SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 15 September 2022 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 15 September 2022

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat menguat pada hari Rabu (14/9). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing-masing sebesar 0.10%, 0.34%, dan 0.74%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 melemah sebesar -1.47%. STOXX600 terdepresiasi sebesar -0.86%.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp. 14897. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak bervariasi masing-masing sebesar -0.06% dan 0.09% diperdagangkan pada level US$ 94.04 dan US$ 88.56 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan menguat sebesar 0.27% diikuti oleh NIKKEI Jepang yang terapresiasi sebesar 0.24%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat tercatat menguat pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq terapresiasi masing-masing sebesar 0.18%, 0.23% dan 0.24%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Menindaklanjuti arahan Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2022, hari ini telah dilaksanakan High Level Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah (Rakorpusda) Pengendalian Inflasi 2022 dengan tema ?Sinergi dan Inovasi untuk Stabilisasi Harga dan Ketahanan Pangan: Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan?. Koordinasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah penting dijalankan guna menjaga tingkat inflasi di seluruh daerah di Indonesia. Rakorpusda ini menjadi salah satu agenda penting dalam memperkuat sinergi Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk merumuskan program kebijakan pengendalian inflasi pada tataran implementatif pasca penyesuaian harga BBM. Pada Agustus 2022, inflasi Indonesia tercatat sebesar 4,69% (yoy) yang lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi Juli 2022 sebesar 4,94% (yoy). Inflasi yang meningkat pada bulan Juli lebih didorong oleh lonjakan inflasi volatile food yang tercatat 11,47% (yoy) dan telah berhasil ditekan pada bulan Agustus menjadi sebesar 8,93% (yoy) seiring upaya TPIP dan TPID dalam melakukan extra effort pengendalian inflasi, di samping kondisi cuaca yang lebih kondusif. (Investor)

Pemerintah meminta adanya perubahan mekanisme pembayaran subsidi energi kepada PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) menjadi setiap tiga bulan, dari saat ini setiap semester atau tahunan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa tingginya konsumsi energi beserta melesetnya sejumlah asumsi membuat beban subsidi dan kompensasi energi 2022 membengkak. Anggaran Rp502 triliun yang sudah disiapkan akan terlampaui, sehingga terdapat tambahan limpahan beban ke 2023. Menurut Sri Mulyani, dalam kondisi itu arus kas (cashflow) Pertamina dan PLN harus menjadi perhatian agar pengelolaan energi tidak terganggu. Salah satu cara untuk menjaga arus kas itu salah satunya dengan mempercepat pencairan subsidi. (Bisnis)

Best Regards,

SAM Investment


SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—15-September-2022.pdf