SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Rabu 18 Januari 2023 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Rabu 18 Januari 2023

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat ditutup bervariasi pada hari Selasa (17/1). Dow turun ?1.14% bersamaan dengan S&P 500 yang juga turun ?0.20% sedangkan Nasdaq menguat 0.14%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 melemah sebesar 0.12% sementara STOXX600 menguat tipis -0.01%.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp 15,180. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI pagi ini dibuka pada level US$86.66 dan US$81.30 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan dibuka menguat sebesar 0.04%, bersamaan dengan NIKKEI Jepang yang dibuka menguat sebesar 0.39%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat melemah pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq futures melemah masing-masing sebesar 0.24%, 0.19% dan 0.21%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He mengatakan, dunia perlu meninggalkan mentalitas Perang Dingin dan berusaha untuk memperkuat kerja sama internasional. Dalam pidato khusus di World Economic Forum (WEF) 2023 di Davos, Swiss, Selasa (17/1/2023), Liu berkali-kali meminta semua negara meningkatkan hubungan diplomatik untuk menjaga perdamaian dunia. Tiongkok, tambah dia, percaya bahwa tatanan ekonomi internasional yang adil harus dipertahankan oleh semua. Merujuk pada tema besar WEF 2023 ?Kerja Sama di Dunia yang Terfragmentasi?, Liu mengatakan sangat penting bagi  Tiongkok untuk membuka diri terhadap dunia. Dia mengatakan, Pemerintah Tiongkok menentang unilateralisme dan proteksionisme. Tiongkok, yang telah dikritik tajam karena tidak mengutuk perang Rusia selama hampir setahun dengan Ukraina, baru-baru ini berjanji untuk menegakkan sikap objektif dan jelas terhadap konflik tersebut. Liu juga secara terpisah menggambarkan situasi Covid di Tiongkok sudah stabil. Tiongkok tiba-tiba mengakhiri sebagian besar langkah pengendalian Covid pada awal Desember 2022. Hal itu menyebabkan lonjakan infeksi. (Investor Daily)

Bank Indonesia (BI) bakal mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari pada Kamis (19/1) mendatang. Ada dua scenario kebijakan yang berpotensi ditempuh bank sentral pada bulan ini. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual melihat, pertama, BI berpotensi menahan suku bunga acuan di level 5,5%. Ini seiring dengan tingkat inflasi yang lebih rendah dari perkiraan. Kedua, BI tetap mungkin mengerek suk bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) untuk mewaspadai kenaikan inflasi di sektor jasa, setelah kenaikan harga barang dan harga pangan terjadi di tahun 2022. (Kontan)

Best Regards,

SAM Investment

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat ditutup bervariasi pada hari Selasa (17/1). Dow turun ?1.14% bersamaan dengan S&P 500 yang juga turun ?0.20% sedangkan Nasdaq menguat 0.14%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 melemah sebesar 0.12% sementara STOXX600 menguat tipis -0.01%.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp 15,180. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI pagi ini dibuka pada level US$86.66 dan US$81.30 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan dibuka menguat sebesar 0.04%, bersamaan dengan NIKKEI Jepang yang dibuka menguat sebesar 0.39%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat melemah pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq futures melemah masing-masing sebesar 0.24%, 0.19% dan 0.21%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He mengatakan, dunia perlu meninggalkan mentalitas Perang Dingin dan berusaha untuk memperkuat kerja sama internasional. Dalam pidato khusus di World Economic Forum (WEF) 2023 di Davos, Swiss, Selasa (17/1/2023), Liu berkali-kali meminta semua negara meningkatkan hubungan diplomatik untuk menjaga perdamaian dunia. Tiongkok, tambah dia, percaya bahwa tatanan ekonomi internasional yang adil harus dipertahankan oleh semua. Merujuk pada tema besar WEF 2023 ?Kerja Sama di Dunia yang Terfragmentasi?, Liu mengatakan sangat penting bagi  Tiongkok untuk membuka diri terhadap dunia. Dia mengatakan, Pemerintah Tiongkok menentang unilateralisme dan proteksionisme. Tiongkok, yang telah dikritik tajam karena tidak mengutuk perang Rusia selama hampir setahun dengan Ukraina, baru-baru ini berjanji untuk menegakkan sikap objektif dan jelas terhadap konflik tersebut. Liu juga secara terpisah menggambarkan situasi Covid di Tiongkok sudah stabil. Tiongkok tiba-tiba mengakhiri sebagian besar langkah pengendalian Covid pada awal Desember 2022. Hal itu menyebabkan lonjakan infeksi. (Investor Daily)

Bank Indonesia (BI) bakal mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari pada Kamis (19/1) mendatang. Ada dua scenario kebijakan yang berpotensi ditempuh bank sentral pada bulan ini. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual melihat, pertama, BI berpotensi menahan suku bunga acuan di level 5,5%. Ini seiring dengan tingkat inflasi yang lebih rendah dari perkiraan. Kedua, BI tetap mungkin mengerek suk bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) untuk mewaspadai kenaikan inflasi di sektor jasa, setelah kenaikan harga barang dan harga pangan terjadi di tahun 2022. (Kontan)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—18-Januari-2023.pdf