SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 30 September 2022 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 30 September 2022

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat melemah pada hari Kamis (29/9). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing-masing sebesar -1.54%, -2.11%, dan -2.84%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 melemah sebesar -1.71%, STOXX600 terdepresiasi sebesar -1.67%.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp. 15215. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI melemah masing-masing sebesar -0.17% dan -0.18% diperdagangkan pada level US$ 87.03 dan US$ 81.08 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan melemah sebesar -0.40%, diikuti oleh NIKKEI Jepang yang terdepresiasi sebesar -1.66%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat menguat pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq terapresiasi sebesar 0.09%, 0.23% dan 0.24%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Undang-Undang Anggaran pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 sudah disahkan DPR. Di APBN 2023, target pertumbuhan ekonomi tahun depan disepakati sebesar 5,3%. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu mengatakan, target pertumbuhan ekonomi tersebut sudah merefleksikan kemungkinan perekonomian global akan mengalami resesi tahun depan. Meski begitu, Febrio bilang, pemerintah akan terus waspada dalam menghadapi ketidakpastian perekonomian global tahun depan. Sehingga pemerintah bisa langsung mengantgisipasi dampak yang terjadi dari ketidakpastian tersebut. (Kontan)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa nilai tukar rupiah hingga saat ini mencatatkan depresiasi sebesar 6,2 persen secara tahun berjalan (year-to-date/ytd). Pelemahan nilai tukar rupiah disebabkan oleh penguatan dolar AS akibat langkah pengetatan kebijakan moneter The Fed yang agresif. Meski nilai tukar rupiah melemah hingga menembus level Rp15.200 per dolar AS, Sri Mulyani mengatakan tingkat depresiasi rupiah masih jauh lebih rendah dibandingkan depresiasi mata uang negara lainnya. Mata uang beberapa negara mengalami penurunan yang signifikan, misalnya yen Jepang yang terkoreksi sebesar 25,8 persen terhadap dolar AS.  Selain itu, nilai tukar yuan China juga mencatatkan depresiasi yang dalam, sebesar 12,9 persen terhadap dolar AS, serta lira Turki yang mencatatkan depresiasi sebesar 38,6 persen. ?Negara tetangga kita, seperti ringgit Malaysia terdepresiasi 10,7 persen, baht thailand 14,1 persen, sedangkan peso Filipina juga terdepresiasi 15,7 persen,? katanya dalam Rapat Paripurna DPR RI, Kamis (29/9/2022). (Bisnis)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—30-September-2022.pdf