SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat 18 November 2022 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat 18 November 2022

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada hari perdagangan terakhir (17/11). Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi masing-masing sebesar 0.02%, 0.31% dan 0.35%.

Dari Eropa, indeks FTSE 100 terkoreksi sebesar 0.06%. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp 15.686. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan Crude diperdagangkan pada level US$ 90.4 dan US$ 82.4 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terapresiasi sebesar 0.74% sementara indeks NIKKEI Jepang tumbuh sebesar 0.18%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat tercatat bervariasi pada pagi hari ini dengan Dow Jones dan S&P 500 terkoreksi sebesar 0.03% dan 0.19% sementara Nasdaq terapresiasi sebesar 0.06%

Isu Ekonomi dan Pasar

Bank Indonesia (BI) meramal inflasi Indeks Harga Konsumen atau IHK hingga akhir tahun masih tinggi yakni di level 5,6 persen (year-on-year/yoy) hingga akhir 2022. Namun, angka tersebut masih berada di bawah Consensus Forecast November 2022 yang menunjukkan ekspektasi inflasi di 5,9 persen pada akhir 2022. BI sendiri memastikan agar inflasi dapat secepat mungkin kembali ke target sasaran yakni 2-4 persen atau 3 persen plus minus satu persen lebih awal yaitu pada paruh pertama 2023. Adapun beberapa langkah yang dilakukan BI untuk meredam inflasi antara lain dengan  menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR). Terbaru, BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 4,50 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 50 bps menjadi 6,00 persen. (Ekonomi Bisnis)

Saham di Asia Pasifik diperdagangkan lebih tinggi di saat indeks harga konsumen (CPI) inti Jepang untuk Oktober 2022 naik 3,6% dibandingkan tahun lalu, lebih tinggi dari yang diharapkan dan pada laju tercepat dalam 40 tahun. Negara ini terakhir kali melihat tingkat inflasi inti yang sama pada Januari 1982, menurut data Refinitiv. Semalam di Wall Street, saham jatuh dan imbal hasil melonjak dengan sejumlah pembicara dari Federal Reserve (Fed) menandakan lebih banyak kenaikan suku bunga ke depan. Presiden Federal Reserve St. Louis James Bullard menyarankan zona suku bunga dana federal yang sesuai antara 5% dan 7%, lebih tinggi dari harga pasar. (Investor Id)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—18-November-2022.pdf