SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 19 September 2022 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 19 September 2022

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat melemah pada hari Jumat (16/9). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing-masing sebesar -0.45%, -0.72%, dan -0.90%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 melemah sebesar -0.62%. STOXX600 terdepresiasi sebesar -1.58%.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp. 14982. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI menguat masing-masing sebesar 0.89% dan 0.77% diperdagangkan pada level US$ 92.16 dan US$ 85.41 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan melemah sebesar -0.60% diikuti oleh NIKKEI Jepang yang terdepresiasi sebesar -1.11%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak bervariasi pada pagi hari ini dengan Dow Jones dan S&P tumbuh masing-masing sebesar 0.05% dan 0.01% sedangkan Nasdaq melemah sebesar -0.17%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan penerapan pajak karbon diusahakan akan mulai berlaku sebelum puncak Konferensi Tingkat Tingkat (KTT G20) di Bali. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Staf Khusus Menteri Keuangan Masyita Crystallin dalam acara HSBC Summit 2022 Powering The Transisition to Net Zero, Rabu (14/8). Masyita mengatakan, saat ini pemerintah berencana untuk menerbitkan tiga roadmap yaitu roadmap transisi energi, roadmap pasar karbon dan juga roadmap pajak karbon. Sehingga penerapan aturan pajak karbon harus diharmonisasikan dengan roadmap tersebut. (Kontan)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Indonesia dalam hal penangan ekonomi berada dalam jalur yang tepat.  Hal tersebut dapat terlihat dari neraca perdagangan Indonesia yang kembali mencatatkan surplus selama 28 bulan berturut-turut.  Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan pada Agustus 2022 masih surplus di US$5,76 miliar. ?Neraca perdagangan surplus 28 bulan berturut-turut dan ini menunjukkan bahwa Indonesia dalam penanganan ekonominya berada dalam jalur yang tepat. Di bulan Agustus 2022, neraca perdagangan masih surplus di US$5,76 miliar dan sektor non migas menjadi kunci utama,? kata Airlangga mengutip siaran pers Minggu (18/9/2022). Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan pertumbuhan ekonomi masih menunjukkan tren positif. Pasalnya, ekonomi Indonesia secara tahunan mampu tumbuh sebesar 5,44 persen (year-on-year/yoy) pada kuartal II/2022. Menurutnya, capaian tersebut lebih baik dibandingkan negara lain yang mengalami perlambatan ekonomi pada kuartal II/2022 seperti AS, Jerman, Perancis, Spanyol, Korea Selatan, dan Cina. Neraca pembayaran Indonesia (NPI) juga kembali mencatatkan surplus US$2,4 miliar pada kuartal II/2022, setelah sempat mengalami defisit US$1,8 miliar pada kuartal sebelumnya. (Bisnis)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—19-September-2022.pdf