Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Senin 7 Juni 2021

Kilas Pasar

 

Indeks saham di Amerika Serikat tercatat menguat pada perdagangan Jumat kemarin. Dow Jones ditutup naik 0.52%, S&P 500 menguat 0.88%, dan Nasdaq naik 1.47%. Di Eropa, indeks acuan Euro Stoxx600 tercatat naik 0.39% dan FTSE naik tipis 0.07%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah 0.43% pada perdagangan Jumat kemarin.

 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.295. Dari komoditas, minyak WTI dan Brent menguat masing-masing sebesar 0.17% dan 0.47%. Pagi ini, Nikkei dan Kospi dibuka menguat masing-masing sebesar 0.46% dan 0.26%. Sedangkan Indeks futures AS tercatat kompak melemah, dengan Dow Jones turun 0.06%, S&P 500 melemah 0.10%, dan Nasdaq melemah 0.09%.

 

Isu Ekonomi dan Pasar

 

Dari AS, Menteri Keuangan Janet Yellen mengatakan Presiden Joe Biden harus mendorong maju dengan rencana belanja US$ 4 triliun meskipun berpotensi memicu inflasi yang berlanjut hingga tahun depan dan suku bunga yang lebih tinggi. “Jika kita berakhir dengan lingkungan suku bunga yang sedikit lebih tinggi, itu sebenarnya akan menjadi nilai tambah bagi sudut pandang masyarakat dan sudut pandang The Fed,” kata Yellen pada hari Minggu dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg News. Paket kebijakan Biden akan menambahkan hingga sekitar US$400 miliar belanja negara per tahun, kata Yellen, dengan mengatakan bahwa angka tersebut sebenarnya tidak akan menyebabkan inflasi yang berlebihan. (Bloomberg)

 

Para menteri keuangan dari negara anggota kelompok G-7 telah menyepakati besaran minimun tarif pajak korporasi global 15%. Kesepakatan yang sudah disahkan pada Sabtu (5/6), merupakan bentuk mendukung usulan Pemerintah Amerika Serikat (AS) atas rencana pengenaan pajak bagi raksasa perusahaan-perusahaan teknologi dan multinasional lainnya yang dituding tidak membayar secara layak. (Investor Daily)

 

Pemerintah  berencana  untuk  mengubah  ketentuan  tarif  pajak  pertambahan nilai  (PPN)  dengan  menaikkan tarif  PPN  menjadi  12%  dari  yang berlaku saat ini sebesar 10%. Kendati  demikian,  seperti  ketentuan sekarang, pemerintah tetap diberi peluang  untuk  menurunkan  tarif tersebut menjadi paling rendah 5% dan paling tinggi 15%. (Investor Daily)

 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

 

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—7-Juni-2021.pdf