Info Harian NAV Reksadana per tgl 28 Juni 2022 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

Info Harian NAV Reksadana per tgl 28 Juni 2022

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat melemah pada hari perdagangan terakhir (28/6). Dow Jones , S&P 500 dan Nasdaq ditutup terkoreksi masing-masing sebesar 1.56%, 2.01% dan 2.98%.

Dari Eropa, indeks FTSE 100 tumbuh sebesar 0.9%. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp 14.837. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan Crude melemah masing-masing sebesar 0.51% dan 0.33% diperdagangkan pada level US$ 113.21 dan US$ 111.39 per barel

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan melemah sebesar 1.49% diikuti oleh NIKKEI Jepang yang turun sebesar 0.9%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat tercatat menguat pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq masing-masing tumbuh sebesar 0.07% 0.06% dan 0.07%

Isu Ekonomi dan Pasar

Lembaga pemeringkat Fitch memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 tumbuh 5,6 persen dan meningkat menjadi 5,8 persen pada 2023. Dalam laporan yang dirilis hari ini, Selasa (28/6/2022), Fitch menilai pemulihan ekonomi Indonesia akan berlanjut didukung kinerja sektor jasa yang membaik dan ekspor yang kuat. Di sisi eksternal, Fitch memprediksi  transaksi berjalan akan mencatat defisit yang rendah yaitu sebesar 0,4 persen dari PDB pada 2022 dan meningkat menjadi 1,0 persen dari PDB pada 2023. Mengenai perkembangan harga, Fitch menilai adanya risiko kenaikan tekanan, meski meyakini bahwa inflasi masih akan tetap terjaga dalam kisaran sasaran 3 persen plus minus satu. (Bisnis)

People?s Bank of China (PBOC) lebih memilih pemberian stimulus untuk kredit ketimbang menurunkan suku bunga acuan guna mendukung pemulihan ekonomi. Dilansir Bloomberg pada Selasa (28/6/2022), Gubernur PBOC Yi Gang mengatakan bank sentral memiliki ruang yang sangat besar untuk melakukan penyesuaian kebijakan moneter jika perang dagang dengan Amerika Serikat semakin dalam. Hal itu diungkapkan dalam wawancara langka yang dilakukan dalam bahasa Inggris dengan lembaga penyiaran negara. Dia menegaskan kebijakan moneter akan terus akomodatif untuk mendukung pemulihan ekonomi secara agregat. Yu mengatakan suku bunga riil agak rendah setelah memperhitungkan inflasi, menandakan kemungkinan kecil pemangkasan suku bunga dalam skala besar. (Bisnis)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—29-Juni-2022.pdf