Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Rabu 28 April 2021

Kilas Pasar

 

Pasar global bergerak variatif pada perdagangan Selasa (27/4). Dow naik tipis 3,36 poin atau 0,01% menjadi 33.984,93. Kemudian S&P 500 dan Nasdaq melemah masing-masing 0,02% dan 0,34% menjadi 4.186,72, dan 14.090,22. Dari Eropa FTSE melemah 0,26% atau 18,15 poin menjadi 6.944,97 dan Stoxx600 juga melemah 0,08% atau 0,35 poin menjadi 439,85.

 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.485. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI pagi ini naik 0,10% sedangkan Brent turun 0,14%. Pagi ini Nikkei 225 dibuka melemah 0,25% sama dengan Kospi yang turun 0,35%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones futures melemah 0,26%, sementara S&P 500, dan Nasdaq futures menguat masing-masing 0,01% dan 0,04%.

 

Isu Ekonomi dan Pasar

 

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan sentimen kondisi global yang membaik serta peringkat atau rating Indonesia yang tetap stabil mempengaruhi hasil lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (27/4). Pada lelang tersebut, permintaan investor meningkat hingga 22,8%. Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kemenkeu, Deni Ridwan, mengatakan bahwa peningkatan minat investor terlihat dari penawaran masuk yang mencapai Rp 52,75 triliun atau lebih tinggi dibandingkan penawaran pada lelang SUN sebelumnya sebesar Rp 42,97 triliun. (Investor Daily)

 

Masyarakat India semakin melihat akan bantuan dari Tiongkok untuk mengisi celah vaksin saat New Delhi memerangi gelombang Covid-19. Menanggapi upaya diplomasi vaksin India, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengatakan kepada rekan-rekannya dari Afghanistan, Bangladesh, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka pada hari Selasa bahwa Beijing bersedia memberi mereka pasokan. Di sisi lain, di bawah kritik yang meningkat karena mendominasi sumber daya, Presiden AS Joe Biden mengatakan dia bermaksud mengirim vaksin ke India, tetapi tidak menentukan waktunya. Penimbunan vaksin telah membuat persediaan menipis di tempat-tempat seperti India, di mana virus menjadi liar. (Bloomberg)

 

Komisi Eropa sedang mengupayakan kewenangan untuk memungut retribusi atau memblokir kesepakatan perusahaan milik negara asing sebagai tanggapan terselubung terhadap meningkatnya ancaman ekonomi yang ditimbulkan oleh Tiongkok. Aturan baru tersebut tidak menyebutkan Tiongkok secara langsung tetapi mencoba menjawab keluhan dari bisnis Eropa bahwa perusahaan-perusahaan asal Tiongkok mendapatkan dukungan yang tidak dapat mereka tandingi. Langkah tersebut menambah tanda-tanda meningkatnya proteksionisme di Eropa di tengah resesi paling tajam dalam hampir satu abad. (Bloomberg)

 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

 

 

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—28-April-2021.pdf