SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 23 November 2022 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 23 November 2022

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat menguat pada hari Selasa (22/11). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing-masing sebesar 1.18%, 1.36% dan 1.36%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 tumbuh sebesar 1.03%, STOXX600 terapresiasi sebesar 0.73%.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp. 15.697. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI menguat masing-masing sebesar 0.22% dan 0.37% diperdagangkan pada level US$ 88.56 dan US$ 81.25 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan tumbuh sebesar 0.44%, diikuti oleh NIKKEI Jepang yang terapresiasi sebesar 0.61%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak bervariasi pada pagi hari ini dengan Dow Jones menguat sebesar 0.01% sedangkan S&P dan Nasdaq terdepresiasi masing-masing sebesar -0.05% dan -0.21%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan tarif iuran BPJS Kesehatan hingga tahun 2024. Hal tersebut juga merupakan permintaan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Budi mengatakan, pada dasarnya saat inflasi yang naik biasanya diikuti kenaikan premi asuransi. Namun, secara politik kenaikan tarif premi iuran BPJS Kesehatan kemungkinan masih belum dapat diterima. “Secara politik kan susah menerima

[kenaikan tarif]

, sehingga Bapak Presiden yang minta kalau bisa jangan naik sampai 2024. Sehingga kita jaga benar sampai 2024 posisi politik pemerintah adalah ini tidak naik,” kata Budi dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (22/11). Namun, disisi lain pemerintah akan melakukan revisi tarif jaminan kesehatan nasional (JKN) dalam Perpres Nomor 82/2018 dan Permenkes Nomor 52/2016. Revisi mengenai penyesuaian tarif kapitasi dan Indonesia case base Groups (INA-CBG’s). (Kontan)

Pemerintah terus mendorong pelaku koperasi; usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); dan industri kecil dan menengah (IKM) untuk peningkatan ekspor dan penguatan substitusi impor. Kemajuan UMKM bisa menjadi penentu keberlanjutan ekonomi nasional. Pasalnya, UMKM bisa dibilang merupakan sokoguru ekonomi nasional. Saat ini saja, jumlah UMKM Indonesia mencapai 64 juta atau 99% dari struktur usaha di Indonesia dan berkontribusi tak kurang dari 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta mampu menyediakan 97% dari lapangan pekerjaan. Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki dalam acara Future SMEs Village: Local Wisdom for Global Sustainability, yang merupakan side event Presidensi G20 di Bali Collection, Nusa Dua, Bali, Jumat (11/11/2022) pekan lalu mengatakan, isu pengembangan UMKM telah menjadi hal strategis baik nasional maupun internasional.  ?Dalam forum G20, UMKM menjadi salah satu crosscutting issue yang sangat strategis dan dibahas di berbagai working group serta engagement group lainnya seperti misalnya B20 dan W20,? ujarnya. (Bisnis)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—23-November-2022.pdf