Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Rabu 17 Februari 2021

Kilas Pasar

 

Pasar saham global bergerak variatif dengan kecenderungan melemah pada Selasa (16/2). Dow naik 64,35 poin atau 0,20% menjadi 3.522,75, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq Composite turun masing-masing 0,06% dan 0,34%. Di sisi lain dari Eropa, FTSE tercatat turun 0,11% menjadi 6.748,86 begitupun Stoxx600 yang turun 0,06% menjadi 419,20. Dari Asia, Nikkei 225 dan Kospi naik masing-masing sebesar 1,28% dan 0,52%.

 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 13.925,0, melemah. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dibuka melemah 0,17% sedangkan Brent naik 0,16%. Hari ini Nikkei 225 dan Kospi dibuka turun masing-masing sebesar 0,77% dan 0,77%. Indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq turun masing-masing sebesar 0,14%, 0,21% dan 0,35%

 

Isu Ekonomi dan Pasar

 

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo mengumumkan jajaran direksi Lembaga pengelola investasi atau sovereign wealth fund (SWF), kemarin. Ridha Wirakusumah didapuk menjadi direktur utama Lembaga ini. Lembaga yang bernama Indonesia Investment Authority (INA) ini siap menawarkan proyek senilai US$ 9,5 miliar ke investor dan akan konsentrasi pada proyek tol, kata Ridha. Alasannya, sektor ini memiliki multiplier effect yang besar dan menyedot pembiayaan yang tinggi. (Kontan)

 

Jika terpaksa harus berpihak, negara-negara di Asia Tenggara akan memilih beraliansi dengan Amerika Serikat (AS) dibandingkan dengan Tiongkok. Dukungan dari negara-negara Asia Tenggara terhadap AS meningkat sejak Joe Biden memenangi pilpres tahun lalu. Hal tersebut terungkap dari hasil survei tahunan lembaga kajian Singapura, ISEAS Yusof-Ishak Institute, dan dilansir CNBC pada Selasa (16/2). Hasil survei Situasi Asia Tenggara yang dirilis pekan lalu itu menunjukkan 61,5% responden memilih beraliansi dengan AS jika dipaksa harus berpihak. Jumlah responden tersebut meningkat dari 53,6% dalam survei yang sama tahun lalu. (Investor Daily)

 

Pemerintah Singapura meluncurkan paket stimulus fiskal baru senilai Sin$ 11 miliar atau setara US$ 8,3 miliar pada Selasa (16/2) untuk membantu segmen-segmen ekonomi yang terpukul keras dalam pandemi virus corona Covid-19, dan mendanai upaya vaksinasi. Paket bantuan ini merupakan bagian dari anggaran tahunan 2021 di negara kota itu. (Investor Daily)

 

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja siap diimplementasikan bulan ini, karena berbagai aturan turunan telah diselesaikan. Ia mengharapkan, implementasi UU Cipta Kerja akan memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi yang telah ditargetkan pemerintah 4,5% hingga 5,5% tahun ini. (Investor Daily)

 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

 

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—17-Februari-2021.pdf