Buletin Bulanan Maret 2022 – Konflik Ukraina-Rusia | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

Buletin Bulanan Maret 2022 – Konflik Ukraina-Rusia

SAM Monthly Newsletter Ulasan Pasar & Ekonomi Maret 2022
oleh SAM Investment & Research
Ulasan Pasar Global
Indeks saham global melanjutkan pelemahan sejak awal tahun
  • Pasar saham global cenderung mengalami pelemahan pada awal tahun ini dan relatif hanya sedikit indeks saham yang mampu mencatatkan hasil positif di awal tahun ini. Indeks saham Brazil (BOVESPA) mencatatkan kenaikan tertinggi, sementara indeks saham Rusia (MOEX) mencatatkan penurunan terbesar.
  • Indeks saham negara-negara berkembang relatif memimpin penguatan indeks saham global pada awal tahun ini. Indeks saham Brazil (BOVESPA), Indonesia (IHSG), Afrika Selatan (FTSE/JSE), dan Filipina (PSEi) memimpin penguatan. Di sisi lain, indeks saham Rusia (MOEX), Tiongkok (SHCOMP), dan India (SENSEX) cenderung tertekan sejak awal tahun.
  • Indeks saham negara-negara maju cenderung mencatatkan hasil negatif pada awal tahun ini. Pelemahan ini dipimpin oleh indeks saham Teknologi AS (NASDAQ), diikuti oleh Swedia (OMX Stockholm), Denmark (OMX Copenhagen), Jerman (DAX), Amerika Serikat (S&P 500), dan Jepang (Nikkei 225). Sementara indeks saham Inggris (FTSE 100) tercatat menguat.
  • Dari sisi kinerja sektoral saham pada kawasan-kawasan ekonomi besar di dunia, sektor Finansial, Energi, Barang Konsumen Primer, Industri Dasar, dan Utilitas cenderung memimpin sejak awal tahun. Sementara sektor Teknologi, Industrial, dan Barang Konsumen Non-Primer cenderung tertinggal.
  • Terjadinya ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina turut meningkatkan volatilitas, tidak hanya di pasar saham dan obligasi namun juga pada pasar komoditas. Harga-harga komoditas utama dunia seperti Energi, Metal, dan Agrikultur menguat signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan harga-harga komoditas ini di satu sisi menjadi keuntungan bagi negara-negara penghasil komoditas.

Ulasan Makro Ekonomi Indonesia
Inflasi yang perlahan merangkak naik

  • Sejak pertengahan tahun 2020 hingga sekarang inflasi harga perdagangan besar di Indonesia lebih tinggi dibandingkan inflasi harga konsumen, menunjukkan adanya kenaikan harga bahan baku yang belum diteruskan ke kenaikan harga konsumen. Seiring pulihnya ekonomi, produsen akan lebih berani meneruskan kenaikan harga input ke konsumen untuk menjaga profitabilitas sehingga inflasi akan cenderung naik dalam beberapa bulan ke depan.
  • Indeks keyakinan konsumen menurun di bulan Februari meskipun masih di zona optimis. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini kembali ke zona pesimis yang utamanya disebabkan kenaikan tajam kasus COVID-19 varian Omicron dimana penambahan kasus hariannya bahkan melebihi ketika varian Delta mengganas di Indonesia.
  • Hingga tanggal 9 Maret 2022 laju penambahan kasus COVID-19 rata-rata 7 harian di Indonesia terus menurun sejak melewati puncaknya di pekan ketiga bulan Februari. Pemerintah pun sudah mulai melonggarkan beberapa kebijakan terkait mobilitas sosial.

Tema Investasi Khusus: Konflik Ukraina-Rusia
Eskalasi keadaan geopolitik mendorong kenaikan harga komoditas

  • Pada 24 Februari 2022, Angkatan Bersenjata Rusia melakukan operasi militer memasuki wilayah Ukraina. Tindakan Rusia ini adalah kulminasi dari konflik antara Ukraina dan Rusia yang telah berlangsung sejak tahun 2014, seperti krisis Krimea, dan pertambahan jumlah pasukan Rusia di perbatasan Ukraina-Rusia pada satu tahun terakhir.
  • Operasi ini memicu migrasi pengungsi ke luar Ukraina, mengundang kecaman dari berbagai otoritas internasional dan diikuti dengan sanksi ekonomi dan politik kepada Rusia, seperti pembatasan transaksi perbankan melalui system SWIFT, pemblokiran akses cadangan devisa Bank Sentral Rusia, dan sanksi lainnya.
  • Kedua pihak yang berkonflik, yaitu Ukraina dan Rusia, adalah pemasok komoditas utama dunia. Dikutip dari USDA, Ukraina dan Rusia adalah pemasok utama gandum dunia, masing-masing 12% dan 17%. Selain sebagai pemasok komoditas pangan, Rusia juga adalah produsen energi utama dunia. 11% produksi minyak dunia berasal dari Rusia.

Konflik Ukraina-Rusia ini mendorong kenaikan harga komoditas energi secara lebih signifikan yang telah terjadi sebenarnya sejak akhir tahun 2021 yang lalu. Harga minyak dan batu bara menyentuh level tertinggi pada beberapa tahun terakhir. Pada saat tulisan ini dibuat, harga minyak Brent sempat menyentuh level US$130/barel dan batu bara Newcastle mencapai US$450/ton, karena potensi adanya gangguan pasokan minyak dan gas dari Rusia membuat pelaku pasar menaikkan pembelian energi mereka guna mengamankan persediaan.

Volatilitas pasar yang amat tinggi dengan magnitudo kenaikan yang sangat besar seperti ini perlu kita pantau terus sembari tetap melakukan manajemen risiko yang matang.

Download PDF ulasan lengkap