Info Harian NAV Reksadana per tgl 11 Agustus 2022 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

Info Harian NAV Reksadana per tgl 11 Agustus 2022

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat ditutup bervariasi pada hari perdagangan terakhir (11/8). Indeks Dow Jones menguat sebesar +0.08% sementara S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi masing-masing sebesar ?0.07% dan ?0.58% secara beruntut.

Dari Eropa, indeks FTSE 100 terkoreksi sebesar ?0.55%. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp 14.710. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan Crude terkoreksi sebesar ?0.66% dan ?0.69% diperdagangkan pada level US$ 98.95 dan US$ 93.7.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan melemah sebesar -0.11% sementara indeks NIKKEI Jepang tumbuh sebesar +2.26%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat tercatat menguat pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq masing-masing tumbuh sebesar +0.04%, +0.08% dan +0.13%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan anggaran subsidi energi sebesar Rp189 triliun siap cair pada semester II/2022. Dia mengungkapkan anggaran subsidi energi, termasuk BBM, LPG, dan listrik mengalami kenaikan seiring melonjaknya harga komoditas energi di tingkat dunia. Artinya, pemerintah mau tak mau harus menahan guncangan yang terjadi. “Semester ke depan juga dihadapkan dengan guncangan yang sangat tinggi. Kompensasi masih ada anggaran Rp189 triliun yang akan dicairkan pada semester II/2022 untuk menahan guncangan yang ada,” ujarnya saat konferensi pers APBN Kita pada Kamis (11/8/2022). Berdasarkan data Kemenkeu, realisasi subsidi energi hingga Juli 2022 telah mencapai Rp 116,2 triliun atau tumbuh 17,5 persen yoy. Sementara pembayaran kompensasi Bahan Bakar Minyak dan listrik kepada Pertamina dan PLN sebesar Rp 104,8 triliun atau tumbuh 512,7 persen yoy. (Ekonomi Bisnis)

Keputusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menaikkan tarif ojek online (ojol), diperkirakan akan berdampak pada berbagai aspek ekonomi. Salah satunya dapat memicu inflasi tinggi. Oleh karena itu, pemerintah diminta untuk mempertimbangkan kembali kebijakan untuk menaikkan tarif ojol. ?Biaya transportasi yang kemungkinan meningkat bisa menyebabkan inflasi secara umum. Inflasi transportasi per Juli 2022 sudah cukup tinggi, dimana secara YoY (year on year) sudah di level 6,65 persen, tertinggi kedua setelah makanan, minuman, dan tembakau,? kata Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Nailul Huda dalam keterangannya Kamis (11/8). Seperti diketahui, saat ini pemerintah tengah berupaya melakukan berbagai kebijakan untuk menjaga inflasi tetap rendah, mulai dari menjaga subsidi BBM hingga subsidi pangan. Hal itu dilakukan agar pemulihan ekonomi tetap terjaga. (Kontan)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—12-Agustus-2022.pdf