SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 16 September 2022 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 16 September 2022

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat melemah pada hari Kamis (15/9). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing-masing sebesar -0.56%, -1.13%, dan -1.43%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 tumbuh sebesar 0.07%. STOXX600 terdepresiasi sebesar -0.65%.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp. 14930. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI menguat masing-masing sebesar 0.34% dan 0.28% diperdagangkan pada level US$ 91.15 dan US$ 85.34 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan melemah sebesar -0.58% diikuti oleh NIKKEI Jepang yang terdepresiasi sebesar -0.57%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat tercatat melemah pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq terdepresiasi masing-masing sebesar -0.50%, -0.60% dan -0.75%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Vladimir Putin mengakui China mengutarakan keprihatinannya atas Ukraina. Hal tersebut terungkap dalam pembicaraan tatap muka pertamanya dengan Presiden China Xi Jinping sejak invasi Rusia. Melansir BBC, saat berbicara di Uzbekistan, Putin juga berterima kasih kepada China atas “posisi seimbang” negaranya. Dia menegaskan, upaya AS untuk menciptakan dunia unipolar akan gagal. Xi mengatakan China bersedia bekerja sama dengan Rusia sebagai “kekuatan besar”. China belum mendukung invasi Rusia tetapi telah meningkatkan perdagangan dan hubungan lain dengan Moskow sejak terjadinya perang. Pertemuan kedua pemimpin di sela-sela KTT Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Samarkand terjadi pada titik penting dalam perang Ukraina, ketika pasukan Rusia kehilangan wilayah di beberapa bagian negara itu. “Kami sangat menghargai posisi seimbang dari teman-teman China dalam hal krisis Ukraina,” kata Putin kepada Xi. (Kontan)

Neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari hingga Agustus 2022 mencatatkan surplus sebesar US$34,92 miliar atau Rp521,39 triliun. Capaian tersebut melonjak sebesar 68,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pada periode Januari hingga Agustus 2021, surplus neraca perdagangan tercatat sebesar US$20,71 miliar. Surplus pada periode Januari?Agustus 2022 ini pun mendekati capaian surplus keseluruhan tahun 2021 yang sebesar US$35,33 miliar, terutama disebabkan oleh lonjakan harga komoditas unggulan Indonesia di pasar global. (Bisnis)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—16-September-2022.pdf