SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 13 Januari 2023 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 13 Januari 2023

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat menguat pada hari Kamis (12/1). Dow, S&P 500 dan Nasdaq terapresiasi sebesar 0.64%, 0.34% dan 0.64%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 tumbuh sebesar 0.89%, STOXX600 terapresiasi sebesar 0.63%.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp. 15.182. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI melemah masing-masing sebesar -0.33% dan -0.46% diperdagangkan pada level US$ 83.56 dan US$ 78.03 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan tumbuh sebesar 1.01%, diikuti oleh NIKKEI Jepang yang terdepresiasi sebesar -1.24%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat melemah pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq terdepresiasi masing-masing sebesar -0.10%, -0.18% dan -0.38%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Pembuat Kebijakan Federal Reserve menyatakan kelegaan bahwa inflasi terus menurun pada Desember 2022. Hal ini membuka jalan bagi kemungkinan penurunan laju kenaikan suku bunga menjadi 25 basis poin. Mengutip Reuters, Jumat (13/1), data pemerintah menunjukkan inflasi AS pada Desember 2022 turun untuk pertama kalinya dalam lebih dari 2,5 tahun. Sepanjang tahun 2022, inflasi inti naik 5,7%, kenaikan terkecil sejak Desember 2021. “Kami sebenarnya membatasi ekonomi dan mungkin dalam proses membatasi inflasi. Itu berarti bagi saya, saya bisa sedikit lebih bernuansa dalam memutuskan ukuran kenaikan suku bunga yang akan datang,” kata Pejabat Federal Reserve Richmond Tom Barkin kepada wartawan di Richmond.  Setelah menaikkan suku bunga 50 bps pada pertemuan bulan Desember, Barkin mengatakan dia dalam konsep yang mendukung jalur yang lebih lambat tetapi lebih lama dan berpotensi lebih tinggi tergantung pada bagaimana pola inflasi. (Kontan)

Inflasi tahunan Amerika Serikat (AS) terus turun hingga 6,5 persen pada bulan Desember 2022. Inflasi pada Desember 2022 menyentuh level terendah sepanjang tahun 2022. Dilansir Bloomberg pada Kamis (12/1/2023), Departemen Tenaga Kerja AS mencatat indeks harga konsumen (IHK) AS naik 6,5 persen pada Desember 2022 dari periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Inflasi AS ini lebih rendah dibandingkan November 2022 yang mencapai 7,1 persen yoy. Realisasi tersebut tercatat sebagai angka inflasi terendah sepanjang tahun 2022. Dibandingkan bulan sebelumnya (month-on-month/mom), deflasi AS mencapai 0,1 persen, lebih rendah dari November 2022 dengan inflasi 0,1 persen. Angka inflasi AS sesuai konsensus ekonom dalam survei. Berdasarkan konsensus IHK tahunan pada Desember 2022 diperkirakan naik 5,7 persen yoy, sedangkan IHK bulanan diperkirakan stagnan pada level 0 persen. (Bisnis)

Best Regards,

SAM Investment


SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—13-Januari-2023.pdf