan dibandingkan akhir 2011 yang sekitar Rp 5,5 triliun. Etty memperkirakan, total dana kelolaan reksadana syariah tahun depan bisa naik menjadi sekitar Rp 8,5 triliun.

    PT Samuel Aset Manajemen (SAM) adalah salah satu MI yang  berencana meluncurkan reksadana saham syariah  baru bernama reksadana SAM Sharia Equity Fund.  Direktur Utama SAM Agus Yanuar mengatakan, perusahaannya tengah mengajukan izin ke Bapepam LK. “Kemungkinan pada Desember 2012 atau Januari 2013 sudah bisa terbit,” kata Agus.

    Direktur PT Infovesta Utama Parto Kawito mengatakan, market share reksadana syariah yang masih mini itu lantaran minimnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah, baik terhadap investor ataupun terhadap MI. Selain itu, pasokan saham syariah maupun sukuk yang menjadi aset dasar reksadana syariah juga masih terbatas.

    Padahal, menurut Parto, return reksadana syariah cukup bagus. “Oleh karena itu, pemerintah harus mendorong pertumbuhan reksadana syariah,” tutur dia.

    Sosialisasi reksadana syariah bisa dioptimalkan kepada organisasi-organisasi masyarakat berbasis agama Islam, seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, atau pun organisasi Islam lainnya.

    Analis Trimegah Securities Imam MS menilai, prospek reksadana syariah tahun depan masih cukup menarik untuk penempatan dalam jangka menengah dan panjang. Reksadana syariah memberi imbal hasil yang lebih kompetitif dibanding deposito.

    Keunggulan lainnya, reksadana ini tidak hanya mengacu pada Jakarta Islamic Indeks (JII), tapi juga bisa mengacu pada daftar efek syariah (DES) yang ditetapkan oleh Bapepam-LK.

    Oleh Wahyu Satriani, Dina Farisah – Sabtu, 01 Desember 2012 | 07:47 WIB

    http://investasi.kontan.co.id/news/reksadana-syariah-di-penghujung-tahun/2012/12/01

  • Rerata Return Reksadana Saham 4,55% di Juli 2012Rerata Return Reksadana Saham 4,55% di Juli 2012

    Rerata Return Reksadana Saham 4,55% di Juli 2012Rerata Return Reksadana Saham 4,55% di Juli 2012

    JAKARTA. Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang Juli 2012, mengangkat return reksadana saham. Manajer investasi menyarankan investor disiplin menambah dana di reksadana saham. Alasan mereka, return produk itu masih bisa naik hingga akhir tahun.

    Menilik data PT Infovesta Utama, rata-rata imbal hasil reksadana saham selama Juli adalah 4,55%. Memang, angka itu masih di bawah pertumbuhan IHSG di periode yang sama, 4,72%. Return rata-rata reksadana saham year to date 6,61%. Angka itu lebih rendah daripada kenaikan IHSG year to date 8,38%.

    Namun di antara reksadana, return reksadana masih yang tertinggi. Imbal hasil rerata reksadana campuran adalah 2,99%, sedang reksadana pendapatan tetap 1,63%.

    Satu produk reksadana saham yang mencatatkan return tinggi adalah Sam Indonesian Equity Fund milik Samuel Asset Management. Return produk Juli 7,29% sedang, return year to date 27,75%.

    Presiden Direktur Samuel Asset Management Agus B Yanuar, mengatakan, ini buah dari strategi pemilihan sektor yang tepat. Agus menuturkan, portofolio terbesar adalah saham defensif dan berorientasi ke pasar domestik dan demografi, seperti perbankan, infrastruktur, dan konsumer.

    Strategi pembelian

    Meski mendapatkan keuntungan besar. Agus menyarankan investor menerapkan strategi cost averaging, atau disiplin menambah reksadana. Investasi seperti ini lebih menguntungkan dan berpotensi menaikkan imbal hasil.

    Analis PT Infovesta Utama, Theoderus Praska Putrantyo, menuturkan, sentimen positif dari pasar global mengangkat IHSG. Harapan pengucuran stimulus di Uni Eropa, memicu gairah perdagangan saham. Infovesta memproyeksikan IHSG hingga akhir tahun bisa mencapai 4.360.

    “Saya menyarankan investor tetap subscribe di reksadana saham, secara disiplin karena IHSG masih akanvolatile,” ujar Praska. Riset Infovesta menunjukkan selama 11 tahun terakhir, probabilitas return bulanan IHSG pada Juli positif 82% dengan keuntungan rata-rata 3,61%.

    Namun Agustus, probabilitas kerugian mencapai 64% dengan rata-rata return bulanan mencapai -2,36%. Koreksi IHSG bisa terjadi selama Agustus-Oktober.JAKARTA. Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang Juli 2012, mengangkat return reksadana saham. Manajer investasi menyarankan investor disiplin menambah dana di reksadana saham. Alasan mereka, return produk itu masih bisa naik hingga akhir tahun.

    Menilik data PT Infovesta Utama, rata-rata imbal hasil reksadana saham selama Juli adalah 4,55%. Memang, angka itu masih di bawah pertumbuhan IHSG di periode yang sama, 4,72%. Return rata-rata reksadana saham year to date 6,61%. Angka itu lebih rendah daripada kenaikan IHSG year to date 8,38%.

    Namun di antara reksadana, return reksadana masih yang tertinggi. Imbal hasil rerata reksadana campuran adalah 2,99%, sedang reksadana pendapatan tetap 1,63%.

    Satu produk reksadana saham yang mencatatkan return tinggi adalah Sam Indonesian Equity Fund milik Samuel Asset Management. Return produk Juli 7,29% sedang, return year to date 27,75%.

    Presiden Direktur Samuel Asset Management Agus B Yanuar, mengatakan, ini buah dari strategi pemilihan sektor yang tepat. Agus menuturkan, portofolio terbesar adalah saham defensif dan berorientasi ke pasar domestik dan demografi, seperti perbankan, infrastruktur, dan konsumer.

    Strategi pembelian

    Meski mendapatkan keuntungan besar. Agus menyarankan investor menerapkan strategi cost averaging, atau disiplin menambah reksadana. Investasi seperti ini lebih menguntungkan dan berpotensi menaikkan imbal hasil.

    Analis PT Infovesta Utama, Theoderus Praska Putrantyo, menuturkan, sentimen positif dari pasar global mengangkat IHSG. Harapan pengucuran stimulus di Uni Eropa, memicu gairah perdagangan saham. Infovesta memproyeksikan IHSG hingga akhir tahun bisa mencapai 4.360.

    “Saya menyarankan investor tetap subscribe di reksadana saham, secara disiplin karena IHSG masih akanvolatile,” ujar Praska. Riset Infovesta menunjukkan selama 11 tahun terakhir, probabilitas return bulanan IHSG pada Juli positif 82% dengan keuntungan rata-rata 3,61%.

    Namun Agustus, probabilitas kerugian mencapai 64% dengan rata-rata return bulanan mencapai -2,36%. Koreksi IHSG bisa terjadi selama Agustus-Oktober.