SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 16 Januari 2023 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 16 Januari 2023

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat ditutup menguat pada hari perdagangan terakhir (13/1). Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq tumbuh masing-masing sebesar 0.33%, 0.4%, 0.71%.

Dari Eropa, indeks FTSE 100 menguat sebesar 0.64%. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS kembali menguat dengan diperdagangkan pada level Rp 15.025. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan Crude diperdagangkan pada level US$ 85.13 dan US$ 79.7 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan tumbuh sebesar 0.44% sementara indeks NIKKEI Jepang terkoreksi sebesar ?1.05%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat tercatat menguat pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq tumbuh masing-masing sebesar 0.13%, 0.11% dan 0.05%

Isu Ekonomi dan Pasar

World Economic Forum (WEF) dalam Laporan Risiko Global 2023 menyatakan polarisasi sosial dan politik dinilai dapat menghambat penyelesaian masalah kolektif untuk mengatasi risiko global. Dalam laporan itu, WEF memberikan contoh bahwa sayap politik kanan jauh lebih di pilih di Italia dan terbesar kedua di Swedia, sementara sayap kiri kembali bangkit di Amerika Latin. Hal tersebut dinilai dapat menyebabkan perselisihan yang lebih besar, terutama saat menavigasi prospek ekonomi di tengah ketidakpastian pada tahun-tahun mendatang terlebih lagi pada Indonesia yang pada tahun ini memasuki tahun politik.  Informasi keliru, yang acapkali muncul pada tahun politik, telah menjadi alat untuk menyebarkan keyakinan ekstremis dan memengaruhi pemilu melalui ruang media sosial. Dampak yang ditimbulkan oleh kekeliruan informasi juga diproyeksi semakin luas seiring dengan tingginya penggunaan otomatisasi dan pembelajaran mesin, dari bot yang meniru teks tulisan manusia hingga pemalsuan informasi soal politisi. (Bisnis)

Ekspor minyak Iran mencapai level tertinggi baru dalam dua bulan terakhir pada tahun 2022 dan menciptakan awal yang kuat hingga tahun 2023 meskipun ada sanksi dari Amerika Serikat (AS). Menurut perusahaan yang melacak aliran tersebut, ada pengiriman yang lebih tinggi ke China dan Venezuela. Dilansir dari Reuters, Minggu (15/1) ekspor minyak Teheran telah dibatasi sejak mantan Presiden AS Donald Trump pada 2018 keluar dari perjanjian nuklir 2015 dan menerapkan kembali sanksi yang bertujuan membatasi ekspor minyak dan pendapatan terkait kepada pemerintah Iran. Menurut beberapa perkiraan, ekspor telah meningkat selama masa jabatan Presiden Joe Biden, yang berusaha untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir dan mencapai level tertinggi sejak 2019. (Kontan)

Best Regards,

SAM Investment


SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—16-Januari-2023.pdf