Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Selasa 22 September 2020

Kilas Pasar

 

Kemarin (21/9), indeks saham Amerika Serikat kembali melemah. Dow turun paling dalam sebesar 509,72 poin, atau 1,84%, menjadi 27.147,70. S&P 500 ditutup 1,16% lebih rendah menjadi 3.281,06. Sementara Nasdaq Komposit turun 0,13% menjadi 10.778,80. Penurunan ini didorong oleh kekhawatiran tentang potensi memburuknya pandemi virus Corona, serta ketidakpastian stimulus fiskal AS.

 

Hal yang sama terjadi pada pasar saham Eropa, dimana FTSE turun dalam sebesar 202,76 poin atau 3,38% menjadi 5.804,29 sementara Stoxx600 juga turun 11,96 poin atau 3,24% menjadi 356,82. Sentimen serupa dari potensi memburuknya pandemic virus Corona menjadi penyebab dari pelemahan indeks.

 

Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.700,0. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent menguat bersamaan masing-masing sebesar 0,94% dan 0,26%,

 

Prediksi Hari Ini

 

Pasar diperkirakan mix hari ini. Pagi ini indeks Kospi dibuka melemah sebesar 0,91%, sementara Nikkei 225 libur. Terdapat sentimen positif dari indeks futures di Amerika Serikat yang menguat. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq naik masing-masing sebesar 0,33%, 0,36% dan 0,43%.

 

Isu Ekonomi dan Pasar

 

Deutsche Bank memprediksi produk domestik bruto (PDB) ekonomi dunia kembali ke level sebelum datangnya pandemi virus corona Covid-19 pada pertengahan 2021, menyusul kekuatan pemulihan yang melebihi perkiraan dalam beberapa bulan terakhir. Namun, risiko terjadinya krisis finansial dapat meninggi lantaran tingginya beban utang serta perubahan-perubahan dalam kebijakan ekonomi. Deutsche Bank merevisi proyeksi PDB global 2020 menjadi kontraksi 3,9% dari sebelumnya 5,9% dan proyeksi untuk 2021 menjadi tumbuh 5,6% dari sebelumnya tumbuh 5,3%.

 

Pemerintah tengah membahas ketentuan pembentukan lembaga pengelola investasi (LPI) atau sovereign wealth fund (SWF) bersama Badan Legislatif (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Lembaga ini nantinya akan menjadi alternatif sumber pendanaan bagi proyek-proyek infrastruktur yang selama ini lebih banyak mengandalkan APBN atau melalui BUMN. Rencana pembentukan lembaga pengelola investasi tersebut tertuang dalam draf omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja Bab X tetang masalah investasi pemerintah pusat dan kemudahan proyek strategis nasional.

 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

 

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—22-September-2020.pdf