Ulasan Pasar & Ekonomi Bulanan – SAM Newsletter Agustus 2022: BBM | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

Ulasan Pasar & Ekonomi Bulanan – SAM Newsletter Agustus 2022: BBM

Download Ulasan Lengkap – Newsletter Agustus 2022

Ulasan Pasar Global
Indeks negara berkembang berkinerja relatif unggul

  • Pasar saham global mengalami pelemahan sejak awal tahun. Rerata indeks saham global, yang terdiri dari indeks saham negara maju dan negara berkembang, mencatatkan penurunan sebesar -10%. Indeks saham Indonesia (IHSG) tercatat sebagai pemimpin indeks saham global, sementara indeks saham Teknologi AS (NASDAQ) menjadi yang paling tertinggal.
  • Indeks saham negara-negara berkembang relatif memimpin penguatan indeks saham global pada tahun ini. Indeks saham Indonesia (IHSG), Brazil (BOVESPA), dan India (SENSEX) tercatat berkinerja lebih baik. Di sisi lain, indeks saham Meksiko (S&P/BMV IPC), Tiongkok (SHCOMP), dan Afrika Selatan (FTSE/JSE) relatif tertinggal sejak awal tahun.
  • Indeks saham negara-negara maju mencatatkan hasil negatif pada tahun ini. Indeks saham yang relatif tertinggal adalah Teknologi AS (NASDAQ), diikuti oleh Swedia (OMX Stockholm), Jerman (DAX), dan Taiwan (TWSE). Sementara indeks saham Inggris (FTSE 100), Jepang (Nikkei 225), dan Kanada (S&P/TSX) tercatat lebih unggul. §Dari sisi kinerja sektoral saham pada kawasan-kawasan ekonomi besar di dunia, sektor Energi, Utilitas, dan Barang Baku cenderung memimpin sejak awal tahun. Sementara sektor Teknologi, Barang Konsumen Non-Primer, dan Perindustrian relatif tertinggal.
  • Indeks saham negara-negara berkembang relatif lebih unggul di pasar saham global, terutama bagi negara-negara penghasil komoditas. Pada bulan September ini akan berlangsung kembali pertemuan the Fed. Pasar menunggu keputusan yang dihasilkan dari pertemuan the Fed tersebut apakah kenaikan suku bunga akan lebih agresif atau tidak. Biasanya pasar cenderung volatil menjelang pertemuan the Fed ini.

Ulasan Makro Ekonomi Indonesia
Bersiap untuk inflasi yang lebih tinggi

  • Inflasi Indonesia di bulan Agustus 2022 tercatat sebesar 4,69% secara tahunan atau -0,21% secara bulanan. Pada periode yang sama, inflasi inti Indonesia tercatat sebesar 3,04% secara tahunan atau 0,38% secara bulanan. Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin untuk mengantisipasi kenaikan laju inflasi ke depannya.
  • Kenaikan harga BBM yang diatur oleh pemerintah cenderung berdampak pada meningkatnya inflasi sebagaimana yang terjadi di bulan Juni 2013 (harga Premium naik 44%) dan bulan November 2014 (harga Premium naik 31%). Kenaikan harga BBM di awal bulan September 2022 (harga Pertalite naik 31%) diperkirakan juga akan membuat inflasi Indonesia semakin tinggi.
  • Indeks Keyakinan Konsumen meningkat di bulan Agustus 2022 setelah di bulan sebelumnya mengalami penurunan, demikian juga dengan Indeks Ekspektasi Konsumen dan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini yang juga meningkat. Ketiga indeks tersebut terus berada di zona optimis selama empat bulan terakhir.

Tema Investasi Khusus: BBM
Subsidi BBM

  • Pada hari Sabtu (3/9/2022), pemerintah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) baik yang bersubsidi ataupun non-subsidi. Harga Pertalite naik 30,7% dari Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter, sedangkan Solar naik 32,0% dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter dan Pertamax naik 16,0% dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter. Langkah tersebut diambil oleh pemerintah untuk mengurangi beban pemerintah terhadap subsidi BBM sehingga beban subsidi dapat dialokasikan ke pembiayaan sektor lain seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur, namun dengan risiko tingkat inflasi yang diprediksi menjadi lebih tinggi sebesar 6,7-7,2% dan proyeksi kenaikan suku bunga Bank Indonesia sebesar 50-75 basis poin hingga akhir tahun 2022.
  • Menurut penelitian yang dilakukan oleh IMF ditemukan bahwa apabila suatu negara melakukan subsidi BBM, sebesar 20% populasi terkaya (1st quintile) menikmati 43% dari jumlah subsidi yang diberikan dibandingkan dengan 20% populasi termiskin (bottom quintile) hanya menikmati sebesar 7% dari jumlah subsidi. Banyak metode lain yang dapat dilakukan oleh pemerintah suatu negara apabila ingin memberikan bantuan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan dan lebih ramah terhadap anggaran negara tersebut.
  • Berdasarkan penelitian IMF di atas, biaya untuk memindahkan AS$1 kepada orang miskin melalui subsidi BBM adalah sebesar AS$33. Suatu negara dapat secara lebih efisien membantu populasi orang miskin dengan cara mengalihkan bantuan subsidi BBM menjadi program-program yang difokuskan kepada orang miskin tersebut, sehingga anggaran subsidi negara benar-benar digunakan untuk orang yang membutuhkan.

Download Ulasan Lengkap – Newsletter Agustus 2022