SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat 13 Mei 2022 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat 13 Mei 2022

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat melemah pada Kamis (12/05/2022). Dow mengalami pelemahan 0,33% menjadi 31.730,30. Sementera itu S&P500 juga melemah 0,13% menjadi 3.930,08 sedangkan Nasdaq menguat tipis 0,06% menjadi 11.370,96. Hal sama terjadi di Eropa, indeks acuan FTSE melemah 1,56% bersamaan dengan pelemahan Stoxx600 sebesar 0,01% masing-masing menjadi 7.233,34 dan 424,40.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.597. Dari komoditas, pagi ini minyak WTI menguat 1,73% diperdagangkan pada level US$ 107,97 per barel, sementara Brent menguat 1,38% diperdagangkan pada level US$ 109,45 per barel.

Indeks acuan Asia tercatat dibuka menguat pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI mengalami penguatan sebesar 2,16% bersamaan dengan Kospi yang menguat 1,37%. Di sisi lain, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini menguat dengan Dow Jones, S&P 500 Futures, dan Nasdaq Futures naik masing-masing 0,43%, 0,58% dan 0,94%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Amerika Serika (AS) sedang bersiap untuk membentuk versi kecil pakta perdagangan saat bertemu para pemimpin dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) AS-ASEAN di Washington, Kamis (12/5) waktu setempat. Dalam kesempatan ini, Presiden AS Joe Biden akan berusaha menunjukkan komitmen kuatnya dalam menghadapi perebutan dominasi dan kebangkitan Tiongkok. (Investor Daily)

Ketua Federal Reserve Jerome Powell memperingatkan bahwa mengendalikan inflasi dapat menyebabkan beberapa kesulitan ekonomi tetapi tetap menjadi prioritas utamanya. Powell mengatakan dia tidak bisa menjanjikan soft landing bagi perekonomian. ?Jadi soft landing adalah, hanya kembali ke inflasi 2% sambil menjaga pasar tenaga kerja tetap kuat. Dan itu cukup menantang untuk dicapai sekarang, karena beberapa alas an.? kata kepala bank sentral dalam sebuah wawancara dengan Marketplace. Dia mencatat bahwa dengan pasar tenaga kerja yang mendorong kenaikan upah, menghindari resesi akan menjadi tantangan. (CNBC)

Nilai tukar rupiah pada Kamis (12/5) sore terpantau melemah 44 poin atau 0,3% ke posisi Rp 14.598 terhadap dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya. Ini disebabkan sentiment negative global yang berasal dari lonjakan inflasi Amerika Serikat yang mencapai 8,3% di atas consensus analis 8,1%. (Investor Daily)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—13-Mei-2022.pdf