Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Selasa 27 April 2021

Kilas Pasar

 

Pasar global bergerak variatif pada perdagangan Senin (26/4). Dow turun 61,92 poin atau 0,18% menjadi 33.981,57. Kemudian S&P 500 dan Nasdaq menguat masing-masing 0,22% dan 0,87% menjadi 4.189,30, dan 14.138,78. Dari Eropa FTSE juga menguat 0,35% atau 24,56 poin menjadi 6.963,12 dan Stoxx600 yang naik 0,26% atau 1,16 poin menjadi 440,20.

 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.485. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI pagi ini naik 0,26% begitupun Brent naik 0,06%. Pagi ini Nikkei 225 dibuka melemah tipis 0,02% sama dengan Kospi yang turun 0,12%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq menguat masing-masing 0,01%, 0,04% dan 0,08%.

 

Isu Ekonomi dan Pasar

 

Realisasi penanaman modal asing (PMA) yang melonjak 14% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 111,7 triliun pada kuartal I-2021 mengindikasikan perekonomian nasional sedang bangkit sejalan dengan meningkatnya kepercayaan internasional. Jika pemerintah mampu mengoptimalkan UU Cipta Kerja dan Lembaga Pengelola Investasi (LPI), target realisasi investasi pada 2021 sebesar Rp 900 triliun dipastikan tercapai, sehingga perekonomian domestik tahun ini bisa tumbuh di atas 5%. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang diumumkan Senin (26/4) kemarin, realisasi penanaman modal atau investasi langsung pada kuartal I-2021 mencapai Rp 219,7 triliun, naik 4,3% (yoy). Sedangkan dibanding kuartal IV-2020 atau secara kuartalan (quarter to quarter/qtq) tumbuh 2,3%. Realisasi penanaman modal kuartal I tahun ini dimotori PMA yang mencapai Rp 111,7 triliun, meningkat 14% (yoy) dan 0,6% (qtq). Adapun realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) turun 4,2% secara tahunan (yoy), namun naik 4,2% secara kuartalan (qtq). (Investor Daily)

 

AS berencana akan mengirimkan 60 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca ke luar negeri, dan Presiden Joe Biden telah menjanjikan dukungan penuhnya kepada Perdana Menteri India Narendra Modi. Lonjakan virus dan kekurangan vaksin di India mengancam memperpanjang krisis kesehatan dunia, tetapi pemerintahan Biden sampai sekarang ragu-ragu untuk memberikan suntikan ke negara lain, dengan fokus pada vaksinasi orang Amerika terlebih dahulu. (Bloomberg)

 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

 

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—27-April-2021.pdf