SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 28 November 2022 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 28 November 2022

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat bervariasi pada hari Jumat (25/11). Dow naik 0.45% sementara S&P 500 dan Nasdaq melemah masing-masing sebesar ?0.03%, dan ?0.52%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 menguat sebesar 0.27% sedangkan STOXX600 melemah ?0.01%.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp 15,672. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI pagi ini dibuka pada level US$83.13 dan US$76.08 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan dibuka turun sebesar ?0.53%, diikuti oleh NIKKEI Jepang yang dibuka melemah sebesar -0.18%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat melemah pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq futures melemah masing-masing sebesar ?0.51%, ?0.68% dan ?0.88%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Pemerintah menyiapkan beragam langkah antisipasi menghadapi lonjakan harga menjelang Nataru melalui koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan, kebijakan pengendalian inflasi akan difokuskan pada kawasan Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. (Investor Daily)

Pemerintah menyiapkan anggaran cadangan mengantisipasi risiko fiskal pada tahun depan. Anggaran tersebut juga biasanya digunakan untuk mengantisipasi risiko terutama yang terkait dengan perubahan asumsi ekonomi makro. Terlebih lagi, kondisi perekonomian global pada tahun depan masih akan diliputi ketidakpastian. Cadangan tersebut berasal dari saldo anggaran lebih (SAL) yang merupakan akumulasi sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) dalam APBN. Dirjen Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata mengatakan penggunakan SAL tahun depan direncanakan sebesar Rp 70 triliun. Namun, terkait alokasi cadangan fiskal pihaknya masih melakukan evaluasi secara periodik lantaran kebutuhan tersebut bersifat dinamis. (Kontan)

Anwar Ibrahim tidak menyianyiakan waktu untuk berusaha mewujudkan janjinya sebagai perdana Menteri Malaysia. Berbicara pada konferensi pers Minggu (27/11/2022) di Kuala Lumpur, ia mengatakan akan memprioritaskan masalah mengatasi biaya hidup rakyat, serta akan meninjau ulang program pemerintah. Malaysia menawarkan subsidi kepada semua warga negara. Bahan bakar dan minyak goreng menjadi pengeluaran terbesar. Pemerintah juga mensubsidi biaya listrik, gula, dan tepung. Insentif lain akan dipertimbangkan untuk industri yang tidak lagi mendapat manfaat dari subsidi. Malaysia diperkirakan mengabiskan rekor 77,7 miliar ringgit (US$ 17,4 miliar) tahun ini untuk subsidi. (Investor Daily)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—18-November-2022.pdf