Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Selasa 15 September 2020

Kilas Pasar

 

Pada perdagangan Senin (14/9), indeks saham Amerika Serikat tercatat menguat di mana Dow naik 327,69 poin atau 1,18% menjadi 27.993,33, S&P 500 naik 1,27% atau 42,57 poin menjadi 3.383,54, dan Nasdaq Composite naik 1,27% menjadi 11.056,65. Kenaikan ini didukung perkembangan uji medis vaksin Covid-19.

 

Sedangkan dari pasar saham Eropa, indeks tercatat mix. FTSE turun 5,84 poin atau 0,1% menjadi 6.026,25 sementara Stoxx600 naik 0,55 poin atau 0,15% menjadi 368,51.

 

Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.880,0. Sementara itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent bersamaan melemah masing-masing sebesar 0,27% dan 0.20%,

 

Prediksi Hari Ini

 

Pasar diperkirakan mix hari ini didorong oleh aksi pelaku pasar yang menunggu rilis data neraca perdagangan. Pagi ini indeks Nikkei 225 dan Kospi dibuka melemah masing-masing sebesar 0,82% dan 0,05%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat juga melemah. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq turun masing-masing sebesar 0,15%, 0,15% dan 0,17%.

 

Isu Ekonomi dan Pasar

 

Dari Amerika, pemerintahan Trump pada hari Senin mengesampingkan rencana perluasan larangan impor yang luas untuk produk kapas dan tomat dari wilayah Xinjiang, Tiongkok serta mengumumkan penyempitan larangan pada lima entitas/perusahaan tertentu.

 

Parlemen Inggris pada Senin (14/9) kembali memperdebatkan Brexit, dengan ancaman perlawanan dan pengunduran diri atas rencana kontroversial Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dengan rancangan undang-undang (UU) Brexit yang baru, yang akan melanggar perjanjian pemisahan dari keanggotaan Uni Eropa (UE). UU kontroversial tersebut akan membuat pemerintah Inggris secara sepihak mengatur perdagangan Inggris dan bantuan negara di dalam provinsi Inggris tersebut. Sekaligus dapat mengabaikan Perjanjian Uni Eropa yang memberi Komisi Eropa suara berkelanjutan atas hubungan perdagangan dengan Irlandia Utara

 

Kebijakan perpajakan masih menuai tantangan di 2021, lantaran ekonomi diproyeksi belum pulih 100%. Kondisi ini membuat pajak sebagai instrumen fiskal tidak hanya sebagai budgeter tapi juga regulated. Menkeu, Sri Mulyani, menyatakan tahun depan penerimaan perpajakan akan turun Rp 37,4 Triliun dari Rp .481,9 Triliun yang telah ditargetkan dalam RAPBN 2021.

 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

 

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—15-September-2020.pdf