SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 10 Agustus 2022 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 10 Agustus 2022

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat melemah pada hari Selasa (9/8). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing-masing sebesar -0.18%, -0.42%, -1.19%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 tumbuh sebesar 0.08%. STOXX600 melemah sebesar -0.67%.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp. 14876. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI melemah masing-masing sebesar -0.16% dan -0.24% diperdagangkan pada level US$ 96.16 dan US$ 90.28 per barel

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan melemah sebesar -0.87% diikuti oleh NIKKEI Jepang yang terdepresiasi sebesar -0.75%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat tercatat melemah pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq terdepresiasi masing-masing sebesar -0.02%, -0.07% dan -0.11%

Isu Ekonomi dan Pasar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2022 mencapai 5,44% secara tahunan (year on year/yoy). Pencapaian ini melanjutkan pertumbuhan positif pada kuartal I-2022 yang sebesar 5,01% yoy. Pertumbuhan tersebut paling banyak ditopang oleh konsumsi rumah tangga, khususnya karena ada momen Hari Raya Idul Fitri dan diperbolehkannya mudik oleh Pemerintah. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara bahkan mengatakan, jika masyarakat tidak membelanjakan uangnya, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa anjlok. ?Bayangkan kalau masyarakat nggak konsumsi, (Produk Domestik Bruto) PDB kita anjlok atau pertumbuhan nggak tinggi. Kuartal II kemarin itu bulan April sampai Juni itu konsumsi luar biasa tinggi. Saya senang sekali melihat 5,5% (pertumbuhan konsumsi kuartal II 2022) itu luar biasa,? tutur Suahasil dalam agenda virtual, Selasa (9/8). (Kontan)

Amerika Serikat dan negara-negara G7 mengajak Indonesia untuk turut mendorong penetapan batas harga atau price cap atas minyak dari Rusia. Pemberlakuan larangan impor minyak Rusia oleh G7 dan penetapan batas harga dinilai dapat menekan harga minyak global, yang naik akibat invasi Rusia ke Ukraina. Salah seorang Pejabat Pemerintah Amerika Serikat menjelaskan bahwa pihaknya dan negara-negara G7 hendak membentuk koalisi untuk mendorong penetapan batas harga atas minyak Rusia. Untuk memperkuat langkah itu, mereka pun ingin mengajak negara-negara selain G7 untuk bergabung, termasuk Indonesia. “Kami berupaya membangun koalisi, suatu koalisi G7+, dan kami melihat Indonesia sebagai mitra dalam hal ini, mengingat kepemimpinannya di G20 tahun ini. Kami berharap Indonesia sebagai importir minyak bumi akan mendapatkan manfaat dari harga minyak yang lebih rendah,” ujar pejabat itu dalam pertemuan yang dihadiri Bisnis, Selasa (9/8/2022) di Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta. (Bisnis)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—10-Agustus-2022.pdf