SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 25 Januari 2023 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 25 Januari 2023

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat bergerak bervariasi pada hari Selasa (24/1). Dow tumbuh sebesar 0.31% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq terdepresiasi sebesar -0.07% dan -0.27%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 melemah sebesar -0.35%, STOXX600 terdepresiasi sebesar -0.24%.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp. 14.930. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI menguat masing-masing sebesar 0.46% dan 0.57% diperdagangkan pada level US$ 86.75 dan US$ 80.59 per barel.

Indeks acuan Asia, NIKKEI Jepang tumbuh sebesar 0.08%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat melemah pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq terdepresiasi masing-masing sebesar -0.25%, -0.45% dan -0.81%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang 2022 mencapai Rp 1.207,2 triliun. Realisasi itu mencapai 100,61% dari target investasi tahun 2022 yang sebesar Rp 1.200 triliun. Menteri Investasi/Kepala BKPM mengatakan, realisasi investasi selama sepanjang 2022 naik 34,0% dibandingkan dengan periode yang sama di 2021. “Alhamdulillah kita mencapai Rp 1.207,2 triliun. Secara year on year tumbuh 34%. Ini salah satu pertumbuhan investasi yang terbesar. Dan untuk Indonesia ini sepanjang sejarah republik ada, ini paling besar,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers BKPM, Selasa (24/1). (Kontan)

Aktivitas ekonomi Eropa tumbuh pada awal 2023 sekaligus memberikan angin segar terhadap kemungkinan kawasan ini menghindari resesi. Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (24/1/2023), Indeks Manajer Pembelian atau Purchasing Managers? Index (PMI) S&P Global naik menjadi 50,2 pada Januari 2023 dari 49,8 pada bulan Desember 2022. Data positif pada awal 2023 ini juga merupakan pertama kalinya indeks berada di atas 50 yang menandakan ekspansi aktivitas di zona euro, setelah sebelumnya mengalami kontraksi sejak Juni 2022. (Bisnis)

Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2022 Rp8.525,5 triliun atau tumbuh 8,3 % dibanding periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (24/1/2023), Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menuturkan perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) sebesar 9,5% (yoy) dan uang kuasi sebesar 6,8% (yoy). Pertumbuhan M2 pada Desember 2022 utamanya dipengaruhi oleh perkembangan aktiva luar negeri bersih dan penyaluran kredit. Aktiva luar negeri bersih tercatat tumbuh positif sebesar 4,9% (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada periode sebelumnya sebesar 1% (yoy). (Investor)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—25-Januari-2023.pdf