SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 22 September 2022 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 22 September 2022

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat melemah pada hari Rabu (21/9). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing-masing sebesar -1.70%, -1.71%, dan -1.79%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 menguat sebesar 0.63%.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp. 15037. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI tumbuh masing-masing sebesar 0.71% dan 0.68% diperdagangkan pada level US$ 90.47 dan US$ 83.50 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan melemah sebesar -1.33% diikuti oleh NIKKEI Jepang yang terdepresiasi sebesar -0.97%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat melemah pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq terapresiasi sebesar -0.46%, -0.65% dan -0.85%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin untuk ketiga kalinya berturut-turut pada Rabu (21/9). The Fed juga memberi sinyal akan mengerek suku bunga setidaknya satu kenaikan lagi pada tahun ini. Ketua The Fed Jerome Powell bertekad, The Fed tidak akan menyerah dalam pertempuran mereka untuk menahan laju inflasi. Mengutip Reuters, The Fed menaikkan suku bunga target ke kisaran 3,00%-3,25% pada Rabu (21/9). Ini merupakan level tertinggi bunga The Fed sejak 2008. Sementara, proyeksi terbaru menunjukkan suku bunga The Fed akan naik menjadi antara 4,25%-4,50% pada akhir tahun ini sebelum mencapai 4,50% -4.75% pada tahun 2023. (Kontan)

Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini menjadi 5,4 persen dari perkiraan sebelumnya 5,2 persen pada pada Juli 2022. Informasi tersebut disampaikan Ekonom Senior ADB untuk Indonesia Henry Ma dalam agenda Asian Development Outlook 2022 Update on Indonesia di Jakarta, Rabu (21/9/2022). ?Kabar terbaru, kami menaikkan lagi proyeksi [pertumbuhan ekonomi Indonesia] menjadi 5,4 persen untuk setahun penuh 2022,? katanya seperti dikutip dari Antara, Rabu (21/9/2022). Henry menjelaskan keputusan ADB untuk menaikkan proyeksi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia ini dilakukan seiring momentum yang kuat di sisa tahun 2022. Terlebih lagi, lanjutnya, kondisi perekonomian Indonesia sudah cukup solid di sepanjang semester I/ 2022, yakni dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,23 persen. Dia menjelaskan beberapa aspek yang dipercaya masih akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di sisa tahun 2022, antara lain konsumsi masyarakat, investasi, ekspor, hingga kunjungan wisatawan. (Bisnis)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—22-September-2022.pdf