Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Senin 14 September 2020

Kilas Pasar

 

Pada perdagangan Jumat (11/9), indeks saham Amerika Serikat tercatat mix. Dow naik 131,06 poin atau 0,48% menjadi 27.665,64. S&P 500 naik tipis 0,05% atau 1,78 poin menjadi 3.340,97. Sementara Nasdaq Composite turun 0,6% menjadi 10.853,54.

 

Dari pasar saham Eropa, indeks tercatat menguat dengan FTSE dan Stoxx600 masing-masing ditutup naik 28,77 poin atau 0,48% menjadi 6,032.09 dan 0,48 poin atau 0,13% menjadi 367,96.

 

Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.890,0. Sementara itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent bersamaan juga menguat masing-masing sebesar 0,48% dan 0.20%, memberikan sinyal positif terhadap pasar.

 

Prediksi Hari Ini

 

Pasar diperkirakan menguat hari ini, didorong oleh perkembangan kebijakan PSBB terbaru untuk wilayah DKI Jakarta. Pagi ini indeks Nikkei 225 dan Kospi dibuka menguat masing-masing sebesar 0,55% dan 0,76%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat menguat. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq naik masing-masing sebesar 0,73%, 0,83% dan 1,12%.

 

Isu Ekonomi dan Pasar

 

Uji coba fase ketiga untuk vaksin virus korona AstraZeneca telah dilanjutkan di Inggris setelah dihentikan awal pekan ini karena masalah keamanan. AstraZeneca mengatakan telah menerima konfirmasi dari Medicines Health Regulatory Authority Inggris bahwa sudah aman untuk melanjutkan uji klinis.

 

Total bantuan subsidi upah atau gaji yang disalurkan ke pekerja berpenghasilan di bawah Rp 5 juta telah mencapai Rp 5,84 triliun. Terkait program ini, dana yang disiapkan pemerintah mencapai Rp 37,7 triliun untuk 15,7 juta pekerja lebih dengan besaran bantuan Rp 2,4 juta per pekerja yang disalurkan dalam dua tahap.

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 berada di kisaran minus 3% hingga minus 1%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020 berada di kisaran minus 1% hingga 0,25%. IMF memprediksi, ekonomi RI tumbuh minus 0,3% dan positif 6,1% pada 2020 dan 2021. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di 0% dan 4,8% untuk tahun 2020 dan 2021. Asian Development Bank (ADB) memprediksi pertumbuhan ekonomi RI minus 1% dan positif 5,3% untuk 2020 dan 2021. Sementara itu, OECD memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh minus 2,8% pada 2020 dan 5,2% pada 2021.

 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—14-September-2020.pdf