Samuel Aset Manajemen

Buletin Bulanan – Mei 2021: Special Purpose Acquisition Company

Ulasan Pasar Global

Ulasan lengkap unduh file pdf

  • Pasar saham global cenderung mengalami penguatan sejak awal tahun hingga bulan April 2021, meskipun ada beberapa indeks saham yang masih mencatatkan hasil negatif sepanjang tahun berjalan 2021. Indeks saham Taiwan (TWSE) mencatatkan kenaikan tertinggi, sementara indeks saham Filipina (PSEi) mencatatkan pelemahan terbesar.
  • Mayoritas indeks saham negara-negara maju mencatatkan hasil yang positif, dipimpin oleh indeks saham Swedia (OMX Stockholm), diikuti oleh Amerika Serikat (S&P 500), Jerman (DAX), Eropa (STOXX 600), Inggris (FTSE 100), dan Denmark (OMX Copenhagen).
  • Indeks saham di beberapa Negara Berkembang kembali memimpin dan melanjutkan penguatan sejak awal tahun. Indeks saham Taiwan (TWSE), Afrika Selatan (FTSE/JSE), Korea (Kospi), Thailand (SET) dan Mexico (S&P/BMV) mencatatkan hasil yang positif. Di sisi lain, indeks saham di sebagian kawasan ASEAN lainnya cenderung mengalami pelemahan sejak awal tahun.
  • Sektor Industrial, Material, Energi, Finansial, dan Komunikasi cenderung menjadi sektor yang berkinerja terbaik secara global sejak awal tahun. Sektor-sektor yang cenderung defensif (Konsumsi, Kesehatan, dan Utilitas) memiliki kinerja yang tertinggal dibandingkan indeks acuannya. Hal ini masih menunjukkan bahwa posisi/keyakinan investor cenderung pada sektor-sektor siklikal seiring membaiknya perekonomian dunia dan harga berbagai komoditas.
  • Pelemahan indeks Dolar AS pada bulan April juga turut menjadi sentimen yang positif bagi indeks saham secara global. Indeks Dolar AS Kembali melemah setelah sempat mengalami penguatan pada bulan lalu. Pelemahan ini turut mendukung penguatan harga-harga komoditas utama.

Tema Investasi Khusus: Special Purpose Acquisition Company (SPAC)

  • SPAC adalah perusahaan tanpa kegiatan operasi komersial yang sengaja dibentuk untuk menggalang modal melalui penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) dan kemudian menggunakan uang tersebut untuk mengakuisisi perusahaan lain yang sudah ada. Saham SPAC melantai di bursa, sehingga dapat diperjual belikan melalui pasar sekunder sesuai mekanisme pasar. Tujuan dari akuisis tersebut adalah menjadikan SPAC sebagai cara lain bagi perusahaan yang diakuisisi untuk melantai di bursa.
  • SPAC biasanya belum memiliki target pasti terkait perusahaan yang akan diakuisisi, sehingga modal yang diperoleh SPAC melalui IPO akan disimpan pada akun perwalian (trust), yang kemudian diinvestasikan pada instrumen pasar uang sebelum digunakan untuk mengakuisisi perusahaan lain. SPAC biasanya memiliki waktu 18-24 bulan sebelum mengakuisisi sebuah perusahaan.
  • SPAC menjadi alternatif bagi perusahaan untuk melantai di bursa tanpa perlu memenuhi kebutuhan regulasi IPO pada umumnya, serta mendapat kepastian lebih terkait harga IPO. Pada awal Agustus tahun 2020, terdapat lebih dari 50 SPAC yang telah dibentuk di AS dan telah mengumpulkan sekitar AS$21,5 miliar dan bahkan melonjak hingga melewati US$ 80 miliar pada akhir tahun 2020. 
  • Meski demikian, terdapat kecenderungan bahwa harga saham SPAC akan turun pada periode mendekati proses akuisisi. Hal ini karena terdapat risiko dilusi saham seiring dengan pendiri SPAC yang memiliki saham SPAC dengan harga diskon atau bahkan tanpa mengeluarkan modal. Selain itu, terdapat juga risiko dari biaya peluang yang muncul selama uang belum digunakan untuk mengakuisisi perusahaan lain. Hal-hal tersebut menyebabkan investor cenderung menarik dananya kembali dan menyebabkan harga saham SPAC turun, terlebih apabila perusahaan yang akan diakuisisi tidak sesuai dengan ekspektasi investor.
  • Grab Holdings, perusahaan ride-hailing dan layanan pesan-antar di Asia Tenggara, telah menyetujui merger dengan salah satu SPAC yang berbasis di AS bernama Altimeter Growth Corp pada bulan April 2021. Kesepakatan tersebut membuat nilai ekuitas Grab menjadi AS$39,6 miliar atau setara dengan Rp530 triliun.

Baca ulasan lebih lengkap di sini!