Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Jumat 30 April 2021

Kilas Pasar

 

Pasar global bergerak variatif pada perdagangan Kamis (29/4). Bursa AS kompak menguat dengan Dow naik 239,98 poin atau 0,71% menjadi 34.060,36. Kemudian S&P 500 dan Nasdaq juga menguat masing-masing 0,68% dan 0,22% menjadi 4.211,47, dan 14.082,55. Bursa Eropa justru melemah dengan FTSE turun 0,03% atau 2,19 poin menjadi 6.961,48 dan Stoxx600 juga turun 0,26% atau 1,15 poin menjadi 438,77.

 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.450. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI pagi ini turun sebesar 0,52% begitupun dengan Brent yang turun 0,24%, keduanya berada pada level US$64,67 dan US$ 67,78 per barrel. Pagi ini Nikkei 225 dibuka melemah 0,51% begitupun Kospi yang turun 0,16%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq futures juga melemah masing-masing 0,10%, 0,20% dan 0,38%.

 

Isu Ekonomi dan Pasar

 

Pemerintah menargetkan, ekonomi Indonesia pada 2022 tumbuh 5,2% – 6%, sedikit lebih tinggi dari target dalam asumsi dasar ekonomi makro APBN 2021 yang sebesar 5%. Untuk mencapai target tersebut, defisit APBN dalam postur makro fiskal 2022 ditargetkan dalam kisaran 4,51% – 4,85% terhadap produk domestik bruto (PDB) atau Rp 808,2 triliun hingga Rp 879,9 triliun. (Investor Daily)

 

Dari AS, kenaikan harga-harga konsumen yang sifatnya dinilai hanya sementara tidak akan membuat The Federal Reserve (The Fed) menarik stimulus moneter yang telah digelontorkan ke dalam ekonomi Amerika Serikat (AS) selama pandemi Covid-19. Gubernur The Fed Jerome Powell dalam konferensi persnya Rabu (29/4) waktu setempat memastikan stimulus itu akan berlanjut. (Investor Daily)

 

Regulator China telah memberlakukan batasan lebih lanjut pada divisi keuangan yang tumbuh cepat dari 13 perusahaan termasuk Tencent, ByteDance, JD.com, Meituan dan Didi, seiring dengan berlanjutnya tindakan keras negara itu terhadap raksasa internetnya. Banyak dari pembatasan yang sama sebelumnya diterapkan terhadap Ant Group milik Jack Ma. Persyaratan termasuk kepatuhan yang lebih ketat saat mendaftar di luar negeri dan membatasi monopoli informasi dan pengumpulan data pribadi. Perusahaan harus merestrukturisasi sayap keuangan mereka menjadi perusahaan induk, dan memutuskan “hubungan yang tidak tepat” antara layanan pembayaran dan produk keuangan mereka, kata regulator. Tidak jelas berapa lama perusahaan harus memberlakukan perubahan, atau bagaimana hal itu akan memengaruhi operasi inti mereka. (Bloomberg)

 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

 

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—30-April-2021.pub