Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Jumat 25 September 2020

Kilas Pasar

 

Pada perdagangan kemarin (24/9), indeks saham Amerika Serikat tercatat menguat secara terbatas. Dow naik sebesar 52,31 poin, atau 0,2%, menjadi 26.815,44. Kemudian S&P 500 ditutup 0,3% lebih tinggi menjadi 3.246,59. Sementara Nasdaq Komposit naik sebesar 0,37% menjadi 10.672,27.

 

Hal yang berbeda terjadi pada pasar saham Eropa, dimana FTSE turun dalam sebesar 76,48 poin atau 1,30% menjadi 5.822,78 sementara Stoxx600 juga turun dalam sebesar 3,68 poin atau 1,02% menjadi 355,85.

 

Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.890,0. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI melemah 0,17% senebtara Brent menguat sebesar 0,22%.

 

Prediksi Hari Ini

 

Pasar diperkirakan menguat hari ini menyusul sentimen positif dari pasar Asia maupun indeks futures di Amerika Serikat. Pagi ini indeks Nikkei 225 dibuka menguat sebesar 0,41% sementara Kospi dibuka menguat sebesar 0,56%. Di sisi lain indeks futures di Amerika Serikat juga menguat. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq naik masing-masing sebesar 0,35%, 0,37% dan 0,42%.

 

Isu Ekonomi dan Pasar

 

Dari Amerika Serikat, jumlah pelapor pertama kali untuk tunjangan pengangguran sedikit lebih tinggi dari yang diharapkan karena pasar tenaga kerja melanjutkan pemulihan yang lamban dari pandemi Covid-19. Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat pada hari Kamis melaporkan bahwa klaim pengangguran pertama kali untuk pekan yang berakhir 19 September berjumlah 870.000, setelah disesuaikan dengan fluktuasi musiman. Tanpa adanya penyesuaian, sekitar 825.000 orang mengajukan minggu lalu, naik dari minggu sebelumnya yang 796.000.

 

Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Supratman Andi Agtas mengungkapkan, progres pembahasan omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja hingga saat ini sudah mencapai 10 klaster dari total 11 klaster yang ada dalam RUU tersebut. Sementara 95% dari pasal-pasal di ke-10 klaster itu telah berhasil disepakati di tingkat panitia kerja (panja).

 

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memproyeksikan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Tanah Air pada kuartal IV/2020 berpotensi menyentuh angka 12%, jauh di atas kondisi normal pada kisaran 5%. Tak hanya itu, rata-rata pendapatan pekerja di Indonesia diprediksi dapat anjlok lebih dari 40% akibat lesunya sejumlah sector usaha.

 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

 

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—25-September-2020.pdf