SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 21 September 2022 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 21 September 2022

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat melemah pada hari Selasa (20/9). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing-masing sebesar -1.01%, -1.13%, dan -0.95%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 melemah sebesar -0.61, STOXX600 terdepresiasi sebesar -1.09%.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp. 15015. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI melemah masing-masing sebesar -0.06% dan -0.13% diperdagangkan pada level US$ 90.57 dan US$ 83.83 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan melemah sebesar -0.85% diikuti oleh NIKKEI Jepang yang terdepresiasi sebesar -1.33%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat melemah pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq terapresiasi sebesar -0.03%, -0.01% dan -0.04%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Iran siap untuk memberikan diskon besar-besaran terhadap harga minyak mentah yang disimpan di kapal yang berlabuh di perairan internasional tak jauh dari Singapura. Sumber industri mengatakan kepada The Straits Times, langkah ini dilakukan Iran dalam upaya untuk mempertahankan pangsa pasarnya di China. Menurut data yang dirilis oleh Refinitiv, sebuah unit dari London Stock Exchange Group, Teheran menghadapi persaingan sengit dari Rusia, yang dalam beberapa bulan terakhir muncul sebagai pemasok minyak mentah utama ke China. The Straits Times memahami bahwa Iran menawarkan minyak mentah di kapal tanker yang berlabuh di Malaysia dan perairan Indonesia dengan diskon sekitar US$ 5 hingga US$ 7 dibanding kargo Rusia. “Jumlah minyak Iran yang berada di perairan di Asia merupakan indikasi yang baik tentang betapa optimisnya Teheran atas kebangkitan kembali kesepakatan nuklir,” kata Vandana Hari, pendiri Vanda Insights, penyedia analisis makro pasar minyak global.  Dia menambahkan, “Mencoba menyingkirkannya dengan menawarkan diskon besar-besaran adalah sinyal paling jelas bahwa mereka telah melepaskan harapan untuk dibebaskan dari sanksi AS, setidaknya untuk saat ini.” (Kontan)

Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2022 tercatat sebesar US$400,4 miliar. Jumlah tersebut turun dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar US$403,6 miliar, juga turun 4,1 persen dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu. Jika dirincikan, ULN Pemerintah pada Juli 2022 tercatat sebesar US$185,6 miliar. Jumlah ini turun dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar US$187,3 miliar. Dibandingkan Juli 2022, ULN  Pemerintah ini terkontraksi sebesar 9,9 persen. Sejalan dengan itu, posisi ULN swasta pada Juli 2022 tercatat sebesar US$206,3 miliar, turun dari posisi bulan sebelumnya sebesar US$207,7 miliar. Dibandingkan dengan Juli 2021, ULN swasta juga terkontraksi sebesar 1,2 persen. Berdasarkan data statistik ULN Indonesia Bank Indonesia (BI), negara pemberi pinjaman terbesar pada Juli 2022 masih dari Singapura, yaitu mencapai US$60,07 miliar. Posisi ini turun tipis dari bulan sebelumnya yang sebesar US$60,09 miliar. Negara kedua pemberi pinjaman terbesar untuk Indonesia yaitu Amerika Serikat, dengan posisi pinjaman mencapai US$33,52 miliar, turun dari juni 2022 yang sebesar US$33,52 miliar. (Bisnis)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—21-September-2022.pdf