Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Rabu 7 April 2021

Kilas Pasar

 

Pada perdagangan Selasa (6/4), bursa global bervariasi. Dow melemah 96,95 poin atau 0,29% menjadi 33.430,24. Sementara itu, S&P 500 dan Nasdaq juga melemah tipis masing-masing sebesar 0,10% dan 0,05% menjadi menjadi 4.073,94 dan 13.698,38. Dari Eropa FTSE mengalami kenaikan 1,28% menjadi 6.823,55 sementara Stoxx600 naik 0,70% menjadi 435,26. Dari Asia, Nikkei 225 turun 1,30% sedangkan Kospi naik 0,20% pada perdagangan Selasa (6/4).

 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.505. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI pagi ini melemah 0,13% sementara Brent menguat tipis 0,03%. Hari ini Nikkei 225 dibuka menguat 0,24% dan Kospi menguat 0,18%. Indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq kompak menguat masing-masing 0,17%, 0,14%, dan 0,13%.

 

Isu Ekonomi dan Pasar

 

IMF memprediksi Tiongkok akan mendorong pertumbuhan ekonomi global di tahun-tahun mendatang karena dunia fokus pada pemulihan pandemi. IMF lebih detail memproyeksikan Tiongkok akan berkontribusi lebih dari seperlima dari total peningkatan produk domestik bruto dunia dalam lima tahun hingga 2026. PDB global diperkirakan naik lebih dari US$ 28 triliun menjadi US$ 122 triliun selama periode itu, setelah jatuh US$ 2,8 triliun tahun lalu. Ketahanan Tiongkok terhadap virus korona dan asetnya yang berimbal hasil lebih tinggi telah menarik investor dari seluruh dunia – tetapi pertempuran epiknya dengan arus modal semakin intens dari sebelumnya. (Bloomberg)

 

India menghadapi lonjakan rekor infeksi Covid-19. Sementara itu, kegagalan negara itu dalam memeriksa sampel varian baru secara cepat berisiko semakin mempersulit keadaan. Para ilmuwan memperingatkan bahwa penundaan vaksinasi dapat merusak segala sesuatu mulai dari kemanjuran vaksin itu sendiri hingga efektifitas perawatan di rumah sakit. India melewati 100.000 infeksi baru per hari pada hari Minggu (4/4). Di sisi lain, Brasil mencatat 4.000 kematian per hari akibat Covid-19. Sedangkan Australia dan Selandia Baru telah menyetujui perjalanan bebas karantina. (Bloomberg)

 

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah memperluas jangkauan penjaminan kredit modal kerja (KMK) terkait program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk debitur korporasi. Penjaminan yang semula diberikan hanya untuk kredit korporasi dengan plafon pinjaman dari Rp 10 miliar hingga Rp 1 triliun, kini menjadi mulai dari Rp 5 miliar hingga Rp 1 triliun. Porsi penjaminan oleh pemerintah untuk kredit modal kerja di atas Rp 300 miliar juga ditambah. Kebijakan tersebut tertuang dalam Pe raturan Menteri Keuangan (PMK) No mor 32/PMK.08/2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 98/PMK.08/2020. (Investor Daily)

 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

 

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—7-April-2021.pdf