SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 17 Januari 2023 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 17 Januari 2023

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat menguat pada hari Senin (16/1). Dow, S&P 500 dan Nasdaq terapresiasi sebesar 0.33%, 0.40% dan 0.71%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 tumbuh sebesar 0.20%, STOXX600 terapresiasi sebesar 0.46%.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp. 15.142. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak bervariasi masing-masing sebesar 0.38% dan -1.07% diperdagangkan pada level US$ 84.38 dan US$ 79.25 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan melemah sebesar -0.45%, diikuti oleh NIKKEI Jepang yang terapresiasi sebesar 1.24%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat melemah pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq terdepresiasi masing-masing sebesar -0.05%, -0.18% dan -0.36%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Harga minyak tergelincir pada perdagangan awal pekan namun tetap bertahan di dekat level tertinggi untuk bulan ini. Sentimen utama datang dari pelonggaran pembatasan Covid-19 di China yang meningkatkan harapan pemulihan permintaan di importir minyak mentah utama dunia. Senin (16/1), harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Maret 2023 ditutup turun 1,4% ke US$ 84,a0 per barel. Sedangkan harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Februari 2023 turun US$ 1,01 atau 1,3% ke US$ 78,85 dalam perdagangan tipis pada hari libur umum di Amerika Serikat (AS). Harga kedua kontrak minyak mentah itu melonjak lebih dari 8% di pekan lalu untuk kenaikan mingguan terbesar sejak Oktober 2022 setelah China meninggalkan apa yang tersisa dari kebijakan nol-Covid-19 dengan membuka kembali perbatasannya pada 8 Januari. Impor minyak mentah China naik 4% secara tahunan di bulan Desember, dan perkiraan kebangkitan perjalanan untuk liburan Tahun Baru Imlek di akhir pekan yang meningkatkan prospek permintaan bahan bakar transportasi. “Narasi bahwa pertumbuhan China akan menambah permintaan memainkan peran yang sangat besar di sini. Mungkin ada permintaan kembali sebanyak satu juta barel per hari,” kata Bart Melek, Head of Commodity Market Strategy di TD Securities. (Kontan)

Indonesia berhasil mencatatkan surplus pada neraca perdagangan sepanjang 2022 sebesar US$54,46 miliar, naik 51,1 persen dari capaian 2021. Dengan adanya ancaman resesi, bagaimana proyeksi neraca perdagangan 2023? Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah Redjalam menyampaikan neraca perdagangan untuk periode 2023, bahkan mulai Januari, tetap akan terus surplus namun tidak sebesar 2022. ?Pertumbuhan ekonomi 2023 ditentukan oleh surplus neraca perdagangan 2023, yang diperkirakan akan lebih kecil daripada 2022,? ujarnya, Senin (16/1/2023). (Bisnis)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—17-Januari-2023.pdf